
Holly ada di depan pc sedang belajar pembukuan kafe ini, menurut mertua pembukuan adalah proses penting dalam setiap bisnis. Kepalanya sakit sejak tadi, seminggu dia berkutat dengan nota-nota dan menginput data, tapi belum bisa-bisa juga.
"Ling..."
Beyvie masuk ke ruang office kafe ini.
"Cici... sama siapa?"
"Sendiri..."
"Cici masih bisa nyetir?"
"Hehe udah gak bisa, perut udah maju gini... udah dilarang Ko Kiki juga...
"Dianterin Ko Kiki ya..."
"Iya... jadi makin protektif sekarang..."
"Berapa lama lagi lahiran Ci?"
"Udah masuk HPL sih ini..."
"HPL?"
"Hari Perkiraan Lahir, Ling..."
"Oh... udah deket dong... kenapa Cici gak ke rumah sakit?"
"Belum lah... kalau udah ada tanda-tanda, kayak sakit perutnya baru Cici ke rumah sakit.. tapi udah siap kok... lagian Ko Kiky juga ngerti kan kapan harus ke rumah sakit walau bukan dokter obgyn..."
"Obgyn tuh apa Ci..."
"Dokter kandungan... eh... kalian gak pakai KB kan... gak nunda punya baby kan?"
"Emm... Lingling minum pil, Ci..."
Holly menjawab sedih, sejujurnya dia gak pengen menunda kehamilannya, tapi Tenry punya pendapat lain.
"Oh? Ya Kamu masih kuliah sih ya... tapi padahal mama juga ngelahirin Cici kayak kamu lah... belum selesai kuliah..."
"Mama sempat kuliah juga?"
"Iya... mama kita sarjana, makanya mama mewajibkan kita paling tidak selesai S1... papa yang gak selesai kuliah..."
"Oh gitu..."
"Ling, kenapa menunda kehamilannya, kurang baik loh pakai KB... bisa-bisa mengganggu kesuburan rahimmu..."
"Gitu ya... Lingling sih gak masalah Ci... mau hamil sekarang juga gak papa... tapi Koko yang belum mau Lingling hamil..."
"Kenapa si Tenten... apa alasannya?"
"Gak tahu... katanya gak tega lihat aku badan kecil gini terus hamil kayak Cici..."
__ADS_1
"Ahh si Tenten aneh deh... banyak kok yang kayak kamu postur tubuhnya tapi punya anak banyak..."
"Mungkin kayak kata Cici tadi, sih... karena aku masih kuliah..."
"Tapi... coba tanya dokter loh soal pil KB-nya..."
"Kita konsultasi ke dokter kok sebelum Lingling minum pil, justru dokternya bilang pil yang lebih aman untuk Lingling, katanya saat pil KB berhenti digunakan, siklus haid bisa aja jadi tidak teratur, tapi bisa segera hamil kalau udah berhenti minum pil..."
"Tapi temenku setahun apa dua tahun ya nunggu hamil setelah lepas KB. Banyak orang kok yang beranggapan bahwa pil KB bisa menjadi penyebab wanita susah hamil."
"Kata dokter waktu itu kondisi kesuburan wanita yang berhenti mengonsumsi pil KB gak berubah... makanya kita pilih metode itu... Lingling malah gak dibolehin suntik KB... Memang sih dokter sempat ngasih tahu bahwa kebanyakan wanita bisa hamil setahun setelah berhenti mengonsumsi pil KB..."
Pintu kaca terbuka...
"Bey... ternyata di sini, aku kira masih di kamar mandi..."
Dokter Yongky berdiri di depan pintu ruangan ber-ac itu tapi tidak masuk ke dalam.
"Sejak tadi di sini Ko... masuk dulu apa mau langsung berangkat ke rumah sakit lagi?"
"Dikit lagi baru aku ke rumah sakit... udah pesan juice sirsaknya? Katanya pengen minum itu..."
"Belum... dari toilet langsung ke sini..."
Dokter Yongky akhirnya masuk lalu duduk di sofa bersama istrinya.
"Cici mau itu? Bentar Lingling aja yang minta... Ko Kiki mau minum apa? Apa sekalian pesan makanan aja?"
"Minta croissant ya Ling..."
"Yang isiannya apa Ci?"
"Campur aja berapa rasa..."
"Bentar ya..."
Holly keluar dari ruangan sebentar untuk meminta pesanan dua kakak iparnya lalu masuk lagi.
"Nunggu bentar ya Cici... lagi rame soalnya, tapi pesenan Cici prioritas kok..."
"Iya... makasih Ling... Eh nanya Ko kiki aja soal KB, aku gak KB soalnya makanya tahu dikit aja soal resiko-resikonya..."
Holly hanya tertawa kecil menyimpan malu, sama Cici Bey mungkin bisa bahas itu, tapi sama Ko Kiki dia sungkan.
"Holly pakai KB sekarang?"
Akhirnya dokter Yongky yang bertanya setelah melihat sikap Holly.
"Ehh iya..."
Holly menjawab sedikit malu.
