
Benar kata orang, cinta adalah salah satu sumber kebahagiaan terbesar. Cinta pernah datang sebelum ini dari gadis lain, tapi cinta untuk Holly saja yang mampu mengikat hatinya begitu kuat. Sempat dua kali terpisah tapi justru jalinan cinta makin tertanam memenuhi seluruh rongga hatinya, terus bertumbuh dalam keadaan baik atau tidak baik.
Saat cinta dia curahkan sepenuhnya untuk Holly, hidup terasa beda untuknya, bahagia terasa penuh dan setiap moment yang dijalani terasa penuh makna. Dia tidak menyesali dia telah jatuh sedemikian dalam di keindahan cinta ini, dan hanya gadis ini yang mampu membangkitkan rasa cinta yang seperti itu dalam dirinya.
"Ling..."
Gedoran halus di kamar Holly di jam sepuluh pagi, gadis itu belum bangun, Hanie juga nampaknya baru bangun saat dia menelpon minta dibukakan pintu.
Mereka bertiga balik ke rumah mendekati subuh karena akhirnya Tenry memutuskan mengunjungi suatu tempat hangout yang buka hingga lewat midnight karena even hari raya, duduk-duduk di area outdoor sebuah kafe di pinggiran pantai, menikmati live music sambil merayakan ulang tahun kedua puluh tujuh bersama kekasih imut tersayang dan sahabat terbaik.
Pintu dibuka...
"Koko?"
"Koko udah buru-buru ke sini, ternyata baru bangun..."
"Lingling udah ada matahari baru bisa tidur..."
Holly menuju tempat tidurnya lagi tanpa menghiraukan Tenry, berbaring lagi menutup matanya sambil memeluk guling. Sejak Holly pindah lagi ke kamar ini, Tenry mengganti AC tua, sekarang kamar ini lebih nyaman.
"Ling...kita mau jalan... bangun dong..."
"Lima belas menit lagi... jangan gangguin ya... jangan cium-cium..."
Tenry yang sudah membungkuk, bibirnya udah dekat sama pipi, tergelak.
"Tau aja Koko mau cium..."
"Iya... baunya Koko deket banget..."
"Bau apa... Koko udah mandi, udah wangi... Lingling yang masih bau iler..."
"Iya maksudnya itu... wanginya Koko... udah sana... husssh..."
Emang kucing diusir pakai kata itu... Kenapa gadis kecilnya imut begini, sikap manjanya makin lama makin gak nahan untuk... ahh udah harus nikah kayaknya gak boleh menunda lagi sehingga dia dihalalkan melakukan apapun pada gadis ini. Dengan wajah menahan gemas yang membahagiakan Tenry keluar kamar itu.
Hanie ada di ruang makan, duduk menunggu mie cup instantnya siap disantap.
"Lingling belum bangun?"
"Udah sih, tapi tidur lagi... manja dia sekarang..."
__ADS_1
Tenry berucap dalam tawa kecilnya.
"Kamu loh yang suka manjain... makanya dia jadi kayak gitu sekarang, dulu gak pernah ngeliat dia manja-manja seperti ini..."
"Gak papa, aku malahan suka kok dia yang seperti itu... pas aja sama badan kecilnya... beda ngeliat cewek udah dewasa posturnya tinggi dandanan seksi tapi berlagak manja bikin ilfeel..."
"Seperti Glo?"
"Heiii... kenapa mengungkit nama itu..."
Suara dan mimik kesal Tenry membuat Hanie tertawa.
"Deskripsi kamu sendiri merujuk ke siapa emangnya kalau bukan Glo... hahaha..."
Mata Tenry mencari sesuatu yang bisa dia lempar ke wajah Hanie, tapi yang ada di dekatnya hanya kursi makan. Hanie semakin lebar tertawa melihat raut wajah sahabatnya.
"Dia telpon aku, dia nanyain kabarmu, pengen ngucapin happy birthday juga tapi sungkan, jadi dia titip salam aja..."
