
🪧 Hi... udah baca JIKA KAMU CINTA... di sana ada Brill & Rilly... Coba aja baca... Semoga masih suka dengan cerita cinta versi Aby 😄
.
.
Jumat siang, setelah seharian menjelajah desa ini karena kegiatan jumat bersih di desa, sambil melepas lelah Holly mengambil ponselnya, dan selama beberapa waktu suami dan istri terhubung membagi cerita dan rindu mereka.
Ekspresi bahagia bersinar-sinar memancar di wajah Holly karena bisa ngobrol santai dan menyenangkan dengan suami yang juga masih bekerja, ada di kantor di salah satu gudang sembako milik mereka.
Satu jam vc gak terasa dilewatkan dengan menceritakan banyak hal, mungkin sampai ponsel jadi panas. Tapi memang ada yang entah kenapa hatinya panas dan memasang wajah sinis menyaksikan dan mendengar percakapan romantis suami istri.
.
📱
"Baby... KKTnya masih lama ya..."
"Seminggu lagi, Ko... kenapa..."
"Syukurlah... Koko ternyata gak kuat nahan rindu, Ling..."
"Kacian suamiku sayang..."
"Gak ada yang Koko peluk atau cium tiap malam..."
"Hehe... lebay ahh... tapi ada bantal Lingling kan... peluk sama cium itu aja, hehe..."
"Nih anak kecil... berani ledekin Koko ya, kalau depan Koko udah habis Lingling tuh..."
"Habis diapain..."
"Nanya lagi... awas nanti kalau pulang..."
"Emang kenapa, Lingling gak takut tuh... hihi..."
"Dasar... paling suka diajak omong yang menjurus..."
"Hehe... Lingling gak mau munafik..."
"Iya... Koko tahu, istri Koko... udah hafal minus-minusnya..."
"Emang itu minus ya... itu layanan plus-plus, Ko..."
"Ishh gak nyambung... bikin Koko gemess... coba kalau deket..."
Tenry memandang dengan gemas layar hp itu, kesel karena hanya bisa ngomong lewat kotak tipis berapa inchi. Padahal tangan ini udah gelisah eh maksudnya hati udah gelisah aja karena kehilangan sesuatu yang memuaskan batin.
"Hehehe... Koko di mana..."
"Kantor sayang... yang di pelabuhan..."
"Dari situ langsung pulang kan?"
"Masih mau ke kantor lain lagi sayang... udah tahu papi kerjanya keliling di berapa tempat kan..."
"Jangan terlalu ramah sama karyawan wanita, entar mereka baper lagi..."
"Hahaha..."
Tenry semakin gemas juga senang, kebalikan sejak pisah sementara istri yang jadi posesif.
"Mami cemburu ya? Gimana dong... papi tambah ganteng soalnya..."
__ADS_1
"Ihh apaan... narsis..."
"Ehh... gak mau ngaku suaminya ganteng ya... entar ada cewek lain yang ngomong kayak gitu loh..."
Tenry menggoda istri yang terlihat manyun di layar ponsel.
"Terus kalau dibilang ganteng sama cewek lain papi mau apa?"
Ekspresi berganti di wajah istri, Tenry hafal ekspresi itu jika tidak segera dialihkan bisa ada banjir lokal di wajah manis itu.
"Gak ngapa-ngapain, biasa aja... udah gak ada di kamus hidup papi tergoda dengan perempuan lain, istriku udah jadi segala-galanya sejak pertama ketemu..."
Tenry melempar senyum termanis saat merayu istri biar gak keterusan ngambek, apalagi ada jarak yang lumayan jauh di antara mereka sekarang.
"Echa dibawa mama hari ini..."
Tenry langsung mengalihkan membahas soal anak aja, biar suasana hati istri jadi riang lagi.
"Eh iya... mama vc kok tadi... tapi Echa lagi ngantuk, lagi rewel..."
.
Holly menganti posisi duduknya, kaget melihat Selly ternyata ada dekat dengannya. Jadi sadar berarti sejak tadi ada orang lain yang mendengar pembicaraannya dengan suami.
Astaga...
Holly akhirnya menggunakan headset biar percakapan vc dengan suaminya jadi lebih private karena ada telinga yang sekarang begitu kepo ingin tahu banyak hal, pura-pura mendekat sambil memasang telinga ingin mendengarkan, sikap yang mencolok dari Selly membuat Holly jadi risih dan bertanya-tanya ada apa dengan teman posko yang satu ini.
.
"Kosakata Echa bertambah sayang..."
"Oh ya? Echa bisa ngomong apa sekarang?"
"Tapi Echa harus tetap diajarin manggil papa dengan Kong..."
"Mama bilang masih bayi biarin aja, lucu katanya bikin gemas..."
"Ahh jadi pengen pulang deh... pengen denger langsung celotehan anakku..."
"Besok Koko ke sana kalau gitu... bawa Echa..."
"Koko gak usah datang..."
"Kenapa sayang? Apa Lingling bisa ijin lagi? Koko jemput aja?"
"Bukan... cuma sekali doang bisa ijin... pokoknya gak usah datang..."
"Lah terus... apa udah gak kangen Echa, udah gak kangen papi? Biasanya paling cerewet minta kita datang... jangan aneh-aneh di sana ya! Apa mau jalan sama Brill? Atau ada teman posko cowok yang ngajak jalan?"
Semburan kata-kata penuh kecurigaan dari suami membuat Holly sakit hati.
"Gak gitu papi..."
