Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 57. Petunjuk Menuju Kebahagiaan


__ADS_3

Holly dan Tenry menaiki tangga ruko milik keluarga Keke. Sempat gak yakin untuk naik karena sudah hampir tengah malam, tapi telpon dari Nuella menyakinkan Holly terlebih setelah dibukain pintu sama Rommel. Suasana sepi di bagian bawah udah gak ada aktivitas di sìni. Tadi Tenry sengaja melambatkan laju sedannya, dan mengambil jalan memutar sampai Nuella beberapa kali mengirim chat bahwa mereka udah siap di rooftop itu.


Ada Nuella dan Rommel tengah sibuk di depan standing grill. Ada Hanie sedang bermain dengan ponselnya, dan ada seseorang yang duduk dekat Hanie.


"Kak Null..."


"Hei... akhirnya datang juga..."


"Aku bantu apa Kak?"


"Kamu duduk manis aja sana..."


"Ini apa aja?"


"Tuh... yang lagi dibakar Kak Mel ikan mujair sama rahang tuna... yang ini ada daging, sosis, cumi sama udang..."


"Makan tengah malem banyak begini?"


"Hehe...


Holly melihat sebuah meja outdoor lengkap dengan dengan alat makan, ada meja kecil berisi beberapa macam dessert.


"Kak Nul... wah ini beneran pesta..."


Nuella hanya tertawa sambil mengusir Holly dengan satu tangannya. Tenry terlihat sedang bercakap dengan Rommel maka Holly memilih mendekati Hanie.


"Han... udah lama?"


"Barusan..."


"Kamu kapan ke rumah?"


"Beberapa hari yang lalu, kenapa?"


"Papa gak ngomong apa-apa?"


Hanie beralih dari ponselnya dan menatap Holly sekarang.


"Gak... aku ngobrol dengan mama aja sebentar, mama kasih tahu kamu ke sana dengan Tenry, itu aja... kenapa..."


Ada seseorang yang belum pernah dia lihat duduk dekat Hanie jadi Holly mendekati Hanie menunduk lalu berbisik.


"Papa minta TV besar..."


"Hahh... gak usah diladenin, papa suka gituin aku juga minta ini-itu, tapi aku cuekin... akhirnya berhenti."


"Papa minta ke Koko, Han..."


"Tenry? Dia pasti udah beliin itu... makanya jangan bawa Tenry ke rumah lagi..."


"Gak... papa mintanya ke aku, aku gak bilang ke Koko soal itu... malu..."


"Iya... jangan... gak usah balik rumah dulu, kalau pengen ngasih apa-apa buat mama bawa ke toko nanti aku yang terusin..."


"Iya..."


Percakapan mode bisik-bisik itu terhenti karena Tenry datang dengan dua buah kursi plastik.


"Duduk sini Ling..."


Tenry menarik lembut tangan Holly dan membantu dia duduk lalu Tenry sendiri mendekatkan kursinya dan duduk di sebelah Holly.


"Mei... lama gak ketemu..."


Tenry menyapa cewek yang duduk deket Hanie.


"Ten..."


Cewek itu membalas singkat sambil tersenyum. Hanie juga senyum-senyum.


"Akhirnya dapat pencerahan ya Han..."


"Pencerahan apa..."


"Pencerahan tentang apa yang menjadikan hidupmu lebih bahagia... bukan hanya ngurusin paku sama besi aja... hahaha..."


Hanie tersenyum masam tahu Tenry sedang meledeknya.


"Auranya jadi beda sekarang... udah lebih mengkilap dari granit..."


"Ten..."


"Hahaha..."


Hanie melempar beberapa butir kacang kulit cap kelinci yang diambil dari meja bulat di depannya ke arah Tenry disambut gelak tawa Tenry. Lama mereka gak becanda seperti ini.


"Udah nyambung lagi dong cerita lama..."


Tenry sekarang meneruskan dengan sikap lebih serius.


"Udah jelas Ten... gak usah ditanyain lagi..."


Hanie menjawab dengan wajah hepi sambil saling lirik dengan gadis yang dipanggil Mei oleh Tenry.


"Wah akhirnya... Hanie bisa menemukan petunjuk menuju kebahagiaan hahaha... selamat ya kalian berdua. Tapi aku salut loh Mei... kamu sabar nungguin cowok gak jelas ini..."


