Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 63. Pamit


__ADS_3

Beyvie dibawa ke rumah sakit lagi drop akibat tubuhnya udah gak ada asupan nutrisi yang cukup. Situasi yang membuat si Koko hanya menelpon menanyakan kabar dan memberitahu belum bisa datang ke kost, terus mengontrol lewat ponsel pagi siang sore malam, dan sesekali mengirimkan makanan. Si Koko tersayang udah libur tapi semua keluarga menemani Beyvie di rumah sakit. Justru situasi yang meringankan Holly, setidaknya dia tidak berhadapan langsung dengan Kokonya karena sedihnya belum kunjung pergi. Beberapa hari dia malas melakukan apapun hanya berdiam di tempat tidur, kondisi yang segera dicurigai Nuella.


"Ling... buka pintunya..."


Nuella menggedor pintu juga teriak di sana, ini kali ketiga dia menggedor pintu kamar Holly siang ini.


Holly turun dari tempat tidur karena Nuella gak memberi jedah pada teriakan memanggil namanya, padahal dia malas banget untuk melakukan apa-apa.


"Astaga Ling... kamu kenapa?"


Nuella membawa masuk satu buah kantong berisi makanan, tiga hari sudah gak dapat rantang gratis karena Keke's Catering liburan akhir tahun.


"Ini Kak beli nasi ayam lalapan..."


"Makasih Kak..."


Holly benar-benar gak punya semangat, dia mengambil uang dua puluh ribu di sebuah kotak tempat dia menyimpan uang lalu memberikan pada Nuella. Nuella hanya melirik sambil mengambil piring lalu meletakkan bungkusan itu di atas piring.


"Makasih Kak..."


Holly langsung membaringkan tubuh lagi.


"Makan Ling..."


Holly hanya menelungkup di tempat tidur gak menjawab Nuella.


"Ling... cerita dong ada apa... kamu berhari-hari nangis sedih... Kak sedih juga tau gak... Kak mo pulang loh hari ini... jadi gak enak ninggalin kamu kayak gini..."


Holly kaget lalu langsung duduk di tempat tidur, dia lagi butuh kakak yang baik ini, gak nyaman rasanya melewati situasi ini sendiri, walau dia belum sanggup bercerita apapun tapi kehadiran Nuella membuat dia merasa gak sendiri.


"Berapa hari?"


"Belum tahu, tapi sesudah tahun baru baru Kak ke sini..."


"Itu lama Kak..."


"Iya... tapi Kak harus pulang... ini pun harusnya dari dua hari yang lalu Kak rencanain mau pulang kampung, tapi lihat kamu kayak orang bingung serta sedih Kak gak tega... tapi hari ini Kak harus pulang, Ling... Kak Rommel bisanya hari ini anterin Kak pulang, besok dia udah harus sama-sama keluarganya di rumah mamanya..."


Holly termenung...


"Ling... penghuni kost udah banyak yang pulang juga... apa kamu gak pulang ke rumah atau ke tempat kakakmu?"


Holly hanya menggeleng.


"Ya udah... hati-hati di jalan ya Kak... selamat berlibur..."


Nuella menatap kasihan tubuh kecil itu yang sekarang berbaring meringkuk sambil menyembunyikan wajahnya di bawa bantal. Dia tahu Holly sedang menangis lagi.


"Ikut Kak aja... mau Ling? Ganti suasana... tapi kampung Kak sunyi sepi loh... jauh dari keramaian..."


Holly membalikkan tubuhnya, sebuah usulan yang baik tentu saja, dia lagi butuh sandaran dan gak mau ditinggalin Nuella.


"Iya... Lingling ikut..."


"Siap-siap kalau gitu... mandi sana, udah berapa hari Kak lihat kamu dengan piyama itu... Bawa baju yang banyak ya... mungkin dua minggu di sana kalau kamu gak dijemput Kokomu hehehe..."


Koko? Holly jadi berpikir, pamit atau gak ya? Hanie juga harus tahu kan? Holly mengambil ponselnya lalu menghubungi Hanie terlebih dahulu, dan Hanie menyetujui aja, dia juga mulai merasakan sesuatu yang tidak baik karena dia diminta ke rumah sakit terus.


