
Melihat bagaimana keinginan istri yang begitu kuat untuk memiliki anak, akhirnya Tenry mengeliminir rasa kuatir bahkan rasa takut tentang resiko hamil dari ibu bertubuh pendek yang sempat jadi issue penting di otaknya. Demi kebahagiaan istri juga otomatis kebahagiaan keluarga mereka Tenry jadi bersemangat mendukung program hamil sang istri. Apalagi mama sudah sering memberi ultimatum larangan meneruskan KB.
"Koko belanja apa lagi? Kenapa gak ngajak Lingling?"
"Tadinya hanya pengen beli buah aja sih... eh jadi ngambil macem-macem..."
Tenry baru pulang dengan membawa beberapa kantong belanja dari supermarket. Holly sedang duduk di kursi tinggi depan bar yang berhadapan dengan meja makan, tempat favoritnya di dapur bersih rumahnya. Holly memperhatikan belanjaan suami yang sedang dibereskan Marsie ART di rumah mereka.
"Oh... gitu... Beli apa aja?"
"Itu... ada alpukat, buah bit, ada jeruk anggur sama apel juga... ada sayuran hijau, ada daging dan telur... ada juga yoghurt, keju sama susu juga... macam-macam pokoknya..."
"Koko rajin belanja sekarang..."
"Demi calon mami yang lagi promil kan... Koko browsing bahan makanan apa yang Lingling butuhkan saat ini... Di sebuah artikel disebutkan pembentukan jaringan saraf terjadi pada delapan minggu pertama kehamilan, jadi Lingling tuh harus rutin konsumsi makanan tinggi asam folat sejak dari masa promil. Nah... asam folat itu banyak terkandung dalam hati ayam, alpukat, buah bit, bayam hijau, kacang kedelai, kacang hijau... gitu sayangku..."
"Promil tuh apa Ko?"
"Iihh, kamu yang lagi program hamil gak tahu istilahnya, singkatan aja itu..."
"Hehe... jadi meskipun di rahimku belum ada embrio bayiku udah harus konsumsi semua makanan yang ada kandungan itu ya..."
"Iya sayang... siapa tahu sekarang udah mulai tumbuh kan... Nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh Lingling saat ini adalah protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, serta mineral. Semua itu bisa membantu siklus menstruasi menjadi lebih teratur dan tentunya bisa mempercepat serta memudahkan kehamilan... gitu loh..."
Sebuah ciuman mendarat di kening Holly kemudian Tenry mengambil posisi berdiri di belakang istri sambil tangan merangkul ke depan dada sehingga tubuh istri bersandar padanya.
"Jadi... calon mami sayang... kan lagi promil, calon mami tuh harus perhatiin asupan makanan, makan makanan yang sehat... harus rajin minum vitamin juga... Makanan itu bukan hanya sekadar untuk memberi energi bagi tubuh, tapi makanan juga menutrisi tubuh, termasuk meningkatkan kesuburan... begitu yang Koko baca..."
Holly terharu dengan perhatian Tenry untuk rencana kehamilannya, semua berbeda sekarang, dukungan suami sangat terasa, semoga aja apa yang dinantikan segera terwujud.
"Hehehe... Koko rajin browsing ya... soal program hamil?"
"Iya... emang Lingling, browsingnya soal malam pertama... soal gituan aja..."
"Ihh Koko ahh..."
"Bener kan? Waktu itu semangat cari tahu soal itu... sekarang lagi program gak tahu apa-apa..."
Masih memeluk istri dari belakang, Tenry menghujani pipi Holly dengan ciuman. Pipi Holly memerah, kenyataannya dia belum pernah mencari tahu soal kehamilan padahal yang pengen banget hamil adalah dirinya.
"Iya... hehehe... nanti Lingling baca banyak-banyak soal hamil dan parenting..."
"Harusnya gitu... kan sekarang udah banyak waktu luang... persiapkan diri sama mental mau jadi mami... berhenti dulu belajar buat kue ya..."
"Sesekali boleh dong... masa Lingling diam aja seharian... apalagi ini lagi libur kuliah, Koko juga ngelarang Lingling ke kafe... bosan tau gak seharian ini Ko..."
"Gak boleh cape dulu... udah seminggu telat, siapa tahu itu udah beneran hamil... pokoknya sampai kita bisa ngecek kondisi Lingling, gak boleh ke mana-mana dulu... oke?"
Istri mengangguk setuju, wajah masih hepi... bawaannya hepi hari-hari ini karena merasakan limpahan kasih sayang dari suami, jadi enjoy menikmati semua kemanjaan yang diberikan. Semua keposesifan suami bisa dia terima, mungkin karena sekarang suami udah menyetujui mereka memiliki anak.
"Makasih ya sayang... udah setuju kita punya baby..."
__ADS_1
Holly menengadah pada suami sambil tersenyum begitu bahagia. Tenry tertawa. Belum hamil aja bahagia udah begitu memancar di wajah Holly. Walau hati sendiri masih gamang, Tenry memilih ikut bahagia, fokus pada hal yang baik aja bukan pada hal yang buruk yang belum tentu ada di depan sana, seperti kata istrinya.
