
Holly selesai merapihkan bawaannya. Baru tiga hari yang lalu Tenry ke sini pas ulang tahunnya, sekarang udah muncul lagi dengan satu tujuan, menjemput Holly. Holly yang gak diberitahu sebelumnya merasa sedikit jengkel karena liburannya terganggu tapi tidak ingin mengecewakan Tenry yang udah jauh-jauh datang ke sini. Permintaan kekasih dituruti, padahal dia baru aja mencuci baju, gak pakai mesin jadi gak dikeringkan terus gak ada matahari sepanjang hari jadi baju-baju masih basah. Terpaksa nyari kantong plastik besar dan disimpan dalam keadaan basah.
Holly keluar dari kamar, ada Nesya yang sedang ngobrol dengan Tenry. Senyuman di wajahnya langsung berubah ketika melihat Holly. Cewek ini sejak awal Holly di sini gak menunjukkan keramahan sedikitpun, tatapan judes dan gak pernah menyapa, sangat berbeda dengan anggota keluarga Nuella yang lain. Awalnya Holly sedikit sakit hati, tapi kemudian berusaha bersikap biasa yang penting tidak bersikap kasar aja.
"Udah selesai sayang?"
Tenry berdiri dan mendekat lalu mengambil alih tas milik Holly termasuk kantong plastik berisi pakaian basah.
"Udah Ko... Lingling aja yang ini..."
Holly mempertahankan tas plastik di tangannya. Tatapan sinis diarahkan Nesya, Holly bingung jadinya, apa alasannya gadis ini bersikap memusuhi dirinya? Holly mengabaikan akhirnya, dia hanya tamu di sini, dan untungnya mau pulang sekarang. Holly mengikuti Tenry turun melalui tangga belakang rumah itu, di belakang mereka Nesya ikut turun.
"Ten... minum dulu ya... mamaku ada goreng pisang juga..."
Nuella mengangkat nampan berisi teh hangat yang ada di tangannya.
"Aku masukin tas ke mobil dulu, Tenry mengambil tas di tangan Holly sekarang.
"Sini... Koko yang bawa..."
Holly membiarkan, karena pakaian basah lumayan berat juga. Nesya mengekori Tenry menuju mobil, Holly mengikuti dengan tatapan mencoba menggali lebih dalam sikap Nesya padanya, apa ada hubungan dengan Tenry... apa dia suka Tenry? Holly hanya membatin lalu mengalihkan tatapan di meja makan di mana sudah tersaji pisang goreng dan dua gelas teh hangat, cuaca yang mendung rasa dingin yang menusuk membuat pisang goreng tampak menarik hati, apalagi dipasangkan sama teh yang hangat.
"Jadi... gak papa kamu sendirian di kost?"
"Ya gitu deh... kan ada ibu pemilik kost juga... gak enak Koko udah jemput, mungkin aku akan ke toko Hanie aja, lihat gimana nanti..."
"Hahaha... Kokomu kayak yang kamu ini pergi ke planet lain aja, baru beberapa hari... kangen udah segunung katanya... so sweet sih... Kak Mel mana pernah ngomong kangen..."
"Hehe... Kak Mel manis juga kok... caranya sih nyindir-nyindir lucu..."
"Kayak gitu dibilang manis Ling... nyakitin itu mah..."
"Hehe..."
"Baby... mau minum dulu?"
Tenry muncul lagi.
"Iya... kasihan tante udah repot buatin loh... "
Holly menjawab malu dipanggil baby di depan orang, belum terbiasa.
"Iya...gak buru-buru kan kalian?"
Nuella ikutan duduk di hadapan Tenry dan Holly, dan Nesya duduk dengan muka horor di depan Holly. Holly melirik penasaran tapi gak mengambil hati.
Holly mengambil sebuah pisang goreng, tapi karena panas langsung terlepas dari tangannya.
"Aw..."
Holly meniup jemarinya tapi langsung diambil Tenry kemudian melanjutkan meniup jemari itu.
"Eh... Koko... gak papa kok..."
Tenry gak peduli, dan menahan jemari tangan yang ditarik Holly, sementara di sisi lain meja seseorang mencibir. Holly menangkap dengan lirikannya cibiran itu dan mulai paham ketidaksenangan Nesya, memperhatikan gerak-gerik Nesya serta tatapan beraninya pada Tenry membuat Holly paham.
Nuella meletakkan dua buah garpu di piring berisi gorengan terfavorit seluruh Indonesia itu. Tenry mengambil pisang goreng pakai garpu dan meniup sejenak lalau menyodorkan ke mulut Holly. Ada mata yang iri dan panas sekarang, Holly jadi gak enak dan mencoba mengambil garpu dari tangan Tenry...
"Koko makan juga gak usah suapin Lingling... biar kita cepat berangkat... ya?"
__ADS_1
Permintaan Holly didengar Tenry, Holly gak ingin pamer kemesraan di depan mata orang yang udah kebaca gak suka.
Akhirnya mereka pulang setelah Holly dan Tenry berbasa-basi serta pamit dan berterima kasih.
Nuella menahan adiknya tetap di halaman setelah mobil Tenry menghilang di belokan.
"Kenapa kamu? Suka sama Tenry? Jangan aneh ya??!!"
"Apa sih..."
Nuella belum melepaskan cekalannya.