Selesai mandi Holly menyiapkan semua kebutuhan untuk pelarian sejenak berjudul liburan akhir tahun, sekaligus perenungan dan pencaharian cara gimana merealisasikan janji pada seorang ibu. Tak lupa dia membenahi kamar, mengeluarkan semua makanan dan memberikan pada pak satpam. Setelahnya Holly masuk ke kamar Nuella.


"Banyak banget bawaan Kak Null..."


Holly melihat barang-barang yang menghalangi jalan, beberapa dus terikat tali plastik dan beberapa kantong plastik putih jumbo selain sebuah koper sedang.


"Itu kue-kue sama minuman soda untuk hari raya, serta bahan makanan, biasa mamaku suka masak istimewa karena kita anak-anak pulang semua..."


"Oh... Kak Nul punya kakak atau adik?"


"Kak paling besar, punya adik dua orang, yang satu perempuan udah kuliah juga, satunya laki-laki masih SMA kelas dua..."


"Ohh... ada adik perempuan ya... kok gak kost bareng Kak Nul?"

__ADS_1


"Dia kuliah di Unima... lebih deket dari kampung sejam doang."


"Gak ngekost dong?"


"Ada, berdua adek cowok, SMAnya di kota itu juga..."


"Oh... gak papa aku ikut Kak Null?"


"Gak lah... udah Kak omongin ama mama tadi, barusan mama nelpon..."


Holly jadi ragu sekarang, takut memberatkan keluarga Nuella kalau dia bertamu lama di rumah mereka.


"Mmm Kak... aku batal aja ya?"


"Eh kenapa?"


"Gak enak sama keluarga Kak Nul..."


"Jangan gitu... Kak udah pernah cerita soal kamu... mama malah pengen ngucapin terima kasih soal kamar ini... ya mamaku merasa tertolong, kan Kak lagi butuh banyak uang untuk ujian, jadi tiap bulan Kak hemat bayar kost sekarang itu berarti banget, tau gak..."


Holly gak punya pilihan yang lebih baik sekarang selain ikut Nuella, akhirnya dia memutuskan ikut setelah sempat ragu.


"Udah siap berangkat kan? Kita tinggal nungguin Kak Mel... masih ada dikit pekerjaan katanya, lagi anterin pesanan kue..."


Holly diam menatap dus berisi stoples kue yang terikat tali plastik, gak tertutup sampai atas sehingga stoplesnya menyembul di antara tali plastik.


"Itu kue kak Nul beli di mana?"


"Pesan sama Kak Mel, mereka suka bikin kayak gini pas hari raya..."


"Dijual?"


"Iya... itu salah satu usaha Kak Keke..."


"Masih ada gak? Aku jadi pengen ngasih ke mama..."


"Gak tahu ya... coba kak tanya Kak Mel..."


.


📱


"Bentar lagi ya, masih ada dua paket lagi... tungguin aja..."


"Ehh bukan itu gak papa kali, anterin aja, aku sabar nungguin kok..."


"Terus kenapa telpon... kayak nyuruh aku buru-buru, gangguin aja..."


Kalem sih, tapi nusuk... dasar Rommel.


"Diih... aku mau nanya... masih ada stok kue gak, Holly pengen beli juga..."


"Aku gak tau, nanti aku tanyain kak Keke..."


"Ya udah..."


.


Nuella cemberut melempar ponselnya ke dalam tote bag miliknya, pacarnya kadang suka gak ngerti bahwa omongannya kadang bikin kesel.


"Nanti Kak Rommel kasih kabar apa masih ada..."


"Ya udah... Mmm... aku ke minimart depan dulu kak mau beli minuman kayak kak Null, mau aku kirin juga ke rumah..."


"Oke sip. Udah makan tapi kamunya?"


"Udah kok, sebelum mandi..."


"Udah pamit Kokomu? Entar dicariin... kak Null yang kena omelan nantinya udah ajak kamu pergi..."


Holly kembali meragukan niat hatinya berlibur sejenak dari kekalutan hubungannya dengan Tenry. Bagaimana jika pergi adalah sesuatu yang Koko gak setujui. Apa alasan yang tepat?

__ADS_1


"Telpon Ling... jangan gak kasih tahu Kokomu ya..."


