Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 91. Kenapa Ngasih Cincin?


__ADS_3

Pemikiran seorang perempuan memang sukar ditebak.


"Mantan siapa sih?"


"Ehh... tadi lagi ngomong soal Olan, kamu kenal dia juga kan?"


Hanie cepet-cepet menyahut. Tenry gak sanggup menjawab, ini hari ulang tahunnya dan dia pengen hepi-hepi aja... mau menghindari salah pengertian dan gak mau ada masalah akibat kecemburuan seorang gadis kecil berhati rapuh yang masih labil dan punya stok airmata yang limpah.


"Jangan bohong... lagi bicarain mantannya Koko kan? Soal Glo kan?"


Udah ada tanda di langit, awan mulai menggumpal, alamat bakal turun hujan lokal.


"Ehh... iya... jadi sebenarnya Glo mengundang kita hadir di resepsi pernikahannya... Tenry gak mau hadir dan gak ingin membicarakan, takut kamu gak suka..."


Hanie jadi tamengnya Tenry coba menjelaskan secara halus dan berhati-hati, dan Tenry hanya bisa mengangguk mengiyakan.


"Kenapa gak pergi Ko... entar nyesel loh..."


Holly menjawab enteng sementara tangannya mengambil teh celup dan gula pasir untuk membuat teh panas.


Ehh??? Nih anak beneran ngomong sesuai isi hatinya? Tenry menatap gak percaya.


"Pergi aja Ko... biar bagaimana pun pernah pacaran lama loh... pernah sayang..."


Seriously... beneran Lingling yang ngomong?


Dua lelaki yang duduk berhadapan itu punya pemikiran yang sama. Saat Holly mengambil air panas di dispenser, Hanie ngomong dengan gerak mulutnya ke Tenry...


"Jangan percaya..."


Tenry heran tentu saja... satu pertanyaan di hati: apa dia paham yang dia katakan? Gadisnya sedang bersikap sok dewasa, atau dia emang jujur tentang pendapatnya soal Glo, rasanya gak mungkin dia ngejawab seringan itu... Tenry menggelengkan kepala.


Holly melihat gelengan kepala Tenry, dia pikir itu jawaban Tenry.


"Pergi aja... apa perlu Lingling temenin?"


Hahh? Ini bahasa siapa, siapa yang ngajarin??? --otor, 🤪


"Nanti aja kita bicarakan lagi, belum pasti juga kapan kok..."


Tenry menjawab lembut dengan rasa was-was yang masih ada.


"Oh... belum pasti ternyata, kenapa udah diomongin... seneng kan bicara soal mantan?"


Nah kan...


"Gak sengaja kok... Hanie tuh yang mulai... dia ngundang lewat Hanie kok..."


"Iya... tapi Koko nanggepin kan... pura-pura Koko mah... depan Lingling gak mau bicarain mantan..."


Suara menunjukkan perubahan cuaca dengan cepat, untung dia gak begitu cepat percaya pernyataan dan sikap tenang Holly sesaat tadi.


"Gak gitu sayang... Koko emang gak ma..."


"Ahh Koko bohong, Lingling denger sendiri tadi... tapi catet ya... Lingling gak sudi nangis karena mantan Koko..."


"Baby... apa yang..."


Holly meletakkan gelas teh miliknya yang baru dia seduh lalu berjalan menuju kamarnya sambil cemberut. Tenry segera mengejar gadis yang sempat berlagak gak terpengaruh soal mantan yang hanya bertahan beberapa menit.


"Sayang... jangan marah... ya? Koko janji gak bicarain mantan lagi..."


Tenry mencekal pergelangan tangan Holly tepat sebelum pintu kamar tertutup, merangsek masuk dengan mendorong pelan tubuh mungil itu.


"Lingling gak marah soal Glo, cuma gak suka aja Koko pura-pura, terus ngatain Lingling punya air mata kayak bendungan..."


Gak marah tapi suaranya sewot gitu, yang pura-pura siapa...


"Koko gak bermaksud begitu..."

__ADS_1


"Apa dong namanya, masa pacar sendiri dibully... dibilang cengeng..."


"Koko gak bilang Lingling cengeng loh..."


"Ya kan sama aja, bilangnya Lingling punya bendungan... Iya Lingling memang suka nangis tapi jangan dikatain dong..."


Bendungan pun pecah, jadi gak jelas apa penyebabnya soal Glo atau soal bendungan itu sendiri atau soal pura-pura.


"Sayang... sini... Koko minta maaf ya..."


Tangan Holly menolak tubuh Tenry yang mau memeluk dirinya.


"Gak mau... Udah tahu Lingling suka nangis, boros airmata... kenapa dipacarin..."


Ini apalagi...


"Sayang... justru itu Koko jatuh cinta sama Lingling, karena airmata Lingling... Koko jadi sayang banget karena lihat Lingling yang suka nangis... "


"Beneran kayak gitu?"


Tenry melepas sebuah napas lega, ternyata gak perlu berlama-lama membujuk.


"Iya... pertama kali Koko jatuh cinta karena lihat wajah cantik ini penuh airmata..."


Tenry memeluk tubuh mungil itu lalu mengangkat tubuh itu sehingga mereka sejajar sekarang.


"Tapi Koko lebih jatuh cinta lagi saat lihat Lingling tersenyum, itu cantik banget... jadi Lingling harus banyakin senyum aja ya? Biar Koko makin cinta... Gak semua harus nangis kan..."


"Tapi Lingling tadi gak nangis karena Glo ya... bukan..."


"Iya... Koko tahu, Koko salah... maaf ya..."


