
Akhir-akhir ini Reza benar- benar sibuk karena pekerjaan nya yang menumpuk.ratusan dokumen harus dia tanda tangani setiap hari nya dan dia juga harus menghadiri berbagai rapat penting dengan rekan bisnis nya,jika masih bisa di wakili maka dia akan meminta bantuan kepada sekretaris dan asisten nya untuk turut membantu mewakili nya.
Bahkan pernah suatu hari jadwal meeting nya bertabrakan yang mengharuskan dia hadir di kedua tempat itu, alhasil dia harus menghubungi sang Papa untuk meminta bala bantuan.karena para investor tidak ingin meeting ini terjadi jika bukan dengan CEO nya langsung.
Pak Anton yang tidak tega melihat putra nya pontang-panting dengan ikhlas turut menghandle apa yang bisa dia kerjakan.
Tidak jarang Reza bahkan di buat harus lembur padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Karena keseringan libur demi merawat dan menemani istri nya yang sedang hamil besar,di tambah lagi perusahaan mereka sedang membuka beberapa cabang di berbagai kota menuntut dia harus bekerja lebih keras lagi.
"Pulang lah,ini sudah jam 11 malam,kasihan istri mu di rumah." ucap Pak Anton yang tiba-tiba masuk ke ruangan anak nya dan mendapati sang putra masih duduk dengan laptop yang menyala.
Malam ini Pak Anton yang sudah vakum dari dunia bisnis kembali harus lembur demi mengurangi pekerjaan yang membebani sang putra.
" Iya sebentar lagi Pa." jawab Reza dengan mata yang masih fokus dengan layar di depan nya.
Di ruangan itu bukan hanya ada Reza seorang diri.dia di temani oleh kedua asisten nya.bahkan karena terlalu sibuk dia harus merekrut satu karyawan sebagai pengganti sekretaris nya karena Aldo lebih sering ikut dia meeting dan mengurus pekerjaan lain.
" Papa duluan saja, kasihan Mama sendirian di rumah." imbuh nya lagi,saat melihat Pak Anton masih saja berdiri di ambang pintu dengan menenteng tas kerja nya , sedang kan di belakang beliau ada asisten Pak Anton yang juga tengah fokus dengan gadget nya.
Pak Anton sebenarnya ingin menyela ucapan sang putra dan menegur supaya tidak lembur dan gila kerja seperti ini, tetapi melihat banyak nya tumpukan dokumen serta jadwal meeting yang Padat membuat dia hanya bisa menghela nafas berat nya.
Situasi seperti ini sudah terlebih dahulu dia lewati,bahkan Pak Anton sudah kenyang dengan santapan dokumen yang menumpuk di atas meja kerja nya,karena sudah memahami bagaimana stress nya situasi seperti ini membuat Pak Anton tidak punya nyali untuk melakukan protes.
" Untuk hari ini cukup sampai sini,kalian boleh pulang." ucap Reza kepada Alan dan juga Aldo.
" Siap Bos." jawab mereka kompak,Alan dan Aldo yang sudah merasakan lelah harus ikut bos nya lembur beberapa hari terakhir ini bergegas merapikan sejumlah dokumen yang bertebaran di mana-mana.bayangan kasur empuk sudah menari-nari di pelupuk mata mereka.
"Huft..." helaan nafas panjang terdengar dari kedua asisten handal itu.
Setelah membereskan meja kerja bos nya, Alan dan Aldo memilih duduk santai sejenak di atas sofa untuk meluruskan tulang-tulang pinggang mereka.
Sementara Reza masih betah duduk di kursi kebesaran nya dengan memijit mata nya karena sudah lelah seharian membaca dokumen di tambah lagi kepala nya terasa sangat pusing akibat kurang tidur.
__ADS_1
Di saat dia tengah menikmati setiap pijitan dari tangan nya sendiri, tiba-tiba dia menjadi teringat sesuatu.
Reza langsung menyalakan ponsel nya,membuka kotak pesan nya,ternyata istri nya belum juga membalas pesan yang dia kirim jam 7 malam tadi.
" Kenapa Gita tidak membalas pesan dari aku? Apa dia ketiduran?" gumam Reza dengan wajah bingung dan khawatir.
