Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 13. Perasaanku Tulus


__ADS_3

Dua pria yang sudah bersahabat kurang lebih sembilan tahun, dalam kurun waktu tersebut jiwa mereka seperti telah berpadu, tak ada rahasia, salah paham ada tapi gak sampai harus berantem, saling membantu sudah pasti. Selama Tenry kuliah, hubungan itu tidak terputus, bahkan Hanie seperti menggantikan posisi Tenry di keluarganya, menjadi orang yang selalu dicari oleh keluarga Tenry saat butuh bantuan.


Mereka terdiam cukup lama di sebuah bagian di cafe itu. Pengunjung sudah mulai berkurang, bahkan terlihat karyawan cafe itu sudah mulai membersihkan ruangan.


"Tadi aku ketemu Glo..."


Tenry mengangkat matanya dari ponsel, memperhatikan Hanie.


"Tadi... sesudah kamu bawa dia ke hotel, dia telpon aku, dia datang bergabung dengan kami kemudian..."


"Kami??"


"Aku lagi makan malam sama Ezrah.."


"Oh... apa kabar si Eca?"


"Baik sih... jadi dosen di fakultas Hukum dia..."


"Wah... konsisten sama cita-cita... hahaha"


"Ten... aku antar Glo ke hotel, dan dia nangis lama banget... gak ngerti kenapa kamu begitu berubah. Aku gak ingin mencampuri urusan kalian, Ten... tapi..."


Tawa Tenry lenyap. Dengan hembusan sebuah napas dia lepaskan sebuah pertanyaan kemudian...


"Apa aku berubah menurutmu?"


"Aku gak tahu, Ten... bukan aku yang jadi pacarmu..."


"Apa aku berubah sama kamu..."


"Sebagai temanku, gak lah... tapi ini lain konteks, Ten..."


Tenry terdiam... sedikit menunduk dan menggoyangkan kelas berisi soda di tangannya...


"Perasaanku mungkin akan tetap sama pada Glo kalau Glo gak berubah... kamu sendiri lihat seperti apa dia sekarang kan..."

__ADS_1


"Maksudmu?"


"Jujur, Han... lihat penampilan Glo yang sekarang, gimana kesan kamu..."


"Hehe... itu ya... kata Ezrah sih... She is so damn hot... sorry Ten..."


"Gak usah risih, aku juga kayak gitu awalnya, tapi ngeliat pemandangan itu tiap hari udah gak lucu lagi, semua pikiran dan mata laki-laki sama saat lihat Glo... aku jadi mikir gimana reaksi Ci Cun lihat pacar aku..."


"Glo bisa dibilangin kan kalau cuma masalah itu, Ten..."


"Mungkin... Seminggu aku sama dia di J... banyak hal yang udah hilang dari dia, dia gak fokus sama kuliahnya, dia udah gak mau hidup susah, gaya hidupnya mahal sekarang. Pernah sehari dia habisin uang hampir seratus juta buat perawatan. Gil a aku bilang... dia gak punya penghasilan sendiri kan..."


"Kan papi maminya punya banyak uang..."


"Iya sih, sekarang mereka belum pensiun, tapi nanti gimana coba... pola hidupnya konsumtif banget, lama-lama uang habis juga kalau kayak gitu."


"Kan nanti merit sama kamu... uang buat kamu gak masalah..."


"Masalah dong. Aku udah diajarin uang seratus ribu itu berharga. Aku kuliah susah... mama ngirim uang buat aku dihitung detil semuanya, tapi aku ngerti banget apa tujuan mama. Aku jadi mikir saat jadi istri Glo taunya habisin duit, keuntungan sebulan dari tokomu cuma buat dia beli tas..."


"Masa sih... buat tas doang berapa sih... lagian itu bukan tokoku..."


"Ya... kan harus ada yang menikmati hasil kerja keras kalian, hahaha..."


"Kamu tahu gimana cara Ci Cun menikmati kerja kerasnya kan? Ngasih biaya nikah anak buahnya, biayain rumah sakit karyawannya, kalau ada yang meninggal apalagi, semua diurusin... Terus ngasih bonus buat semua karyawan saat hari raya, ngasih sumbangan sosial di mana-mana. Dia gak pernah mikir menikmati sendiri. Buat dirinya sendiri ke negara T doang itu juga buat ziarah ke makam orang tua sekalian periksa kesehatan bukan jalan-jalan... Dia paling-paling beli emas, itu juga buat invest gak pernah digunakan... Tasnya gak pernah dia ganti satu doang sampai rusak... dapat menantu kayak Glo hahaha...."


"Kenapa ketawa..."


