Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 78


__ADS_3

"Sayang!"


Gita menoleh ke belakang saat seseorang terdengar memanggil nama nya.


"Iya Ma." seru Gita lalu bergegas masuk ke dalam rumah nya.


" Kamu habis nangis?" tanya Mama nya berpura- pura tidak mengetahui kejadian yang sebenar nya.


" Ng- nggak kok Ma." jawab Gita berbohong dengan tangan nya yang meraba wajah sembab nya.


Mama Sonia hanya tersenyum mendengar jawaban bohong dari mulut Putri nya.


" Kamu harus sabar sayang! Mama paham bagaimana perasaan kamu,tapi jangan terlalu berlebihan juga sayang,itu tidak baik.kasihan suami kamu ,dia sudah capek bekerja seharian di kantor sampai di rumah harus melihat wajah cemberut kamu seperti ini." ujar Mama Sonia menasehati putri kecil nya yang sudah tidak kecil lagi.


" Kenapa Mas Reza harus kerja terus Ma, Gita pengen nya di temenin di rumah sama Mas Reza." ucap Gita dengan wajah sendu nya.


"Suami kamu harus bekerja sayang,Bukan hanya demi kamu dan calon anak kalian,tetapi demi semua para karyawan yang bekerja dengan dia saat ini . semua nasib karyawan nya ada di tangan suami kamu.Tugas kamu sebagai seorang istri, selalu do'a kan untuk keselamatan dan kelancaran suami kamu.jika dia pulang kerja sambut lah suami kamu dengan senyuman hangat.siap kan segala kebutuhan nya, walaupun kamu sedang berbadan dua jangan sampai menghalangi bakti kamu kepada suami kamu.


Kamu harus lebih dewasa lagi untuk memahami segala situasi dan kondisi yang ada." ujar Mama Sonia kembali menasehati putri nya.


Gita terdiam mencerna segala ucapan dari sang Mama,walaupun umur nya masih tujuh belas tahun sejujur nya sikap Gita lebih dewasa dari umur nya.hanya saja semua berubah ketika dia memasuki masa kehamilan ini,semua berubah begitu drastis,dia yang periang berubah menjadi cengeng dan banyak menuntut,belum lagi sifat manja nya yang sudah di ketahui oleh semua penghuni rumah mewah ini.


"Kamu paham kan sayang maksud Mama?"Mama Sonia tersenyum kepada Gita.


"Iya Ma,Gita paham." jawab Gita singkat.


Kini Gita tengah duduk sendiri di kamar nya,ada banyak pesan yang masuk dari selo.namun dia tidak berani untuk membuka satu pun pesan yang masuk itu.berulang kali juga Selo mencoba menghubungi nya namun Gita mengabaikan saja panggilan masuk dari Selo. Dia hanya diam terpaku melihat layar handphone nya yang tidak berhenti berkedip.


Gita mengusap wajah nya melihat Selo yang tidak putus asa menghubungi diri nya.


Dengan sangat terpaksa Gita pun memutuskan menerima panggilan telepon itu sebelum Selo lebih nekat lagi.


" Halo, Assalamualaikum Gita." sapa Selo dari sambungan telepon nya.


" Wa Alaikum salam Sel, ada apa?" tanya Gita to the point.

__ADS_1


" Ada yang mau gue bicarain sama loe, tapi kita ngga bisa ngomong di telepon seperti ini,kita harus ketemu langsung.Apa loe bisa keluar sebentar,kita ketemu nya di cafe depan sekolah aja."tawar Selo penuh harap.


" Mau ngomong apa Sel, kenapa ngga sekarang aja, gue ngga bisa keluar hari ini, badan gue capek banget." ucap Gita berbohong berusaha menolak halus permintaan Selo.


" Kenapa loe selalu ngga mau Git, plis gue mohon... Gue janji cuman sebentar doang,ngga akan lama.mau ya?" pinta Selo lagi.


" Jangan sekarang Sel, gue benar- benar ngga bisa. Bagaimana kalau siang besok saja sepulang sekolah."


" Baik lah, tapi loe harus menepati janji loe,jangan menghindar terus dari gue."


" Ya gue janji." ucap Gita lalu mematikan sambungan telepon nya.


Dia tidak ingin berbicara terlalu lama dengan Selo, semua pesan yang masuk dari nomor Selo juga sudah dia hapus tanpa membaca nya terlebih dahulu.


