Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 105. The Holy Matrimony


__ADS_3

The Holy Matrimony of Tenry and Holly...


πŸ§‘β€πŸ’ΌπŸ’—πŸ‘°


Melihat Holly pertama kali, Tenry seperti langsung terhisap pada lingkaran pesona gadis kecil itu, dan tidak bisa keluar lagi dari sana karena cinta juga telah menjerat hatinya, gadis berwajah sendu itu mampu memikat Tenry dalam segala-galanya.


Kini dia ada di altar Pemberkatan Nikah bersama Holly, untuk memohon rahmat dari Sang Pemilik Hidup bagi biduk rumah tangganya yang baru. Dia ada di puncak bahagia dan puncak keindahan hidup saat menyadari bahwa setelah ini dia dapat mencurahkan segala yang dia miliki untuk wanita terbaik dan tercantik di matanya, wanita mungil tapi jelita, teramat manis melebihi kekasih yang pernah ada, segala sesuatu yang ada padanya begitu menarik hatinya.


Akhirnya saat mengucapkan kalimat sakral, memandang wajah Holly yang tersenyum tenang membuat kalbunya juga tenang hingga bisa mengucapkan dari hatinya tentang janji setianya pada istrinya. Ada perasaan lega, janji pernikahan yang kudus terikrarkan untuk tulang rusuk yang menjadi pendamping dan penolong hidupnya. Kelegaaan dan kebahagiaan makin paripurna saat Holly juga dapat melakukannya dengan sama baik.


Sambil memasangkan cincin Tenry dan Holly disilahkan mengucapkan apresiasi cinta terhadap pasangannya.


Dalam saling tatap penuh pujian dan kekaguman, pancaran perasaan yang kuat dari mata, dengan senyum indah terukir di wajah, dengan suara lembut yang mengalun bernada kesungguhan dan kebulatan hati, Tenry mengucapkan...


"Holly Yulvyana Chandra... namaku telah tersemat di belakang namamu... kamu telah menawan hatiku, menjadi perhiasan di jiwaku, kekuatan dan semangat hidupku... aku mencintaimu dengan seluruh hidupku, hanya kamu seorang istriku, milikku hingga nafas terakhirku..."


Tenry memasangkan cincin pengikat untuk Holly. Selanjutnya Holly menyatakan kalimat...


"Tenry Vincent Tanos... Cintamu membuatku merasa aman dan nyaman, aku menjadi kuat dalam cintamu yang tulus dan indah... aku mencintaimu dengan seluruh hidupku, hanya kamu seorang suamiku, milikku hingga nafas terakhirku..."


Cincin terpasang sempurna, senyum dan bahagia saja yang melingkupi keduanya...


Merekapun berlutut di altar menerima doa Peneguhan dan Pemberkatan. Kiranya Yang Maha Besar Khalik langit dan bumi memberikan berkat rumah tangga dalam anugrahNya yang tak terbatas untuk mereka yang dikenanNya.


Mereka sah sebagai suami istri yang baru...


Mereka saling jatuh cinta dan saling mempedulikan. Holly memberikan pujian, Tenry memberikan rasa aman... Holly memberikan perhargaan, Tenry memberikan cinta dan sayang dengan jumlah yang besar.


Cinta merupakan pelepasan akhir bagi Tenry untuk mendapatkan hati dan cinta yang lembut seorang Holly, perburuan dan penakhlukan seorang lelaki berakhir di altar kudus. Cinta membuat segala-galanya menjadi istimewa.


Di barisan tempat duduk, ada orang tua dengan emosi yang sama... hanya bahagia untuk anak-anak terkasih.


"Disilahkan pengantin pria, saudara Tenry Tanos... datanglah pada orangtuamu, berikan rasa hormat dan terima kasih pada orangtuamu yang sudah membesarkan dengan kasih sayang, ada banyak pengorbanan mereka sehingga saudara bisa berdiri di sini sekarang ini..."


