
Pesta Resepsi Pernikahan dilaksanakan di sebuah gedung di pinggiran pantai di pinggiran barat kota ini, sebuah lokasi yang sangat besar dan punya view laut yang indah digunakan semuanya baik area outdoor maupun indoor. Hanya kalangan tertentu yang bisa menggunakan gedung ini menilik harga sewanya dan fasilitasnya.
Semua bagian telah tertata cantik dan apik juga berkesan mewah, siap untuk perhelatan resepsi Tenry dan Holly. Ci Cun mempersiapkan yang terbaik untuk putra satu-satunya dalam keluarga, putra kebanggaannya.
Di ruang khusus yang disediakan untuk pengantin menunggu sekaligus juga bisa menjadi kamar bonus untuk pasangan pengantin jika ingin digunakan bermalam selepas resepsi, kamar yang setara dengan president suite di hotel berbintang.
Hanya Tenry dan Holly di sini.
"Tadi mewek terus, sekarang gak berhenti senyum..."
Tenry melabuhkan sebuah kecupan panjang di kepala istri kecil miliknya, mereka berpelukan sejak staff WO meninggalkan mereka.
"Lingling dinasehatin opa... katanya ini hari bahagiaku, gak boleh sedih... bener juga... hehe udah jadi istri Koko masa Lingling nangis lagi sih..."
"Seneng gak... udah jadi istri Koko sekarang..."
"Seneng lah, hepi banget bangeeet..."
Ciuman lagi, sekarang menutupi senyum lebar di bibir mungil Holly.
"Lingling gak pernah berpikir hidup Lingling akan mendapat anugrah seperti ini... Koko itu anugrah buat Lingling... makasih ya Ko... udah jatuh cinta sama Lingling... makasih juga udah milih Lingling jadi istri..."
"Haha... baru Lingling kayaknya yang berterima kasih karena hal semacam ini..."
"Gak papa... gak aneh kan?"
"Gak sih... tapi bukan hal biasa..."
"Tapi Lingling udah pengen ngomong dari tadi... Koko membuat hidup Lingling berbeda... walau Lingling gak tahu apa bisa jadi istri yang baik buat Koko... Koko ajarin Lingling ya?"
"Mmm... ok ok... pelajaran pertamanya..."
Tenry memajukan bibirnya dengan kepala setengah menunduk..."
"Apa?"
"Cium Koko..."
"Ihh... bukan yang kayak gitu... maksudnya gimana dan apa tugas yang Lingling lakukan sebagai istri... kalau ciuman mah Lingling udah sering Koko ajarin..."
"Ya udah... sekarang saatnya praktek, istri yang baik itu tahu bagaimana menyenangkan suami, saat suami butuh ciuman maka istri harus siap memberikan tanpa diminta..."
"Gitu ya?"
Tenry hampir tertawa melihat mimik serius Holly. Dalam imajinasinya mulai melintas apa aja hal-hal yang dia akan ajarkan, khususnya di malam pertama.
"Ayo..."
Dengan hati-hati dan sedikit jengah Holly memberanikan mendekatkan bibirnya ke bibir suami... dan ciuman setengah detik berhasil dilabuhkan.
"Hehe... udah kan?"
"Gak, masa gitu doang..."
Lalu inisiatif segera dimulai suami yang memang udah menyabar-nyabarkan diri, maka ciuman panas pertama sebagai suami istri pun tak terelakkan. Holly pasrah mengikuti permainan Tenry menyes ap dan mengul um dua bibirnya sekaligus sedikit menggigit di sana lalu di sini. Para suami memang juga menunjukkan perasaan hatinya lewat cumbuan sebagai ungkapan sayang, sering cinta jadi lebih hidup karena efeksi intim di antara mereka.
"Koko... udah... udah... Lingling nyerah... huah... sakit Ko..."
"Hehe... gemesss soalnya..."
Tenry tertawa rendah sambil mengusap bibir yang jadi sasaran gejolak rasa di dirinya. Holly melepaskan diri dan bergegas ke sofa yang ada di situ, menghindari tindakan lebih jauh dari suami.
"Duduk aja ya... cape dari tadi..."
Akhirnya Tenry menghembuskan napas melepas keinginan yang sudah semakin mendesak dirinya.
Holly masih harus mengganti dengan gaun pengantin yang lain, dan masih ada waktu untuk istirahat sejenak, Holly minta sedikit waktu untuk merenggangkan otot-ototnya, tubuh kecilnya lelah menggunakan gaun yang lumayan berat, kakinya sudah senut-senut dari sejak pemberkatan.
"Mana hp Koko... kita belum ada selfie berdua..."
Tenry duduk di belakang Holly.
"Sini senderan..."
Holly bersandar di dada Tenry lalu tersenyum karena tangan Tenry sudah dalam posisi mengambil foto... beberapa kali, termasuk juga adegan peluk serta cium pipi kanan kiri...
__ADS_1
"Hehehe... pipi Lingling penuh iler Koko...."
Tenry juga tertawa, bahagia begitu menguasai hatinya. Cintanya untuk Holly memancar terang sekarang tak terlukiskan.
"Maju dikit, Koko pijitin punggungnya..."
Tenry memandang tubuh lelah istrinya dengan senyum dikulum, ya akhirnya ini terwujud, Holly telah menjadi istrinya. Holly bergeser sedikit dan memiringkan tubuhnya memberi tempat untuk suami melakukan apa yang dia ucapkan.
"Ko... minta lagi hp Koko, aku pengen nelpon kak Null..."
Tenry memberikan ponselnya lalu mulai memijat punggung istri perlahan.
📱
"Kak Nul udah nyampe tempat resepsi?"
