Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 42. Disayang Kakak Sama Pacar


__ADS_3

Holly samar mendengar namanya terus dipanggil, lama-lama makin keras disertai ketukan di pintu. Itu suara Nuella, Holly jadi sadar dia jatuh tertidur, kelelahan karena pekerjaannya dan kelelahan karena menangisi keadaannya. Suara Nuella masih terdengar membuat gadis itu bangkit dari tempat tidur sekaligus merasa tenang ternyata Nuella tidak marah padanya.


"Ya Kak?"


Nuella menerobos masuk ke kamar, memutar anak kunci pintu bercat hitam itu lalu duduk di tempat tidur.


"Ling... sini..."


Nuella menepuk sisi kirinya mengisyaratkan Holly untuk ikut duduk. Ada rasa teduh masuk ke dadanya, panggilan Ling itu begitu menghibur, ada rasa indah terselip pada panggilan itu.


"Kak Nul mau keluar dari sini malam ini, udah selesai ngepak barang... Kak Nul udah pinjam mobilnya kak Mel, udah otw ke sini kak Melnya mau bantuin pindahan..."


"Kak... maaf... gara-gara Holly..."


Suara Holly tercekat di tenggorokan dan tak bisa lanjut ngomong, baru aja ketemu orang yang peduli dengannya, kalau Nuella gak ada di sini pasti dia akan sendiri di sini, gak ada orang lain yang sama dengan Nuella yang selalu memberi perhatian padanya di kost ini.


"Bukan salah kamu kok... emang dari dulu udah gak betah, pengen pindah juga, cuma malas aja mau ngangkat-ngangkat barang... tapi sekarang udah diusir, hehehe... Kak gak sakit hati kok..."


"Holly gak punya temen di sini, cuman Kak Nul yang baik sama Holly..."


Holly menjawab dengan suara hampir menangis sambil menundukkan kepala, gak rela berpisah dengan Nuella.


"Makanya... Kak mau ajak Holly ikut pindah... kita cari kost-an lain sama-sama... mau ya? Kak gak tega ngebiarin kamu di sini, bu Rikha orangnya arogan, kalau gak dilawan kamu yang rugi. Lihat gimana kamu kerja selama ini, Kak pikir dia akan terus manfaatin kamu dan gak akan bayar kamu, lagian... kamu kayak gak bisa bela diri kamu sendiri..."


"Tapi mamaku... dia ngomong mau berhenti jahit ke mama, dia langganan lama mamaku, takut aja dia beneran berhenti..."


Nuella menatap wajah sendu Holly sejenak, jadi semakin yakin anak ini lemah terhadap orang lain, kasihan aja tubuh kecil itu harus kelelahan setiap hari tanpa sanggup melawan.


"Ling... pikirkan dulu diri kamu... Kak takut lama-lama kamu sakit karena kerja berat seperti ini, jatuhnya malah kamunya gak bisa kuliah dengan baik. Gak usah khawatir soal ancaman bu Rikha sama mama kamu, pasti akan ada rejeki dari orang lain bukan hanya bu Rikha aja yang butuh penjahit kan... Lagian, Kak sangsi dia mau pindah ke penjahit lain melihat postur tubuhnya dan keinginannya, model bajunya suka aneh-aneh Kak lihat... itu cuma ancaman supaya kamu gak nuntut gaji lagi..."


Holly diam masih gak tahu harus apa, jadi ingat waktu dulu dipaksa Hanie keluar dari rumah.


"Ling... ikut Kak Nul ya?"


"Kalau bu Rikha nanya... gimana?"


"Dia udah pulang ke rumah pribadinya jam segini... lagian gak usah sopan mau pamit, bakalan gak dikasih atau malah diancam lagi... pergi aja diam-diam, kamu udah diperlakukan kayak gini gak usah merasa bersalah ya? Kak bantu ngepak barang..."


Nuella tidak menunggu persetujuan Holly, entah kenapa dia gak tega meninggalkan Holly di sini sementara dia udah gak mungkin ada di sini. Akhirnya Holly yang gamang hanya mengikuti aktivitas Nuella.


