Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 139. Mengikuti Alur Kehidupan


__ADS_3

Tenry menepati janji untuk membangun tempat istirahat bagi mereka di kafe yang ada di tengah kota, agar mereka punya tempat untuk singgah rehat sejenak di sela-sela kesibukan, semacam rumah kedua untuk mereka akhirnya.


Gak seperti rencana awal akhirnya bangunan baru berdiri di bagian belakang kafe, menjadi lantai dua berukuran 12x6m. Di ruang atas itu ada dua kamar tidur, salah satu berukuran besar. Ruang keluarga, ruang makan dan dapur bersih dibuat tanpa sekat, furniture didesain multi fungsi tidak memakan tempat sehingga menyisakan bagian ruangan yang cukup lapang untuk kenyamanan putra kesayangan papi Tenry dan mami Holly bermain dan beraktivitas. Ini mirip apartemen saja.


Holly puas dengan apa yang disiapkan suami untuk mereka bertiga.


"Ko... ini keren..."


Holly mengitari setiap ruangan yang telah selesai dan fully furnished, siap untuk dihuni.


"Echa pasti nyaman di sini..."


"Dinding itu seluruhnya lemari, mainan Echa bisa disimpan di situ..."


"Ohh... wah keren.. keren... kita pindah di sini aja ya... wah... keren abis pokoknya..."


Holly belum berhenti mengitari ruangan yang didominasi warna kuning dan putih, menekan beberapa kali beberapa pintu lemari yang udah soft close sambil tertawa.


"Hehehe... kayak anak kecil baru dapat mainan aja... lama-lama nanti bosan pastinya di sini terus..."


Tenry tertawa saat melihat tingkah istri yang sementara kegirangan mengagumi ruangan baru di atas kafe mereka.


"Dapur sama ruang makannya lucu Ko... Koko suka warna kuning ya?"


"Gak... itu warna Lingling kang? Koko perhatiin tiap beli barang milih warna kuning..."


"Ehh?? Masa sih? Tapi iya ya... kayaknya tiap lihat sesuatu yang berwarna kuning jadi suka... tapi awalnya karena beli bebek plastik buat mainan Echa saat mandi..."


"Iya... Koko suka pusing masuk kamar mandi banyak bebek aneh, itu bukan lagi Echa yang suka, maminya pasti... dasar anak kecil..."


"Masa bebek aneh..."


"Iya, gak ada kali bebek warna kuning menyala kayak gitu..."


"Hehehe..."



"Tapi yang paling Lingling suka di sini tuh meja belajarnya Ko... langsung menghadap jendela gitu, keren... tapi skripsi Lingling udah selesai loh, itu untuk apa?"


Holly menunjuk sudut lain dari ruangan ini.


"Untuk kita pakai kerja lah... Tempat ini juga kan untuk kita kerja, kalau Lingling kerja di sini, sambil kerja sambil lihat Echa... lebih nyaman kan buat Echa..."


"Ohh..."


Holly terdiam sejenak, memahami bahwa hidupnya dengan semua fasilitas yang dia boleh nikmati bukan untuk bersantai tapi untuk satu tujuan, membantu suami menangani usaha-usaha mereka, dia hampir melupakan itu. Sebelum ini dia punya alasan kenyamanan Echa dan skripsinya, tapi setelah ada fasilitas ini tentunya dia harus berpacu lagi dengan rutinitas mereka, bekerja mencari nafkah, bukan untuk sesuap nasi, bukan juga untuk sebongkah berlian karena dia gak suka perhiasan, bukan demi apa pun, demi suami aja... itu satu-satunya alasan yang muncul di benak Holly sekarang.



"Jadi besok udah bisa bawa Echa ke sini... pilih aja mainan yang dibawa ke sini ya jangan banyak-banyak..."


"Iya Ko..."

__ADS_1


Holly menghembuskan napas panjangnya dengan perlahan sambil mendekati jendela di area kerja mereka, memandang keluar sambil memantapkan hati untuk memberikan dukungan penuh pada suami tercinta. Ini adalah jalan hidupnya, dia telah mengetahui posisi Tenry dan aktivitas Tenry jauh sebelum mereka menikah. Dan dia harus berlapang dada sekarang mengikuti alur kehidupannya bersama suami.


"Kapan maju sidang Ling?"


Tenry duduk di sebuah sofa single berwarna kuning di sebuah pojok dekat dengan meja kerja tempat Holly berdiri...


"Skripsi?"


"Iya..."


Holly menarik kursi kuning di depannya, duduk di sana lalu menatap suami. Tenry duduk bersandar di sofa dengan kaki diluruskan, Holly membaca gurat lelah di wajah itu.


"Menunggu SK Ko... Lingling udah daftar... minggu depan kali Ko... kenapa?"


"Keburu wisuda gak?"


"Mudah-mudahan... wisuda gelombang ini bulan depan..."


"Berarti kita bisa sekalian syukuran di anniversary kita sama ulang tahunnya Echa..."


"Lihat nanti Ko... ribet kalau gabung banyak acara..."


"Kita batal terus rayain anniv kita loh..."


