Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 89. Masih Lama?


__ADS_3

Sudah lama waktu berlalu sejak Tenry memikirkan tentang harapan dan impiannya untuk masa depannya bersama Holly, tapi itu masuk daftar rencana beberapa tahun ke depan. Sempat tercetus tapi bukan keinginan yang harus segera diwujudkan.


Tapi bicara dengan Hanie membuat dia mengubah prioritas, terlebih ada kasus Brill yang coba masuk di antara dia dan Holly, jadi khawatir suatu saat Holly gak bisa menahan godaan karena Brill ada di sekitar hidup Holly.


Tenry memutuskan rencana apa yang dia inginkan sekarang dan siap membuat itu terjadi.


Malam di hari raya, Ci Cun sengaja membuat pesta kecil hanya untuk keluarga, dan keluarga itu sudah termasuk Hanie dan Holly.


"Holly... sini bantuin Ci Cun..."


"Iya..."


Holly masih risih berdekatan atau berinteraksi dengan Ci Cun, meskipun sudah terbukti penerimaan Ci Cun terhadapnya sejak dia diwajibkan mengenakan seragam keluarga inti saat pernikahan Beyvie.


"Holly udah semester berapa sekarang?"


Ci Cun yang ikut motong buah di sebelah Holly mengajak Holly bicara. Sejak tadi gadis ini bekerja dalam diam wajah terlihat tegang.


"Ehh... mau masuk semester empat Ci..."


Ci Cun memang gak masuk kategori calon mertua yang jaim depan Holly, terus mengajak ngobrol ringan dan gak sungkan menyuruh ini-itu hingga akhirnya Holly gak sadar menjadi lebih bebas ikut menyiapkan makan malam.


Makan malam berlangsung dengan akrab dan hepi, terlebih ada kabar bahagia dari Beyvie dan dokter Yongky tentang bakal cucu dan ponakan dalam keluarga.


"Cici sehat kan... gak ada mual atau apa? Bisa makan?"


Ci Cun dengan wajah bahagia memastikan kondisi putrinya.


"Sehat ma... gak mual atau muntah, nafsu makanku gak terganggu..."


"Ngidam apa... mama masakin..."


"Dia makan semua ma... berkali-kali aku tanyain katanya babynya gak nuntut macem-macem..."


Yongky sekarang yang menjawab sambil mengelus kepala istrinya.


"Oh... bagus dong..."


"Yang berbeda dia jadi manja aja sama aku, ma..."


Yongky yang duduk di samping istri masih mengelus-ngelus sayang kepala sang istri. Ci Cun begitu lega melihat wajah bahagia sang putri, kesungguhan hati Yongky mencintai putrinya membuat Beyvie gak terlihat pernah melewati lembah kelam.


"Aku dong yang gak bisa manja sama Cici, rumah Cici jauh sih..."


Ivy berpindah duduk di sisi lain Beyvie sambil senderan di bahu Cicinya.


"Udah besar juga... tuh ada Tenten..."


Sekarang Beyvie mengacak rambut adiknya...

__ADS_1


"Koko? Sibuk banget sekarang, sibuk sama Holly juga... Kalau Koko nikah aku sendirian deh..."


Wajah sedih Ivy menggugah hati Beyvie, sejak dulu mereka selalu bersama, karena sama-sama perempuan serta usia terpaut jauh membuat Ivy deket dengannya.


"Cici bakalan pindah ke sini kok kalau rumah di depan selesai..."


"Masih lama Ci... aku ikut Cici nanti ya liburan di rumah Cici sampai tahun baru..."


"Iya boleh... tapi bentar... emang Tenten mau nikah ma?"


"Sepertinya..."


Ci Cun menjawab singkat karena masih menikmati makanan di piringnya. Tenry, Holly dan Hanie memilih makan di teras dekat kolam renang sambil bakar-bakar daging di sana...


"Si Holly kayaknya masih seumuran Dede?"


