
Setelah mendapatkan amukan dan arahan dari Alan, semua anak buah Reza mulai berpencar membagi tugas.
Sebagian kembali ke lokasi tadi untuk menyelidiki siapa dalang di balik semua ini! Dan sebagian nya lagi mengawal perjalanan Reza menuju ke bandara,untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan di tengah perjalanan mereka kembali ke kota j.
Mobil mewah milik Reza melaju pesat tanpa kendala.anak buah yang berada di depan begitu lincah membuka jalan supaya mobil mewah itu bisa melaju dengan cepat.
Reza yang tengah berada di dalam mobil sudah bertelanjang dada.muka nya semakin tidak berbentuk lagi, keringat bercucuran di mana-mana.
Aldo yang berada di samping Reza menjadi semakin cemas dan takut.berulang kali dia meminta kepada sang sopir untuk menambah kecepatan lagi.dia takut jika efek dari obat itu akan berakibat fatal jika tidak segera di berikan obat penawar nya.
Mereka berdua tentu nya juga sangat paham jika ada satu jenis obat yang paling bisa menyembuhkan efek dari serbuk laknat ini.
" Siapa yang sudah berani bermain-main seperti ini?" gumam Alan dalam hati nya.
pandangan matanya tidak pernah lepas dari Tuan muda nya yang sedang tersiksa.
" Saya pastikan orang yang menaburi racun ini akan mendapatkan hukuman yang setimpal!" murka Aldo dalam hati nya.
Kedekatan mereka dengan Reza yang sudah terjalin cukup erat, membuat kedua nya begitu mengkhawatirkan keadaan Tuan muda nya, Walaupun sering marah,galak dan suka bertindak sesuka hati nya, tetapi tingkat kepedulian mereka terhadap Reza tidak pernah surut sedikit pun oleh semua sikap arogan Tuan muda nya.
Sedang kan di Restoran tempat acara makan malam tadi berlangsung,seorang pria misterius yang menyamar menjadi pelayan dadakan di restoran itu, kehilangan jejak Reza setelah sempat merayakan kemenangan karena telah berhasil mencampur kan bubuk jahat itu ke dalam makanan Reza dan memastikan langsung makanan itu masuk ke mulut berharga Reza.
" Kemana Dia? Kenapa aku bisa kehilangan jejak lagi sih!"Gerutu pria itu tidak terima.
Pria yang masih memakai baju pelayan itu sibuk berlari an kesana kemari mencari jejak kaki Reza,namun tidak dia temukan sama sekali Reza di berbagai tempat yang menjadi sasaran nya.
" Kemana pergi nya ya? Padahal tadi gue lihat sendiri dia masuk ke dalam toilet. hilang kemana dia? " ucap pria itu sambil menarik kasar rambut nya.topi pelayan yang sejak tadi dia pakai jatuh begitu saja di atas lantai toilet.
Kali ini anak buah Reza benar-benar kecolongan, musuh yang mereka anggap sudah habis malah menyamar menjadi orang yang sama sekali tidak terdeteksi oleh mereka semua.
Reza kini sudah berada di dalam pesawat pribadi nya.
Perjalanan menuju ke kota j sedang berlangsung dramatis.tidak banyak yang Alan dan Aldo bisa lakukan selain berdoa semoga efek obat itu masih bisa di obati,karena jarak yang mereka tempuh lumayan cukup jauh,yang di pisah kan oleh laut dan pulau.
__ADS_1
" Bos." panggil Alan dari luar kamar pribadi Reza.
Di dalam pesawat pribadi ini sudah di penuhi oleh fasilitas yang lengkap sama seperti di kamar hotel nya.
Reza kini tengah berada di kamar mandi untuk merendam tubuh nya supaya mengurangi hawa panas yang sudah terlanjur membakar tubuh nya.
"Gue sudah ngga tahan lagi!" keluh Reza dengan tubuh bergetar hebat.pusaka ajaib nya bahkan sudah berdiri tegak menjulang.
" Bos." panggil Alan dengan sedikit berteriak,rasa cemas semakin kuat menghantui ketika tidak mendapatkan sahutan dari dalam,bahkan dia sudah berdiri setengah jam yang lalu di depan pintu ini namun Reza belum juga menjawab sepatah kata pun.