"Dia pasti suruh jual semua koleksi tas Glo buat nambah modal usaha hahaha..."


"Gak lucu Ten... serius sekarang, kamu harus selesain masalah Glo, kasihan loh, lagi pula hubungan kalian udah lama loh, sayang aja kan... kamu jatuh cinta ke dia kayak apa dulu..."


"Aku tahu... aku juga mikir itu, tapi Glo yang sekarang gak cocok buatku, gak cocok buat keluargaku. Aku kasihan juga nantinya saat aku maksain hubungan kami, dia gak akan mampu menyesuaikan diri... di keluargaku gak ada yang gak kerja keras Han, konsep hidup udah beda banget, gak mungkin sejalan lagi. Awalnya mungkin dia bisa, tapi lama-lama aku gak yakin dia akan bertahan..."


"Glo pasti mau ngikutin keinginanmu, dia cinta sama kamu... gaya hidup bisa dirubah lagi, dia pasti kompromi lah kalau kamu kasih tahu apa masalahnya..."

__ADS_1


"Dia... mungkin... mmm... sebenarnya sudah lama perasaanku padanya jadi tawar karena jarak aku rasa... gak ngerti. Saat lihat dia yang sekarang, tambah hilang perasaan aku... dan... aku jatuh cinta pada seseorang..."


Tenry menunduk saat mengakhiri kalimatnya.


"Holly???"


Tenry melirik Hanie... gak mungkin bohong kan, dia percaya Hanie sudah mengamati kelakuannya beberapa waktu ini.


"Iya... maaf Han, aku gak bisa nahan perasaanku untuk Holly, lahir begitu aja..."


"Tenry... aku minta... jangan jadikan Holly duri buat kamu dan Glo... jangan jadikan Holly penghalang atau alasan untuk pisah dari Glo..."


"Gak seperti itu Han... perasaanku pada Lingling, sama saat aku jatuh cinta pada Glo dulu..."


"Ten... Holly mungkin cuma pelarianmu karena gak suka dengan perubahan Glo..."


"Gak... udah gak ada Glo lagi saat aku jatuh cinta sama Lingling... saat bersama Glo di J baru dua hari aku udah pengen pulang ke sini, aku coba bertahan beberapa hari lagi dan coba meyakinkan diri bahwa aku masih sayang dia... tapi semakin ke sini semakin gak suka... aku gak mau munafik kalau aku udah gak nyaman. Dan itu udah terasa sebelum aku bertemu Lingling di toko... jadi Lingling bukan pelarianku, Han... tolong percaya perasaanku tulus sama Lingling..."


Tenry melanjutkan saat Hanie diam saja...


"Saat lihat wajah sedihnya, entah aku gak tahu, jadi pengen buat dia senyum aja. Lihat tubuh kecilnya lincah ke sana ke mari saat ngebantuin di toko... gak tahu nih hati jadi sayang aja sama Lingling."


"Tadi, aku pengen ke rumahmu tapi jujur aku gak enak sama kamu, jadi aku gak turun dari mobil... tahu-tahu Lingling lewat depan mobilku kayak lagi nangis... Benar Han, dia kayak sedih banget nangis hampir sejam gak bisa berhenti... aku gak tahu apa masalahnya dia gak mau cerita, tapi lihat dia seperti itu aku jadi yakin kalau aku sayang dia, jadi pengen lakuin sesuatu buat dia..."


Hanie membuang napas, bukannya dia lega dengan kenyataan. Tenry gak akan mempermainkan Holly, dia tahu itu. Tapi dia mulai bicara tentang konsep hubungan yang serius, seperti apa wanita yang diinginkan untuk jadi istri saat membahas Glo, serta alasan yang membuat dia gak ingin lanjut dengan Glo. Jika seperti itu, bentuk hubungan yang dia inginkan dengan Holly gak sederhana.


Dan ini menakutkan buat Hanie, lama kelamaan ini akan bersentuhan dengannya, terlebih jika sudah berhadapan dengan pemegang kekuasaan tertinggi dalam keluarga Tenry. Dirinya siapa, tak mungkin protes, sudah terlalu banyak hutang budi, dia terikat itu. Yang dia takutkan hubungannya dengan Tenry akan terganggu...


.


.


🦋


.

__ADS_1


Hi semua... awal-awal memang belum menarik kali ya.... semoga bisa lebih baik aku menuliskan kisah Holly dan Tenry.... aku harus menyemangati diri aku sendiri di sini 😊😊🤭🤭😁😁


Aku mencoba menulis dengan perasaan yang tulus buat kalian, sama seperti perasaan Tenry buat Holly 😘


__ADS_2