Tenry diam gak menanggapi lagi. Beberapa saat sesudah hening Hanie yang justru penasaran.
"Gak pengen tahu kenapa Glo nelpon, gak pengen tahu kabar mantan terindah?"
Tenry menatap tajam tak suka dengan pertanyaan Hanie.
"Gak usah ngungkit dia lah... aku lagi hepi, kamu ngerusak mood aja..."
"Sorry... Hahaha... Glo nelpon pengen ngundang kita ke resepsi pernikahannya... Dia udah nikah dari sebulan yang lalu, ngadain resepsi kedua di sini karena nikahnya sama orang sini... itu kok kabarnya, bukan pengen minta balikan lagi... emangnya siapa kamu pede banget ngerasa mantan gak bisa move on..."
Kali ini Tenry walaupun merasa lega tapi bener-bener pengen melemparkan kursi di sampingnya ke wajah Hanie.
"Hahaha... Biasa aja kali... orang bisa salah tafsir loh kamu overreact kayak gitu..."
"Gak ahh... biasa aja..."
"Ten... barusan sikapmu gak biasa aja, kayak masih menyimpan sedikit cinta untuk sang mantan..."
Hanie berpura-pura serius sekarang, pengen melihat reaksi Tenry tentang Glo sekarang.
"Apa sih... gak ada yang seperti itu."
"Kenapa sensi saat nyinggung nama Glo..."
__ADS_1
Tenry membuang napas.
"Aku hanya merasa bersalah aja, melihat sendiri gimana sakitnya dia saat aku putusin... itu aja, bukan karena masih ada rasa, aku pengennya waktu itu kita udahan gitu aja gak usah ada statement apapun dari mulutku, tapi dia gak bisa yang seperti itu ya... kejadian..."
"Bener? Rasa bersalah itu bukannya lahir dari rasa yang lain yang masih tertinggal..."
"Apa sih Han..."
"Hahahah... aku tahu kali semua rasa yang ada di dadamu hanya buat Lingling sekarang..."
"Kurang kerjaan banget kamu..."
"Jadi... mau hadir gak di resepsinya Glo?"
"Gak ahh..."
"Kenapa? Gak ada yang salah kan, dateng sebagai temen aja..."
"Mantan itu gak bisa jadi temen, aku gak mau terhubung sama mantan juga... lagian aku bukan cowok yang ingin pamer soal kehidupan siapa yang lebih baik, soal siapa yang mendapatkan pasangan yang lebih baik, sok gentlemen menunjukkan sikap aku gak apa-apa tanpa kamu, kamu gak apa-apa tanpa aku, sekarang kita bisa berteman baik... omong kosong kan itu semua, mau membuktikan apa? Justru itu nunjukin tentang gagal move on sebenarnya..."
"Wow... keren... keren..."
"Beneran pengen lempar ni kursi sama kamu deh..."
"Hahaha... tapi serius kirain kamu pengen unjuk diri depan Glo... kan lagi viral di jagat maya orang pamer datang ke nikahan mantan... berlagak gak apa-apa, atau malah bikin sensasi pelukan sama penganten ampe nangis..."
"Aku sebenernya jagain hati Lingling juga... dia gak siap mental menghadapi soal mantan, secara gak langsung itu akan menjadi saingannya, dia akan membandingkan dirinya dengan mantan aku kalau soal Glo diungkit lagi... beda kalau dia sendiri yang ngomong, tapi kalau aku yang terhubung atau ngomong soal Glo, bisa jebol bendungan airmatanya berhari-hari..."
"Iya sih... cewek suka sensi soal mantan... Meili juga gitu... aku confirm pertemanan si Yolanda dia ngambek seminggu... padahal Olan hanya pacaran sebulan kan waktu kelas satu SMA..."
"Nah kan... jadi pelajaran... jangan ungkit soal mantan depan pasangan kita..."
"Mantannya siapa?"
Oh oh... mudah-mudahan acara makan siangnya gak batal...
.
.
🦋
__ADS_1
.