Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 16. Betah di Sini?


__ADS_3

Hanie sedang mendengarkan penjelasan dari Ci Cun tentang rencana renovasi toko, akan di mulai dari pembongkaran rumah tua di samping kanan toko yang sudah dibeli Ci Cun dan dijadikan gudang penyimpanan keramik, setelahnya baru sambung dengan toko yang sekarang. Nantinya toko akan menjadi jauh lebih besar lagi. Artinya mulai sekarang harus ekstra bekerja untuk memindahkan ribuan dus keramik besar kecil ke tempat lain.


"Di gudang belakang toko udah gak ada tempat ya Han?"


"Gak ada Ci... segala macam pipa disimpan di situ..."


"Di lantai dua ada barang apa? Udah lama Ci gak pernah naik ke atas..."


"Macam-macam sih... mungkin kalau dirapihin lagi bisa."


"Oh, coba kita lihat..."


Hanie tahu Holly sudah membersihkan ruang atas, jadi ingat belum kasih tahu sesuatu, mereka sedang berjalan menuju bagian atas toko.


"Ci... udah seminggu aku sama satu adikku tinggal di atas, maaf aku lupa kasih tahu..."


"Oh... ya gak papa... sejak dulu kan Ci udah meminta Hanie tinggal di sini... adik yang mana?"


"Holly, adik paling kecil..."


"Eh iya, Koko bilang ada adikmu yang pengen kerja, tapi minta setengah hari karena mau kuliah juga, itu siapa?"


Hanie heran, apa Holly yang beritahu Tenry?


"Itu Holly, tapi Tenry mungkin salah informasi Ci, aku gak pengen dia kerja, aku mau dia fokus kuliah aja..."


"Oh gitu... Koko bilangnya dia bantu-bantu Hanie di sini selama ini... rajin katanya..."


"Iya Ci... sementara nunggu kelulusan, dari pada diam di rumah aku ajak bantu-bantu di sini."


Hanie bertanya-tanya dalam hati, apa Tenry pelan-pelan mulai memberitahu mamanya soal Holly? Tenry sering menyebut Ci Cun kolot, tapi itu tidak termasuk soal mengatur jodoh anak-anaknya, yang penting pilihan anaknya bisa ikut menopang usaha mereka, terlebih jika orang itu bisa membawa banyak keuntungan. Seperti dirinya yang dianggap membawa hoki, karena sebelum Hanie memegang toko bangunan ini, sepi pembeli karena banyak toko yang sama di ruas jalan ini. Tetapi entah kenapa empat tahun ini toko ini melonjak keuntungannya justru berbalik menjadi toko terlaris.


"Ini tangga kok sekarang bersih ya..."


Ci Cun naik dan tak lagi menemukan tumpukan barang di tiap anak tangga.


Lima hari ruangan bagian atas toko ini akhirnya bisa ditata dengan rapih. Tadinya ruangan atas ini sangat semrawut, semua barang bercampur jadi satu tumpukan besar dan memenuhi hampir seluruh lantai. Beda dengan barang di lantai satu yang tertata menurut jenis dan ukurannya di rak-rak besi yang tersedia.


Holly menyusun berdasarkan jenis barang, mulai dari segala macam ukuran dan merek cat, segala macam baut dan mur, barang-barang lain entah apa nama dan jenisnya, dari yang bervolume besar hingga yang paling kecil. Semua sampah sudah disingkirkan, begitu banyak hingga perlu bantuan karyawan laki-laki untuk membuangnya, sekarang hampir tidak ada debu lagi berkat kerja keras Holly.


Akhirnya ada space yang lebih luas, terutama di area dapur dan ruang makan. Holly menatap dengan lega, kerja kerasnya lima hari ini membawa hasil yang memuaskan. Bagian rumah ini mungkin sudah sangat lama tidak ditinggali. Ada set meja kursi makan dari kayu, cat sudah kusam tapi kondisi masih sangat bagus. Area pantry keramik sudah kinclong lagi, dapur model lama setelah bersih ternyata bisa digunakan, air berjalan lancar, demikian juga dengan pembuangan. Holly berencana memasak di sini. Selama ini mereka selalu membeli makanan, di bawah ada dapur juga, tapi takut pas masak si Koko datang, Holly memang ingin menghindar dan Hanie mengikuti saja.


Sebenarnya masih sedih meninggalkan rumah, dia selalu kepikiran rumah sudah seperti apa sekarang tak ada lagi yang membersihkan. Masih ingin pulang ke rumah aja, tapi Hanie bilang dia diusir mama, jadi dia tidak nyaman membayangkan ada di rumah tanpa Hanie, cuma Hanie yang selalu menjadi pahlawan untuk dia di sana.


Holly duduk di salah satu kursi makan melepas lelah setelah sentuhan terakhir yaitu memasang kembali tirai di jendela besar di samping meja makan yang sudah dia cuci sebelumnya.


"Ling..."


"Ya..."


Di tangga muncul Hanie dan seorang wanita berkulit putih yang langsung menatap Holly. Wanita ini mirip siapa ya...


"Ling ini Ci Cun..."


Holly berdiri dan menunduk pada wanita yang menatapnya ramah, sungkan bertemu boss kakaknya juga mama Ko Tenry.


"Holly ya...?

__ADS_1


"Iya... tante..."


"Panggil Ci Cun aja, seperti yang lain..."


Holly hanya mengangguk. Ci Cun langsung mengedarkan pandangan, setahu dia ruangan ini kotor dan bau apek.


"Siapa yang bersihin, kalian?"


"Holly sendiri Ci... dia terbiasa bersih-bersihin rumah, gak suka lihat yang kotor-kotor..."