Sesibuk apapun,Reza tidak pernah lupa untuk memberikan perhatian nya kepada istri kecil nya yang sedang hamil besar.pagi siang dan sore Reza selalu menyempatkan diri untuk bertukar pesan atau menelpon langsung.
Dia tidak ingin istri nya merasa terabaikan meski pada kenyataannya memang seperti itu,
Sejak dua hari kemarin,Gita bahkan sudah mengeluarkan protes keras nya atas kesibukan yang di lakukan beberapa hari terakhir ini.
" Ternyata dia lagi tidur!" gumam Reza pelan setelah mengecek cctv yang berada d kamar mereka yang terhubung ke layar ponsel nya.
" Alan, ada berapa banyak jadwal meeting besok pagi?" tanya Reza.
" Hmm.. Sebentar saya cek dulu Bos." jawab Alan.
Mendengar jadwal meeting nya yang begitu padat,belum lagi pekerjaan di kantor nya yang dia rasa tidak berkurang sama sekali, padahal mereka sudah mati- matian lembur untuk mengurangi pekerjaan yang menumpuk,ternyata masih butuh waktu yang panjang untuk menuntas semua nya.
" Kapan semua ini selesai, sementara Gita sebentar lagi akan melahirkan kan." ucap Reza lirih.
Reza melepas paksa dasi yang terasa mencekik leher nya dengan punggung menyender kursi kerja nya.mata nya melirik langit-langit atap mencoba mengatur strategi jitu agar pekerjaan nya cepat selesai.
" Sabar Bos,kami yakin sebentar lagi semua nya akan beres,ini hanya karena banyak nya pembukaan cabang baru di berbagai kota, setelah semua nya berjalan lancar,Bos sudah bisa tenang." jawab Alan mencoba mengingat sang Bos.
" Tapi kapan?" keluh Reza yang sudah merasa teramat lelah.
" Saya yakin, sebelum Nona lahiran,semua pasti sudah beres dan berjalan seperti sedia kala." sahut Alan.
" Huft..." Reza menghela nafas lelah nya.
" Semoga saja pekerjaan ini tidak akan menjadi penghalang saya untuk menjadi suami siaga." ujar Reza pasrah.
__ADS_1
Alan dan Aldo yang tahu betapa siaga nya Reza selama ini,hanya mengulum senyum sambil mengangguk kan kepala.
Sangking siaga nya,dia saja belum makan siang, tetapi sepucuk pesan sudah terkirim kepada istri nya sebagai pengingat bahwa jam makan siang sudah datang dan tidak boleh menunda.
" Ayo! Kita pulang." ajak Reza kepada kedua asisten nya.
Ketiga pria pekerja keras itu keluar dari ruangan Reza secara bersamaan.sebelum keluar,Alan terlebih dahulu mematikan semua lampu yang masih menyala di ruangan Bos nya.
" Jangan khawatir,Bonus kalian bulan ini akan saya kasih 3 kali lipat dari biasa nya." ucap Reza saat mereka tengah berada di dalam lift.
Alan dan Aldo yang mendengar kata bonus tiga kali lipat, langsung tersenyum sumringah.ternyata kerja keras mereka tidak pernah di abaikan oleh Bos galak mereka.
Walaupun terkenal galak dan keras tetapi urusan bonus Reza tidak pernah pelit jika karyawan nya benar-benar bekerja dengan baik.
" Tolong! Bantu saya sampai semua berjalan lancar dan sukses." pinta Reza penuh harap.
" Dan maaf kan saya yang menuntut kalian untuk lembur beberapa hari ini." imbuh nya lagi.
" Siap Bos,kami akan selalu membantu Bos,tidak perlu merasa sungkan seperti itu Bos,ini memang sudah menjadi tanggung jawab kami." jawab Alan.
Di saat Reza ingin menaiki mobil nya.ponsel genggam nya terdengar berdering nyaring dari dalam saku celana kantor nya.
" Assalamualaikum sayang." ucap Reza setelah menggeser tombol hijau di layar ponsel nya.
Jangan lupa like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..
Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar walaupun hanya satu kata.
Dan jangan Lupa Pencet Tombol Favorit nya.
Dukungan dan support dari kalian sangat berarti bagi Author.
Terimakasih semua nya 😍🥰🥰🥰
__ADS_1