Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 126. Pisah Sebulan


__ADS_3

Rutinitas Holly berubah sejak kelahiran baby Ezar, lebih fokus pada anaknya serta kuliahnya. Pekerjaan mengawasi kafe untuk sementara ditangani lagi sama mertua. Ci Cun memahami keinginan kuat Holly untuk tetap hadir terlibat dalam merawat cucunya. Ada babysitter tapi hanya membantu jika Holly harus ke kampus atau sedang ada pekerjaan yang gak bisa ditinggalkan.


Malam ini di kamar mereka, baby Ezar udah tidur sejak jam tujuh malam. Dia punya jam tidur yang tetap setiap malam. Mereka menambah satu tempat tidur di kamar ini sehingga mereka bertiga bisa tidur bareng, Holly gak tega membiarkan baby Ezar tidur bersama susternya. Tempat tidur dijajarkan bersambung, sehingga ada space yang luas untuk mereka bertiga.


"Koko... gimana Lingling ikut KKT nanti ya... itu sebulan loh... berarti sebulan pisah sama Echa..."


Si Koko hanya mengusap kepala istri, konsentrasi ada di layar TV.


"Kokooo..."


"Mmmh..."


"Ihh... Koko tuh... apa yang Koko larang gak boleh Lingling lakuin Koko sendiri lakuin itu..."


Istri ngedumel di samping suami.


"Hehe apa sayang..."


Suami tergelak mendengar suara jengkel sang istri.


"Koko lagi nonton sayang... kemaren gak sempat nonton siaran langsungnya..."


"Iya tahu... tapi jawaban itu loh mmmh... mmhhh... Lingling gak boleh kayak gitu..."


Suara bulat bernada rendah khas milik istrinya saat protes membuat Tenry semakin tergelak.


"Iya... iya... gak kayak gitu lagi hehehe..."


"Apa... pasti nanti buat lagi..."


"Ya udah hehe... sekarang kita berdua bisa menggunakan jawaban itu..."


Holly masih duduk bersandar di bahu Tenry yang sedang menonton sepakbola di TV besar tepat di depan tempat tidur mereka. Holly ikutan suka bola karena suka menemani suami nonton, duduk diam tapi kali ini gak bisa ikut menikmati tayangan di TV besar mereka.


Tenry melirik istrinya ketika lama tak ada suara, lalu...


"Gak usah khawatirkan Echa... ada mama, ada Dede juga, ada suster, ada Koko..."


"Linglingnya yang gak bisa... apa Echa Lingling bawa aja? Tapi kata Joy tinggalnya di rumah penduduk..."


"Masa bawa Echa... gak akan dibolehin itu sayang..."

__ADS_1


"Gimana dong... mau batalin tapi udah daftar..."


"Ikut aja... jangan menunda sesuatu... biar bisa cepat lulus kuliah..."


"Gimana anakku nantinya aku tinggal lama..."


Holly mengguman pelan, pikiran dan hatinya belum bisa untuk tinggal jauh dari buah hatinya. Gumanannya terdengar oleh suami.


"Lingling kan bisa ijin pulang atau Koko yang ke tempat Lingling nanti... bawa Echa juga... Tempatnya di mana sih?"


"Deket sih dari sini... sejam doang..."


"Berarti gak masalah... nanti Koko yang sering-sering ke sana..."


"Apa kita sewa rumah sebulan ya, atau gak Lingling ngekost biar bisa tinggal bareng Echa sama suster..."


"Eh nih maminya... jangan mikir kayak gitu ahh, ikutin aturannya aja... sebulan doang, itu gak lama... lagian bayi sukar beradaptasi di tempat yang baru..."


"Gitu ya Ko... gak boleh sewa rumah ya?"


Holly agak kecewa suami gak mendukung niatnya untuk membawa anaknya bersama.


"Mami sayang... bukan gak boleh... tapi kali ini Echa harus mengalah dengan urusan maminya, terus maminya jangan ngikutin perasaan atau emosi... bisa gak kelar-kelar kuliahnya..."


Holly mendekat ke arah baby Ezar di sisi dalam tempat tidur, memandang wajah tenang baby Ezar. Perasaan luar biasa selalu muncul setiap memandang baby miliknya yang semakin gembul. Memasuki usia sepuluh bulan udah banyak perkembangan dan kemampuannya, sehingga baby itu semakin menggemaskan.