"Apa gak jelas... jelas kali orientasiku apa..."


"Iya... iya kamu lelaki sejati tapi kurang peka sama cinta... "


"Ada alasannya, kamu tahu apa itu..."


Tenry menatap canggung sekarang, tentu tahu beberapa alasan Hanie sehingga hubungannya dengan Meili cenderung menggantung, Tenry lalu beralih melihat ke arah Holly yang sejak tadi bergantian menatap ketiga orang di sekeliling dia.


"Han... gak kenalin Lingling ke Meili?"

__ADS_1


"Ehh iya... Mei... ini adikku, Holly..."


Hanie menarik tangan kanan Holly ke arah Meili, Meili menyambut dengan senyum malu-malu.


"Halo Holly..."


"Halo juga... pacar Hanie?"


Tenry mengangguk melihat arah pertanyaan Holly ternyata pada dirinya.


"Beneran Han?"


Hanie mengangguk dalam senyum. Sementara Tenry menarik lagi tangan Holly karena tubuh Holly masih condong ke arah Hanie dan Meili.


"Jadi Koko ngomong waktu itu beneran?"


"Iya..."


"Kak Meilinya Koko kenal?"


"Kenal lah... temen SMA dulu, udah kenal dari dulu..."


"Satu kelas juga?"


"Meili beda kelas... sekelas sama Glo..."


Suara Tenry merendah ketika menyebut nama Glo.


"Udah... gak usah nanya lagi, entar keterusan nanya-nanya." Tenry menyambung kemudian.


"Ihh... Koko takut kan Lingling nanya-nanya Kak Meilii soal Glo... ya kan?"


Tenry gak menjawab hanya senyum tipis sambil menjawil pipi Holly. Jujur dia malas mengungkit Glo sekarang.


"Itu kan mantan terindah..." Holly nyeletuk.


"Gak ada mantan terindah... mantan ya mantan..."


"Ada... kata lagu..."


"Buat Koko gak ada kosakata itu..."


"Depan Lingling ngomong gitu, tapi dalam hati mengakui..."


"Pintar sekarang ya..."


Tenry meraih Holly dalam rangkulan.


"Tuh kan ngaku akhirnya... Glo itu mantan terindah..."


"Eh?? Siapa yang ngaku..."


Tenry sadar kondisi di sini ada orang lain, tapi melihat ekspresi seperti kesal di wajah Holly Tenry gak bisa menahan rasa gemas langsung menghamburkan ciuman pada pipi Holly.


Hanie senyum-senyum melihat interaksi adiknya dengan Tenry, terlihat semakin menyatu chemistry mereka, Holly gak malu-malu lagi bahkan terlihat manja pada Tenry. Meili menyenggol lengan Hanie lalu berbisik.


"Iya... aku gak ngerti juga kenapa dia bisa suka..." Hanie balas berbisik.


"Jadi bener kata temen-temen... putus dari Glo karena Holly?"


"Gak persis seperti itu... nanti deh aku cerita..."


"Heii... gak bosan pacaran melulu ya... Kita mulai aja acaranya, gimana?"


Nuella mendekat sambil melepas apron dari tubuhnya.


"Udah selesai bakar-bakar ya Kak?"


Holly melepas diri dari rangkulan Tenry lalu berdiri.


"Sebagian... kan enaknya sambil makan sambil bakar juga..."


"Koko Tenry, kita mulai aja?"


Nuella rupanya butuh jawaban Tenry si penyandang dana, sementara Tenry memberi tatapan kesal pada Nuella karena sebutan Koko yang masih disematkan dengan namanya. Tenry melihat jam di tangannya.


"Ya udah mulai... kamu yang atur aja acaranya..."


Nuella mendehem beberapa kali, melirik jam di tangannya juga. Holly menyimpan rasa heran, kenapa Nuella harus bertanya pada Tenry.


"Nah... temen-temen semua... aku jadi mc nih ya... hari ini..." Nuella melihat jamnya sekali lagi. "Nah... udah jamnya, kita ngerayain ulang tahun ke... delapan belas dari kesayangan kita semua....."