"Kakak gak mau kamu keterusan dengan sikap gak bener kamu, suka sekali masuk ke dalam hubungan orang... hei denger... gak ada akhlak itu.. si Laura dan Gaby ngaduh ke kakak kelakuan kamu ngerebut pacar mereka... kalau papa denger... tahu rasa kamu..."
"Pacar mereka aja yang gak setia, nyalahin aku..."
"Memang ni otak udah kotor perlu dilaundry kayaknya... ada bibit jadi pelakor kamu, bahaya... sakit mental kamu... udah jadi pembicaraan orang sekampung kayak gak punya malu... diih, kena batunya diviralin orang baru tahu rasa kamu..."
"Bilang kalau iri..."
"Iri? Heii... untuk apa aku iri? Kelakuan kayak gini... aku bilangin mama kamu ya..."
Nuella melepaskan cekalannya, pengen ngejitak kepala adiknya sekarang. Tapi dia menahan diri, harus lapor orang tua aja, anak ini terlalu bebas, perlu dididik lagi biar lurus otaknya.
"Denger Nes... sekeras apapun usaha kamu gangguin Tenry, gak akan berhasil... jangan merendahkan diri kamu dan jadi cemohan orang..."
.
"Ko..."
"Mmm..."
"Kalau Lingling jawabnya mmm... Koko suka marahin loh..."
"Sorry..."
Tenry nyengir pendek sambil mencubit pipi Holly.
Beberapa menit kemudian...
"Koko..."
"Iya..."
"Koko dari tadi diam aja..."
"Oh? Eh lagi konsentrasi nyetir kan... Mau nanya apa?"
"Ini mobil siapa?"
"Ini? Mobil papa... mobil Koko sekarang suka dipakai mama, jadi Koko bawa yang ini..."
"Oh..."
Percakapan terhenti, beberapa kali melirik dan memandang hanya mendapat balasan sebuah senyum singkat, si Koko diam dan Holly gak enak untuk mengganggu. Holly memilih bersandar di jok mobil dan akhirnya tertidur hingga di batas kota, mobil bergerak pelan karena menjelang sore kendaraan padat merayap memasuki kota.
"Kita di mana?"
Tanya Holly saat menyadari tempat.
__ADS_1
"Baru masuk kota... tidur aja lagi...masih lama, macet..."
Holly menggeleng, dia merasa cukup tidurnya kali ini, apalagi di luar nampaknya sudah malam. Beberapa saat kemudian Holly menyadari sesuatu, dia memegang tangan Tenry yang sedang memegang persneling, yang direspon senyum pendek Tenry.
"Koko kenapa? Ada masalah"
Tenry melirik sejenak lalu melepaskan tangan Holly tapi tangannya terangkat memegang kepala Holly, lama.
"Gak ada masalah, Koko merasa sedikit lelah aja..."
"Harusnya gak memaksakan diri jemput Lingling, jadi nyusahin Koko kan..."
Holly menatap gak enak hati...
"Emang udah Koko niatkan mau jemput... gak papa... Koko gak tenang mikirin Lingling di tempat orang..."
Feeling Holly berbeda, ada sesuatu yang menyebabkan Tenry diam... ingin terus bertanya tapi melihat pancaran wajah Tenry, Holly memilih diam. Dia sebenarnya resah soal adik Nuella yang nampaknya dikenal Koko juga, ada sesuatu yang mengganggu di hati, tapi Holly gak tahu gimana menanyakan hal itu.
Di kost setelah sebekumnya mampir makan malam diwarnai sikap Tenry yang gak berubah, hanya tangan Tenry yang gak melepaskan tangan Holly yang menandakan bahwa sikap diam Tenry bukan karena marah pada Holly...
"Gak ada yang lupa?"
"Apa ya... rasanya gak ada... oh... aduh Ko... chargeran hpku lupa masih di colokan..."
"Ya udah... wa si Nuella... dia kapan ke sini?"
"Semingguan lagi katanya..."
"Nanti Koko bawain charger lain..."
"Iya..."
"Sini..."
Si Koko membawa Holly ke pelukannya, menahan lama hanya memeluk. Dalam pelukan itulah Holly merasakan kegelisahan si Koko, Holly hanya membalas pelukan sayang Kokonya, tanpa kata seperti saling menyerap dan memberi kekuatan aja. Setelahnya ciuman panjang di dahi, belum pernah seperti ini cinta dikomunikasikan tanpa suara hanya saling merasakan sentuhan tanpa jarak, beberapa waktu seperti itu jadi begitu bermakna.
"Koko pulang ya... besok bisa nyari sarapan sendiri kan? Koko agak sibuk... nanti siang atau sore Koko datang... tadi Koko udah nitip Lingling sama bu kost..."
"Iya... gak papa, mungkin Lingling mau ke toko sih..."
"Ya udah... seperti itu lebih baik, Lingling tinggal dengan Hanie aja dulu... atau Koko anterin ke toko aja sekarang?"
"Gak usah Ko... besok Lingling ke sana sendiri... Koko sebaiknya pulang ke rumah aja... istirahat ya?"
"Koko mau mampir di suatu tempat dulu..."
Tenry melepaskan pelukan... mencium sekali lagi lalu mengusap pipi sejenak, sambil menatap sayang...
"Baby... I love you..."
Koko yang sedang melankolis akhirnya pergi meninggalkan Holly dengan seribu tanya...
Koko kenapa ya?
.
🦋
.
__ADS_1
.