
" Sayang, kamu mau makan sesuatu atau mau langsung pulang?" tanya Reza saat mereka sudah meninggalkan parkiran rumah sakit.
" Mm belum kepikiran sih Mas, emang nya Mas masih mau balik ke kantor lagi?" tanya Gita sambil menatap ke arah suami nya.
Satu tangan Reza tidak berhenti mengelus perut buncit istri nya.bahkan wajah nya terlihat sangat bahagia dengan senyuman manis yang selalu terukir di wajah dingin nya.
" Mas masih ada meeting satu jam lagi." ucap Reza tanpa melihat ke arah istri nya.
" Yah... Kenapa ngga ikut pulang juga sih Mas! Aku kan masih pengen berduaan sama kamu." ucap Gita mendesah dengan wajah cemberut nya dengan tangan yang terlipat sempurna di dada nya.
" Cuman sebentar saja sayang, nanti kalau sudah siap Mas janji akan langsung pulang menemani kamu di rumah." jawab Reza berusaha membujuk Gita.
Melihat Gita yang masih diam dengan wajah yang di tekuk,membuat Reza menggaruk kepala nya yang tidak terasa gatal.dia sebenar nya juga ingin menemani istri nya di rumah,namun karena tuntutan pekerjaan membuat dia harus rela mengesampingkan waktu nya untuk berduaan dulu.
" Apa kamu mau ikut saja kekantor.hanya dua jam saja." ujar Reza mengalah.
" Aku ngga mau,aku mau pulang saja." jawab Gita jutek.
" Jangan kayak gini dong sayang! Mas juga pengen nya menemani kamu,tetapi mau Bagaimana lagi,meeting ini ngga bisa di tunda lagi."
" Iya..Iya." jawab Gita pasrah,dia sebenar nya juga sadar jika pekerjaan suami nya itu sangat banyak dan tidak bisa di tinggalkan begitu saja.
Ada banyak tanggung jawab yang di pikul suami nya saat ini.
Tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah masuk ke dalam pekarangan rumah Keluarga Husein.
Pak Tohar yang melihat kedatangan Tuan muda dan Nona muda nya berlari menghampiri dan membuka kan pintu mobil.
" Terimakasih Pak Tohar." ucap Gita sambil turun dari mobil.
" Sama - sama Non." jawab Pak Tohar.
Sebelum Kembali ke kantor.Reza terlebih dahulu mengantar kan istri nya masuk ke dalam rumah.tangan nya selalu setia menggenggam erat jemari lentik istri nya.
__ADS_1
Bahkan untuk menaiki anak tangga saja Reza melarang keras istri nya.dia memilih menggendong sendiri istri nya menuju ke lantai atas.
" Mas,jangan di gendong seperti ini! Nanti kita bisa jatuh,apalagi berat badan aku sudah naik jauh,kasihan kamu nya." ucap Gita tidak tega melihat suami nya harus menggendong dia jika ingin naik atau pun turun tangga.
" Ngga papa sayang,untuk sementara. mungkin besok kita sudah pindah ke kamar bawah saja,kamu mau kan?" tanya Reza.
Gita yang tidak ingin menyusahkan suami nya akhir nya mengangguk kan kepala nya sebagai tanda setuju dengan ucapan suami nya.
" Mas harus segera kembali ke kantor sekarang juga, kamu istirahat saja dulu ya sayang." ucap Reza sambil membelai rambut istri nya yang sedang duduk di tepi ranjang.
"Hm." jawab Gita hanya dengan berdehem.
" Ingat ngga boleh melakukan aktivitas yang berat, kandungan kamu sudah mulai berat dan membesar,jangan lompat-lompat lagi ya sayang! Jalan nya harus pelan-pelan!Sama satu lagi,kemaren pas kamu datang ke kantor Mas kenapa masih memakai high heels? Mas sampai lupa negur kamu karena kamu keburu tidur duluan." ujar Reza panjang lebar seperti rel kereta api yang tidak ada putus- putus nya.
" Itu kan ngga terlalu tinggi sekali Mas! Cuman 5 cm doang kok tinggi nya." jawab Gita memberi pembelaan menengadah kan kepala nya menatap ke arah suami nya yang sedang berdiri di depan diri nya.