Holly ingin menjelaskan tapi si manusia kepo ada di sampingnya entah apa dasar sikapnya seperti ini, dua kali Holly berpindah duduk menjauh dari Selly, dua kali juga Selly pura-pura pindah dengan alasan gak jelas, padahal ketahuan banget lagi mencuri dengar pembicaraan Holly dan suaminya.
"Terus apa dong... masa papi dilarang berkunjung sekarang, ada sesuatu pasti, papi curiga nih... mau sembunyiin apa mami dari papi? jangan buat papi marah ya?"
Kenapa Koko jadi begini sih?
"Ehh gak ada Koko... gak ada apa-apa, gak usah aja dulu..."
Holly terdiam, apa dia harus bicara sesuatu yang masih samar, hanya berupa praduganya sendiri, mungkin feelingnya salah.
__ADS_1
"Apa? Alasannya apa? Jangan mulai rahasia-rahasiaan dari Koko ya?"
"Ihh papi... masa ngomong nyakitin, papi nyebelin!"
.
Holly mematikan sambungan telepon dengan sedih campur kesal, karena suami belum mendengarkan penjelasannya udah menuduh yang bukan-bukan. Tenry juga sama, kenapa istri tiba-tiba gak mau dikunjungi, jangan-jangan ada sesuatu yang ingin disembunyikan.
Holly cemberut menahan kesal di hati, percakapan yang tadinya mengalir manis jadi berujung menjengkelkan.
"Jangan seperti itu sama suami, kamu manja banget deh... padahal laki-laki tuh suka perempuan yang mandiri, bukan yang ambekan kayak kamu..."
Selly tiba-tiba ngomong sok bijak.
Ehh ada apa ini, kenapa jadi ikut campur dan menghakimi orang?
"Lama-lama suami bisa bosan, jangan salahkan suami jika dia ninggalin kamu..."
Holly sekarang benar-benar terganggu dengan Selly, lontaran kata-katanya mulai negatif entah apa niat yang terkandung di balik kalimat menyudutkan itu.
"Maksudnya apa?"
"Aku hanya ngasih masukan kok, kamu kayak gak dewasa, merepotkan suami loh tingkah kamu, cuma dia gak bilang aja..."
"Apa? Emang kamu tahu pikiran suamiku?"
"Udah ketahuan kok sejak awal aku lihat kamu, tipe-tipe yang terlalu menuntut suami, kekanak-kanakan, dan lebay banget pengen nunjukin ke semua orang bahwa disayang suami... Lama-lama tingkah seperti itu bisa membuat suamimu kabur sama cewek lain..."
Holly terperangah, ini teman sekamarnya sedang apa, seolah-olah dia sedang bicara tentang orang yang sudah lama dia kenal, seolah-olah dia paling tahu keadaan dan kehidupan Holly dan Tenry. Holly menenangkan diri dengan menarik napas dalam lalu menghembuskan perlahan.
"Maaf Selly... aku tuh gak butuh pendapatmu dan penilaianmu terhadap rumah tanggaku... dan aku juga gak ngerti apa maksudmu kenapa jadi memperbesar masalahku dengan suamiku... itu biasa bagi kami berdua... heran juga dari tadi kamu seperti nguping pembicaraan kami... apa maksudmu sebenarnya?"
"Aku gak bermaksud apa-apa, boleh dong aku kasih pendapat apa yang aku lihat... lagian memang seperti itu kenyataannya kok... kasihan banget kamu gak sadar..."
"Kalau seperti itu emang kamu mau apa? Apa urusanmu? Aneh sekali..."
Holly gak bisa menahan emosinya, suaranya membulat dan bergetar sekarang dengan volume yang meninggi.
"Aku kasihan suamimu harus menghadapi tingkah istri yang gak dewasa, itu aja, seharusnya kamu bersyukur dan berterima kasih ada teman yang ngasih masukan... bukannya marah seperti itu..."
"Sel... perasaan kamu orang luar... gak ada urusan dengan hidupku dan suamiku, kenapa jadi seperti pahlawan... gak ada medan perang loh di sini... mau jadi pahlawan untuk siapa? Kenapa kasihan dengan suami orang, kenapa kamu jadi urusin suamiku?"
Holly tambah emosi mendengar Selly yang sedang menjudge dia sebagai istri yang sangat menjengkelkan bagi suami.
"Aku hanya bilang kasihan, bukan mau urusin suamimu, jangan over react kayak gitu..."
"Bukannya kamu yang over react? Suamiku itu urusanku... aku kasih tahu satu hal karena sejak beberapa hari yang lalu kamu terlalu kepo dengan suamiku... aku semakin manja semakin suamiku senang, karena dia punya satu hal yang selalu ingin dia lakukan tanpa henti padaku yaitu memanjakan diriku... heran aja kamu yang orang luar kayak gak senang dengan itu... kamu aneh tau gak?"
Holly meninggalkan Selly keluar dari posko menuju ke rumah, dia mau minta tukeran kamar dengan Rivanna aja, hanya Rivanna yang bisa membuat Selly diam. Dan kemarin saat Holly mengeluh soal Selly pada sekretaris poskonya, dia sempat menawarkan untuk tukeran kamar.
Aneh rasanya bertemu orang yang seperti tahu segalanya dan bersikap menghakimi dan menyulitkan orang.
Holly hanya bisa menangis mengeluarkan emosinya, dia belum pernah bersitegang dengan orang, tapi Selly keterlaluan. Dia ingin menelpon suami, tapi rasa jengkel pada suami sebelum ini membuat dia enggan. Akhirnya bantal di kamarnya yang jadi penampung sedihnya.
.
🦋
.
Terima kasih untuk semua atensi reader di tulisan ini... 🙏🙏
.
__ADS_1