"Habis deketan sama ulang tahun Echa, Lingling milih ulang tahun Echa aja..."


"Mau lanjut S2?"


"Ehh gak ahh... ini aja Lingling paling lambat loh selesai di antara temen-temen... Kenapa Koko nanya kayak gitu?"


"Gak Ko... sekarang saatnya Lingling fokus bantu Koko, kasihan Koko kerjaannya banyak banget..."


"Gitu ya... sini sayang..."


Tenry mengangkat dua tangannya meminta Holly mendekat... Holly berdiri dan hanya dua langkah tubuhnya sudah duduk nyaman di pangkuan suami, dengan tangan suami merangkul pinggangnya.


"Lingling hepi nikah sama Koko kan?"


Kedua suami istri saling memandang.


"Kenapa pertanyaannya aneh gitu Ko... hepi lah... apalagi kita udah punya Echa sekarang... jadi istri Koko dan jadi mami buat Echa itu anugerah buat Lingling tahu gak Ko..."


"Gak tertekan jadi istri Koko kan?"


"Ihh Koko ahh... nanya yang kayak gitu..."


"Jawab aja..."


Tenry menatap dalam... dia bisa mengerti reaksi istrinya yang segera berubah saat dia menyinggung soal pekerjaan.


"Mmm... sedikit, hehe... tapi Lingling tahu kok... Lingling harus jadi istri yang kuat di samping Koko... harus pintar menjalankan usaha, harus terus belajar biar bisa seperti mama..."


Tenry mengusap kepala sang istri, tersenyum mendengar pernyataan istri.

__ADS_1


"Maaf ya... Koko belum bisa realisasikan janji Koko..."


"Janji apa?"


"Tiap tahun kita liburan, naik pesawat ke luar negeri..."


"Lingling lupa itu... gak papa Koko... nanti aja... Lingling udah cukup kok dengan hidup yang sekarang... malah bersyukur banget mengingat hidup Lingling dulu kayak gimana..."


"Kasihan istri Koko... kayaknya dari kecil gak bisa diam santai atau malas-malasan..."


"Bukan kasihan Ko... mungkin harus gitu karena nikahnya sama Koko jadi harus dilatih jadi tangguh sejak kecil..."


"Ohh gitu ya..."


"Malah Lingling mau minta maaf, udah jadiin Echa alasan untuk nuntut banyak hal termasuk rumah ini... Echa juga jadi alasan Lingling gak bantuin Koko..."


"Gak sayang... gak seperti itu, Koko juga butuh tempat ini buat istirahat dari mana-mana kadang cape tapi mau pulang rumah kejauhan... dan emang benar pertumbuhan Echa harus jadi prioritas kita orang tua... kita harus pentingkan kebutuhannya termasuk lingkungan yang nyaman buat dia... Koko setuju kok dengan sikap Lingling... apalagi memang harus selesaikan skripsi..."


"Habis ini, Lingling janji bantuin Koko..."


"Gak usah janji... sebisa Lingling aja..."


Sebuah kecupan di bibir Holly serta kerjapan mata yang selalu jadi ungkapan kesungguhan cinta mewarnai sore ini.


"Koko mau ke mana setelah ini?"


"Masih lanjut ke proyek jalan lingkar... papa minta Koko ke sana... tapi Koko mau mampir sebentar di Marina..."


Holly membayangkan rute perjalanan suaminya, dari utara ke selatan arah luar kota, Holly melongok jam berwarna kuning yang begitu kontras di dinding putih di atas kepala mereka. Ini sudah menjelang sore, jam berapa nantinya suami sampai di rumah?


"Lingling aja yang ke Marina, kontrol aja kan?"


"Mmmh boleh... tapi Koko istirahat dulu sebentar..."


Tangan Holly terulur memijit dahi suami, tadi sempat menangkap gerakan tangan suami melakukannya sendiri. Tenry menutup mata saat menikmati kemanjaan yang diberikan istrinya. Kepala kini sepenuhnya bersandar di sofa.


"Tiduran Ko, pindah di sofa panjang aja... Koko sakit kepala ya?"


"Iya... beberapa hari ini kepala suka sakit, gak tahu kenapa..."


"Periksa ya? Ke ko Rein kita ya?"


"Iya... nanti..."


"Ayo pindah dulu..."


Holly berdiri lalu menarik tangan suami berpindah ke sofabed warna kuning di depan TV. Tenry berbaring di pangkuan istri, sebelumnya dia yang memberi banyak kemanjaan untuk istri, sekarang dia mengikuti saja apa yang ingin istri lakukan untuk dirinya. Holly mulai memijat lembut bagian dahi hingga pelipis kiri-kanan.


Pikiran sempat memikirkan Echa yang ditinggal di rumah, dia harus mulai membiasakan tidak terlalu mengkhawatirkan anaknya bila ditinggal lama seperti ini... ada banyak orang di rumah yang harus dia percayai bisa memperhatikan anaknya.


Suami butuh istri bukan hanya untuk satu sisi kehidupan saja... Holly mulai paham ini sekarang, apa bagian lain dari fungsi dirinya sebagai istri Tenry...


.

__ADS_1


🦋


.


__ADS_2