Mahkota Yang Di Renggut Paksa

Mahkota Yang Di Renggut Paksa
Myrp bab 13


__ADS_3

Mobil yang mereka tumpangi beriringan berjalan keluar dari pekarangan rumah Keluarga Husein menuju ke rumah megah Wijaya.


" Apa Kamu sudah puas dengan apa yang telah kamu lakukan! Puas kamu telah mempermalukan Papa di hadapan Herman. Asal kamu tau saja! Kamu tidak akan bisa memiliki mobil mewah, uang yang cukup, serta barang - barang mewah lain nya, jika saja dulu Herman tidak berbaik hati menolong Perusahaan Papa yang sedang down. Yang saat itu membutuh kan sangat banyak dana.


Bukan hanya sekali! Tetapi berkali- kali Herman selalu saja menolong Papa, tanpa Papa minta sekali pun, Dan baik nya dia...Dia tidak pernah sekalipun meminta ganti rugi kepada kita. Meski Papa mengembalikan nya! Tetapi dia selalu menolak nya.


Papa rasa kamu masih mengingat jelas bagaimana kebaikan Pak Herman, tanpa campur tangan Pak Herman,Mungkin saat ini kita sudah tinggal di jalanan! kali ini Papa benar- benar kecewa kepada kamu, kamu coreng muka papa secara terang- terangan di hadapan Herman. Selama ini Papa tau semua! Bagaimana kelakuan kamu di luar sana, silih berganti wanita bayaran yang kamu tiduri, apa kamu tidak sedikit pun merasa jijik! Apa yang ada di pikiran mu selama ini ! hahhh!?" seru Pak Anton dengan suara lantang nya.


Semua isi hati nya dia tumpah kan secara langsung kepada Reza. tanpa ada titik dan koma lagi yang memisahkan amarah nya.


Reza yang mendapat amukan dari sang Papa memilih menunduk seraya menggenggam kuat tangan nya, meski hati nya kesal, tetapi dia sangat menghormati kedua orang tua nya.


" Reza ! Bertanggung jawab lah atas apa yang sudah kamu lakukan! Mama mohon kali ini jadilah laki- laki yang gentleman."


" Dendam yang kamu pendam selama ini adalah Neraka bagi Papa! Hanya karena cewek yang ngga bener itu! Kamu jadi salah paham kepada Rega, Kenapa kamu tidak selidiki terlebih dahulu! Apa? Siapa? Dan bagaimana sifat perempuan itu, jangan kamu langsung menuduh orang tanpa bukti yang jelas.


Sekarang pilihan ada di tangan kamu, minta maaf lah kepada Herman dan keluarga nya. Bertanggung jawab lah kepada Gita, dengan menikahi nya, atau jika kamu masih membangkang juga, silahkan angkat kaki kamu dari rumah ini.sekarang juga! Papa beri kamu waktu sampai jam makan malam nanti."


Pak Anton lagi- lagi mengeluarkan ultimatum keras nya kepada Reza,Ancaman yang dia lontar kan tidak pernah main- main.sekali senggol habis.


Setelah mengeluarkan semua ultimatum nya, Pak Anton beranjak menuju ruang kerja nya.


Meninggalkan Reza yang masih ingin membuka suara nya.


" Sial... Apa yang mesti gue lakuin sekarang ini! Gue ngga punya pilihan selain nikahin itu cewek." ucap Reza dalam hati nya,seraya menjambak kasar rambut nya.


Sulit sekali bagi Reza menerima pernikahan akibat balas dendam ini, Menikah dengan seseorang yang tidak ada rasa cinta itu sangat menyakitkan.


Pernikahan itu sekali seumur hidup.Salah atau benar, Itulah pasangan mu.


" Keputusan ada di tangan kamu! Mama harap kamu tidak akan membuat Mama kecewa untuk yang kedua kali nya!" ucap Ibu Meri seraya menepuk pelan pundak putra nya.


Reza yang saat ini tengah merasa pusing dengan semua masalah yang terjadi. memilih masuk ke kamar nya,berbaring di atas ranjang empuk nya, Meski mata nya tidak bisa di pejam kan sedikit pun, dengan sepatu yang masih menempel di kaki nya, alih- alih bisa merasa kan ketenangan namun yang ada dia semakin kepikiran dengan masalah yang sedang terjadi.


Semakin menambah rasa sakit di kepalanya.

__ADS_1


***


Pagi itu di SMA Karya Bakti. Terjadi lah kehebohan antara Lusi, Hana ,dan juga Kiki.


" Han!! Tadi pagi loe di telepon ngga sama Tante Sonia?!"tanya Kiki.


" Iya pagi- pagi sekali. pas gue lagi tidur nyenyak terus handphone gue bunyi, Dan .... Hana mulai menceritakan semua pembicaraan nya di sambungan telepon bersama Tante sonia .


" Maksud loe berdua apaan sih?"tanya Lusi dengan wajah bingung nya.


