Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 55. Gak Sesuai Skenario


__ADS_3

Dua Hari Holly menikmati menjadi baby sitter dadakan untuk si tampan kecil nan gembul, Junior. Dia jadi seperti anak kecil yang justru lebih menikmati memainkan semua jenis truck itu ketimbang si pemilik mainan. Di suka tertawa saat mendorong sekaligus beberapa truck yang meluncur dengan kecepatan berbeda, kadang menyusunnya menjadi satu lingkaran besar, membariskan, membentuk huruf, menikmati saat dia merapikan kembali menurut caranya sendiri di lemari panjang.


Satu yang tidak dia lakukan, saling menabrakkan mainan itu dengan sengaja, itu jadi seperti aturan yang gak boleh dilanggar karena Nior pun tidak pernah melakukannya dengan sengaja. Kadang-kadang Holly berpikir anak ini masih kecil sudah berpikir lurus, beda sama keponakannya yang dalam sejam mainan baru udah masuk tong sampah, murah sih ya, gak tahan benturan apalagi bantingan.


Dan telah dua hari sejak kak Keke nyusul suaminya bersama anak-anaknya, Holly kehilangan kerjaan yang menyenangkan, dua hari juga dia merasa terperangkap di kamarnya sendiri.


"Kak Nuull..."


Holly cari sesuatu di luar kamar.


"Kak Nuuull..."


"Nyari Nuella?"


Pintu kamar tetangga persis samping kamar Holly berbunyi, seseorang mengeluarkan setengah badannya dari pintu yang memang gak sepenuhnya tertutup.


"Nyari Nuella?? Barusan turun, pergi kayaknya..."


"Oh... makasih..."


Holly menatap sejenak, gak kenal, apa penghuni baru? Soalnya baru sekarang ngeliat di sini.


"Mau titip pesan?"


"Ehh? Gak... gak..."


Ngapain nitip pesan??


Holly membuka kamarnya sendiri dan sempat menangkap dengan ekor mata mulut cowok itu membulat dengan kepala terangguk pelan.


Ini bukan kost khusus cewek ya?? Bertanya dalam hati sambil dahi mengernyit.


Liburan mulai sedikit membosankan, terlalu banyak waktu luang dan itu hanya dihabiskan di kamar. Kamar yang sekarang terasa sempit dan tidak menarik lagi. Nonton TV bukan sesuatu yang biasa dia lakukan sejak lama, tapi demi membunuh rasa bosan dia kemudian menyalakan benda tipis yang menempal di dinding di atas meja belajar. Mengganti beberapa kali, tak juga menggugah minatnya untuk serius menonton sesuatu, menyimak sejenak sebuah channel khusus drakor, gak mengerti bahasanya dia akhirnya mematikan saja.


Pintunya digedor. Holly berdiri dengan bersemangat kemudian membuka pintu dengan cengiran di wajah, tapi langsung berubah saat mengenali sosok di depan pintu bukan seseorang yang diharapkan.


"Hi... tadi kupikir tamu buat Nuella..."


"Ada apa ya?"


Holly menutup pintunya lagi hanya menyisakan kepalanya saja yang sedikit keluar dari celah yang kecil.


"Salam kenal ya... kita tetangga, saya Erol..."


"Oh... iya... Makasih."


"Kenapa makasih? Saya gak ngasih sesuatu kan?"


"Ehh ohh... Makasih udah kenalan..."


Holly menutup pintu, merasa risih untuk sekedar berbasa-basi, dan mulai gak nyaman ada cowok ngisi kamar tepat di sebelah... Baru beberapa second pintu sudah digedor lagi.


"Kenapa?"


"Saya pengen tahu nama anda..."


Wadooow lupa, tapi apa perlu beramah-ramah ya, sekalipun tetanggaan tapi dia cowok kan?


Holly gak suka kenyataan ini, terbiasa dengan kost yang penghuninya cewek, jadi aneh dan gak aman kayaknya berbaur begini, padahal kalau pas siang pintu kamarnya sama kamar Nuella suka dibuka lebar-lebar biar berasa seperti di rumah, mereka berdua suka mondar-mandir di dua kamar ini.


"Namanya Holly..."


Ehh ada suara Koko...


Tenry berhenti di lorong, ada tempat sepatu dan ada cowok bercelana training biru terang di depan kamar. Holly tiba-tiba merasa lega, kehadiran Koko bisa mengalihkan si tetangga. Tapi lihat... si Erol malah bergaya freeze menatap ingin tahu saat ada cowok berpenampilan keren muncul di lorong lantai dua, pandangan beralih pada pemilik kamar yang otomatis melebarkan bukaan pada pintu.


"Permisi..."