"Keluarin aja dulu, Kak udah minta Kak Mel bawa dus sama plastik buat ngepak barang kita..."


"Mau pindah ke mana kak, udah malam begini?"


"Gak usah khawatir, banyak banget rumah kost di sini, kita nyarinya yang dekat fakultas kamu biar gak cape kamu jalan kaki tiap hari..."


"Sembarang aja kak... Holly mau ngambil motor aja nanti, kasihan juga Hanie udah ngeluarin duit banyak gak aku pakai kayak gak ngehargain dia..."


"Aduh Ling... kayaknya kamu disayang kakak sama pacar deh... kok malah tersesat di sini dan hidup menderita dua bulan ini..."


"Aku... aku gak ingin nyusahin mereka terus-menerus..."


"Justru mereka sedih loh kalau tahu keadaan kamu di sini..."


"Iya sih... aku tahu mereka sedih aku pergi gak ngasih kabar selama ini..."


"Ya udah... setelah ini jangan sembunyi lagi, Kak pikir sih ada masalah lain yang bikin kamu lari, Kak gak mendesak kamu untuk cerita, tapi menurut Kak Nul hadapi aja gak boleh lari, pasti akan ada jalan keluarnya..."


Holly diam menyimak dan juga berpikir...


Apa sekarang menghubungi mereka aja? Kembali ke toko aja? Tapi Ci Cun?


.


Di luar rumah kost itu...


Seorang pria bertanya pada seorang cewek yang akan masuk ke dalam masih di depan pintu pagar.


"Boleh nanya..."


Cewek itu menoleh, dan tersihir dengan tampilan cowok di depannya... wah, makhluk sempurna, postur yang proporsional dengan wajah ganteng maksimal.


"Ya kak?"


Salah satu penghuni kost menjawab tersipu.


"Di sini tempat kostnya Nuella ya?"


"Ohh? Nyari kak Nuella?? Ada sih... tapi ini kost khusus cewek, udah malam juga gak bisa terima tamu cowok..."


"Bisa tolong panggilkan?"


Suara sedikit bergetar, akhirnya setelah mengitari kampus dan menemukan fakta bahwa kost-kostan bernama Valentina lebih dari satu dan mbak goog-maps yang canggih gak bisa menolong banyak, suka membawa ke titik yang salah. Akhirnya dia tiba di sini dan menemukan nama yang dia cari, mungkin saja gadis kecilnya juga ngekost di sini.


"Gak bisa... telpon aja kalau perlu..."


Gadis itu berlalu setelah melepas tatapan gemas campur kesal. Cogan sih yang minta tolong, tapi dia malas disuruh-suruh manggil Nuella yang suka judes dan sombong sama penghuni lain. Gadis itu pernah ditegur Nuella karena menggunakan dapur tapi gak mau bersihin juga, dia masih kesel.

__ADS_1


Tenry melongok ke dalam melewati pintu pagar besi yang sudah ditarik lagi sama cewek tadi, berharap ada orang lain yang bisa dimintai tolong. Tapi dari luar sini nampak kalau pintu kamar kost tertutup semua. Tenry sungkan untuk menerobos masuk walau gak sabaran untuk bertemu Nuella.


"Maaf... tadi nyari Nuella ya?"


Seseorang yang baru turun dari mobil Inno*va warna hitam menyapa dengan sopan. Tenry menoleh, ada cowok berpostur hampir setinggi dirinya dengan tampilan kalem berbicara padanya.


"Eh... iya... pengen bertemu..."


"Temennya Nuella?"


"Oh... bukan, hanya ada perlu aja, penting..."


"Gak punya nomer hpnya Nuella?"


"Sayangnya gak... makanya datang ke sini... Maaf boleh tahu anda siapa? Apa pemilik kost? Saya ada yang ingin ditanyakan sama Nuella, sangat penting, boleh saya bertemu?"


Tenry bersikap formal, masih menduga siapa tapi kayaknya kenal Nuella.


"Boleh aja sih... entar saya telpon Nuella ya, saya pacarnya..."


"Oh... terima kasih..."


Tenry mulai berdebar, semoga ini akhir pencahariannya dan semoga secepatnya bertemu Holly.