" Bos." teriak nya lagi sambil menggedor-gedor pintu.
" Iya." jawab Reza singkat.
" Anda baik-baik saja?" tanya nya memastikan.
" Baik dari mana nya? Masih berapa lama lagi kita sampai nya? Saya sudah tidak sanggup lagi menahan nya." balas Reza dari dalam.
" 5 menit lagi kita sampai Bos,sebaik nya anda bersiap-siap mulai dari sekarang,atau mau saya bantu?" tanya Alan lagi.
Pesawat pribadi yang berukuran besar milik Wijaya group akhir nya sampai juga di landasan bandara kota j.dengan tergesa-gesa mereka keluar dari sana,lalu pindah ke dalam mobil jemputan yang sudah menunggu persis di sekitar pesawat itu.
" Lebih cepat Pak Arman." titah Alan kepada sopir kantor itu.
Mereka tidak mungkin meminta jemput kepada sopir di kediaman Husein, bisa-bisa semua nya tidak berjalan sesuai dengan rencana.
Mobil yang membawa Reza akhirnya sampai lebih cepat di rumah Gita, seperti biasa nya anak buah Reza dengan sigap membuka jalan untuk mempermudah laju mobil Reza menerobos kemacetan kota j ini.
" Den Reza." sapa Mbok Darmi tidak sengaja berpapasan dengan Reza.
" Ya Mbok,Gita sudah tidur?"
" Sudah Den,mau Mbok siap kan makan malam atau minuman Den?" tawar Mbok Darmi ramah.
__ADS_1
" Tidak usah Mbok,saya sudah makan tadi di luar." jawab Reza pelan lalu berlari menaiki anak tangga.
Kondisi di dalam rumah sudah sepi, lampu-lampu ruangan inti sudah di matikan, pertanda jika pemilik nya sudah terlelap di alam mimpinya.
Ceklek..
Cobaan pertama Reza membuka pintu kamar nya gagal, ternyata terkunci rapat,karena di kunci oleh Gita dari dalam.
Dia memang selalu berpesan kepada istri nya untuk mengunci pintu jika sedang tidur atau melakukan aktivitas lain nya di dalam kamar mereka.beruntungnya Reza tidak lupa membawa kunci cadangan kamar mereka sehingga dia tidak perlu menggeledah isi gudang belakang demi membuka pintu kamar nya.
" Yes!" seru Reza setelah berhasil membuka pintu kamar nya,dan obat yang sedang dia cari ternyata sedang tertidur lelap tanpa menyadari ada orang yang masuk ke dalam kamar nya.
Tubuh Reza semakin menegang kala melihat tubuh seksi milik istri nya yang terpampang nyata di atas ranjang tanpa di tutupi oleh selimut yang sudah jatuh ke atas lantai.
Gita tidur menggunakan baju satin tipis akibat sering merasa kan kepanasan yang luar biasa karena kondisi hamil tua ini keringat nya lebih banyak bercucuran membasahi tubuh nya.
Reza yang sudah tidak tahan lagi, langsung mendekati istri.
" Sayang!" panggil nya dengan suara serak,jangan lupa kan wajah merah padam nya yang sudah siap meledak jika tidak segera mendapat kan obat penawar nya.
Gita yang sayup-sayup mendengar suara kekasih hati nya, langsung membuka sempurna kedua kelopak mata indah nya.
Betapa terkejut nya dia melihat sosok orang yang sangat dia rindu kan beberapa hari ini telah duduk manis di samping nya.
"Aku lagi mimpi ya?" tanya Gita pada diri nya sendiri.
Dengan cepat dia menggeleng kan kepalanya lalu mengucek kembali mata nya yang masih terasa aneh itu.
" Mas! Ini benaran kamu? Kenapa pulang nya ngga bilang- bilang sih?"tanya Gita setelah kesadaran nya terkumpul sempurna.
" Nanti Mas jelas kan,sekarang tolong bantuin Mas ya sayang? Mas sudah tidak tahan lagi."
" Tolong bantuin?" ulang Gita penuh tanya.
__ADS_1
Jangan lupa mampir di novel kedua saya ya teman-teman.
" Terpaksa menjadi istri kedua"