" Ya elah bocil satu ini! Ngga mudeng juga! Kemarin Tante Sonia juga nelpon ke nomor loe kan! Tapi ngga loe angkat, jahat banget sih loe!"seru Hana .


" Emang Iya ya? Astagfirullah hal azim. Handphone gue kan dari tadi malam gue silent. Gara- gara ada nomor yang ngga jelas nelponin gue mulu, ya udah gue silent aja,dari pada gue pusing ngeladeni nomor misterius itu! Sampai sekarang gue belum buka- buka handphone. Bangun pagi tadi aja telat, mana sempet lagi gue ngecek handphone!" jawab Lusi apa ada nya.


Hana dan Kiki yang mendengar cerita Lusi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah sang sahabat yang selalu di luar batas normal.


" Emang nya ada apa sih? Lagian Gita kemana? Tumben amat telat! Atau dia ngga masuk kali ya?" tanya Lusi dengan wajah bingung nya.


" Ya ampun tuhan... Ternyata dia belum nyambung juga ini bocah.Begini ya Lusi yang cantik! Yang baik hati! Loe dengerin baik- baik,


"Maka nya loe ! Kalau punya handphone itu di pakai! Jangan cuman di silent terus."ucap Hana dengan menggebu- gebu kepada Lusi.


Lusi mengangguk paham mendengar apa yang di beritahu oleh Hana.


" Kemarin malam kan loe Ki yang terakhir sama Gita?!"


" Iya sih Han, Tapi Kemaren gue pulang nya duluan, Karena ngga sengaja ketemu teman gue dan dia nawari gue tumpangan! Gue sebenar nya udah nolak, tapi si Gita nya maksa. Bilang ngga papa loe duluan aja sana! Terus pas gue mau nemenin dia nungguin taksi nya juga di tolak ama Gita, jadi nya ya gue pulang duluan ama teman gue!"


Hana,Kiki dan Lusi mulai menerka- nerka Kemana hilang nya Gita,Selama ini yang mereka tau Gita hanya mau dan sering jalan dengan mereka saja, dan Gita sejauh ini belum punya pacar,tetapi kalau yang lagi dekat sih ada,teman se angkatan mereka, sama - sama di kelas 12 tapi beda kelas.


Saking heboh nya mereka membicarakan kemana hilang nya Gita sampai- sampai omongan mereka ngelantur kemana- mana, mulai dari preman jalanan, Hingga musuh juga tidak luput dari tebakan asal mulut lambe mereka bertiga.


" Gue jadi ngerasa bersalah banget deh sama Gita! Harus nya kemaren itu, gue ngga ninggalin Gita sendirian di mall, sahabat macam apa gue ini!?" ucap Kiki pelan.tetapi masih bisa di dengar oleh Hana dan juga Lusi.


" Gue juga ngerasa bersalah deh, kan kalian pergi nya pakai mobil gue, ini gue malah ninggalin kalian di mall...Bukan nya gue anterin kalian pulang ke rumah masing- masing!" ujar Lusi dengan wajah sendu nya.

__ADS_1


" Udah!! Kalian berdua ngga usah merasa bersalah gitu! Disini kita semua nya salah, harus nya kita semua pulang nya sama- sama dan saling menjaga satu sama lain."


Hana berusaha menenang kan Kiki dan Lusi. lalu merangkul kedua sahabat nya yang sedang kacau itu.


" Tunggu deh, Coba gue telepon dulu ke nomor Gita! Kali aja udah aktif gitu!" ucap Lusi.


" Ya udah buruan gih!" seru Hana .


Benar saja saat Lusi mencoba menghubungi ke nomor Gita, ternyata nomor nya sudah aktif kembali.


" Nomor nya udah aktif nih!"sahut Lusi senang.


" Beneran loe lus! ini bukan waktu nya bercanda!"


" Iya benar Han,Coba nih Lo dengerin! Yah ngga di angkat sama Gita."


Lusi yang tadi nya merasa senang kembali merasakan kecewa melihat panggilan nya tidak di terima oleh Gita.


" Coba aja sekali lagi Lus!" sahut Kiki lagi.


Dengan penuh keyakinan.Lusi kembali mendial nomor Gita, lagi dan lagi Gita masih belum juga menerima panggilan dari dia.


Tidak ingin berpikiran yang negatif tentang Gita yang tidak mengangkat telepon mereka,akhir nya ketiga bocah gesrek itu memutuskan untuk kembali menelpon Gita nanti siang lagi ketiga jam pulang sudah datang.


" Ya udah yok kantin! Nanti kita coba lagi menghubungi Gita nya, Perut gue udah keroncongan nih!" ucap Hana.


Lusi, Hana dan Kiki pun bergegas menuju kantin demi mengisi perut mereka yang sudah berdemo.


Jangan lupa Like.Vote Dan Berikan Hadiah sebanyak mungkin.


Tinggalkan jejak sayang nya di kolom komentar ya guys...


Dan Jangan lupa pencet tombol Favorit nya....


Terimakasih semua nya...

__ADS_1


Salam sayang untuk kita semua....😍🥰🥰🥰🥰


__ADS_2