Kalimat indah yang masih ingin diucapkan seketika lenyap. Minta maaf aja dan dicium aja, entar merembet ke mana-mana lagi.


"Siap-siap sekarang ya... ikut Koko..."


"Tapi Koko jangan suka pura-pura depan Lingling..."


"Iya sayang... gak akan... sana mandi, Lingling belum sarapan juga kan, nanti Koko buatin mie cup..."


Tenry menutup pintu dan tangan satu menggaruk kepalanya.


.


🌵


.


Di restaurant sebuah hotel ternama, moment makan siang berdua yang cukup romantis karena Tenry memesan tempat di area private di bagian dalam restaurant itu di sisi dinding kaca yang bisa melihat pemandangan laut yang cantik. Dari atas sini bisa melihat bagian teras di bawah yang terhubung dengan kolam renang hotel ini.



Selesai menikmati makanan penutup...


"Baby... Koko pengen ngomong serius..."


Tenry menatap wajah imut di depannya. Pancaran wajah sekarang sangat berbeda dengan tadi pagi, cerah ceria dan hangat... kayak cuaca hari ini.


"Apa..."


Tenry menarik napas, mencari hikmat pengertian akal budi kebijaksanaan... gimana ngomong dengan bahasa yang bisa diterima oleh Holly soal langkah ke depan.


"Koko... berenang di bawah sana harus nginap hotel dulu?"


Konsentrasi Tenry pecah.


"Gak harus... boleh kok dari luar tapi harus bayar..."


"Berapa?"

__ADS_1


"Gak tahu, mungkin dua ratus lima puluh ribu..."


"Diih... mahal banget, berenang di pantai gak bayar... padahal lihat kolam yang bagus Lingling jadi pengen berenang... gak jadi deh..."


"Kapan-kapan kita berenang di sini... nginap juga boleh..."


"Gak usah... berenang aja mahal, apalagi nginap, ini... berarti makan siangnya mahal juga kan Ko?"


"Ya... gak juga sih..."


"Iya Koko duitnya banyak jadi buat Koko gak mahal..."


"Kan lagi ngerayain ulang tahun Koko... gak papa sesekali kita makan di tempat kayak gini..."


Topik obrolan jadi menyimpang jauh, Tenry jadi hilang akal mau ngomong serius seperti apa. Langsung aja, sebelum omongan lain muncul.


"Ling... Koko rencananya mau ngelamar Lingling... kita nikah ya?"


Holly melirik sejenak, lalu kembali memandang kolam renang.


"Ling? Mau kan nikah sama Koko?"


"Iya..."


Hanya memandang sekilas saat menjawab pendek dengan suara pelan. Dalam hati Holly udah pernah berjanji gak ingin menanggapi secara berlebihan seperti dulu. Tenry memandang sedikit heran, Holly seperti tidak antusias... dulu menggebu-gebu, sekarang apa keinginan itu berubah...


"Lingling... lihat Koko..."


Holly memandang sendu, perasaan gembiranya terganggu dengan perkataan Tenry barusan.


"Koko mau ngelamar Lingling jadi istri Koko..."


Ternyata mau ngelamar ada debar juga, suara Tenry sedikit bergetar. Tenry mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil warna navy dari tas kulit kecil miliknya. Tenry membuka kotak itu lalu mengambil tangan kiri Holly, dan memasang sebuah cincin mungil bermata kecil yang berkilau dengan harga gak main-main.


"Koko kenapa ngasih cincin?"


Tenry yang niatnya mau memberi ciuman di tangan itu akhirnya hanya bisa tertawa... seharian kemarin berangan hari ini akan berjalan indah dan romantis, nyatanya... Gak usah maksain diri kayak adegan di film ya... yang alami aja seperti ini, yang penting gadis ini udah diikat.


"Cincin ini tanda Koko serius ngajak Lingling nikah..."


"Oh... tapi Lingling juga udah serius kan waktu ngejawab pertama kali mau nikah sama Koko... malu tau gak Lingling waktu itu bicarain soal nikah Kokonya biasa aja... udah... Koko gak usah khawatir... Lingling gak bakalan berubah sampai Lingling selesai kuliah... nikahnya pasti sama Koko bukan sama cowok lain..."


Anak ini berarti gak ngeh, aku lagi ngelamar untuk nikah dalam waktu dekat...


"Ling... maksud Koko... bentar lagi kita nikah... gak lama lagi... Cincin ini disebut cincin lamaran yang menunjukkan bahwa Lingling sekarang statusnya udah berubah bukan lagi pacar Koko tapi udah jadi calon istri Koko..."


Holly terpana... memahami bahwa kata-kata Tenry bukan lagi kata-kata biasa, cincin ini tanda bahwa pernikahan itu udah di depan mata... matanya berembun sekarang.


"Ling... Koko minta, kali ini jangan nangis ya... tapi senyum... Lingling bisa kan..."


Holly cepat-cepat menghapus dua tetes air mata di ujung matanya lalu secepatnya juga mengembangkan senyumnya.


"Calon istri Koko cantik banget..."


Tenry juga tersenyum, hal terbaik dan terindah di sepanjang hidupnya ada di hadapannya dan gak akan terlepas lagi dari genggamannya.


.


Done... Koko udah lamaran.


Hanya seperti itu yg bisa aku tulis... biasa aja kan... gak papa yaaaa...😜🤪


Di BenKeke hanya butuh 55 eps, di LewiKharis lebih panjang, 78 eps... dan ini Koko butuh 91 eps baru bisa melamar cinta di hatinya si Lingling imut utk jadi istrinya...


.


🦋


.

__ADS_1


__ADS_2