.


Ponsel Nuella berbunyi...


📱


"Kak Mel udah di mana?"


"Udah di depan kost, tapi kamu keluar dulu... ada yang nyari kamu..."


"Siapa?"


"Gak tahu, penting katanya, keluar aja dulu, kan kita udah gak bisa masuk ke dalam jam segini..."


"Ok..."


.


"Kak keluar sebentar ya... ada yang nyari katanya, kak Mel juga udah nyampe, pas kak mau ambil plastik sama dus... Holly terusin aja kumpuling barang, jangan lupain barang yang di luar kamar, kali ada baju di jemuran..."


"Iya kak... handuk aja kok..."


Astaga itu kan...


"Kak Mel..."


Nuella senyum ke arah pacarnya, lalu menyapa cowok di sebelah pacarnya...


"Ini... Tenry?"


"Iya... Nuella, saya ada perlu..."


"Oh my God... Tenry... kamu datang di saat yang tepat..."


Nuella tersenyum senang dan tanpa sungkan melihat serta memperlakukan Tenry seolah sudah mengenal lama. Sementara Tenry menatap penuh harap.


"Maksudnya?"


"Kamu nyari Holly kan?"


"Iya bener... Holly di sini?"


Tenry gak sabar, dadanya seperti mau meledak sangking senangnya menemukan titik terang, ada yang tahu keberadaan Holly.


"Iya... kebetulan kita berdua mau pindahan... bentar ya, nanti aku panggil Hollynya.. "


Nuella ikut senang, entah sebuah kebetulan atau apa, dia baru bilang ke Holly supaya jangan sembunyi lagi dari orang-orang yang sayang dia, eh sekarang kejadian pacarnya justru menemukan Holly.


"Kak Mel... mana dus sama plastik..."


Rommel membuka kap belakang mobilnya dan mengambil apa yang diminta pacarnya.


"Udah kenalan?"


Nuella menunjuk dua cowok di depannya dan langsung direspon keduanya dengan berjabat tangan sambil menyebut nama masing-masing.


"Tenry pacarnya Holly yang sering aku ceritain ke kakak..."


Nuella memberi penjelasan pada Rommel yang menganggukkan kepala, di sebelah mereka ada yang mulai panas dingin dan merasa waktu berjalan terlalu lambat, ingin masuk saja ke dalam...


"Bentar ya Tenry... aku minta ijin dulu ke penjaga kost biar kalian berdua bisa masuk bantuin ngangkat barang..."


Nuella masuk ke dalam lagi, di ambang pintu kamar Holly...

__ADS_1


"Ling... tebak siapa yang datang?"


"Siapa?"


Holly sedang duduk di lantai, barangnya hanya sedikit jadi gak butuh waktu lama untuk membereskan, sebagian pakaian udah masuk koper yang dibeli Hanie, sebagiannya udah ada di atas tempat tidur.


"Ayo... lihat sendiri, tapi jangan lari ya... dia udah susah payah nyariin kamu kayaknya..."


"Koko ya? Beneran Kak... Koko yang datang? Dia tahu dari mana?"


Nuella hanya mengedikkan bahu. Holly berjalan enggan tapi gak bisa berhenti karena tangannya ditarik Nuella. Di depan pagar...


"Lingling..."


Melihat Holly lagi seperti mendapatkan kembali hal yang paling berharga dalam hidupnya. Tenry secepatnya mendekat lalu menarik tubuh Holly dan tanpa menghiraukan sekitar lagi dia mendekap tubuh yang begitu dirindukan itu.


"Koko..."


Emosi membuat Holly menangis lagi, tapi kali ini di tempat ternyaman untuknya, tempat yang coba dia ingkari dan lupakan tetapi justru semakin dia dambakan. Tenry tak kalah haru, akhirnya bertemu Holly, seperti mendapatkan jiwanya lagi. Pelukan kian erat dan tangisan Holly terdengar oleh Nuella dan Rommel yang terdiam ikut terbawa suasana mengharukan, terlebih saat melihat Tenry yang meluapkan semua rindu dan semua rasa sayang dengan berkali-kali mengecup kepala Holly.