"Barusan... ini udah bareng Joy sama Fait..."
"Kalian masuk aja ke ruanganku... yang ada banyak bunga di depan pintu..."
"Oh oke..."
.
Holly tersenyum senang, sahabat-sahabatnya jadi bridesmaid bersama beberapa temen Ivy.
"Baby... kenapa mereka diajak masuk... kita lagi istirahat kan... kita butuh privacy..."
"Bentar aja Ko... Lingling gak bisa ngobrol dengan mereka setelah ini...boleh ya?"
"Telat banget minta ijinnya... gimana sih..."
"Mumpung lagi istirahat Koko... bentar lagi udah mau ganti baju sama perbaiki make up... cuma sekarang bisanya... ya?"
"Yaaa... padahal Koko gak pengen diganggu..."
"Emang Koko mau ngapain lagi?"
"Hahh?"
"Eh... ya pijitin Lingling lah..."
"Udah nanti aja, dari tadi bukan mijit kayaknya... geli tau gak..."
Holly menjauh dari suami yang sedang memandangnya dengan wajah entah bermakna apa.
"Yaaa tapi... pengen berdua aja sama Lingling..."
"Udahlah... setelah ini bakal berduaan terus juga..."
"Sini dulu kalo gitu, sebelum mereka masuk pengen peluk Lingling sebentar..."
"Hahaha... kayak ada yang udah pengen balik hotel..."
Holly yang tertawa dipeluk dengan gemas oleh suami.
"Ihh... emang udah pengen balik hotel sekarang..."
"Hahaha.... kacian..."
"Awas yaa... sekarang ketawain Koko... jadi pengen tahu gimana nanti, apa masih bisa ketawa..."
"Nanti? Ada apa emangnya?"
Holly menarik tubuhnya dari dekapan Tenry. Wajah polos di hadapannya membuat Tenry berpikir, jangan-jangan dia gak punya bayangan apapun soal malam pertama, seperti gak ada beban. Beda dengan Tenry, otaknya susah payah diajak lurus sejak tadi.
Pintu dibuka kemudian... Holly langsung berdiri berniat menyambut tiga sahabat terbaiknya tapi langsung tertahan oleh tangan Tenry yang masih dibahunya.
"Kita boleh masuk?"
"Boleh dong..."
"Gak boleh..."
Tenry dan Holly menjawab bersamaan dengan jawaban yang berbeda.
__ADS_1
"Ihh Koko... "
Holly memukul tangan Tenry yang ada di bahunya.
"Ayooo... jangan dengerin Koko..."
Sedikit risih tiga gadis yang udah dandan cantik itu masuk ruangan.
"Ling... Koko ke tempat mama sebentar ya... hanya setengah jam loh udah harus ganti baju..."
"Iya Ko..."
"Makasih Koko Tenry..."
Tenry tersenyum masam pada Nuella lalu meninggalkan ruangan itu, sepertinya itu pilihan yang lebih baik untuk menentramkan hati, berdekatan dengan istri membuat gejolak di dadanya hampir tak bisa dia kendalikan.
Di kamar penganten suasana jadi riuh karena celotehan tiga sahabatnya
"Kak Nul... makasih banget udah sempetin dateng,.."
"Aku cuti Ling... demi kamu... akhirnya kamu yang duluan nikah..."
"Kan Kak Nul sendiri yang milih kerja dulu..."
"Kita gak nyangka loh, kamu gak bilang-bilang tau-tau kita udah terima undangan..."
Joy menimpali sambil membenahi gaunnya.
"Hehe... Ko Tenry udah kebelet hehehe... Cowok-cowok pasangan kalian udah ada?"
"Udah... Tory udah ada... emm ada Kak Brill juga..."
Sambung Faithly.
"Hah? Aku gak minta kak Brill jadi bridesgroom loh..."
"Aku yang minta... iseng sih, tapi dianya mau... kan kamu minta aku nyari pasangan sendiri..."
Faithly merasa bersalah melihat wajah Holly berubah.
"Jadi gak enak tau gak... Ko Tenry udah tahu Kak Brill pernah nembak aku... nanti Ko Tenry pikirnya aku gak punya perasaan..."
"Nanti aku ngomong deh sama Ko Tenry... sorry Ly, udah terlanjur dateng orangnya..."
"Astaga Fet..."
"Tau juga ni anak..."
Joy meninju lengan sahabatnya.
"Gak sengaja juga waktu itu... aku lupa kalau dia suka sama kamu Ly... kita lagi omongin pernikahan kamu Kak Brill sama Tory muncul... kan Tory udah duluan kita minta jadi pasangan Joy, aku iseng aja minta Kak Brill... heran juga dianya mau aja..."
"Tau gak Ly... menurut Tory, setelah itu mereka ke pantai terus Kak Brill teriak kenceng di sana, kata Tory kelihatan banget sakit hati sama sedih kamu akhirnya nikah... kasian tau gak..."
"Ya gimana dong... aku udah punya Koko... emang gak suka juga..."
"Bukan salah kamu Ling... udah jangan dipikirin, mungkin dia pengen move on dengan cara menghadiri nikahan kamu..."
Nuella mengusap lengan Holly
"Serius Kak Brill udah dateng?"
Holly memastikan info gak menyenangkan itu.
"Iya... tadi kita lagi ngobrol waktu Kak Nuella ajak ketemu kamu...."
Holly tidak menyukai ini, tapi dia gak mungkin mengusir Brill. Dibilang aneh atau apa, orang gak pernah tahu kedalaman perasaan seseorang, Nuella mungkin benar... ini bagian dari cara dia melepas perasaan sukanya pada Holly... tapi ini bakalan canggung...
.
.
🦋
.
__ADS_1