
Holly tertawa lebar melihat meja makan dipenuhi Jelly sama Ya*kult, dua snack yang anak kecil yang disukainya berawal dari suka minta sama ponakannya dulu. Tadi saat tiba di sini dia gak memperhatikan apa isi meja makan.
"Makasih Koko... banyak banget..."
"Itu permintaan maaf Koko, gak kasih ucapan selamat ulang tahun kemaren..."
"Koko gak ingat kan hut Lingling..."
Suara kecewa Holly membuat Tenry menutup bibir Holly dengan kecupan.
"Maaf ya... Koko lupa waktu itu, tapi mikir kok, ini tanggal delapan belas kok kayak penting tapi apa, salah Koko gak langsung nyari tahu... Pas Koko Ingat... Koko telpon gak bisa terhubung..."
"Gak ada balon... Lingling pengen tiup lilin padahal..."
Astaga... dia lupa siapa pacarnya, memori setahun lalu muncul di otaknya bagaimana gadis ini gak bisa move on dari balon ulang tahunnya selama berhari-hari. Hanya makanan kecil kesukaan Holly yang singgah di otaknya, dan dia bukan tipe cowok yang suka menyiapkan kejutan, berpikir tentang itu pun gak.
"Koko gak mikirin itu, nanti besok Koko siapin, hahaha... beneran kan... anak kecil, masih menginginkan balon sama tiup lilin..."
"Biarin... Lingling nungguin tahu... ada kejutan kayak tahun kemaren... ternyata gak ada..."
Suara sedih tapi malah membuat Tenry makin tergelak.
"Baby... kalau kamu udah nungguin, berharap ada yang buat pesta itu bukan kejutan lagi... hahaha..."
"Di sana... Kak Brill ngasih keju...tan"
Akhir kalimat jadi tertahan, menyadari itu bukan sesuatu yang baik untuk diceritakan ke Tenry, kalau Tenry marah gimana, tapi dia udah terlanjur mengucapkannya. Holly gak berani menatap Tenry, rasa takut karena merasa berbuat salah menguasai dirinya. Walau gak sengaja tapi dia udah dirangkul Brill pas di boat, gak mengira juga Brill ngasih ucapan selamat hut pakai mencium kepalanya, dan lagi hampir aja pelukan di tengah laut... tapi jika dipikir-pikir itu udah termasuk pelukan kan...
Holly menggeleng pelan mengusir gelisah.
Apa aku udah selingkuh? Koko pasti marah...
Pikiran ini terus menuduhnya selama perjalanan pulang. Untung saja Brill tidak memaksakan sesuatu lagi setelah penegasan sikap Holly di tengah laut, Brill cenderung diam dan menjauh sejak itu.
"Lingling..."
Tenry membaca sesuatu dari kegelisahan Holly.
"Brill buatin pesta ulang tahun buat Lingling?"
__ADS_1
Suara Tenry pelan tapi kayak tajam menusuk perasaannya.
"Ehh... gak persis seperti itu, hanya..."
Holly menunduk...
Apa ngaku aja? Gimana ngomongnya?
"Ling..."
Menelisik raut wajah gadisnya yang semakin gugup Tenry semakin yakin ada sesuatu dan pasti ada kaitannya dengan Brill yang barusan disebut Holly. Dia tahu tindakan seorang cowok bila menyukai seseorang, bila cewek mungkin akan pasif aja tapi seseorang seperti Brill... dia gak yakin. Sebenarnya dia bisa mendengar saat Brill teriak waktu itu meminta dia melepaskan Holly, tapi karena sayup aja dia ragu memastikan kebenaran yang ditangkap telinganya.
"Lingling...
Holly mengangkat mukanya perlahan, bertemu mata Tenry dia sedikit tersentak, aura yang serius yang ditampilkan Tenry membuat mulutnya jadi makin kaku.
Tenry meraih tangan Holly yang mulai bergerak-gerak kecil menghilangkan gelisahnya, menggenggam lembut. Menunggu Holly ngomong sendiri pasti akan lama, Tenry harus memancing dengan sebuah kalimat baru Holly bisa menjelaskan.
"Yang ajakin Lingling liburan siapa?"