Pemimpin pemberkatan menghentar ke acara bakti pada orang tua, semacam permintaan restu dan doa berkat dari orang tua untuk rumah tangganya.

__ADS_1


Tenry turun dari altar mendekati Ci Cun dan Ko Siong yang sudah menanti dalam ekpresi yang bercampur antara sukacita dan kesedihan bercampur rasa bangga pada putra terkasih.


Tenry berlutut di hadapan sang mama, kedua tangannya dia letakkan di atas lutut mamanya... dua tangan Ci Cun memegang pundak anaknya.


"Ma... Koko tidak bisa memberikan sama baik dengan yang mama berikan untuk Koko... Koko tidak bisa mengembalikan sama besarnya dengan yang telah mama korbankan untuk Koko..."


Tenry terhenti di sana, tatapan kasih sayang sang mama yang berbalut airmata membuat dia mengeluarkan airmata, jika harus mengingat maka yang akan muncul adalah deretan kenangan indah tentang betapa sayangnya mama padanya.


"Terima kasih ma... terima kasih... karena selalu ada maaf mama untuk anakmu yang selalu menyakiti, selalu ada kasih sayang untukku bagaimanapun keadaanku... maafkan Koko ya mama... Koko mohon berkat mama untuk rumah tangga Koko..."


Dengan airmata yang masih mengalir Ci Cun memegang lembut kepala anaknya lalu memberikan satu ciuman di kepala itu.


Waktu tidak dapat dibekukan, keberadaan anaknya tak mungkin untuk dia genggam erat, dia harus melepaskan putranya sekarang untuk memiliki kehidupannya sendiri bersama wanita pilihannya. Yang tertinggal dan tak akan pergi hanyalah kenangan indah tentang putranya. Sebagai ibu tugasnya mungkin selesai, hubungan tetap ada tapi dia hanya harus berdiri dari jauh menjadi penyemangat saja bagi keluarga anaknya.


"Koko kebanggaan mama... Koko putra yang tahu menyenangkan mama... mama memberkatimu nak, hiduplah bahagia dengan istrimu..."


Ci Cun mencium kepala Tenry sekali lagi Lalu Tenry memeluk mamanya erat... tangisan berlanjut di sana, semua orang jadi tahu betapa kuatnya hubungan mama dengan sang anak. Holly juga turut menitikkan air mata. Tenry berpindah akhirnya berlutut di depan papanya...


"Pa... papa pendukung nomor satu buatku hingga aku berani melakukan banyak hal... terima kasih pa... papa juga jadi rule model buatku... terima kasih pa... kasih sayang papa membuat aku kuat dan sekarang siap untuk jadi suami... terima kasih..."


"Papa memberkatimu... jadilah suami dan papa nantinya yang melindungi keluarga. Keluargamu nyaman atau tidak, itu bergantung pada usahamu..."


Tenry kembali ke altar sambil mengeringkan airmata dengan tissue yang disodorkan Ivy.


"Sekarang pengantin wanita... datanglah pada orangtuamu, berikan rasa hormat dan terima kasih pada orangtuamu yang sudah membesarkan dengan kasih sayang, ungkapkan terima kasih untuk apa yang telah mereka korbankan buatmu..."


Giliran Holly yang turun dari altar, Tenry sigap menuntun Holly mendekat kursi di mana duduk mamanya dengan sang opa. Mama Ibeth sejak tadi sudah gak bisa menahan emosinya, sejak acara dimulai dia sudah berkali-kali mengeluarkan airmatanya. Hari ini di sini emosinya terkuras...


Holly berlutut di depan mama, tubuh kecilnya membuat dia dapat dengan mudah menelungkup di paha sang mama, tak bisa mengungkapkan apapun, hanya menangis di atas pangkuan sang mama. Demikian juga mama Ibeth memegang anaknya dan mendekatkan kepalanya ke kepala Holly.


