
"Sayang... bangun yuk..."
Holly bergerak sedikit tanpa membuka mata meskipun suami sudah mengganggunya sejak tadi dengan ciuman di mana-mana.
"Baby... ayo, Koko pengen sarapan di luar... ada tempat sarapan enak yang buka pagi-pagi kalau hari minggu... ayo sayang, sikat gigi aja dulu..."
Holly enggan membuka mata ataupun bergerak meskipun sudah sadar sepenuhnya akhirnya. Badannya terlalu lelah, semalam pulang dari kafe lewat jam dua belas karena kafe ramai di malam minggu. Dia harus mengerjakan banyak hal di samping urusan di dalam kantor. Meskipun akhirnya dia dibantu staff admin soal pembukuan minggu ini, tapi isi otaknya seperti terkuras semua karena harus dibagi dengan kuliah yang memasuki akhir semester, banyak tugas sebelum masa ujian semester.
"Baby... ayo dong..."
Matanya mengintip sejenak jam di dinding kamar lalu dia menarik bed cover, Holly gak ingin bangun sepagi ini meskipun itu permintaan suami.
"Sayanggg..."
Sekarang suami mulai berkarya di tubuhnya, menggigit-gigit pelan bagian tertentu, memberikan ciuman di area tersembunyi yang disibak tangan yang mulai jahil. Ciuman keras di bagian tertentu membuat Holly menolak tubuh suami yang mulai menekan tubuhnya dengan dua tangan kecilnya.
"Ko... jangan kayak gitu, nanti merah-merah lagi... kayaknya badan Lingling gak akan pernah hilang bekas ciuman Koko... udah di mana-mana Ko..."
Holly bersuara bernada rajukan juga malas dan kesal karena kesenangannya terinterupsi tingkah mesum suami.
"Haha... makanya bangun, Koko cium kayak gitu lagi kalau gak bangun..."
"Lingling cape Ko... jangan gangguin ya... masih pengen bobo..."
Tenry gak kehilangan akal.
"Ling... tadi dipanggil mama tuh..."
Spontan Holly duduk di tempat tidur mengucek-ngucek matanyanya lalu bergegas turun dari tempat tidur.
"Mama mau nyuruh apa?"
"Gak tau..."
Holly segera melipat bed cover yang lumayan berat, merapihkan seprei dan sama sekali gak memperhatikan suami yang sedang tergelak tanpa suara. Jawaban suami gak penting, dia harus bergegas, masih sungkan, gak enak, rada takut sama mama mertua. Holly segera menunju kamar mandi di kamar mereka, buru-buru membilas muka kemudian menyikat gigi, merapihkan rambut yang mulai panjang lalu berniat keluar dari kamar.
"Eitt... masa pakai baju kayak gitu..."
Tenry sekarang senyum-senyum memandang tubuh mungil istri yang hanya terbungkus tanktop dan celana tidur sangat pendek, semua hasil karyanya terekspos sangat jelas, benar kata Holly banyak bekas lukisan bibirnya di kanvas putih tubuh istrinya.
Holly menuju wardrobe dan memilih baju yang lebih sopan.
"Pakai baju yang kayak Koko aja..."
Tenry bersuara dan Holly memandang malas suami yang sedang memunculkan ekspresi gak jelas di wajahnya.
"Lingling gak suka pakai celana training, kepanjangan buat Lingling... mesti digulung di bagian kakinya..."
"Nanti minta mbak Sien pendekin aja semua celana Lingling yang kepanjangan..."
__ADS_1
"Oh... boleh Ko?"
"Boleh lah... Lingling bisa minta tolong apa aja sama mereka, Lingling tuh tuan rumah juga di sini..."
"Gak enak tapi nyuruh-nyuruh..."
"Mereja dibayar untuk itu... di luar rumah kita udah kerja keras, hanya di rumah kita bisa sedikit santai membiarkan orang-orang melayani kebutuhan kita... ayo... berangkat sekarang..."
Tenry menarik lembut tangan Holly setelah Holly selesai mengenakan kaos oblong milik suami dan akhirnya menggunakan celana training juga meskipun kedodoran.
"Kenapa sekarang jadi make kaos Koko terus ya..."
"Hehe... pinjam ya? Kebiasaan pinjam punya Hanie, sekarang punya Koko... hehe, boleh kan Ko?"
"Boleh aja, tapi Lingling punya baju sendiri loh..."
"Lingling lebih suka kaos oversize kayak gini, nyaman..."