Tenry menekan lembut jari jemarinya di tangan Holly, seolah mau memindahkan rasa tenang di tubuh Holly.
"Joy sama Faithly..." Suara rendah Holly, dia coba bersikap tenang di hadapan Tenry.
"Ihh mereka kayak Koko gak ingat kalau Lingling ulang tahun, cuman Kak Brill yang ngasih selamat buat Lingling..."
"Serius mereka gak ingat juga...?"
Tenry mengabaikan soal Brill, gak ingin menekan Holly soal cowok itu, biarkan cerita mengalir sendiri. Dua point sudah dia dapatkan soal Brill.
"Iya... nanti Lingling yang bilang sendiri ke mereka..."
"Oh kirain kejutannya pesta perayaan..."
"Bukan Ko... kejutannya Kak Brill kayak nembak Lingling gitu..."
Holly menutup mulutnya dengan dua tangannya kemudian menelungkup di dua kakinya. Beberapa saat dia diam seperti itu, tak ada suara Tenry terdengar. Emosinya memuncak sekarang meanganggap Tenry sedang marah. Di sampingnya, Tenry juga sedang menjaga supaya emosi jangan menguasai dirinya, mulai merasa geram dengan sosok Brill yang bersikap sok akrab tadi, mau merampas Holly dengan cara elegan ya...
Cinta membutuhkan kedewasaan, itu yang ada di hati Tenry sekarang. Dia harus berpikir dewasa, mengelola perasaan secara dewasa dan bersikap dewasa, Holly gak mungkin dia tuntut banyak hal soal Brill.
__ADS_1
Dia harus menenangkan diri supaya tidak salah bersikap pada Holly, nalarnya berjalan bahwa Holly gak sengaja masuk ke situasi itu, jika Hanie benar dari awal Holly gak tertarik pada liburan itu. Dia gak boleh marah pada sesuatu yang belum jelas, terakhir dia gak boleh menjadikan Holly sasaran kemarahannya pada Brill.
Tarikan napas beberapa kali dan kemudian meraih Holly tanpa suara mencium penuh sayang dahi gadis yang sedang ketakutan kemudian memeluk dengan sayang. Tindakan yang membuat kumpulan airmata Holly karena tekanan emosi tentang Brill terburai tanpa halangan.
"Koko... maafkan... Lingling udah seling...kuh..."
Kalimat yang terputus-putus di sela tangisan membuat gak sadar emosi Tenry naik. Pelukan terlepas...
"Lingling menerima Brill? Lingling jadi pacar Brill?"
Suara Tenry kental dengan emosi.
"Gak Ko... gak, Lingling menolak kok, Lingling selalu ngomong ke Kak Brill Lingling udah punya pacar... Lingling gak mau kok..."
Desss... emosi hampir membuat dia lepas kontrol, tapi kenapa bisa ngomong selingkuh?
"Lingling gak selingkuh kalau seperti itu, dia berhak punya perasaan sama Lingling tapi Lingling berhak menolak, udah selesai... itu bukan selingkuh..."
"Tapi... tapi... waktu Kak Brill ngasih ucapan selamat hut, dia... dia cium Lingling di sini..."
Tangan menunjuk pelipisnya dan airmata tercurah di pipi.
Tenry ingin meninju Brill sekarang, dia ingin mendengar lebih banyak apa yang dilakukan Brill sehingga kekasihnya jadi merasa sudah berkhianat. Sambil menekan supaya emosi tidak menguasai suaranya Tenry bertanya...
"Dia lakukan apa sama Lingling sampe nangis kayak gini..."
"Dia... dia ngajak Lingling pacaran sehari tadi pagi... tapi Lingling nolak juga..."
Oh... oh... Dia harus waspada soal Brill sekarang.
"My baby... Lingling gak selingkuh kok... udah jangan sedih..."
"Koko gak marah?"
"Koko marah tapi bukan sama Lingling..."
Holly menangis lega sambil masuk lebih dalam ke pelukan Tenry... Tenry menyambut dengan rasa sayang yang bertambah-tambah, hati gadis kecilnya gak ternoda.
.
__ADS_1
🦋
.