Gita sebenar nya sudah tau maksud dan tujuan Selo meminta untuk bertemu dengan nya.setelah berpikir panjang akhir nya dia menerima tawaran selo.dia bermaksud untuk menjelas kan semua nya kepada Selo supaya dia tidak terlalu berharap banyak lagi kepada diri nya yang sudah bersuami.


Ibu hamil ini tengah duduk selonjoran di atas kasur nya dengan beralaskan bantal sebagai sandaran nya.menatap langit- langit kamar nya,dia tengah sibuk merangkai sejumlah kata untuk menjelaskan semua nya pada siang besok.


Sibuk dengan pikiran nya sendiri dia sampai lupa waktu.bahkan saat adzan magrib berkumandang dia masih betah selonjoran dengan seribu pikiran yang ada di kepala nya.


Dengan terburu- buru Gita berjalan ke kamar mandi tidak lupa menarik asal handuk yang tergantung di lemari nya.lalu bergegas masuk ke kamar mandi.sangking buru- buru nya dia bahkan hampir saja kepeleset di lantai licin itu jika dia tidak cepat mengimbangi badan nya dan berpegang kuat di tempat dia biasa menggantung handuk.


"Astaghfirullah..." ucap Gita mengelus dada nya ketika dia berhasil lolos dari insiden bahaya itu.


Dia tidak bisa membayang kan apa yang akan terjadi kepada nya jika saja dia benar-benar terpeleset di kamar mandi ini.


Huft.. Huft...


Ibu hamil ini berulang kali membuang nafas nya dengan kasar,jantung nya berdebar lebih cepat.tubuh nya gemetar membayangkan hal buruk yang akan menimpa nya.


" Maafin Mama yang ceroboh ini ya sayang, Kamu harus kuat di dalam sana.Mama janji akan lebih berhati-hati lagi." ucap Gita lirih sambil mengelus perut buncit nya.


Dengan secepat kilat Gita menyelesaikan acara mandi , selain karena adzan maghrib sudah terdengar berkumandang, dia juga takut ketahuan sama suami ganteng nya jika mandi di malam hari.


Setelah berpakaian rapi dan menunaikan ibadah sholat maghrib nya.kini Gita dengan gelisah duduk di ujung ranjang nya,mendapati suami tercinta nya belum juga sampai di rumah padahal jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam.

__ADS_1


"Mas Reza kemana sih,tumben pulang nya larut begini, ngga seperti biasa nya deh!" ucap Gita pelan.


"Apa aku coba telepon aja ya!"


Merasa penasaran kemana pergi nya sang suami,Gita langsung mendial nomor Reza yang tersimpan My husband.kali ini dia memilih untuk video call.supaya lebih merasa puas dan tenang.tidak perlu menunggu lama,di panggilan pertama Reza langsung menerima sambungan telepon nya.


" Mas,kamu lagi di mana?" tanya Gita begitu menggebu tanpa mengucap kan salam.


Reza tersenyum hangat melihat tingkah istri nya, baru saja dia tinggalkan beberapa jam istri nya sudah merengek menanyakan keberadaan nya.


"Salam dulu Sayang!" seru Reza memperingati istri nya.


"Eh iya assalamualaikum Mas.kamu lagi di mana?"


Mendengar pertanyaan istri nya Reza langsung memutar kamera ponsel canggih nya ke seluruh penjuru ruangan nya.sebelum istri kecil nya kembali bertanya dan curiga kepada nya.


"Mas masih di kantor ya? Kenapa lama sekali pulang nya Mas, aku udah lapar pengen makan di suapin sama Mas." ucap Gita dengan manja.


" Iya Mas masih di kantor sayang.sebentar lagi juga mau pulang,kamu makan duluan aja jangan nungguin Mas,nanti perut kamu sakit sayang! Kasihan dedek bayi nya juga udah lapar,jangan lupa minum vitamin nya juga."


" Aku nungguin Mas aja, pengen di Suapin sama Papa!" seru Gita yang kembali mengeluarkan jurus manja nya.


" Ya sudah,Mas mau beres- beres dulu ya sayang,biar langsung pulang."


" Iya, hati- hati, di jalan nya Mas." ucap Gita lalu mematikan sambungan telepon nya.


Reza yang tidak tega membiarkan istri nya menunggu terlalu lama,akhir nya memutuskan untuk langsung pulang setelah menyelesaikan semua dokumen yang di perlukan nya pagi besok.


Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys..


Tinggalkan jejak sayang nya di Kolom Komentar..


Dan jangan lupa Pencet Tombol Favorit nya..


Terimakasih semua nya..

__ADS_1


Salam sayang untuk kita semua nya..🥰😍🥰😍


__ADS_2