"Ya udah, nanti kita beli kaos oblong dengan ukuran yang Lingling suka..."
"Lingling tuh gak mau yang baru... maunya punya Koko... Koko aja yang beli baru untuk Koko, nanti kita gantian pakainya... jadi milik bersama..."
"Dasar... itu gak biasa loh..."
"Koko gak suka ya?"
"Bukan gak suka... sayang aja baju Lingling sendiri ada banyak, mubazir jadinya..."
"Terserah Lingling aja... ayo turun..."
Tenry berusaha memahami keinginan dan kebiasaan istri yang agak unik.
"Entar Ko... mau gulung celananya dulu..."
"Sini Koko aja..."
Holly senyum senang sambil berpegangan pada pundak suami, suami sayang yang selalu perhatian sampai ke hal-hal kecil, suka banget pakai baju samaan, lucu sih buat Holly membuat bahagia selalu memeluk dirinya.
"Eh iya Ko... mama mau apa ya... buruan lipat celananya, mama udah nungguin Lingling loh..."
"Takut amat sama Ci Cun..."
Tenry yang selesai melipat ujung celana sang istri berdiri lalu mengecup dahi Holly.
"Iya dong... Lingling suka takut buat salah tau gak..."
"Haha... mama tuh baik, gak usah segitunya... hormati mama iya harus, tapi jangan takut kayak gitu ahh, biasa aja..."
Berdua mereka turun tangga dengan tangan Tenry merangkul pundak Holly. Di bawah Ci Cun sudah duduk di tempat biasa, kali ini lebih santai karena hari minggu, tapi tetap aja udah sarapan lebih dahulu.
__ADS_1
"Ma... pagi..."
Pasangan itu menyapa sang mama.
"Pagi... ayo sarapan..."
"Kita mau sarapan di luar ma... ada tempat sarapan yang lagi happening... banyak pilihan makanannya terus tempatnya menyenangkan... Koko pengen coba... sekaligus cari referensi mana tahu bisa diterapkan di salah satu kafe kita..."
Mama menganggukkan kepala memahami. Holly memberanikan diri untuk bicara kemudian sambil mendekati meja. Masih ada gugup-gugup gitu memulai percakapan dengan sang mertua.
"Kata Koko... tadi mama nyari Holly... ada yang harus Holly kerjain, ma?"
Kedua alis mertua terangkat lalu menatap anaknya sendiri.
"Hahaha... itu akal-akalan Koko biar Lingling cepat bangun..."
Tenry ngomong disertai tawa.
Ci Cun menyimpan senyum, lalu menatap ponsel di tangan, dia sendiri suka salah tingkah saat melihat cara anak lelakinya memperlakukan istrinya. Dulu mana berani dia mesra-mesraan dengan suami depan mertua, lagi pula suaminya kaku dan gak romantis, anaknya entah belajar dari mana terlalu ekspresif dan gak mengenal tempat...
"Koko ihh... Lingling masih pengen bobo tadi... ihh..."
Tangan kecil Holly memukul lengan suami diambut pelukan hangat dan gelak tawa suami karena trik membangunkan istrinya berhasil. Wajah istri yang cemberut segera jadi tempat mendaratkan bibirnya yang ketagihan melakukan penjelajahan ke semua area baik yang terlihat maupun tak terlihat.
"Masih cape tau gak..."
"Iya... iya kasian istri Koko... naik aja lagi kalau gitu, nanti aja perginya..."
"Pergi sekarang aja, udah siap jalan masa gak jadi..."
Meski bibir manyun tapi Holly gak enak membatalkan keinginan suami.
"Ma... kita pergi ya..."
Tenry pamit tanpa melepaskan pelukannya pada Holly, Ci Cun hanya melirik sebentar.
"Ma... pergi ya..."
"Iya... hati-hati..."
Giliran Holly yang pamitan sambil keluar dari pelukan Tenry lalu berjalan lebih dahulu ke luar rumah. Tenry mengambil kunci mobil miliknya lalu menyusul sang istri.
Kesibukan membuat moment kebersamaan sebagai suami istri menjadi hal yang jarang dilakukan. Begitu tersedia waktu, Tenry ingin memanfaatkan dengan baik, karena menyadari betapa pentingnya moment kebersamaan untuk langgengnya sebuah hubungan.
.
Kembali datar guys... dan receh hehehe 🤪 harap maklum ya, tekanan kesibukan di RL mengganggu kinerja halu aku hehe...
.
__ADS_1
🦋
.