Nuella bersuara lantang, mirip mc sungguhan, dia berpindah ke arah kanan dengan gaya yang juga terlihat keren. Dua buah lampu sorot di lantai menyala di area itu, ternyata ada sebuah spot yang sudah didekor untuk acara terlihat setelah lampu menyoroti sebuah area penuh balon hitam putih dan pink beraneka ukuran yang tertata apik bergantungan membentuk bingkai bulat di tengahnya ada balon angka delapan belas, di area semacam panggung kecil dengan latar kain putih, ada juga balon-balon senada yang ditata dengan apik di lantai. Lampu-lampu kelap-kelip di antara balon-balon ikut dinyalakan. Ada beberapa standing pot warna putih dengan bunga pink kecil-kecil.


"Kak Nuella ulang tahun?"


Holly bertanya ragu pada Tenry yang turut berdiri di sampingnya sekarang sambil merangkul bahunya. Tenry membalas dengan senyum tapi mengangkat bahunya. Holly tahu pasti tanggal ulang tahun Nuella yang sebenarnya sesuai ktp yang dia lihat beberapa kali.


Dari arah tangga, naik dua orang sambil nyanyi lagi happy birthday dua tangan mereka masing-masing memegang kue hut yang ukurannya berbeda. Itu Joy dan Faithly. Holly mulai sadar sesuatu saat dua sahabatnya berjalan ke arahnya, semakin jelas saat melihat namanya ada di dua kue ulang tahun itu, ada angka lilin delapan belas yang menyala.


"Ini... pesta buat aku?"


Holly mulai baper, Failthy menganggukkan kepala masih sambil nyanyi.


"Holly Yulvyana Chandra... hari ini 18 Desember genap berusia delapan belas tahun... wow... ini moment cantik... gadis cantik berusia delapan belas di tanggal delapan belas... yukk kita nyanyi semua..."


Suara Nuella si MC dadakan terdengar lagi, sekarang semua orang menyanyikan lagu happy birthday sama-sama...


"Hehehe... aku ulang tahun..."


Holly berkata seperti pada dirinya sendiri gak ikutan nyanyi tapi ikut bertepuk tangan dengan wajah penuh sukacita sekarang. Nyata sekali bahagia terpancar di wajahnya, walau di sudut matanya mulai mengkristal butiran airmata tapi senyum sangat lebar mengiasi wajahnya. Lagu selesai dinyanyikan.


"Make a wish... sayang..."


Tenry belum melepas rangkulan, memandang intens wajah Holly menikmati bagaimana keindahan melingkupi wajah kekasih kecilnya yang berpendar-pendar penuh bahagia, dia turut bahagia karena ini.

__ADS_1


"Make a wish? Maksudnya apa Ko?"


Holly berjinjit berbisik.


"Doa, sebelum tiup lilin... apa harapan Lingling tahun ini..."


Tenry menunduk turut berbisik di telinga Holly, haru biru melanda hatinya, gadisnya gak mengenal tradisi seperti ini, hal kecilpun dia masih tanyakan. Sebuah siluet indah dua sejoli yang saling berinteraksi mesra diabadikan Hanie, dia turut bahagia.


Saat memahami, Holly menundukkan kepala dengan tangan mengunci di dadanya. Kebahagiaan yang membuncah memenuhi seluruh hatinya ditandai dengan menutup mata untuk saat teduh miliknya sendiri memanjatkan syukur dan harapan untuk Maha Pemberi Anugerah, airmata menetes di dua pipinya, Hanie yang tahu persis adiknya ikut meneteskan airmata, lompatan hidup adiknya yang seperti ini membuat dia bahagia dan dalam hati mendoakan kebahagiaan Holly selanjutnya.


"Udah..."


Holly tertawa setelah mengangkat wajahnya.


"Sekarang ayo Lingling tiup lilinnya... tapi gak boleh pakai napas ya jangan lewat mulut, banyak bakteri di sana... hahaha... kan kuenya mau kita makan... hahaha..."


Nuella berkata sambil tertawa melihat wajah Holly yang setengah cemberut...


"Dari jarak yang jauh gak boleh deket-deket sama kuenya... Yukk nyanyi lagi.... tiup lilinnya tiup lilinnya 🎶..."


Holly yang masih mikir lilinnya mau digimanain... akhirnya dibantu Tenry yang mengibaskan tangannya di dua kue itu, Holly mengikuti sambil senyum lebar lagi.


"Sini dong... pindah ke sini Ling... sama Koko Tenrynya... kuenya simpan di meja ini Fet... Joy..."


