Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 24


__ADS_3

"Eh... eh tunggu dulu deh, gue kayak nya langsung pulang aja ya, badan gue rasa nya lemas banget, kalian lanjut aja jalan nya, gue udah di jemput sopir gue." ucap Gita dengan berpura - pura memperlihat wajah sakit nya, dan langsung berjalan menjauh dari teman- teman nya.


Dia tidak ingin semakin berlama - lama berada di sana, dia memilih memisah kan diri nya segera mungkin, sebelum ketiga sahabat gesrek nya menyeret paksa diri nya yang sedang tidak ada mood untuk berkumpul.


" Yah ... Gita! kenapa loe malah pulang sih." teriak Lusi karena Gita sudah berada jauh di depan.


" Ya udah lah Lus, Gita lagi ngga enak badan, ngga mungkin juga kita paksa, ntar dia malah pingsan lagi di mall, bisa berabe kan kita."


" Yah, tapi kan ngga asik kalau ngga lengkap!"ujar Lusi dengan wajah cemberut nya.


"Udah, kita - kita aja dulu." ucap Kiki sambil menggandeng tangan kedua sahabat nya, berjalan ke arah parkiran. dimana Selo beserta teman- teman nya sudah menunggu kedatangan mereka.


" Kenapa kalian cuman bertiga? Gita kemana?" tanya Selo, dengan dahi nya yang mengkerut.


Gita dan Selo memang sudah sangat dekat, mereka juga sering menghabiskan waktu bersama walaupun hanya sekedar jalan ke mall dan menonton bioskop, setidak nya mereka cukup sering menghabiskan waktu senggang hanya berdua. bahkan tanpa sepengetahuan semua sahabat nya,Selo sudah pernah menyatakan cinta nya kepada Gita,namun Gita selalu menolak dengan alasan masih ingin fokus dengan belajar nya, tanpa embel- embel kata pacaran. dia cukup nyaman dengan status berteman saja,meskipun hati nya juga menaruh rasa kepada Selo.entah apa maksud dan tujuan nya,karena Gita tidak pernah mau membahas nya ,dia juga tidak pernah mengumbar hal ini kepada ketiga sahabat karib nya, demi menjaga perasaan Selo.


" Gita tadi langsung pulang duluan, dia lagi ngga enak badan." jawab Lusi.


Selo terdiam mematung di tempat nya, lutut nya lemah bagai tak bertulang, sejak tadi dia begitu bersemangat menunggu di parkiran. namun sang pujaan hati yang di tunggu malah sudah pergi duluan, entah kapan Gita pulang nya, pasal nya sejak tadi dia berdiri di sana dia tidak melihat Gita berjalan keluar dari gedung sekolah.


" Kapan dia pulang nya?" tanya Selo dalam hati nya.


" Ya udah, ayo cus kita - kita aja." sahut Aris lagi.


Selo yang mendengar jika Gita tidak ikut pun menjadi tidak bersemangat lagi untuk ikut serta, padahal dia mau ikut hanya karena Gita, tetapi, demi menghargai teman- teman nya, terpaksa dia mengiyakan saja, tubuh Selo saja yang berada di mall,tapi pikiran nya masih tertuju kepada Gita yang entah berada dimana saat ini.


Sementara itu, di tempat yang berbeda, tepat nya di lobby kantor Husein group sudah datang Pak Anton dan juga Reza.


" Selamat siang, apa Pak Herman ada di ruangan nya saat ini?" tanya Pak Anton kepada receptionist yang ada di depan.


Walaupun mereka sudah bersahabat cukup lama, tetapi etika bertamu tetap harus di patuhi,pasal nya mereka Sedang berada di kantor , dimana ada aturan yang harus di ikuti dan di patuhi,tidak bisa main sembarangan masuk saja.


" Maaf, apa Bapak sudah membuat janji dengan Pak Herman?"


" Saya belum membuat janji, tolong katakan saja jika saya ingin menemuinya."


Benar saja, sejak peristiwa kemaren, Pak Anton belum berkomunikasi lagi dengan Pak Herman , Pak Anton tidak ingin mengganggu sang sahabat yang sedang menenangkan diri nya.

__ADS_1


" Baiklah , tunggu sebentar saya hubungi dulu Pak Surya."


Pegawai receptionist itu pun menelpon ke atasannya.setelah Mendengar langsung jawaban dari sang pimpinan ,dia bergegas menutup sambungan telepon dan mempersilahkan tamu nya untuk naik ke lantai atas.


" Silah kan Pak, Bapak sudah di tunggu oleh Pak Herman di ruangan nya ." ucap receptionist itu dengan ramah, dengan mata nya yang terus melirik ke arah Reza.


" Terima kasih." ucap Pak Anton sambil berjalan menuju lift, sementara Reza yang berada di samping Papa nya hanya diam dan mengikuti kemana pun langkah kaki pria yang sangat dia hormati itu, sebejat apapun hidup nya,dia begitu sangat menghormati dan menyayangi kedua orang tua nya.


Setelah sampai di lantai paling atas, di mana di sana hanya ada ruangan khusus Presdir dan wakil presdir nya saja. Pak Anton sudah cukup hapal seluk beluk dari semua kawasan ini.karena dia sudah sering berkunjung ke kantor megah Husein group.dari jauh Pak Anton melihat keberadaan Pak Surya yang sedang mengobrol dengan asisten dari Pak Herman.