"Gak apa-apa menunda kehamilan tapi sebaiknya jangan terlalu lama menggunakan KB. Memang anggapan bahwa susah hamil setelah pil KB dihentikan tidak benar sepenuhnya. Saat seorang wanita berhenti mengonsumsi pil KB, dia bisa kembali subur seperti sebelumnya dan berpeluang untuk hamil, tapi kondisi tiap wanita berbeda... begitu. Mungkin diskusi lagi sama Tenry, punya anak satu dulu baru berKB... kan sekarang bisa direncanain... dihitung lahiran pas Holly libur panjang, jadi gak mengganggu kuliah, gak perlu cuti... banyak kok yang kuliah dalam kondisi hamil... begitu..."
__ADS_1
"Iya Ko Kiki, makasih ya..."
Dokter Yongky hanya menganggukkan kepala lalu mulai menelpon.
"Tenten gak ke sini?"
"Nanti malam katanya..."
"Mama mana?"
"Mama ke kafe baru..."
"Hehe mama jadi ketagihan buka lagi... udah empat loh... mama memang pintar nyari peluang bisnis..."
"Kata mama... manfaatin nama tempat ini yang udah dikenal orang, udah ramai kan... jadi mama bangun di empat pintu masuk kota..."
"Lingling udah bisa pembukuannya?"
"Lagi belajar Ci... diajarin Koko juga..."
"Iya... Mama sangat teliti soal itu, semua dicatat... Awal Cici bisnis dulu mama suka ngomong ini... jangan abai melakukan pembukuan... Memang pada awal memulai bisnis mencatat ini itu sangat memakan waktu tapi mencatat semuanya bisa membuat kita tahu dengan jelas perputaran uangnya seperti apa... Banyak temenku yang mengabaikan ini makanya bisnis mereka gak jalan baik belum apa-apa udah rugi, modal belum kembali tau-tau usaha udah tutup... terlalu banyak cost yang gak perlu dan yang gak bisa dilacak pengeluarannya..."
Holly mendengarkan dengan seksama penjelasan Cici Bey, jadi kayak kuliah aja dia menyimak dengan serius.
"Jadi Ling... Pencatatan setiap transaksi, baik itu pengeluaran dan pemasukan harus tersusun dengan rapi dalam pembukuan... itu biar Lingling bisa mendapatkan data kongkrit usaha cafe kita. Kalau datanya lengkap... Lingling bisa mengetahui apa bisnis ini mengalami untung atau malah merugi... sekaligus Lingling bisa improvisasi pos pengeluaran mana yang belum efisien.... gitu..."
"Gitu ya Ci... tapi Lingling kesusahan nih belajar ini, hehe... rumit, Lingling gak ngerti soal akuntansi..."
"Awalnya iya... kan sekarang gampang udah ada softwarenya lebih gampang melakukan pembukuan tinggal input doang, lebih gampang juga melihat laporan keuangannya... lama-lama kamu pasti bisa... lagi pula kayaknya bisnis kafe ini mama siapin buat Lingling yang kelola..."
"Loh... bukannya ini punya Cici Bey?"
"Awalnya, tapi Cici punya bisnis lain kan..."
Holly diam di kursinya, informasi Cici Bey membuat dia sedikit shock, jika dia diminta ngurus bisnis kafe ini, apa dia mampu? Ini aja dari tadi dia udah sakit kepala melihat angka dan data di layar pc, otaknya sulit mencerna urutan angka serta kolom-kolom dan lain sebagainya yang harus dia pelajari.
Ini kurang lebih seminggu rutinitas dia lakoni, pagi ke kampus, siang ke kafe hingga malam hari. Holly mulai merasa tertekan dengan aktivitas barunya. Sebenarnya ada tenaga admin tapi Ci Cun si mama mertua mengharuskan Holly untuk melakukan itu sekarang, dengan alasan Holly harus belajar hal itu juga biar bisa paham gimana mengelola sebuah usaha, bisa ngerti juga tahu data dimanipulasi atau gak. Bantuan suami menerangkan banyak hal gak bisa masuk ke otaknya. Apalagi saat melihat segala macam nota yang harus dia urutkan menurut tanggal setelahnya harus input ke pc, belum soal menghitung uang...
Holly menghembuskan napas sesaknya. Jadi istri Tenry itu hepi karena Tenry begitu sayang padanya dan gak perlu memikirkan soal materi, itu begitu limpah terlebih buat dirinya yang sejak kecil selalu kekurangan. Tapi tugas sebagai istri Tenry itu yang bikin dia mulai merasa tertekan, mana si Koko kalau udah sibuk kerja gak akan menelpon. Dia bisa memahami kesibukan Tenry... tapi dia mulai kesulitan mencoba peran sebagai wanita pemilik kafe.
.
🦋
.
Ternyata bisa nambah bab... walau sama seperti Holly otak aku lagi kesulitan memilah2 semua informasi yang masuk... banyak belajar melelahkan badan... 🤪
.
Maaf gak balas komen, tapi makasih loh tetap merespon baik cerita ini...
.
__ADS_1