Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 68. Semua Sedang Gak Baik


__ADS_3

Tenry masuk kamar Cicinya pagi-pagi. Setelah Kondisi tubuhnya membaik Beyvie dibawa pulang ke rumah. Di tempat tidur ada Beyvie dan Ivy yang masih tertidur. Tenry sebenarnya mencari mamanya. Biasanya pagi-pagi Ci Cun sudah duduk di singgasananya di kepala meja, di meja makan keluarga, tapi sampai Tenry selesai sarapan, mamanya tidak muncul.


Ivy terbangun. Tenry mendekati tempat tidur, melihat sejenak pada Beyvie.


"Koko..."


"Cici bisa tidur sekarang?"


Tenry berkata pelan, tak ingin menggangu tidur Beyvie.


"Iya... udah mau minum obat sih, pulang rumah sakit Cici udah bisa respon banyak hal walau masih jarang ngomong..."


"Oh... baguslah..."


Rasa senang menyelip di hati Tenry, karena semua masalah yang terjadi akhir-akhir ini karena keadaan Cicinya.


"Udah lihat mama?"


"Mama? Mama di mana?"


"Loh? Koko gak tahu? Mama opname kemaren Koko..."


Suara Ivy meninggi membangunkan Beyvie akhirnya.


"Sakit apa, kemarin masih sehat kok waktu ngucapin selamat ulang tahun buat Koko..."


"Siang mama pingsan, Ko Rein bilangnya hb mama rendah..."


"Kenapa gak bilang Koko sih? Udah sehari loh..."


Tenry menyesalkan tak mengetahui lebih cepat kondisi sang mama.


"Dede pikir papa udah telpon Koko... Dede konsen jagain Cici... untung Cici udah gak kayak dulu, udah mau makan sedikit-sedikit..."


"Mama sakit?"


Suara pelan Beyvie menarik perhatian dua adiknya, tubuhnya yang masih lemah berusaha bangkit untuk duduk. Tenry segera mengulurkan tangannya membantu dia duduk.


"Ehh... iya Cici... gak usah kuatir ya, gak parah kok, hanya cape, butuh istirahat..."


Ivy menenangkan mengingat mental Cicinya belum kuat menerima tekanan. Selepas dirawat dan pulang ke rumah ada hal baik terjadi pada Beyvie, dia sudah mulai bisa berkomunikasi hanya tubuhnya masih lemah dan hanya ada waktu tertentu saja dia seolah masih terlempar ke dunianya sendiri.


"Cici mau lihat mama..."


Beyvie berusaha bergerak turun dari tempat tidur


"Cici masih lemah, harus kuat dulu baru bisa lihat mama..."

__ADS_1


Ivy masih coba menenangkan Beyvie. Beberapa bulan ini dia ikut mengurusi Cicinya, keadaan yang ikut membentuk gadis remaja ini mengenal arti tanggung jawab serta kepedulian, yang tadinya lebih banyak main dan melakukan hal-hal lain sebagaimana remaja pada umumnya.


"Mau ke kamar mama..."


"Mama gak di sini... mama istirahat di rumah sakit... kata Ko Rein hanya beberapa hari aja... Cici sama aku dulu ya?"


"Mau mama, Cici mau mama..."


Tenry ikut membujuk Beyvie yang mulai menangis, wanita-wanita yang dia sayang kondisi mereka sedang gak baik. Kemarin di hari ulang tahunnya dia menghadapi kekasih yang gak bersemangat tertekan dan sedih, barusan tadi mendengar mamanya sakit, dan ditambah kondisi Cici yang sekian bulan ini depresi... sambil memeluk Cici Tenry berharap titik balik dari semua hal yang telah menekan keluarganya belakangan ini termasuk gadis kecilnya, berharap ada suatu hal baik terjadi dan menggembalikan kegembiraan dan kebahagiaan, berharap hidup bisa berjalan normal lagi.


"Karena Cici mama sakit... huahh..."


Beyvie tersedu-sedu, Tenry jadi akrab dengan airmata, perempuan dengan tangisannya.


"Cici... mama hanya cape... tapi Ko Rein ingin memantau langsung keadaan mama, makanya dirawat, jangan khawatir ya... Hari ini Cici makan yang banyak, besok kita jenguk mama ya?"