Baby yang membuat dia dan suami menjadi wanita dan pria seutuhnya, menjadi dewasa karena memiliki tanggung-jawab. Sifat untuk melindungi seakan dibangkitkan dalam diri mereka, naluri untuk merawat, membesarkan dan menyediakan segala keperluan anak mereka menjadi semakin kuat dalam hati.


Rasanya Holly gak rela melewatkan sebulan pertumbuhan baby Ezar, ingin ada di dalam setiap momen baru setiap kali kepintaran baby Ezar bertambah.


"Apa Echa akan baik-baik aja ya kalau Lingling gak ada..."


Suara lirih Holly akhirnya terdengar setelah jedah cukup lama, di mana Holly merenungkan dan memikirkan banyak hal.


"Lingling takut dia sakit loh..."


Tenry akhirnya mengalihkan pandangan dari layar pada istrinya yang sudah berbaring di ranjang di antara dirinya dan baby Ezar. Tangan terulur mengusap lembut kepala yang lagi banyak pikiran, belum kejadian dia sudah memikirkan banyak hal.


"Mami cantik... jangan overthingking... gak baik... belum pergi sekarang kan?"


"Masih dua minggu lagi sih..."

__ADS_1


Holly sedikit tersipu dibilang cantik sama suami.


"Nah... masih lama... jangan dipikirkan nanti tertekan... kita nonton aja ya... ini seru..."


Tenry memperbaiki posisinya yang duduk selonjor di tempat tidur sambil bersandar nyaman di headboard tempat tidur.


"Udah ada yang cetak gol?"


Holly bertanya sekedarnya, belum bisa menikmati tayangan siarang ulang final sebuah pertandingan dua klub sepakbola ternama.


"Belum... ayo nonton aja ya..."


Sebuah ciuman mendarat lembut di pelipisnya, membuat Holly justru menyurukkan kepala berpindah ke dada suami.


"Gak usah dipikirkan sesuatu yang belum pasti... Lingling pernah ngomong ini loh buat Koko dulu..."


Holly gak menjawab, kembali mengangkat kepalanya memandang bayi mereka yang tidur di sampingnya. Baby yang kemudian tersenyum sangat manis dalam tidurnya, sebuah ekspresi entah karena bermimpi atau apa, hal yang menjadi rahasia dalam tidur babynya... tapi seperti sebuah energi baru yang tersalur di hatinya... kemudian pikiran baik datang bahwa sebulan itu hanya sebentar... babynya gak masalah soal itu justru dia yang menjadikan itu sebagai masalah... jadi dia sendiri yang harus menyingkirkan pikiran yang menganggu soal menjalani Kuliah Kerja Terpadu itu, gimana nanti berada jauh dari anaknya...


"Tapi Koko bisa kan mengurangi kesibukan selagi Lingling gak ada? Kasihan Echa kalau gak ada kita berdua di rumah..."


"Iya... iya... dari tadi Echa terus yang dipikirin... Koko juga mau ditinggalkan istri loh... gak mikir Koko ya... Echa sih mana ngerti, dia tahunya nangis ketawa, makan, main... lah Koko... kesepian juga entar, siapa yang temenin tidur coba, dan kalau Koko pengen sesuatu dari Lingling gimana coba?"


Holly memandang suaminya yang sedang mengacungkan tangan yang memegang remote TV, mematikan TV karena pertandingan sudah berakhir. Benar juga... kadang-kadang dia punya dua bayi yang harus dia urus, dan yang paling banyak maunya tentu si bayi besar yang sudah bisa mengutarakan semua keinginannya terutama untuk bermanja padanya.


Holly tertawa saat tangan suami sudah merambah menuju bagian yang memberi nikmat...


"Mungkin ide sewa rumah di lokasi KKT itu bagus juga..."


Bibir suami mengucapkan kalimat itu sebelum mengecap sesuatu...


Ini kenapa sekarang menyetujui untuk sewa rumah?


.


🦋


.


Maaf gak balas komen ya...


JIKA KAMU CINTA 💙... Brill & Rilly udah up sampai 5 eps... cuuuuzzz ke sana ya. Aku minta dukungannya lagi 😄😄

__ADS_1



.


__ADS_2