" Pokok nya tidak ada alasan apapun.kamu di larang keras menggunakan high heels mulai hari ini juga,Mas ngga mau lagi melihat kamu memakai nya! Bahaya sayang,apalagi ada dua bayi yang ada di dalam sini.Mas khawatir sama kalian."
"Iya...Terserah Mas saja." jawab Gita pasrah.
Reza juga menunduk kan badan nya dengan satu kaki yang menjadi tumpuan nya.
" Sayang nya Papa,kalian baik- baik yah di dalam perut Mama,jangan bikin Mama kecapean dan muntah lagi.Papa sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangan kalian." ucap Reza berbisik sambil mengelus penuh kasih sayang perut buncit istri nya.
" Kamu ngga usah ngantar Mas turun ke luar, istirahat saja." ucap Reza lembut.
" Mas! Ingat langsung pulang ya!" seru Gita saat Reza ingin menutup rapat pintu kamar nya.
" Iya sayang." jawab Reza sambil tersenyum lebar.
Setelah memastikan istri nya aman sampai di rumah dan juga di kamar nya,Reza menuruni anak tangga dengan langkah lebar dan wajah yang berseri bahagia,saat sampai di lantai bawah,bukan nya langsung menuju ke mobil nya,dia malah berbelok masuk ke dalam dapur.di mana di sana terdengar suara Mbok Darmi dan juga Bi Imas yang sedang mengobrol.melihat kedatangan Reza yang tiba-tiba masuk ke dalam kawasan mereka, Mbok Darmi dan juga Bi Imas sampai melompat karena kaget.
" Ya tuhan..." ucap Mbok Darmi kaget.
__ADS_1
" Eh....Dem Reza!" seru mereka bersamaan.
" Iya Mbok..Bi..Saya ke sini cuman mau nitip Gita sama Mbok dan juga Bi Imas,Mama masih di luar 'kan Mbok?" ucap Reza tanpa basa-basi.
" Iya Den,Ibuk belum pulang sejak tadi."
" Sebelum Mama pulang,tolong jaga Gita yang ada di kamar kami,jangan biarkan Gita turun ke bawah sendirian dan masuk ke dapur.dia tidak boleh sampai kelelahan.paham kan Mbok! Bi?" tanya Reza dengan wajah serius nya.
" Paham Den." jawab mereka bersamaan.
"Baik lah, saya harus pergi kekantor lagi,titip Gita ya!" seru Reza berlalu meninggalkan dapur dan bergegas masuk ke dalam mobil.
Saat di perjalanan berulang kali dia melirik ke arah jam tangan yang di pakai.masih ada sisa waktu lima belas menit lagi sebelum meeting di mulai.dengan kemampuan yang dimiliki nya Reza membawa mobil dengan begitu cepat meliuk-liuk di jalan raya melewati berbagai mobil yang di anggap nya lambat dan menghalangi perjalanan.
Entah sudah berapa kali dia mendapat umpatan kasar dari pengguna mobil lain nya yang merasa terganggu dengan cara menyetir Reza.
Waktu yang dia miliki masih tinggal lima menit lagi,belum juga sampai di depan kantor nya yang sudah terlihat dari jauh,dia malah terjebak di perempatan lampu merah.
" Sial..." ucap Reza mengumpat kesal.
Huft...
Suami siaga ini menghela nafas panjang nya dan memain kan jemari nya di bulatan kemudi mahal nya.
Mencairkan kegelisahan nya dalam menunggu antrian lampu merah..
Sementara di dalam kantor.Alan dan juga Aldo sudah sejak tadi menunggu kedatangan Bos mereka dengan gelisah.sebelum meeting di mulai ada beberapa hal yang harus mereka diskusi kan dulu, namun meeting akan di langsung kan 5 menit lagi Bos galak mereka belum juga menampakkan batang hidung nya..
Sementara di depan kantor Wijaya group. Dengan tergesa-gesa Reza meninggalkan begitu saja mobil nya yang masih hidup di depan lobby kantor nya.
Jangan lupa Like.Vote dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin ya guys...
Tinggalkan jejak sayang nya di kolom Komentar walaupun hanya satu kata..
__ADS_1
Dan jangan lupa pencet Tombol Favorit nya..
Terimakasih semua nya 🥰😍🥰😍