"Oh begitu yaa... kamar-kamar juga?"


"Holly baru bersihin dua kamar Ci... nanti setelah ini baru dua kamar lainnya."


Holly menjawab sungkan dan agak malu seperti kedapatan tak mengerjakan sesuatu dengan benar.


"Oh... gak perlu Holly, nanti karyawan aja ya, waah tempat ini jadi bersih begini, Holly pasti kerja keras ya..."


Ci Cun tersenyum dan Holly seperti melihat senyum lembut Ko Tenry. Holly melepas senyum juga, mata dan telinganya terpaku pada keramahan sikap dan sapaan hangat Ci Cun, tampilan seorang ibu yang begitu menyejukkan. Mama Ko Tenry lembut dan hangat, jauh beda sama mama Lisbeth.


Holly duduk lagi di kursi karena Ci Cun sudah lebih jauh ke depan memeriksa kamar paling besar di ruangan ini. Mengingat mama lagi, meskipun arogan, wanita itu tetap mamanya, sebagai anak Holly tetap sayang, dan merasa kasihan tidak ada dirinya yang membantu mama.


"Holly..."


Panggilan Ci Cun membuat Holly kaget.


"Iiyaa Ci Cun..."


Ci Cun mendekati Holly yang masih canggung...


"Betah di sini? Banyak barang begini, nanti mau tambah banyak, keramik mau dipindahin ke sini..."


"Eh... jangan sungkan, Ci juga harus terima kasih Holly udah bantuin beresin barang-barang di sini, udah rapih, gak susah buat nyari barang kalau ditata seperti ini..."


Holly tersenyum senang, kerja kerasnya beberapa hari seperti terbayar dengan ucapan terima kasih tadi, tidak mengharapkan sih tapi senang aja pekerjaannya diakui.


"Holly menggunakan kamar yang mana?"


"Yang ini Ci..."


Holly menunjuk kamar paling belakang di dekat tangga.


"Mmm, Holly boleh pindah di kamar paling depan aja? Di situ ada wc dan kamar mandi juga, maksudnya kamar yang ini biar buat tempat barang karena deket tangga, biar gak susah mengeluarkan barang. Nanti Ci suruh karyawan bersihin..."


"Oh gak papa Holly aja yang bersihin sendiri, Holly bisa kok..."


"Kamar depan itu kamar Koko dulu, waktu masih SMP kayaknya... dia suka kamar itu karena langsung bisa melihat jalanan, ada jendela besar di situ..."


Jadi... dia akan menggunakan kamar Ko Tenry...


"Ci, mungkin gak cukup juga ruangannya..."


Hanie datang mendekati mereka.


"Mmm ruang istirahat jarang kalian gunakan kan?"


"Iya, paling-paling buat makan siang..."

__ADS_1


"Ya udah, di sini aja kalian makan, Han... Ruangan ini udah kayak dulu lagi... Ci jadi ingat dua puluh tahun lalu suka masak di sini... Keluarin semua barang di bawah, pindahin ke atas sini aja, sama TVnya sekalian, terus keramik ukuran besar yang disimpan di sana..."


"Baik Ci..."


Hanie turun ke bawah. Ci Cun malah duduk di depan Holly, mengeluarkan ponsel dari tas selempang yang besar, lalu mulai menelpon, mungkin rekan bisnisnya. Holly jadi gugup dan sungkan untuk pergi, padahal ingin menghilang dari sini sekarang. Selesai menelpon...


"Di deket sini banyak yang jualan makanan, kalian gak susah kalau nyari makan malan, soalnya rantangan buat Hanie hanya makan siang..."


"Oh iya Ci... tapi nanti Holly bakal masak sendiri aja..."


"Holly bisa masak?"


"Eh... bisa Ci... di rumah Holly yang masak..."


"Oh bagus itu... Holly umur berapa sekarang?"


"Tujuh belas..."


"Oh?? Ci kira seumuran Dede... oh iya ya, udah mau kuliah kan?"


"Iya Ci..."


"Koko ngomong kemaren Holly pengen kerja..."


"Iya... tapi Hanie bilang gak usah, bantuin dia aja di sini katanya..."


"Oh begitu ya... kadang memang toko ini suka rame... ya udah, Ci masih banyak urusan..."


Ci Cun berdiri dan meninggalkan seulas senyum untuk Holly, dia mulai nyaman memandang senyum itu ternyata benar kata Hanie keluarga Ko Tenry baik. Ponsel Ci Cun berbunyi lagi... sambil jalan Ci Cun menjawab ponselnya..


📱


"Ko... mama di toko bangunan..."


"..."


"Gak usah, mama bawa mobil..."


"..."


"Koko telpon papa kalau urusan itu, mama gak paham soal itu... tanya papa ya?"


"..."


"Ya udah... hati-hati Ko, jangan terlalu malam pulangnya..."


.


Holly merasakan sesuatu dalam hatinya saat tahu siapa yang sedang bicara dengan Ci Cun. Ko Tenry apa kabar ya... seminggu gak pernah ketemu, ada yang kangen. Beberapa hari yang lalu Ko Tenry mampir ke sini, Holly mencuri dengar suaranya di tangga. Pengen ketemu tapi ingat kalau Ko Tenry punya pacar, Holly hanya menuntaskan rindunya lewat suara sayup Ko Tenry dari tangga.


Hati jadi nelangsa karena sebuah nama. Hati jadi sepi dan sunyi karena ingin mendengar suara itu. Mata jadi ingin memandang dirinya, menikmati senyumnya. Raga ingin merasakan kehangatan pelukan dan sentuhan yang menyejukkan. Apa ini cinta?


.


.


🦋

__ADS_1


.


__ADS_2