Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 58. Efek


__ADS_3

Kegembiraan perayaan hut berefek panjang bagi Holly, sebuah impian yang terpendam lama dalam dirinya terwujud menjadi kenyataan. Selalu, hal yang baik yang terjadi dalam hidup memang menjadi sebuah stimulus yang positif yang mendatangkan damai di jiwa, memberikan energi positif dan semangat untuk melakukan banyak hal.


Berhari-hari Holly selalu senyum cerah ceria membuat Nuella sering meledeknya.


"Mau Kak Null bikinkan acara hut lagi?"


"Siapa yang ulang tahun?"


"Ya kamu..."


"Iya boleh... boleh, tahun depan Kak Null yang jadi EO ya..."


"Apaan EO, dasar... bukan tahun depan sekarang..."


"Ihh Kak... emang boleh ngadain acara beberapa kali... udah lewat beberapa hari juga..."


"Abis kamunya seneng banget, balonnya udah kempis kali... buang ke tempat sampah sana..."


"Hehehe... balon pertama Kak... masih sayang..."


"Ling... udah delapan belas loh, udah punya pacar masih kayak bocah lima tahun..."


"Hehe... ya deh, entar Holly buang deh..."


"Tusuk-tusuk pakai jarum biar angin keluar semua, biar gampang bawa ke tempat sampah..."


"Iya... iya..." Dalam hati masih enggan menurunkan rangkaian balon yang dia gantung di railing gordyn jendela kamar.


"Kue ulang tahun masih ada?"


"Masih ada satu di kulkas, itu yang paling enak Kak..."


"Yang lain?"


"Udah Holly bagiin ke penghuni kost... Kak mau?"


"Iya, nanti Kak ambil sendiri... Baru kamu tau gak kue ultahnya sampai tiga buah..."


"Ehh dari siapa aja?"


"Dari pacarnya Hanie, dari dua temenmu, terus satunya Kak yang pesan nah itu kayaknya yang paling enak soalnya Kak beli pakai duit Kokomu, itu yang paling mahal di Ananas..."

__ADS_1


--Ananas itu toko kue terkenal di kota ini--


"Ohh aku gak sempat bilang makasih ke Meili..."


Ponsel Holly berbunyi dari kamarnya sendiri, dia mengenali bunyi khusus dan langsung melompat turun dari ranjang milik Nuella dan melesat menuju kamarnya.


"Astaga Ling... sampe segitunya..."


Pintu kamar ditutup pakai kaki kemudian tangan menjangkau ponsel di atas tempat tidur.


.


📱


"Koko... hehehe..."


"Eh... kenapa ngos-ngosan... ketawa lagi..."


"Oh ehh... dari kamar Kak Null..."


"Ling, sarapan sendiri ya... Koko lagi nyari Cici... Cici menghilang dari rumah... sorry ya udah jam segini baru telpon Lingling..."


"Ohh.... gak papa Koko, Lingling udah sarapan sama Kak Null..."


"Gak usah Ko... cari Cici dulu aja... Lingling bantu boleh?"


"Koko aja... Hanie lagi nyari juga... udah ya Ling..."


.


Telepon berakhir, Holly langsung merasa resah juga terlebih mendengar nada suara Koko yang terdengar khawatir. Beyvie belum sepenuhnya pulih, masih suka histeris, masih belum normal, tentu saja kondisi ini tidak baik jika Beyvie berada di luar rumah. Ini sudah sekian bulan sejak peristiwa itu, ada rasa kasihan untuk Beyvie merayap di hati kemudian, lalu ingatan tentang keinginan Ci Cun menganggu lagi, perasaan bersalah pada Ci Cun juga mulai muncul dan menguasai relung hatinya. Dia bahagia bersama Koko, tapi mulai merasa telah merampas kebahagiaan keluarga Koko yang lain, kebahagian Ci Cun terutama.


Holly menelpon Hanie, pengen tahu lebih banyak soal Beyvie. Pada nada sambung kelima Hanie menjawab...


📱


"Ada apa Ling?"


"Kamu lagi nyari Cici juga?"


"Iya..."

__ADS_1


"Sejak kapan Cici pergi dari rumah?"


"Gak tahu Ling... mereka tahunya tadi pagi saat sarapan, Cici pergi bawa mobil... udah ya Ling aku lagi bawa motor soalnya gak aman sambil nelpon..."


"Iya... iya..."


.


Sampai sore gak ada berita baik, semua tempat yang biasa Beyvie kunjungi, semua tempat usaha milik Beyvie telah disamperin dan gak ada sosok Beyvie di sana, sementara sudah lama Beyvie tidak menyentuh ponselnya, dia gak membawa ponsel atau dompet, otomatis gak ada id card.


Semua orang jadi khawatir, Ci Cun mulai panik, semua keluarga sudah dihubungi, tak ada satu pun yang mengetahui atau melihat city car berwarna kuning milik Beyvie.


Di rumah besar keluarga Tenry...


Ci Cun gak berhenti menangis, menyesali mulai berkurang pengawasan terhadap putri tertuanya. Karena belakangan Beyvie hanya sesekali kumat berteriak histeris, pola makan sudah membaik, hanya cara dia berkomunikasi dengan orang yang belum sepenuhnya kembali, masih suka bengong atau bingung.


"Tenry... gimana?"


Ci Cun menatap penuh harap di balik airmatanya saat Tenry masuk ke ruang makan. Ci Cun menangis lagi saat Tenry menggelengkan kepala.


"Koko.... hikss... Koko... mama takut Cici kenapa-napa... mama takut Ko, mama takut..."


Tenry mendekati mama yang duduk lunglai di kursinya, mengusap punggung sang mama mencoba memberi ketenangan.


"Masih dicari ma... ada banyak karyawan yang Koko mintain tolong, Hanie juga masih nyariin Cici..."


"Lapor polisi aja Ko... lapor aja ya..."


"Udah ma... ada temen Cici yang jadi pejabat di kepolisian udah Koko hubungi, dia siap bantu..., tenang aja ma..."


"Koko... Cici gak boleh kita biarin Ko, udah terlalu lama dia seperti ini. Koko... mama seperti mau mati melihat Cici begini... Ko... terakhir mama minta sama Koko... mama gak akan minta yang lain lagi sama Koko, bantu Cici ya... bantu Cici nikah sama Hanie, Hanie bersedia menikahi Cici dan bersedia bantu Cici sembuh... hanya Koko yang menghalangi ini... hanya Koko... Ko gak ada orang yang mau menikah dengan Cici dengan kondisi seperti itu... cuma Hanie..."


Ci Cun meledak tangisnya, dan itu terdengar memilukan hati bagi siapa pun, termasuk Tenry.


"Ko... mama takut Cici pulang tinggal jasadnya, mama takut dia mencelakai dirinya lagi, mama takut dia bun.... hiksssss.... huaahh...."


Tenry seperti terjatuh dari tempat yang tinggi, mamanya tidak pernah menyetujui jika Holly dan Hanie sama-sama masuk ke keluarga ini, hanya satu dari mereka, dan Hanie adalah pilihan mama.


.


.

__ADS_1


Sorry gak bisa nulis lebih banyak... 🙏


__ADS_2