Ivy menepuk-nepuk punggung Cicinya pelan, Tenry mengusap kepala Cicinya, pikirannya tertuju pada sang mama. Padahal tadi dia berencara untuk bicara soal dirinya dan Holly, tapi kondisi seperti ini tentu tidak memungkinkan, dia menghembuskan napas menghilangkan kegelisahan.


"Tenten... kasihan mama... huahh..."


"Cici... dengerin aku..."


Tenry melepas perlahan pelukannya dan membuat Beyvie duduk tegak, mata sayu dan masih cekung kini menatap Tenry, dengan jemari kurusnya Beyvie menghapus sendiri airmatanya.


"Cici tahu Cici sakit kan?"


Anggukan kepala Beyvie, membuat Tenry meneruskan kalimatnya.


"Cici berusaha untuk sehat ya? Minum obat rutin, makan dengan baik, terus ikutin apa kata dokter Yongky... kalau Cici bertambah sehat, mama juga sehat dan mama tentu gak tertekan lagi... mama pengen banget Cici kayak dulu... Cici ngerti maksudku?"


"Iya... Cici banyak salah sama mama papa, sama kalian..."


"Ehh jangan gitu... jangan merasa seperti itu ya... kita semua sayang Cici, makanya pengen Cici kayak dulu lagi..."


"Iya... iya... Cici mau mandi, abis itu Cici mau makan..."


Beyvie turun dari tempat tidur dan tertatih-tatih menuju kamar mandi.


"Ehh... tunggu Dede bantuin mandi..."


Belum sempat Ivy turun dari tempat tidur...


"Cici sendiri aja, nanti Cici panggil kalau butuh bantuan..."


Kalimat Beyvie membuat Ivy menangis...


"Jangan tutup pintunya ya..."

__ADS_1


Teriak Ivy di sela tangisannya. Tenry menatap Ivy bingung, bertambah lagi perempuan yang suka menangis di depannya.


"Kenapa lagi ini... kenapa nangis De?"


"Seneng tau gak Ko... udah lama gak ngobrol normal kayak gini sama Cici..."


Ivy menjawab pelan biar gak kedengaran Cicinya, takut Cici tersinggung dianggap gak normal sebelum ini.


Tenry diam tapi mensyukuri dalam hati kenyataan baik ini, pertama kali melihat Beyvie punya inisiatif untuk melakukan sesuatu, semoga keadaan Cici selanjutnya semakin baik. Mengetahui kerapuhan jiwa Cicinya sebelum ini, seperti melihat seseorang yang bergantung pada tepi tebing yang curam hanya dengan ujung kukunya, Cici seperti ini seperti menerima mujizat.


Dan yang penting sekarang keadaan mama... semoga saat mendengar keadaan Beyvie bisa menggembirakan sang mama, menjadi penghiburan buat mama yang juga terlihat rapuh belakangan.


"De... Koko mau ke rumah sakit, tetep jagain Cici ya..."


"Gak usah diperintah kali Ko... Koko malah yang jarang ngelihat Cici... pacaran terus... ternyata putus dari Glo jadian sama adik Ko Han... Dede patah hati tau gak..."


"Ehh... maksud kamu apa?"


"Ko Han itu gebetan Dede..."


"Dede... jangan membuat masalah tambah rumit... Mama jodohin Hanie sama Cici, kamu naksir Hanie, Koko pacaran sama adiknya Hanie..."


"Iya, Dede ngerti, udah move on juga... udah punya gebetan lain... ihh keluarga kita jadi aneh kalau kayak gitu..."


"Beneran?"


"Iya... itu hanya ketertarikan sementara dan itu udah selesai-tutup buku-end..."


"Jangan bikin mama sama Koko tambah sakit kepala, De..."


"Iya, tahu... no worries, Dede tahu kok itu hanya menambah masalah.


Tenry memegang sejenak kepala adiknya lalu keluar kamar, adiknya sempat membuat dia ketar-ketir, tapi melihat ekspresinya dia meyakini gak perlu mengkuatirkan adiknya yang mulai mengenal ketertarikan pada lawan jenis. Jika itu benar, seperti kata adiknya keluarga mereka aneh.


.


🦋


.


Guys terima kasih semua responnya yaa...


Maaf belum bisa respon satu-satu komennya...


Senang bisa up meskipun nyuri-nyuri waktu di sela kegiatan terakhir dlm rangka hari raya di komunitas...


Terima kasih untuk kalian 😍😍

__ADS_1


__ADS_2