"Selamat siang Surya ." sapa Pak Anton kepada Pak Surya seraya menjabat tangan nya,lalu di ikuti oleh Reza.


" Selamat siang juga Pak Anton, Putra anda sungguh pekerja keras, perusahaan anda semakin maju sekarang, dan sudah lama kita tidak bertemu ."


"Hahahaha...."


" Kamu bisa saja, ini semua berkat bantuan Herman dan juga kamu, saya kemarin sedang di luar negeri, baru pulang beberapa hari ini, apa Herman ada di ruangan nya ?"


" ada Pak, silah kan masuk, Pak Herman sudah menunggu anda di dalam."


" Saya masuk dulu, nanti kita lanjut ngobrol nya sambil ngopi." ucap Pak Anton seraya memukul pelan bahu pak Surya.


" Mari Pak." pamit Reza dengan sopan kepada Pak Surya.


Setelah mengobrol singkat dengan Pak Surya , Pak Anton memutuskan untuk segera menemui Pak Herman ,untuk menyelesaikan masalah yang sudah terjadi hari kemarin.tidak ingin menunda waktu lagi, mereka langsung mengetuk pintu ruang kerja Pak Herman dan tidak lupa mengucapkan salam.


" Assalamualaikum Herman." ucap pak Anton yang sudah berdiri tegak di depan pintu.


Pak Herman yang mendengar suara pak Anton. langsung berdiri dari kursi kebesaran nya seraya menekan remot kontrol pintu ajaib nya. sehingga tanpa di sentuh atau pun di tarik,pintu itu terbuka dengan sendiri nya.


" Silah kan masuk." ucap Pak Herman dingin.


" Terimakasih Herman."


" Silah kan duduk ."ucap Pak Herman yang sudah ikut duduk di atas sofa yang sudah disediakan di dalam ruangan nya.


" Bagaimana kabar Gita,Man?" tanya Pak Anton membuka pembicaraan.

__ADS_1


" Alhamdulillah dia sudah sehat, hari ini dia sudah mulai bersekolah lagi." jawab Pak Herman apa ada nya, tanpa ada yang dia tutupi.


" Syukur lah jika Gita sudah sehat,dan sudah kembali ke sekolah, aku ikut senang mendengar nya."


Pak Herman hanya mengangguk kan kepala dan tersenyum simpul mendengar ucapan dari Pak Anton.


pembicaraan ini hanya terjadi antara Pak Anton dan juga Pak Herman.sementara Reza Hanya diam bagaikan sebuah patung pajangan.


" Herman kedatangan kami kesini untuk membahas permasalahan yang terjadi kemarin, sebelum nya aku ingin meminta maaf lagi kepada mu, jika kamu berkenan izinkan Reza untuk bertanggung jawab kepada Gita." ucap Pak Anton to the point.


"Huft...."


" Sebenar nya aku masih berat hati menerima semua ini, ayah mana yang tega melihat anak nya di sakiti, ingin rasa nya aku membalas nya, tapi aku juga harus memikir kan nasib nya Gita, tidak mungkin aku membiar kan Gita menjalani hidup nya sendirian." ucap pak Herman sambil menatap dalam kepada Reza, sementara orang yang di tatap tidak bisa berkutik lagi.


Hening....


" Om benar- benar kecewa kepada kamu Reza!" ucap Pak Herman dengan tegas.


" Saya minta maaf Om." ucap Reza pelan.


"Aku mengerti bagaimana perasaan kamu Herman, jika aku berada di posisi kamu ,mungkin akan melakukan hal yang lebih dari apa yang kamu lakukan, tetapi izinkan Reza untuk menikahi Gita, Herman!"


Pak Anton cukup sadar akan kesalahan sang putra nya, ini kesalahan yang sangat fatal, jika dia berada di posisi Pak Herman . mungkin sudah dari kemaren dia menjebloskan pelaku nya ke dalam panas nya ruangan penjara. tetapi dia tau siapa Herman sebenar nya, Herman tidak akan tega melakukan ini semua,dia pasti sudah memikirkan sebab dan akibat nya ,jika dia sampai melakukan hal itu kepada Reza,


Sejujur nya Pak Anton sangat berterimakasih kepada sahabat karib nya yang tidak membawa kasus ini ke meja hijau,jika pun itu terjadi dengan berbesar hati Pak Anton juga akan menerima nya.karena kewarasan otak nya masih berjalan sempurna.


" Reza memang harus menikahi Gita, aku memberi izin,bukan berarti aku melepaskan begitu saja putri ku, dia masih dan akan terus berada di dalam pengawasan ku, aku menerima anak mu hanya untuk Gita." ucap Pak Herman mantap.


Pak Anton yang mendengar ucapan Pak Herman akhir nya bisa bernafas lega.


" Terimakasih Om, sekali lagi saya minta maaf kepada Om, saya janji bakal bertanggung jawab kepada Gita, saya janji tidak akan mengecewakan Om lagi." ucap Reza tenang.


Jangan lupa Like. Vote dan Berikan hadiah sebanyak mungkin,


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys...


Dan jangan lupa pencet tombol Favorit nya...

__ADS_1


Terimakasih semua nya..


Salam sayang untuk kita semua..🥰🥰😍😍


__ADS_2