Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 143


__ADS_3

Di dalam ruangan nya Reza tampak begitu cekatan menyelesaikan satu persatu Dokumen yang menumpuk di atas meja nya.sesekali dahi nya terlihat berkerut kala menemui kejanggalan yang menurut nya akan berakibat sangat fatal jika tetap di bubuhi dengan tanda tangan nya.kerugian perusahaan tidak bisa di hindari lagi.


" Aldo! Panggil kan divisi keuangan keruangan saya sekarang juga." ucap Reza melalui sambungan telepon kabel.belum sempat Aldo menjawab iya namun suara telepon di tutup sudah terdengar dari sebrang sana.bukan hal tabuh lagi bagi Aldo,dan dia sudah cukup kebal akan sikap arogan yang di miliki Tuan muda nya.


Dari nada bicara Tuan muda nya,sudah bisa di tebak oleh Aldo jika sudah terjadi kesalahan yang besar sehingga membuat Tuan muda nya harus memanggil dengan nada suara marah dan tegas.


Dalam kurun waktu 5 menit lewat 12 detik, 3 orang karyawan yang menjadi kepala di divisi keuangan datang dengan langkah tergopoh-gopoh serta tangan yang bergetar.


Senyum sinis Aldo menjadi awal malapetaka bagi mereka bertiga.


" Selamat menikmati! Cepat masuk ke dalam.Tuan muda sudah menunggu kedatangan kalian." ucap Aldo sedikit meledek.bukan bermaksud jahat, tetapi hati Aldo sungguh senang bila melihat ada orang yang mempunyai nasib yang sama dengan diri nya.sungguh definisi senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang.


Tok...


Tok....


Tok.....


" Permisi Pak." ucap salah satu mereka yang berada di barisan paling depan.


" Masuk." suara Reza menggelegar terdengar begitu dingin dan menusuk.


Ceklek..


Dengan dada yang bergemuruh ketiga sejoli itu masuk dengan perlahan sambil meremas ujung baju mereka masing-masing.di antara mereka bahkan tidak ada yang berani mengangkat kan kepala.semua tertunduk melihat ke arah lantai.


Suasana ruangan Presdir itu terasa sangat mencekam bagaikan sedang berpetualang di tengah kuburan.


"Angkat wajah kalian." pekik Reza dengan sedikit memukul meja nya menggunakan dokumen yang ada di tangan nya.


Ketiga manusia yang berdiri di depan Reza menjadi kaget mendengar suara teriakan yang begitu menusuk gendang telinga.kaki ketiga manusia itu terlihat bergetar hebat.keringat dingin sudah membasahi wajah mereka bahkan sampai jatuh ke atas lantai.


" Apa kalian sudah tuli!" hardik Reza lagi yang melihat ketiga karyawan nya masih terus menunduk kan kepala nya.


"Ti- Tidak Pak." jawab mereka kompak.


Dengan penuh rasa takut,ketiga manusia itu perlahan mengangkat wajah mereka menatap wajah horor yang ada di depan mereka saat ini.


" Apa kalian sudah tidak betah bekerja di perusahaan ini?Kenapa Dokumen yang kalian kasih kepada saya tidak ada yang benar? Apa yang ada di otak kalian saat mengerjakan semua ini.hah!" bentak Reza sambil melempar dua tumpuk dokumen kepada ketiga karyawan nya.


Kepala Reza yang sudah pusing akibat banyak nya pekerjaan yang harus dia lakoni, lagi-lagi di buat tambah pusing kala harus mengoreksi begitu banyak kesalahan yang di perbuat oleh karyawan nya.

__ADS_1


Bagaimana darah nya tidak mendidih jika disuguhi sesuatu yang tidak sesuai dengan kemauan nya.


" Bawa dokumen itu dari ruangan saya, revisi sekarang juga." ucap Reza sambil memijat pelipis nya yang terasa berdenyut hebat.


" Saya beri kalian waktu setengah jam dari sekarang, sebelum saya pulang.jika belum siap dan masih salah juga.besok tidak usah masuk ke perusahaan ini lagi." ancam Reza tegas supaya karyawan nya tidak membuat kesalahan yang begitu fatal lagi, padahal mereka di gaji di perusahaan ini untuk bekerja dengan sungguh - sungguh dan telaten.


" Ba- Baik Pak." jawab mereka,tangan mereka masih terlihat bergetar tatkala mengambil dokumen yang di lempar ke arah mereka.


Tidak ada yang berani menjawab panjang lebar pertanyaan yang di lontarkan oleh Tuan muda mereka,yang mampu terucap hanya lah kata iya dan tidak.


" Kalian boleh keluar." ucap Reza dingin sambil mengibaskan tangan nya.


" Iya Pak." jawab mereka dengan gerakan membalikkan badan menuju pintu keluar.


Sekeluar nya mereka dari ruangan Tuan muda, tidak ada raut wajah bahagia,yang terlihat hanya lah wajah ketakutan dan kesedihan.langkah kaki mereka bahkan terlihat buru-buru,mereka sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh mantan sekretaris Tuan muda nya yang sudah naik menjadi Asisten pribadi kedua Tuan muda nya.


" Ada apa dengan mereka bertiga?" ucap Aldo pelan yang hanya di balas dengan mengangkat bahu oleh Reno yang menggantikan posisi nya sebagai sekretaris.


