
Pagi-pagi...
Holly mengikuti Joy dan Faithly bermain air laut, dia besar di pinggiran pantai makanya dia bisa berenang.
Kemarin sepanjang hari dia tidak begitu menikmati liburan, setelah pernyataan cinta Brill membuat semua rombongan melihat padanya, tadinya gak begitu peduli padanya kini sepertinya semua orang jadi akrab dengannya. Efek Brill yang populer di antara teman-temannya berdampak pada Holly. Malu, grogi, dan gak nyaman karena jadi bahan perbincangan membuat Holly lebih banyak di dalam kamar menonton TV. Apalagi ada rasa bersalah yang begitu mengganggu karena Brill juga tidak keluar kamar sepanjang hari.
Hari ini hari terakhir mereka di sini, sebentar siang mereka akan kembali, dan Holly mengiyakan rayuan Joy dan Faithly keluar dari kamar.
Air laut yang tenang serta pantai yang landai membuat Holly menikmati berenang di jernihnya air laut. Gradasi warna biru yang menyegarkan serta pasir putih yang halus membuat betah berlama-lama di sini. Tampaknya hampir semua rombongan mereka juga melakukan kegiatan yang sama.
Lelah berenang Holly duduk di pasir menghadap laut, sesekali gelombang kecil menerpa tubuhnya. Tahu-tahu Brill udah duduk di samping sambil menyerahkan sebuah handuk pantai bergaris biru putih yang disediakan resort. Holly menatap sedikit terkejut.
"Makasih Kak..."
Holly merespon dengan suara lirih, hatinya kembali dilanda sebuah rasa entah apa namanya campuran antara rasa bersalah dan rasa kasihan, tapi ruang hati yang lain juga berisi rasa takut terhubung lebih jauh dengan cowok ini.
Brill diam lalu memasang kacamata hitam di wajahnya, duduk tegak dengan tangan di atas kedua lutut yang ditekuk.
"Maaf..."
Holly berkata sambil menunduk, tangannya *******-***** pasir dalam genggamannya. Brill melirik sejenak.
"Kenapa minta maaf?"
Suara Brill biasa aja, ada senyum kecil sekarang, menunggu jawaban sambil memandang Holly.
"Aku Merusak liburan Kak Brill, seharusnya aku jangan diajak ke sini..."
"Merusak bagaimana?"
"Kemarin... harusnya kan snorkling, mancing bareng temen-temen... tapi Kak Brill gak keluar kamar sampai malam... gara-gara malam itu... kata temen-temen Kak Brill sedih karena aku..."
Holly mendongak, wajah Brill menghadap padanya, di balik lensa hitam itu dia tahu mata Brill sedang melihat padanya, Holly melemparkan pandangan ke laut.
Brill ingin ketawa, teman-teman mereka pasti sengaja meledek Holly, padahal seharian dia sakit perut, diare juga karena malam itu kebanyakan makan cabe, tapi entah kenapa dia tidak ingin menjelaskan hal itu. Walau lahir dari rasa simpati saja tapi Holly peduli padanya, ini cukup buat Brill, ada rasa sejuk merembes di dadanya.
"Makasih..."
"Ehh kenapa makasih... gak nyambung Kak..."
__ADS_1
"Aku seneng... kamu perhatiin aku, kangen ya kemaren aku gak kelihatan..."
"Apa sih, itu bukan perhatian, aku gak kangen juga, ihh Kak Brill suka aneh dari dulu..."
"Apa namanya dong, kamu tahu aku gak keluar kamar berarti kamu perhatiin aku, kamu tahu aku sampai malam gak ada itu berarti kamu nyari aku, kangen kan namanya..."
"Gak gitu ihh... terserah Kak Brill aja..."
"Hehehe... takut dosa sama Tenry ya makanya gak berani ngaku kangen aku..."
"Emang gak kangen kok, masa maksa..."
"Hehehe... "
Brill hanya bisa menatap gemas, ingin terus menggoda Holly tapi sadar diri, gadis ini bukan pacarnya. Walau sangat menginginkan Holly, dia gak ada rencana untuk masuk di tengah hubungan Holly dan Tenry, dia telah ditolak sejak awal oleh Holly. Malam itu dia hanya terbawa perasaan, suasana begitu mendukung sehingga dia gak bisa menguasai dirinya yang mengungkapkan tentang rasa sukanya pada gadis ini, tapi dia gak berencana bertindak lebih dari itu walau ada godaan yang begitu kuat untuk melakukannya.