Beyvie memperhatikan Holly dari tempat duduknya,


"Postur tubuhnya aja yang kecil Cici... udah kuliah kok dia..."


"Oh... kirain..."


"Mama dulu nikah seumuran dia..."


"Tenten seperti papa dong, kepincut sama yang jauh lebih muda... "


"Iya memang masih muda, tapi kelihatannya Koko udah mantap sama niatnya..."


"Nunggu Koko aja ngasih tahu kapan..."


"Ma... keluarga mereka gimana?"


"Mama gak tahu Cici... Mungkin mereka baik juga, anak-anak mereka baik kan..."


Tenry muncul membawa piring berisi daging yang baru diangkat.


"Ten... udah mau lamaran kata mama?"


Beyvie gak ada basa-basi, langsung mencegat Tenry keluar dari ruang makan itu. Tenry duduk di depan Beyvie.


"Iya... kapan hari baiknya ya..."


"Buat kita semua hari baik Koko kalau niatnya baik..."


Ci Cun mengambil potongan daging yang baru dibakar anaknya.


"Aku mau secepatnya aja..."


"Koko, semua butuh persiapan, jangan serampangan, buru-buru itu gak baik..."

__ADS_1


"Cowok suka gitu..."


Mata Beyvie mengarah pada suami tersayang.


"Kita mikirnya yang praktis aja..."


Yongky menanggapi dalam senyum.


"Kalau udah ketemu tanggal yang baik Koko sempatkan bertemu orang tuanya Holly, beritahu kalau kita mau lamaran... Awal tahun aja, sebelum kamu mulai sibuk lagi..."


Ci Cun segera memberi penegasan, saat mendapati gak ada lagi keraguan dalam diri Tenry untuk merealisasikan keinginan melangkah mewujudkan niat baik melamar pujaan hati.


.


Dari luar Holly memperhatikan interaksi keluarga Tenry, bertanya dalam hati apa dia akan bisa masuk ke tengah keluarga itu. Perkataan Hanie terngiang lagi, nikah itu butuh penyesuaian. Mungkin dia gak akan mampu menyesuaikan dan menjadi menjadi bagian keluarga itu, mungkin itu juga yang menahan si Koko untuk benar-benar serius membicarakan soal nikah, itu hanya pembicaraan biasa tanpa makna,


Walau tak memungkiri ingin rasanya masuk dalam keluarga yang terlihat begitu saling peduli dan saling sayang. Tapi perasaan malu dan rendah diri tumbuh lebih dominan maka dia berjanji gak akan mengungkit soal nikah lagi di hadapan Koko, dia hanya perlu mengikuti arus kehidupan yang berjalan aja dan fokus pada kuliah.


Makan malam udah lama selesai, Hanie sedang menyendiri di sudut taman, sedang ada di line rindu milik dia dan Meili. Holly sempat ngobrol bareng Ivy, tapi sekarang Ivy sudah tertidur di sofa.


"Baby... mau pulang sekarang?"


"Iya... udah ngantuk Koko..."


"Tapi dikit lagi udah tanggal 26..."


Tenry melirik jam di tangannya.


"Mau ada acara ya?"


"Gak sih... kita semua udah kekenyangan juga... ayo Koko anterin pulang aja..."


"Pamit sama Ci Cun dulu Ko..."


"Oh iya... sana pamit sama calon mertua..."


Holly tersenyum masam mendengar kata mertua.


"Mertua apa... masih lama kali..."


"Masa masih lama?"


Holly menahan mulutnya untuk menanggapi takut baper lagi, berbulan-bulan dia sempat terjebak pada angan dan harapan itu, sekarang udah gak mau mikir yang belum pasti.


Tenry tersenyum misterius lalu mendorong punggung Holly. Dia memilih gak menjelaskan apa-apa sekarang, nanti besok aja... malam sudah larut. Dia ingin membahasnya di tempat yang baik sekaligus makan siang berdua untuk merayakan ulang tahunnya yang kedua puluh tujuh.


.


🦋

__ADS_1


.


__ADS_2