Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 24. Apa yang Salah


__ADS_3

"Cici... mana mobilmu?"


Ci Cun langsung menyambar Beyvie dengan pertanyaan dan pandangan yang bersorot tajam saat Beyvie bergabung di meja makan.


"Ada ma..."


"Ada di mana? Satu minggu mama gak lihat mobil itu di garasi. Kamu minta ganti mobil sampai merajuk gak mau ngomong sama mama, mama sampai harus debat sama papa... alasan gak nyaman dengan mobil tua... sekarang kenapa balik pakai mobil tua lagi, terus untuk apa beli mobil baru? Kamu simpan di mana mobil itu? Mama tadi malam mampir di dua rukomu ya... gak ada mobilmu di sana..."


"Ada kok..."


"Ada di mana?"


Suara dan sorot mata semakin tajam, Beyvie jadi gelagapan mencari alasan yang tidak mencurigakan.


"Beyvie! Kamu ngerti pertanyaan mama?"


"Mobil Cici kemaren dipake temen aku Presya... dia pamer punya mobil baru..."


Ivy yang menjawab sekarang dengan mimik polos sambil terus mengunyah nasi goreng roa miliknya.


"Dede! Sembarangan ngomong, masa mobilku ada di temenmu, ada-ada aja..."


Sergah Beyvie dengan suara mulai cemas, terlebih melihat raut mama yang kini sudah siap mengamuk padanya.


"Dede gak ngomong asal kok, beneran itu mobil Cici, Dede ketawa aja dia ngaku-ngaku..."


"Masa anak kecil bawa mobil ke sekolah, banyak mobil yang sama kan, orang mobil aku bukan yang mahal juga, banyak De di jalanan..."


"Itu mobilmu Ci... warna kuning udah eye catching gitu gimana aku gak perhatiin eh diakuin si Presya...."


"Dari mana kamu tahu itu mobilku..."


"Ya tahu lah... kan aku tempelin stiker EXO punyaku di kaca belakang terus nomor polisinya kan tanggal lahir Cici..."


"Beyvie!"


Mama menuntut penjelasan sekarang, Beyvie tak bisa berdalih lagi, dengan nada takut Beyvie menjawab sang mama sambil menatap kesal wajah Ivy di depannya.


"Dipake si Jim, ma..."


"Presya itu adiknya si Jim pacar Cici ma..."


Si Dede nyeletuk lagi masih dengan mimik tanpa perasaan.


"Dede... kalau udah selesai sarapan, berangkat sana..."


"Iya ma, tapi Dede ngomong ini dulu sama Cici..."


"Apalagi, tukang ngaduh!"


Beyvie semakin kesal pada adiknya yang selalu gak bisa simpan rahasia, gak bisa diajak satu komplotan dalam misi mengibuli sang mama.

__ADS_1


"Ci... si Jim itu punya cewek lain bukan cuma Cici doang..."


"Apaan kamu main fitnah... sana berangkat sekolah."


Si Cici mulai bertanduk adiknya ngomong itu depan mama.


"Serah... serah... kalo gak percaya, orang waktu ulang tahun Presya dia mesra-mesraan sama pacarnya depan kita anak-anak... Cici sendiri gak diundang kan waktu itu."


"Udah... berangkat sekarang, De..."


Mama menimpali sambil menghembuskan sebuah napas penuh tekanan, lagi-lagi anak sulungnya dipermainkan sama lelaki.


"Dede sekolah ya ma... Cici..."


Anak kelas tiga SMP itu mengambil ransel dan tumblernya lalu menuju teras depan, mobil sekolah belum ada jarum jam masih sepuluh menit lagi jam enam pagi saat mobil jemputan membunyikan klakson depan rumahnya. Tapi dia cukup mengerti mama perlu ngomong serius dengan Cicinya.


"Beyvie... minta mobilmu hari ini, mama gak mau tahu..."


"Ma... dia lagi butuh mobil, mau buka cafe... lagi sibuk..."


"Buka cafe? Kamu juga buka cafe, atau... jangan-jangan itu cafe yang sama?"


"Ehhh? Iiiya ma..."


Beyvie menunduk, apes banget pagi ini gara-gara mulut bocor adiknya, tambah kesel karena sepotong info sang adik soal Jim yang selingkuh.


"Kamu minta modal dari papa ratusan juta terus kamu kasih ke orang yang gak bisa dipercaya?"


"Bagus kalau dia punya kemampuan dan pengalaman, tapi kerjasama menyangkut kepercayaan, dia gak bisa dipercaya... dia manfaatin kamu buat buka usaha... biar modal lancar dia pacarin kamu, ngerti gak?"


"Mama tahu apa soal Jim... bilang dia gak bisa dipercaya..."


"Mama tanya... kamu tahu apa soal dia?"


Beyvie menunduk, mencoba mencari sebanyak apa dia tahu soal Jim. Jujur dia gak tahu alamat rumah Jim, siapa nama orang tua, banyak info pribadi lainnya masih samar untuk Beyvie. Ketemu tanpa sengaja di salah satu rukonya yang jadi gudang baju bekas import, Beyvie jadi supplier besar di kota ini. Beberapa kali Jim mengantar adiknya mengambil ball baju bekas, adiknya yang jualan online jadi salah satu pelanggan, karenanya akhirnya tukaran nomor wa, berlanjut kemudian jadi pasangan. Kaget juga tadi saat tahu ada adik cowok itu yang satu sekolah sama Ivy, lebih kaget lagi dengar info selingkuh.