"Mama yang harus minta maaf padamu nak... mama tidak menjadi mama yang baik, mama banyak melukai perasaanmu, maafkan mama tidak membuat hidupmu bahagia saat menjadi anakku... maafkan mama Holly..."


"Mama... aku tahu... aku tahu mama sayang aku... makasih ya mama sudah bertahan menjadi mama kami meskipun hidup mama sendiri berat... makasih ma... mama tidak meninggalkan anak-anak mama, menjadi wanita kuat menghidupi kami semua..."


Anak perempuannya yang ini selalu menjadi tempat dia menumpahkan keputusasaannya dan kemarahannya, satu-satunya anak perempuan yang tidak akan protes apapun yang disuruhnya, satu-satunya yang selalu membantunya tanpa membantah. Mama Ibeth baru menyadari anak ini adalah anak yang paling berharga untuknya.

__ADS_1


Tangisan mama dan anak perempuannya kemudian dihentikan oleh Tenry yang menenangkan Holly dan menolong Holly untuk berpindah pada opanya. Dan di pangkuan sang opa, Holly melepaskan sakit hatinya karena ketidakhadiran sang papa, sekaligus mendapatkan penghiburan dari sang opa.


"Ini hari bahagia Holly... cucu opa tidak boleh larut dalam sedih, hanya karena seseorang, lihat... di sini ada banyak orang yang mendukung Holly dan yang bahagia dengan Holly, terutama suami... lihat suamimu... kalau Holly terus menangis, akan mengganggu perasaan bahagia kalian... ayo Tenry... bawa Holly kembali ke altar..."


Opa membantu Holly berdiri, memeluk sejenak lalu dengan matanya meminta Tenry mengambil Holly.


"Baby..."


Tenry mengamit lengan Holly dan perlahan bergerak karena masih ditunggu pemimpin pemberkatan di altar.


"Selanjutnya... tudung pengantin atau veil ini harus dibuka... silakan suami perlahan membukanya... ini suatu simbol bahwa suami bisa menyingkapkan apapun ya... tidak ada yang rahasia lagi antara suami dan istri, tidak ada yang akan menghalangi kalian untuk bersama sebagai suami dan istri..."


Tenry tersenyum, simbolisasi untuk melepaskan sekat dengan cekatan tapi lembut bisa dilakukan Tenry, terlebih ini perlambang untuk sebuah malam penganten yang sudah dirancang dengan manis dan apik di otaknya.


"Silahkan memberikan ciuman kalian sebagai pasangan yang sah di hadapan Tuhan dan di hadapan keluarga dan jemaat..."


Dan.... itu bukan sesuatu yang harus diperintahkan dua kali kepada seorang suami... Tenry mencium dengan penuh cinta, menyatakan semuanya dengan lebih intim dan dalam... dalam durasi sesuai yang dia mau, sampai tangan kecil Holly menepuk-nepuk dadanya... di bawah sana semua tertawa merekam adegan manis ini. Tenry melepaskan ciumannya sambil tersenyum dengan senyum yang paling merekah yang pernah dia tampilkan...


Ada banyak hal yang datang silih berganti, demikian juga musim-musim dalam kehidupan Holly, ini adalah waktu yang terbaik dalam hidupnya...


Pernikahan itu berlain-lainan, tergantung dengan siapa seseorang menikah... pasangan suami dan istri itu yang akan menuliskan sendiri definisi tentang pernikahannya... bahagiakah???


.


πŸ§‘β€πŸ’ΌπŸ’—πŸ‘°


.


Holly dan Tenry... mereka udah menikah... menurut kebiasaanku setelah pernikahan tinggal menulis episode bonus... tapi karena status novel ini yg blm lolos kontrak, maka aku harus memutar otak untuk menulis tentang kehidupan setelah pernikahan Tenry dan Holly... ini berat guys.... semoga aku bisa... berharap juga, belum ada yg bosan dengan cerita ini...


Terima kasih udah ngasih komen, jempol, hadiah, vote dan rate....


.


πŸ¦‹

__ADS_1


.


__ADS_2