
Setibanya di J, Glo mengajak Tenry mampir di sebuah pusat pembelanjaan untuk makan siang. Tenry tak menolak tetapi tak lagi bersikap manis, meskipun masih membiarkan tangan Glo bergelayut di lengannya tapi gak ada afeksi lainnya. Di sebuah restauran pilihan Glo...
"Ten... aku ada salah apa sih, kamu sangat berubah loh, kayak gak sayang aku lagi..."
Suara sedih Glo terdengar saat mereka duduk makan. Tenry sudah selesai sementara Glo tak berselera melihat Tenry tak lagi peduli padanya. Tenry biasanya akan duduk di samping dan mengusap-ngusap kepalanya saat mereka sedang menunggu makanan tersaji. Banyak hal manis dalam perlakuan Tenry tapi kini tak tersisa satu pun.
Di depan Glo, Tenry hanya melihat Glo sepintas, tak ingin membahas itu di sini.
"Habiskan makanannya, setelah itu kita pulang..."
"Kita jalan dulu ya, aku pengen beli sesuatu di sini..."
"Glo, aku gak punya banyak waktu, aku pulang besok subuh, aku anterin kamu sampai di rumah dulu..."
"Ten... ada apa sih dengan kita?"
Glo mulai cemas, Tenry yang berubah membuat dia takut tentang sesuatu yang mengancam hubungan mereka.
"Kita bicarakan di rumahmu... makanya habiskan makananmu..."
"Aku udah gak pengen makan lagi..."
Suara merajuk Glo yang kini tak direspon sama oleh Tenry, biasanya Glo akan dibujuk bahkan disuapi dengan telaten oleh Tenry. Tenry yang sekarang tak punya niat lagi memanjakan dirinya, membuat kesedihan gadis ini mulai mengkristal menjadi tangisan. Dia mengambil tissue dan mengeringkan kedua sudut matanya. Tenry berdiri menuju kasir, dia memantapkan hatinya untuk tak lagi terpengaruh dengan airmata Glo. Dia tahu Glo pasti sakit hati, tapi hubungan ini tak boleh terus berjalan hanya dengan rasa kasihan darinya untuk Glo.
Glo mulai mengerti bahwa Tenry gak akan meraih tangannya lagi. Glo berjalan dengan langkah lambat di belakang Tenry menuju parkiran, tempat di mana sopir papinya setia menunggu. Apa yang sementara terjadi? Dia tidak siap untuk menghadapi ini, situasi seperti sedang mengarah pada hal yang tidak dia diinginkan.
.
Di rumah Glo, sebuah kawasan elit di bagian barat kota besar ini, sang supir menurunkan koper Glo sementara Tenry langsung mengambil ranselnya yang hanya berisi satu pasang pakaian. Tenry mengikuti langkah Glo. Saat Glo hendak masuk kamarnya...
"Glo... kita bicara dulu..."
"Aku tahu apa yang mau kamu katakan... aku gak mau denger apapun Ten, aku gak terima apapun itu..."
Glo membuka pintu kamarnya dan sebelum Glo menghilang di balik pintu Tenry meraih tangannya dan membawa Glo menuju set sofa di ruang keluarga. Glo yang sudah sesak dadanya sejak tadi akhirnya pecah tangisannya. Feelingnya mengatakan Tenry hendak memutuskan hubungan mereka. Sejak di pesawat dia mulai merasakan sikap dingin Tenry, gak ada tatapan lembut seperti dulu, gak ada genggaman hangat yang selalu dia sukai, dia merasakan bahwa niat Tenry mengantar dia pulang hanya sebentuk tanggung jawab seseorang yang mengenalnya dan bukan lagi seorang kekasih yang rela melakukan sesuatu untuknya.
Mereka duduk bersisian tanpa bicara, Tenry membiarkan Glo menangis, dia hanya beberapa kali menepuk punggung Glo untuk menenangkan. Sempat berperang dengan pikiran sendiri, tapi dia gak mau memberi harapan yang gak mungkin dia realisasikan. Setelah tangis Glo reda...
"Glo... aku mau bilang makasih karena selama ini kamu udah baik sama aku, udah sayang aku..."
__ADS_1
Hati Glo seperti ditusuk, sakit. Airmata langsung tumpah lagi... selesai sudah... Tenry telah memutuskan hubungan mereka dengan kalimat terima kasih itu. Tetap aja sakit, sebaik apapun kalimatnya tetap gak ada bedanya.
"Aku masih sayang Ten...hatiku gak berubah..."
Glo menunduk, pedih semakin terasa tapi Glo masih bertahan duduk di sini, dia punya pertanyaan, dia ingin tahu alasan Tenry.
"Bener kamu mau mengakhiri ini, mau mutusin aku?"
Glo kembali terisak. Tenry tak mampu menjawab langsung melihat kesedihan Glo yang semakin meningkat. Lama Tenry diam karena Glo sudah menangis lagi. Tenry merasa jadi seorang penjahat yang sedang membantai korbannya, ternyata sulit untuk melakukan ini, walau bagaimana pun Glo banyak memberi kebahagiaan di masa lalu.
"Maafkan aku Glo, akan lebih sulit buat kita kalau kita terus melanjutkan ini..."