"Cici, kamu udah punya pengalaman sebelum-sebelumnya dibodohi pacar-pacarmu. Si Christo nipu kamu puluhan juta, si Bani apalagi, kamu ngasih modal buka showroom... usaha gak jalan, modal abis percuma, mereka selingkuhin kamu lagi. Sekarang siapa lagi... jangan gampang jatuh cinta Cici, lihat dulu orangnya, mereka cuma lihat apa yang kamu punya apa yang bisa mereka manfaatin dari kamu..."


Beyvie diam, sakit mendengar mama menyinggung mantan-mantannya walau itu benar, jadi sedih, seandainya benar cerita Ivy berarti dia diselingkuhi lagi.


"Cici... makanya mama minta kamu nikah sama Hanie, apa sih yang kurang dari Hanie, dia ganteng juga kan? Lagi pula dia sudah terbukti bisa dipercaya, gak pernah dia nipu mama... Harusnya orang seperti Hanie yang jadi suamimu, dia bawa hoki buat kita, kamu tahu itu..."


Beyvie memberengut, anak itu lagi, entah pakai apa dia bisa jadi kesayangan Ci Cun, apa-apa Hanie, bahkan dia disuruh-suruh nikah sama anak itu. Tapi ada yang syok di meja makan itu, Tenry baru duduk, baru ambil semangkok bubur plain sama dua buah telur ayam kampung rebus setengah matang. Dia menatap mamanya di kepala meja tak percaya, apa maksud sang mama?


"Ma... aku gak mau ya mama jodohin sama Hanie, aku gak suka dia..."


"Cici... Hanie udah jelas orangnya, kita udah tahu siapa dia... apa yang kamu gak suka sih?"


"Soal perasaan ma... masa harus dipaksain untuk suka atau sayang..."


"Kamu aja yang gak mau lihat Hanie..."

__ADS_1


"Aku lebih tua dua tahun ma... itu masalahnya, aneh aja pacaran atau nikah sama temennya Tenten..."


"Dari pada sama orang lain kamu cuma dimanfaatin, dipermainkan, diselingkuhin..."


"Mama tega ngomong kayak gitu..."


"Mama ngomong kenyataan Cici, sadar gak kamu... makanya jangan mau digituin... Hanie gak akan selingkuhin kamu, kenapa gak putusin aja si Jim itu terus nikah sama Hanie..."


"Gak ma, gak mau aku nikah sama orang yang gak aku sayang... males ahh pagi-pagi udah rusuh aja..."


"Minta mobilmu, terus kontrol langsung soal cafe, mama gak mau kamu kena tipu lagi... itu cafemu ya... jangan kamu serahkan sama dia, soal bisnis pisahkan dengan urusan pacaran. Kalau mau lanjut buka usaha dengan pacarmu itu kerjasama harus jelas, jangan lengah kamu... kalau kamu gak bisa tegas soal ini, mama akan turun tangan!"


Beyvie gak menjawab, gak jadi sarapan, udah terbang seleranya pagi-pagi. Dia berdiri dan dengan langkah gontai serta jiwa yang kehilangan semangat, dia ke taman samping, ada banyak tanamannya di situ, lebih baik urusin bunga mahalnya, salah satu bisnisnya yang sedang lancar jaya. Mending siapin beberapa pot yang udah fiks mau dijemput siang ini.


"Cari tahu soal dia punya pacar lain, kalau bener... putusin. Gak bener itu suka selingkuh, untung baru pacaran, gimana kalo udah nikah..."


Mama masih lanjut bicara walau Beyvie gak menoleh lagi, dalam hati mulai berpikir soal Jim, apa benar dia selingkuh, sepertinya sayang banget, apa benar juga hanya deketin dia karena butuh modal usaha? Beyvie jadi nelangsa.


"Mama... kenapa main jodohin anaknya sih? Belum tentu Hanie mau ma..."


Tenry giliran mulai mendebat sang mama.


"Dia mau, udah lama mama minta dia soal itu..."


"Hahh?? Hanie menyanggupi?"


"Iya..."


"Ma... belum tentu dia menyanggupi karena dia setuju, mungkin dia sungkan sama mama... jangan ikat Hanie sama sesuatu ma..."


"Mama gak memaksa kok, mana ada mama mengikat dia..."


"Mana berani dia nolak Ci Cun... kita aja anak-anak kadang gak mama kasih pilihan... mama mengada-ada deh..."


"Mama gak mengada-ada, mama selalu pikir ke depan, lihat Cicimu yang selalu aja ditipu orang, mama heran dia gak bisa dapetin pacar yang baik... gak salah kalau mama lebih suka dia nikah sama Hanie, udan jelas mama gak perlu khawatir... apa yang salah dengan niat mama?"


"Salah ma... mama maksain perasaan orang..."


"Mereka berdua belum coba jalanin udah ngomong gak ada perasaan... udah, mama lagi banyak kerjaan, jangan ganggu mama."


Mama menutup percakapan. Kalau sudah seperti itu, no debate, walaupun gak pernah melarang Beyvie pacaran tapi mama gak akan terima siapapun calon suami Beyvie selain Hanie. Meskipun mama sepertinya tidak mendesak Beyvie soal nikah tapi jelas sekali tidak akan menyetujui lelaki lain.


Tenry jadi penasaran kenapa Hanie gak pernah ngomong soal ini. Dan dia jadi merasa tidak tenteram mengenai hubungannya dengan Holly yang baru jadian sebulan. Alasan mama soal Beyvie yang selalu bernasib sial dengan semua hubungan percintaannya menjadi alasan mama merancang perjodohan cicinya. Tenry belum tahu gimana reaksi mama jika tahu dia pacaran dengan Holly.


.


.


🦋


.

__ADS_1


.


__ADS_2