Holly balik ke kamarnya sendiri, mengambil gawainya dengan ragu, belum tahu alasan apa yang akan dia kasih ke Koko.


Dalam dering pertama langsung dijawab.


.


📱


"Iya sayang... kangen ya?"


Ish Koko gak ngerti apa... kangen iya tapi ini lagi dalam misi menjauhkan diri bahkan misi mengundurkan diri dengan hormat karena amanat seorang ibu 😢.


"Iya... kangen..."


Jawab yang manis-manis aja supaya si Koko bisa memberi ijin. Udah kayak tanggung jawab penuh hidupnya ada di tangan Tenry bukan lagi orang tuanya, sama mama papa dia gak merasa harus minta ijin, tapi sama Koko kenapa harus ya... padahal bentar lagi harus pisah.


"Sorry ya... Koko nginap di rumah sakit... nanti sore Koko pulang, Koko mampir... Koko kangen juga..."


"Mmm Ko... Lingling mau minta ijin ikut Kak Null liburan ke kampung... boleh? Lingling belum pernah ke sana, pengen jalan-jalan..."


Lega akhirnya bisa menyodorkan sebuah alasan.


"Mmm... kapan perginya?"


"Sekarang sih... Lingling mau berangkat kalau Koko ijinin..."


Tenry senyum kecil, fakta Holly bergantung padanya bahkan untuk sebuah keputusan membuat dia hepi.


"Ko... Lingling sendirian di kost, udah banyak penghuni kost yang pulang..."


"Ya udah... Koko ijinin, tapi jangan lupa ponselnya ya... di sana ada jaringan gak, coba tanya Nuella... "


"Bentar..."


Holly membuka pintu kamar lalu bertanya dari kamarnya karena kamar Nuella juga sedang terbuka.


"Kak Nul... di sana ada jaringan gak?"


"Ada lah... meskipun di kampung, desa... gak tertinggal kali kampungku..."


"Ada Ko..."


"Ya udah... kalau udah lebih kondusif Cicinya udah stabil Koko ke sana ya...?"


Hahh... ini sih sama aja... gimana mau lari dari Koko ya, dia belum bisa jujur tentang keadaan yang sebenarnya, gak mampu untuk terus terang tentang masalah yang sekarang soal permintaan Ci Cun, terlebih dia gak punya keberanian untuk mempertahankan hubungan ini, takut kualat melawan seorang ibu, ingat gimana sikapnya yang berani melawan mamanya walaupun untuk mengejar masa depan tetap aja perasaan bersalah selalu membayangi dirinya.


"Ling... kenapa diam? Lingling masih sakit? Kalau masih sakit Koko gak ijinin loh ke sana..."


"Ehh... Lingling sehat kok sekarang... makasih ya Koko udah ijinin Lingling..."


"Iya... padahal udah kangen loh... Koko pengen banget ketemu hari ini..."


"Iya... iya... kan nanti ketemu juga... udah ya Koko, Lingling mau ke minimart mau beli sesuatu..."


"Iya sayang... Koko sayang Lingling..."


Tenry menutup telpon tanpa menyadari selama dia menelpon Ci Cun memperhatikan dirinya.


Ci Cun menajamkan telinga, mendengar isi pembicaraan anaknya dia tahu siapa yang menelpon. Ci Cun menghela napas, mendengar suara lembut anaknya dia bisa memastikan betapa sayang anaknya pada Holly. Batinnya teriris, dia sudah terlanjur meminta Holly, dan merasa telah melakukan kesalahan lain juga, merasa gak pantas telah menekan Hanie berkorban padahal anaknya kasarnya dalam kondisi yang gak baik. Orang waras tentu tidak mau menikahi gadis yang sedang depresi. Dia merasa menjadi ibu yang gak waras dengan tindakannya untuk masalah ini. Ci Cun hanya memijit kepalanya, tekanan beberapa bulan ini ikut membuat pikirannya tidak jernih. Ci Cun menatap dengan rasa bersalah pada putranya yang sedang tersenyum bahagia dalam percakapan jarak jauhnya.


.


.


🦋


.


Hi... terima kasih untuk semua respon readers tersayang 👍👍👍

__ADS_1


.


__ADS_2