"Gak sulit buatku Ten, selama ini aku bisa kok kita LDR, apa masalahnya? Apa salahku Ten?"
Suara lirih Glo menusuk hati Tenry juga.
"Glo... aku berubah, aku gak bisa munafik soal perasaanku sama kamu gak sama lagi..."
"Kenapa Ten? Bilang apa salahku, aku bisa perbaiki itu kan?"
Tenry diam, ingin bilang alasannya tapi... mungkin Glo bisa menyanggupi jika hanya soal penampilan tapi yang menjadi inti masalahnya sekarang adalah soal hatinya, soal rasa yang tidak dia miliki lagi, dia tak yakin itu bisa tumbuh lagi. Dan ada gadis lain sekarang, tapi rasanya terlalu jahat untuk mengakui itu dengan jujur.
"Kamu punya pacar baru?"
Tatapan Glo berubah, isakannya terhenti. Tenry menghela napas sebelum menjawab.
"Banyak hal Glo, kamu pasti tersinggung jika aku jujur, tapi intinya aku gak bisa bersama kamu lagi, cara kita memandang hidup beda jauh sekarang... kamu akan sulit menyesuaikan dengan hidupku ke depan... kamu gak akan sanggup meninggalkan hidupmu yang sekarang Glo... gak akan bisa menyesuaikan dengan keluargaku..."
"Apa maksudnya Ten, masa belum apa-apa kamu udah ngomong seperti itu, aku akan berusaha Ten, percaya padaku ya..."
"Glo... aku gak ingin kamu berubah hanya demi aku, meninggalkan kehidupanmu yang nyaman sekarang demi aku... itu aja Glo... Aku ingin mengingat hubungan kita dengan manis aja. Aku gak bisa memaksakan diri untuk terus sama kamu... sekali lagi aku yang salah bukan kamu, makanya aku minta maaf. Aku tahu aku menyakiti kamu... maafkan aku..."
"Ten..."
Glo menangis kembali kali ini suara tangisannya lebih nyaring. Dia menutup wajahnya dengan dua tangannya. Tenry jadi serba salah, jika ada orang tua Glo entah bagaimana dia bisa bersikap.
"Kenapa kamu tega lakukan ini Ten... aku selalu menjaga cinta kita, aku setia sama kamu selama bertahun-tahun ini, kenapa jadi gini akhirnya..."
Tenry terbawa ikut sedih dengan kalimat Glo, tapi dia tak berdaya dengan hatinya sendiri, dia tak tahu kenapa dia harus mengalami ini, dia tak bisa lagi menemukan setitik rasa sayang untuk Glo di hatinya sekarang. Apa karena Holly sudah hadir dan menguasai sepenuhnya relung hatinya? Tapi beberapa waktu yang lalu sebelum bertemu Holly, dia sudah merasakan hal ini dalam hatinya, setiap memandang Glo tak ada getaran dan debaran seperti dulu, sepertinya rasa sayang itu menguap tanpa jejak.
__ADS_1
"Maaf Glo..."
"Ten... aku gak bisa terima ini, aku gak mau pisah..."
Melihat Glo sedih seperti itu ternyata menyakitkan juga buat Tenry, hampir dia luluh lagi, hampir dia meraih lagi Glo ke dalam pelukannya tapi bayangan wajah mungil itu segera menghentikan niatnya.
"Glo... maafkan aku, aku gak bisa membuat kamu bahagia jika kita tetap bersama, kamu akan terus menerus sakit hati... aku gak mau kamu seperti itu... terima keputusanku ya, sekali lagi maafkan aku udah menyakiti kamu... terima kasih ya, aku bahagia kok saat bersama kamu dulu... tapi untuk ke depan kita udah punya cara hidup yang beda dan aku gak mungkin memaksakan cara hidupku sama kamu..."
"Aku gak ngerti sebenarnya Ten... apa yang bisa aku lakukan Ten supaya kamu bisa merubah keputusanmu?"
"Gak ada Glo... lepaskan aku aja, itu aja yang aku minta kamu lakukan..."
Glo menangis lagi. Tenry takut tak bisa mengontrol tindakannya jika terus di sini, dia takut terbawa suasana dan terbawa perasaan kasihan pada Glo, Tenry memantapkan keputusannya.
"Glo... kamu pasti bertemu seseorang yang lain yang lebih baik dari aku..."
"Siapa Ten? Hanya kamu yang aku sayang Ten..."
"Glo, kita gak tahu jalan kita selanjutnya, tapi aku mohon, aku bukan pria yang cocok untuk hidupmu... maafkan aku dan terima kasih pernah menjadi kebahagiaanku..."
Tenry meraih Glo dalam pelukan singkat, mengecup singkat kepala itu lalu berdiri.
"Aku pamit Glo..."
Tenry keluar dari rumah itu, tak ingin melihat lagi hati yang sedang hancur karena perbuatannya, perasaan Tenry seperti orang yang baru selesai melakukan sesuatu yang salah, hati begitu sesak tapi anehnya ada sisi hatinya yang lain yang merasa lega karena tidak membuat masalahnya dengan Glo berlarut-larut.
.
Mutusin pacar apa harus langsung hadap-hadapan seperti Tenry? Kayaknya nyakitin banget yaaa..
Maafkan author ya Glo...
.
.
🦋
.
__ADS_1