Tenry mengambil tangan Holly menggenggam erat kemudian membawa Holly brrpindah ke tempat yang dimaksud Nuella.


"Nahh... pengen lihat dong, gimana kekasih tersayang ngasih ucapan selamat buat Lingling..."


Nuella memandang Tenry dan memberi kode.


"Sekarang Koko Tenry... kamu yang dapat kesempatan pertama..."


Moment yang tak disia-siakan Tenry, gak perlu dituntun lagi harus ngapain, perlahan dia memutar posisi Holly, sambil senyum dia menangkup dua pipi Holly lalu sedikit menunduk memberikan sebuah ciuman... kali ini lebih panjang dibandingkan tadi, kali ini ada yang menonton pula.


"Aku berasa nonton wedding kissnya Hyun Bin sama Son Ye Jin..."


Faithly menyenggol pinggang Joy yang sedang terpaku dengan sebuah tindakan romantis seorang kekasih. Hanie hanya bisa tersipu walau masih merasa aneh sahabatnya jatuh cinta pada adiknya. Nuella sendiri sibuk mengabadikan moment indah itu.


"Udah Koko Tenry... walaupun Linglingnya sekarang udah dapat ijin buka portal situs dewasa, tapi jangan kelamaan nyium dia depan kita..."


Tenry berhenti dan sedikit malu, seharusnya cium di dahi aja, kenapa jadi cium di bibir... sementara Holly seperti terbius dengan sentuhan intim tadi setelah sadar apa yang baru saja terjadi langsung memukul dada Tenry.


"Koko... ihh... Lingling bilang kan jangan cium Lingling kayak gitu... malu kan ada yang ngeliat..."


Tenry langsung merengkuh Holly masuk pelukannya kemudian.


"Sorry ya... Koko lupa, Koko terbawa suasana hehehe..."


"Hahaha... baru beberapa detik delapan belas nih udah langsung aja diajarin sama si Koko Tenry... sekarang Koko Tenrynya menjauh sana, lepasin dulu Linglingnya... kasih kesempatan buat Hanie sama yang lain ngucapin selamat ulang tahun... "


Nuella masih bertindak sebagai mc, semua memberi ucapan selamat ulang tahun kemudian. Holly begitu bahagia, keindahan seperti melingkari hidupnya hari ini bersama-sama dengan orang-orang yang dekat dengannya, pertama kali dalam hidupnya merayakan ulang tahun, dan ini begitu luar biasa.


"Makasin ya Fet, Joy... udah dateng..."


Ketiga sahabat itu saling rangkulan. Holly menyapu airmata yang tiba-tiba mengucur, dari tadi berganti-ganti emosi yang Holly rasakan.


"Koko Tenry... sekarang waktunya ngasih hadiah ulang tahun... ayo kita pengen liat Koko ngasih hadiah spesial apa..."


"Ehh... hah udah aku kasih tadi di kafe..."


"Ya astaga Koko beneran gak asyikk... sekarang tuh moment pasnya kenapa kasih duluan sih..."


"Hehe... tadi spontan sih... udah pengen ngasih ya udah aku kasih aja..."


"Ya udah... sekarang makan aja deh... Yukk..."


Holly menghampiri Nuella.


"Kak Null... makasih ya udah ngerayain ulang tahunku, beneran gak nyangka..."


"Berterima kasih sama Kokomu, ide dari Kak, tapi duitnya dari Tenry..."


"Jadi... Koko tahu pesta ini?"


"Iya..."


Holly sekarang menuju Tenry yang sedang mengambil makanan...


"Koko..."


Tenry senyum sambil menyuapkan sepotong udang bakar ke mulut Holly.


"Pengen makan apa sayang... Koko ambilin..."


Tenry sibuk memilih sosis dan beberapa potong daging.


"Koko... liat Lingling dulu..."


"Apa?"


"Mmm... makasih, udah ngerayain ulang tahunku..."


"Iya..."


"Tadi padahal mau sembunyiin dari Koko, besok mau ngajak Koko jalan... ternyata..."


Tenry senyum dan menatap sayang, merengkuh bahu Holly tanpa melepaskan piring di tangan.


"Koko hepi malam ini karena ngeliat Lingling hepi banget... selamat ulang tahun ya... Koko sayang Lingling... banget..."


.


.


🦋

__ADS_1


.


__ADS_2