Jadi... datang ke sini bukan sengaja untuk nembak Holly. Pas pengen liburan bareng temen dan saling ajak temen yang deket aja, tahu-tahu nama Holly muncul di antara nama-nama yang bakal diajak. Dia ingat hutnya Holly maka gak mikir dua kali rencana langsung dieksekusi.
Tapi berdekatan seperti ini keinginan gilanya muncul, ingin menikmati kebersamaan dengan gadis ini mumpung gak ada bayangan Tenry, secara ada sejumput bahagia yang dia rasa saat berinteraksi dengan Holly.
Brill berdiri dan meletakkan kacamatanya di atas kursi pantai di dekat tempat mereka duduk. Cowok dengan celana renang sopan warna navy dan singlet senada. Beberapa menit Brill seperti melakukan peregangan otot tak jauh dari Holly.
Tiba-tiba tangan Brill menarik handuk dan melemparnya ke kursi dan menarik tubuh Holly berjalan masuk ke air.
"Hei... Kak Brill... mau apa?"
Holly tersentak dan hanya bisa mengikuti tarikan bertenaga cowok itu.
"Berenang lagi..."
"Aku udah berenang lama tadi... gak mau lagi..."
"Ayo... temenin..."
"Kak... tuh ada temen-temen di sana..."
Holly mengedarkan pandangan, jadi tahu temen-temen yang tadinya ada di depan udah bergeser menjauh, apa mereka sengaja? Entahlah... yang sekarang menguasai Holly adalah debaran yang muncul di dadanya, apa penyebabnya dia gak tahu, mungkin karena sekarang jarak di antara mereka yang begitu tipis, atau karena dia sedang menjaga hatinya agar nama Brill tidak menemukan sebuah celah untuk masuk?
Brill belum melepaskan tangannya sementara air sudah hampir mencapai mulut Holly. Terpaksa Holly mulai berenang tangannya terlepas kemudian dan dalam beberapa saat Holly mulai mengambil jarak dari Brill. Holly memutar dan berniat kembali ke pinggiran, tapi dengan cepat Brill kembali memegang pergelangan tangan Holly dan dengan mudah dia menarik Holly berenang lebih ke tengah. Brill yang bertubuh tinggi masih berjalan dengan bebas dalam air. Selama beberapa saat Holly hanya bisa mengikuti gerakan Brill, setiap tangan Holly terlepas akan diraih Brill sehingga Holly gak bisa kembali ke tepian.
__ADS_1
"Kak Brill... aku cape... lepasin dong..."
"Pegangan di lenganku aja kalau cape..."
"Gak ahh... mau keluar dari air aja, lepasin ya..."
Holly mempertahankan tubuhnya di air dalam itu sambil menggerakkan kakinya, satu tangannya masih dalam genggaman Brill. Satu tangan lagi menepis air di wajahnya kemudian memandang Brill yang tersenyum.
"Bentar aja di sini... aku gak suka sendirian..."
"Gabung sama mereka makanya..."
"Maunya sama kamu..."
"Kak... kita gak boleh seperti ini, kita gak ada hubungan apapun kan... aku gak mau selingkuh..."
"Kita gak ngapa-ngapain kan... berenang aja..."
"Ya udah sana Kak Brill berenang, aku mau balik..."
"Ly..."
Suara Brill berubah sekarang begitu juga tatapannya... Holly terjerat sesaat, terpaku pada tatapan Brill, dua tangannya sekarang dipegang Brill, kakinya berhenti bergerak di dalam air, berat badannya kini sepenuhnya bertumpuh pada dua tangan itu, walau masih tersisa jarak, tapi ini terlalu dekat.
"Ly... boleh hari ini kamu jadi milikku? Jadi pacarku... sehari aja?"
Brill melawan kata hatinya untuk tidak melakukan apapun lagi setelah pernyataan cintanya malam itu.
.
Apakah jawabmu Holly?
Ssst.... jangan bilangin Koko yaaaa 🤫🤫🤫
Kan bukan keinginan Lingling tuhhh...
.
🦋
__ADS_1
.