Belum sempat mereda kemarahan yang menyelimuti hati dan raga Reza,dia kembali harus naik darah kala mendapati kedatangan seseorang yang langsung saja menerobos masuk ke dalam ruangan nya.


Mata Reza menyorot tajam sosok tinggi tegap yang merupakan sahabat nya itu.


" Apa kamu tidak pernah belajar tata Krama selama tinggal di luar Negeri." ucap Reza dengan nada mengejek tetapi mata beserta tangan nya tetap fokus pada dokumen yang ada pada tangan nya.


Bahkan dengan wajah santai nya dia melenggang masuk lalu duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Reza.


" Mau apa loe datang kesini?" tanya Reza to the point.


" Apa ada undang-undang dan larangan seorang sahabat mengunjungi sahabat nya?" tanya Teguh memberi pertanyaan bukan nya malah menjawab pertanyaan dari Reza.


" Cepat katakan! Gue lagi sibuk banget,ngga ada waktu buat meladeni ketidakberesan loe itu." sergah Reza dengan wajah masam nya.


Teguh yang sudah bersahabat cukup lama dan sudah begitu memahami karakter dari sang sahabat tidak mempedulikan wajah masam yang sudah setiap hari dia lihat itu,bahkan mata nya sudah kenyang dengan wajah buruk rupa dari suami Gita.


" Loe serius amat sih.Sudah jadi seorang sultan yang kaya raya, tetapi masih saja bekerja terlalu keras ." ucap Teguh tidak percaya.


Kepribadian Reza sangat berbanding terbalik dengan yang di miliki oleh Teguh,bahkan sering kali Ayah Teguh harus turun tangan untuk menasehati Anak nya yang kelewat santai ini.


" Apa loe ngga punya pekerjaan? Kenapa datang di Waktu yang tidak tepat." tanya Reza mulai memperhatikan wajah sahabat nya.


" Gue lagi bosan di kantor,maka nya melipir ke sini.sekalian mau curhat sama loe." jawab Teguh jujur.

__ADS_1


" Tentang Kiki sahabat dari istri gue." bidik Reza tepat sasaran.


Raut wajah Teguh mendadak berubah,kala mendengar ucapan Reza yang sesuai dengan isi hati nya.


" Kenapa loe bisa tahu isi hati gue? Padahal Gue belum cerita apa-apa sama loe atau pun Rega."sahut Teguh tidak percaya.posisi duduk nya bahkan berubah dari posisi semula dan lebih condong maju ke depan.


" Apa sih yang bisa loe tutupi dari gue? Kemaren siang loe jalan berdua ke mall yang berada di Utara itu kan? Dengan tanpa dosa nya loe menggandeng tangan itu cewek." papar Reza lebih jelas lagi.


Mata Teguh di buat membulat dengan sempurna, ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh Reza sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.


" Gila hebat juga loe,bisa tau tanpa harus gue kasih tau! Belajar dari mana loe ilmu gaib seperti ini?"


" Gue bukan pengikut aliran sesat! Apa yang gue sampai kan sesuai dengan apa yang gue lihat." jawab Reza santai.


Meskipun mulut nya berbicara melawan setiap kata yang keluar dari bibir lemes Teguh.tetapi mata elang nya tetap fokus menyelesaikan satu dokumen yang tersisa.


" Loe ngeliat gue di mall itu? Kenapa loe ngga panggil aja?"


" Gue bosan melihat wajah loe terus,lagian ngga ada untung nya juga buat gue manggil- manggil nama loe."


" Sialan...Gue serius singa!" balas Teguh kesal.


"Gue lebih serius dari apa yang loe kira." jawab Reza tanpa merasa berdosa.


" Sudah sejauh mana hubungan loe sama gadis itu?" tanya nya lagi.


Sebenar nya Reza juga sedikit kepo dengan hubungan yang di jalin oleh sang sahabat bersama gadis yang merupakan sahabat karib istri nya.kemaren siang saat Reza tengah menemani Gita dan kedua orang tua nya berbelanja di mall yang berada di Utara itu,tidak sengaja mata elang Reza menangkap keberadaan Teguh bersama seorang gadis yang terlihat begitu mesra sambil berjalan bergandengan tangan.namun Reza memilih diam tanpa memberi tahu istri nya demi menghindari pemborosan waktu.


" Tadi kata nya ngga peduli? Sekarang kenapa loe malah seperti seorang wartawan biang gosip saja." ledek Teguh penuh semangat.


" Gue bukan nya kepo! Hanya saja mengantisipasi jika kelakuan buaya loe tiba-tiba kumat,kan gue bisa menyelamatkan sahabat dari istri gue dari terkaman buaya tua seperti loe. "


" Jangan sampai loe permainkan anak gadis orang,jika tidak ingin di sunat habis oleh istri gue." ancam Reza dengan tersenyum penuh arti.


" Gue ngga bakal nyakitin sahabat istri loe itu, karena gue sudah merasa cukup nyaman berada di samping nya. beberapa hari melakukan pendekatan,gue bahkan sama sekali tidak menemukan kecacatan pada diri nya.semua nya perfect tanpa celah." ujar Teguh sambil mengingat kembali awal- awal masa pendekatan mereka dulu.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.


Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya.

__ADS_1


Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.


Terimakasih semua nya.😍🥰😍🥰


__ADS_2