"Iya mami sayang..."
"Hehe... jadi anak kita nanti manggilnya mami sama papi ya Ko..."
Mata holly seperti menerawang dengan senyum yang masih menghias wajahnya, membayangkan momen indah nantinya punya seorang anak yang memanggilnya mami.
"Iya... biar beda aja dengan kita ke mama papa..."
"Gak mau daddy and mommy ya..."
"Gak usah... yang familiar aja di telinga kita, gak perlu ikutan trend... cukup menggunakan bahasa kita..."
Holly menganggukkan menyetujui.
"Mbak Mar... sayuran sama daging simpan di dapur mama aja..."
Holly memberi perintah saat melihat Marsie mulai merapihkan sayuran dari kantongan ke dalam kulkas.
"Ci Cun juga baru belanja... kulkas di sana penuh..."
Si mbak menjawab majikannya sambil melirik pasangan majikannya, suka salah tingkah sama tingkah mesra mereka di rumah ini. Si mbak dengan sigap menyelesaikan kerjaannya biar bisa cepat-cepat menghilang gak mau jadi penonton lebih lama lagi.
"Ya udah sini aja... sesekali masak di sini biar dapurnya gak mubazir... Besok Lingling masak deh..."
"Eh... gak ada... calon mami gak boleh cape..."
"Harus... Lingling suka gak peduli diri sendiri kalau udah sibuk kerja..."
"Hehe... oke oke... kita ke atas yuk... Koko mandi aja dulu, biar seger... bentar lagi udah waktunya makan malam..."
.
☘️
.
Istri keluar dari kamar mandi dengan wajah bersimbah airmata, tapi kini Tenry sudah bisa membedakan mana airmata sedih dan mana airmata bahagia. Beberapa kali melakukan test yang sama setelah siklus bulanan yang terlambat, beberapa kali juga istrinya kecewa karena apa yang ditunggu tak kunjung terealisasi. Hingga akhirnya mereka berdua memutuskan pasrah aja pada kehendak yang di atas, dan istrinya kemudian memilih beraktivitas normal dan tidak peduli lagi dengan siklus bulanannya.
Tapi hari ini berbeda... ekpresi yang ditunjukkan sekalipun di balik tirai airmata sangat nyata...
"Baby?"
Tenry hanya meminta penegasan, dan sebuah anggukan memastikan bahagia mereka.
"Jadi... kali ini garisnya dua?"
Anggukan berkali-kali sang istri membuat senyum Tenry merekah.
"Lingling hamil?"
__ADS_1
"Mungkin... hehehe... masih harus check dokter dulu kan... tapi ini semua garisnya dua..."
Holly mengangkat tiga testpack di tangan yang dipakai untuk pembuktian kali ini. Tenry memperhatikan sejenak tanda di alat pengecek kehamilan itu, setelah melihat dua garis berwarna merah itu Tenry meraih tubuh istrinya masuk dalam pelukan bahagianya. Beberapa bulan ikut memikirkan dan mempersiapkan istri menyambut kehamilannya membuat konsep anak melekat dalam dirinya hingga dirinya ikut menginginkan anak dan akhirnya menantikan dengan berdebar setiap kali mereka melakukan test.
"Semoga harapan kita terkabul ya..."
"Iya Ko... iya... nanti malam kita ke dokter obgyn ya..."
"Kelamaan kalau nunggu malam, sebentar aja kita gak usah kerja dulu, pagi-pagi kita ke Medika buat memastikan... kita ke dokternya Cici aja..."
"Oh... iya Ko... iya... hehe, Lingling hepi Ko... kata Cici kan biasanya testpacknya jarang meleset, ini tiga-tiganya garis duanya jelas banget... jadi kemungkinan besar Lingling hamil Ko..."
"Koko juga hepi sayang..."
"Ko Kiki bener ternyata ya... setelah Lingling bebasin pikiran, udah gak nunggu tiap bulannya hamil gak hamil gak... malah Lingling lupa loh udah terlambat lagi haidnya... karena sibuk kuliah sama sibuk di kafe..."
Satu lagi impian dalam hidupnya terwujud, impian terbesar untuk menjadi seorang ibu.
.
🦋
.
Selamat beraktivitas ya...
Mendekati tamat guys... karena dari awal gak ingin bertele-tele sebenarnya.
Makasih untuk semua respon baik bagi ceritaku ini...
.
Lagi nulis bab-bab awal untuk Brill... Judulnya JIKA KAMU CINTA...
.
Awal di NT karena membaca di ponsel seseorang, jadi ketagihan membaca karena waktu itu belum ada kesibukan, kemudian jadi pengen nulis juga... gak nyangka ada yang suka tulisan aku... ini mau yang keempat malahan.... Terima kasih untuk pembaca semua, terutama kalian yang mendukung aku sejak TETANGGA JADI SUAMI kemudian FATE OR DESTINY dan MUSIM AKAN SELALU BERGANTI... nantikan Brill di JIKA KAMU CINTA 💟 yaaa readers terbaik....
.
Menulis itu lebih baik dari pada tidak menulis (hehehehe 🤭🤭😁😁)
.
🌻🌻🌻
.
__ADS_1