Beberapa saat melampiaskan rindu dalam pelukan, Tenry memegang dua sisi wajah Holly dan mulai mengecup semua sisi wajah itu, lalu mengeringkan airmata di sana.


"Kangen Lingling... banget..."


"Lingling juga... Ko..."


"Jangan menyiksa diri lagi, kebangetan... pergi gak kasih tahu... Koko juga tersiksa... nyariin kamu tiap hari ke semua penjuru kampus ini..."


"Tiap hari?"


"Iya... pagi terus lanjut sore sampai malam... semua lorong Koko datengi..."


"Koko melakukan itu?"


"Iya... mana mau Koko pisah dari Lingling...gak akan Koko biarkan lagi... jelas?"


Holly menganggukan kepala sambil menatap wajah kekasihnya, airmata turun lagi rasa haru belum hilang terlebih mendengar kalimat terakhir Tenry.


"Jangan nangis lagi, sayang... dan jangan pergi dari Koko ya?"


"Tapi Ci Cun..."


"Kita cari jalan keluarnya, tapi Koko minta jangan ulangi lagi menjauh dari Koko..."


"Iya..."


"Janji?"


"Iya... Lingling janji..."


Sebuah senyuman lebar terpasang di bibir Tenry, rasa senang tak terkira terlebih sekarang Holly mengikuti cara dia menyebut nama...


"Iya... kamu ini Lingling milik Koko seorang... Koko sayang banget sama Lingling..."


Bibir Tenry mengecup lagi kepala Holly, tak akan cukup hanya sekali dan tak akan puas menyalurkan sebuah rasa yang menguasai, saat mendapatkan sesuatu yang berharga bagi hidupnya setelah tak melihat sekian lama, rasa itu tak terjabarkan.


"Ko... kayaknya Kak Nul sama pacarnya udah masuk ke dalam... Koko mau ikut masuk?"


"Iya... ayo, Nuella bilang dia mau minta ijin biar kita bisa angkat barang. Nanti cerita semua ya... kenapa pindah malam-malam begini, untung Koko gak terlambat datang..."


Holly tersenyum senang dengan kenyataan ini. Dia ingin egois dulu malam ini, begitu hepi bisa melihat Koko lagi dan bisa memeluk tubuh yang selalu memberi kenyamanan untuknya, merasakan dicintai lagi. Nanti aja berpikir soal Ci Cun, Koko juga bilang seperti itu.


Dengan tersipu dia mengikuti Koko yang menggenggam erat tangannya. Ada banyak pintu kamar kost yang terbuka sekarang, seketika tempat kost langsung ramai malam ini saat ada yang mengetahui Nuella dan Holly akan pindah.


Ada tatapan menyelidik juga terkejut saat melihat Holly digandeng cowok tampan menawan bertubuh tinggi dan terlihat berpenampilan mahal, gadis yang bahkan namanya dulu enggan mereka kenal sekarang jadi pusat perhatian.


"Kak Nul... maaf, tadi..."


Holly salah tingkah melihat barang-barang miliknya udah rapih siap diangkat.


"Kak ngerti, ini udah beres... Tenry tolong angkat juga ya... kita harus cepat pergi, takut penjaga kostnya laporan ke bu Rikha, bisa panjang urusannya kalau dia tahu Lingling ikut pindah..."


Tenry yang sudah masuk ke kamar jadi penasaran, sambil mengangkat barang dia bertanya...


"Ada masalah apa?"


"Nanti aja... sekarang keluar dari sini aja dulu... Rommel udah muatin barang aku..."


Akhirnya lega setelah menjauh dari tempat itu, Nuella ikut Rommel dan Holly bersama Tenry di mobil sedannya.


Berjuta keindahan cinta akan terukir lagi karena Lingling bertemu Koko lagi... kasihan juga Lingling nangis terus, karena itu nulis agak panjang dikit biar tuntas pencaharian si Koko 💚 kasihan udah keliling kampus kayak penjual es kesayangan aku...


Thankyou all... blessing 🙏😇


.


🦋

__ADS_1


.


__ADS_2