Tenry akhirnya menerobos barikade cowok itu dan mulai menatap tak senang karena gak bergeser dari sana, terlebih ada banyak tentengan, dan si cowok tetangga yang begitu lambat menyadari bahwa posisinya menghalangi jalan.


"Ohh iya... maaf..."


Tenry meletakkan bawaannya lalu menutup pintu kamar tanpa senyum ataupun melihat ke cowok di depan pintu.


"Siapa itu?"


Koko bertanya dengan mimik yang sejenak bete karena cowok itu.


"Tetangga sebelah..."


"Ini kost campur ama cowok juga?"


"Baru tahu juga Ko... baru hari ini Lingling ketemu orang itu, makanya ngajak kenalan..."


"Tapi kok maksa gitu sampe harus gedor-gedor minta kenalan..."

__ADS_1


"Tauk... Lingling gak nyaman deh, ada cowok sebelahan kamar gini..."


"Nanti Koko bilangin ibu kostnya, pindahin dia ke lantai lain, kalau perlu Koko sewa juga kamar itu..."


"Ihh buang-buang duit..."


"Biar Lingling nyaman dan aman... Koko gak suka juga..."


"Tapi kan haknya yang punya kost mau terima siapa..."


"Iya... tau, diam aja, nanti Koko yang urus..."


Tangan Tenry memegang sejenak kepala Holly yang berdiri di sebelahnya. Holly baru menyadari ada banyak bawaan si Koko.


"Koko beli apa lagi? Persediaan Lingling masih banyak loh, baru belanja kan... sayang duit lah Ko..."


"Ini buat nanti malam..."


"Emang nanti malam ada apa?"


"Ehh?"


Tenry hampir keceplos, jadi ingat pesan Nuella. Holly membuka semua kantong putih itu, ada beberapa jenis buah, banyak minuman kaleng, ada dus berisi kue-kue mungil dan cantik. Si Koko duduk nyaman di tempat tidur sekarang.


"Makanan semua? Banyak gini, emang ada acara..."


"Ohh... kita mau ngumpul di rumahnya Rommel..."


"Serius Ko? Dalam rangka apa?"


"Kan mau... ehh gak tahu... Koko cuma diundang sama Nuella, nanti Hanie mau ke sini juga..."


"Tapi kenapa Koko yang beli makanan sama minuman?"


"Gak papa, sekalian ingin kenal lebih deket sama Rommel, Nuella... jadi Koko kepikiran nyumbang makanan hhehe..."


Tenry tertawa canggung.


"Tapi ini kebanyakan buat kita berlima doang..."


"Kamu boleh ajak si Joy dan Faitly..."


"Boleh? Jam berapa?"


"Jam sebelas malam..."


Koko senyum, beneran kayaknya Holly lupa dia mau ulang tahun, maunya Nuella mereka ngasih surprise, Tenry bukan tipe yang seperti itu tapi Nuella memaksa, dia yang rencanain pesta kecil, meminjam rooftop si Rommel katanya buat ngerayain kecil-kecilan. Padahal Tenry pengen berdua aja, tapi setelah ngomong dengan Hanie, ternyata ulang tahun Holly belum pernah sekalipun dirayain, dia setuju dengan pesta kecil akhirnya.


Pintu digedor lagi...


"Koko yang bukain, jangan-jangan orang itu lagi..."


Tenry bangkit berdiri, saat pintu terbuka...


"Tenry? Kenapa gak angkat te..."


Nuella menyadari sesuatu. Rencananya kelihatannya gagal ini. Dia nungguin Tenry mau turunin barang di ruko malah dia bawa masuk kamar Holly.


"Tenry... bisa minta tolong gak?"


Nuella menarik tangan Tenry, sebelum Holly bertanya lebih lanjut Nuella menutup pintu dari luar.


"Kenapa bawa di sini snack sama minumannya, nanti ketahuan dong..."


"Gak kok, dia gak curiga apa-apa, aku sudah ngomong ada acara nanti malam..."


"Ya ampun... pacarnya Lingling gak bisa diajak kerjasama... masa ngomong kayak gitu..."


Tenry mengacak rambut di kepala bagian belakang, gak tahu gimana konsep surprisenya si Nuella.


"Aku bilang kamu yang bikin acara, aku suruh dia ngundang temennya..."


"Astaga... gagal deh... mereka udah aku telponin satu-satu suruh dateng... Koko Tenry gimana sih..."


"Kita seumuran... jangan panggil Koko..."


Si Koko protes panggilan itu hanya buat beberapa orang.


"Iya tau... Koko itu khusus orang deket aja..."


Nuella manyun udah kesel rencana gak sesuai skenario.


