
Cinta akan membahagiakan, bila seorang pria dan wanita saling menyerahkan diri untuk saling memenuhi dalam keutuhan jati diri dan dalam tingkat kesadaran yang tinggi untuk saling menerima di sepanjang hidup. Tak ada kata kamu atau aku, tapi kita yang seiring sejalan.
"Koko... dari tadi diam aja..."
Akhirnya Holly tak bisa menahan mulutnya untuk bertanya. Sejak dari Hotel, saat Tenry mengintip sejenak di balik veil, kemudian Tenry membimbing Holly keluar dari hotel hingga naik ke mobil dan sekarang hampir lima belas menit dalam perjalanan menuju tempat Pemberkatan Tenry hanya sekali senyum padanya tapi tak berkata apapun.
Tangan mereka berdua masing-masing bersuhu dingin meskipun sudah lama saling menggenggam. Tenry melepas genggamannya, membuat hati Holly tersentil.
"Koko... nyesel ya udah minta Lingling nikah..."
Suara Holly sendu dalam nada rendah, karena ada orang lain bersama mereka, supir sedan mewah warna putih yang baru dibeli Ko Siong. Tatapannya segera beralih ke jalanan. Tenry tertawa pelan dan meraih kembali tangan calon istri lalu berkata dengan lembut...
"Baby... masa nyesel sih, ini niat Koko sejak pertama jatuh cinta sama Lingling, udah gak sabar juga menanti hari ini... kenapa ngomong seperti itu..."
"Terus kenapa dari tadi diam aja..."
"Koko lagi hafalin janji nikah, disuruh hafal kan gak boleh dibaca... emang Lingling udah hafal..."
"Mmm, gak perlu hafal... udah ada di kepala semua yang Lingling mau ucapin..."
"Eh... hebat dong istri Koko..."
"Belum... Koko... dikit lagi..."
"Buat Koko sih udah... tinggal legalitasnya kan..."
__ADS_1
"Kan belum diteguhkan suami istrinya... belum legal dong, belum sah..."
"Gak lama lagi..."
"Tapi..."
"Ihhh... mmmhkch..."
Tenry merangkul ketat bahu Holly dengan gemas.
"Koko kenapa?"
"Udah... duduk diam aja di situ jangan nanya-nanya, Koko sulit banget berkonsentrasi ada kamu di sini... salah terus hafalan Koko... liatin kamu Koko jadi pengen yang lain..."
"Hahaha... Koko tegang banget, itu doang masa gak bisa hafal..."
"Ayo latihan sama-sama kalau gitu..."
"Coba Lingling deh... Koko pengen denger janji nikahnya..."
Holly tersenyum dan melepaskan sebuah tarikan napas dan dengan tenang mengucapkan hafalannya.
"Saya Holly Yulvyana Chandra, mengambil engkau Tenry Vincent Tanos menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus."
Setelah itu Tenry mencoba... dalam beberapa kali dia mengucapkan akhirnya Holly tertawa...
__ADS_1
"Hahaha... kenapa gak bisa-bisa sih Koko..."
Mata Tenry tajam seperti mau menerkam gadis yang sedang menertawakan dirinya.
"Ko... jangan gugup dong, baru depan Lingling udah salah terus... hahaha... Koko lucu deh"
"Gak ada yang perlu diketawain, Ling... ini gak main-main loh... Koko mau janji sama Tuhan, janji sama Lingling, di hadapan banyak orang... Koko mau buat komitmen seumur hidup, makanya Koko takut salah ucap... ini gak bukan sekedar pelengkap Pemberkatan..."
"Lingling juga sama kok... siapa bilang Lingling main-main..."
Suara Holly melembut, tatapannya juga... memandang dibalik pendar kasih yang memenuhi hatinya pada lelaki pujaannya, satu-satunya lelaki yang pernah datang dalam hidupnya, sosok yang sebentar lagi akan menjadi miliknya sepenuhnya, terikat selamanya dalam kesatuan hubungan tertinggi di dunia ini.
"Lingling gak perlu menghafal... udah langsung terekam begitu aja. Mungkin karena udah ada di hati Lingling aja, udah jadi niat hati Lingling... karena Koko segalanya untuk Lingling, Lingling gak punya apa-apa untuk diberikan buat Koko selain hidup Lingling... selain janji Lingling untuk mendampingi Koko selamanya..."
Tenry terpaku sesaat, ini sebuah pernyataan cinta yang lugas dan jelas, bukan sebuah rayuan manis, tapi sebentuk pengabdian cinta untuk dirinya. Ucapan yang menunjukkan perasaan hati seorang gadis mungil yang cantik juga manis untuk dirinya. Sesaat tadi Tenry baru saja mendengar lebih dari sekedar mengatakan 'aku cinta kamu' tetapi tentang seseorang yang akan memberikan totalitas hidupnya untuk menjadi bagian dirinya.
Hati Tenry begitu meluap dengan bahagia sekarang, dia rasanya ingin memberikan segalanya bahkan jika sanggup serasa semua surga di dunia ini dia mampu pindahkan hanya untuk sang cinta di hidupnya.
"Baby... sayangku... Lingling lebih dari cinta untuk Koko..."
.
🦋
.
__ADS_1
Bisanya segini.... kk
.