"Ya udah, semua udah siap tinggal tunggu jamnya aja, kita mau barbekyu di atap rumah Rommel... aku mau telpon temennya Lingling ntar ada yang bocorin lagi... tapi jangan ngomong apa-apa lagi ke dia ya..."


"Iya... iya... kalau mau nambah uang, bilang aja..."

__ADS_1


"Iya Koko Tenry... tapi kalau aku telpon please angkat..."


"Iya..." Si Koko menjawab dengan muka masam, Nuella ngeyel manggil Koko lagi.


Pintu terbuka...


"Kak Nul, ada apa? Mau acara apa?"


Dua orang gak siap menjawab.


"Eh... itu... syukuran kecil-kecilan karena proposal skripsiku udah diterima perbaikannya..."


"Ohh... Lingling katanya boleh ngundang temen, tapi..."


"Ehh gak gak usah, kita aja ya..."


"Ya udah... takut mereka gak diijinin kalau malem-malem... kenapa malem-malem sih?"


"Ohh... Kak Mel ada pesanan katering, tau sendiri gak ada Kak Keke kan, jadi dia yang urus semua... udah yaa, masih ada yang Kak mau siapin..."


"Butuh bantuan?"


"Gak... ada Kokomu..."


Setelah ceritain rencananya ke pacar Holly secara diam-diam, si Koko langsung setuju dan langsung ngasih modal, rencana berubah total, tapi di sini tetep Nuella bossnya. Jadi Nuella menatap dengan tatapan tajam mengirim isyarat kepada si Koko Tenry yang hampir membuyarkan rencananya. Nuella masuk kamarnya sendiri.


Berawal dari percakapan beberapa hari yang lalu saat saling ceritain masa lalu mereka berdua lagi tiduran di kamar Nuella dan Nuella jadi tahu beberapa cerita sedih Holly sebelum dia kuliah. Nuella jadi teringat sesuatu saat melihat kalender, pernah janji mau ngerayaain hut Holly.


Sepintas saat menghadiri acara hut Junior Holly sempat nyeletuk...


~~falshback


"Gimana rasanya ngerayain hut yaa... ada banyak balon ada kue ada snack... si Niol kayaknya gak peduli kan, kalau aku kayaknya pasti seneng banget..."


"Kayak anak kecil aja pengen balon... entar Kak Nul mintain ke Kak Mel buat kamu bawa pulang..."


"Iya... mintain ya..."


"Hahh? Serius mau minta??"


"Hehe... maklum kak, aku gak pernah ngerayain ulang tahun..."


Nuella menatap wajah penuh binar cerah ceria di depannya, nampaknya yang lebih menikmati pesta ini si Holly bukan si Junior.


"Nanti Kak Null rayain deh hut kamu, tanggal berapa?"


"Masih lama Kak, dua bulan lagi..."


~~end


"Ling... Koko ngasih kue-kue ini dulu ke Nuella ya... terus kamu ganti baju yang rapih, Koko pengen ngajak makan malam di luar..."


"Iya... "


Holly memperhatikan Kokonya yang terlihat keren, biasanya kaos sama celana jeans, malam ini pakai kemeja hitam dan celana kain putih.


"Koko ganteng deh dengan baju itu..."


Holly menutup wajahnya dengan malu, keceplosan muji si Koko. Tenry tertawa melihat reaksi Holly setelah mengucapkan pengakuan soal fisik Tenry untuk pertama kali.


"Hahaha... kenapa nutup muka sendiri sih..."


Tenry membuka jemari Holly.


"Jangan Ko... malu ihh... Koko keluar sana, Lingling mau ganti baju..."


"Turunin tangannya dulu..."


Dengan lembut Koko mengambil dua tangan di wajah kecil itu, tersenyum saat melihat rona di wajah, panggilan hati membuat dia mengambil sebuah ciuman di bibir mungil itu, singkat saja tapi langsung membuat tubuh Holly tiba-tiba punya gaya angkat, jadi serasa melayang kayak kupu-kupu.


Koko masih senyum, sementara Holly susah payah mengumpulkan tenaganya untuk berjalan menjauh dari si Koko.


"Udah... sana ganti baju... yang cantik yaaa..."


Tenry segera beralih mengangkat semua bawaannya tadi, sebab pikirannya udah bermain ingin menambah ciuman. Dia selalu menekan hatinya sendiri tiap berada di dalam kamar ini, pesan Hanie selalu tergiang-ngiang.


"Koko tunggu Lingling di bawah aja..."


"Iya..."


Holly jadi kepikiran, dia punya celana putih dan ada blouse casual warna hitam... gaya busana monokrom katanya cocok di semua situasi.


"Ngikutin si Koko aja seru kali ya.... couple-an..."


Holly menguman di depan lemarinya.

__ADS_1


.


__ADS_2