
Malam hari, lelah seharian ini ingin cepat mengistirahatkan tubuh mungilnya maka Holly masuk kemudian mengunci puntu kamarnya yang berukuran dua kali tiga meter. Kamar kost dengan fasilitas standar: sebuah tempat tidur kecil, sebuah lemari baju, dan meja kursi untuk belajar. Kamar mandi ada di luar, Holly baru saja mandi dan belum mengisi perutnya. Tapi rasa cape yang dia rasa membuat dia memilih membaringkan tubuhnya dari pada keluar untuk membeli makanan. Tadinya setelah selesai kerja Holly berniat merampungkan tugas sebuah mata kuliah, tapi serasa tubuh gak punya energi lagi.
Sebuah ketukan di pintu kamar...
"Holly... Hooolllyyyy..."
Holly mengenali suara itu, Nuella penghuni kost yang bersebelahan kamar dan hampir sebulan di kost ini membuat hubungan mereka semakin dekat aja. Holly membuka pintu, dan tanpa sungkan Nuella masuk dengan sebuah tentengan di tangan.
"Bantuin Kak Nul habisin ini..."
"Apa Kak?"
"Ini... biasa... makanan..."
"Oh... pacar Kak Nul baik banget suka kirimin makanan..."
Holly menutup pintu kamarnya. Nuella duduk santai di lantai walau tanpa alas.
"Banyak makanan di rumah mereka tiap hari, jadi kalau sempat dia suka bawa..."
"Oh gitu..."
"Holly belum makan kan?"
"Iya belum, tadinya udah mau tidur..."
"Kamu kelihatan cape banget..."
"Gitu deh kak... karyawan laundry yang bagian nyuci baju gak masuk, aku nyuci banyak banget..."
Nuella melepaskan rantang tiga susun dari stainless dari pegangan lalu membuka tutup masing-masing, ada nasi, ayam suwir dan sayur bunga pepaya santan.
"Minta sendok dua aja, gak usah pakai piring, kita langsung makan di rantang..."
Nuella menegaskan sambil membagi nasi setengahnya ke rantang sayur lalu sebaliknya sayur disisihkan ke rantang nasi. Holly mengambil sendok miliknya yang memang hanya dua.
"Haruuum... jadi lapar Kak... makasih ya, udah sering bagi makanan buat Holly..."
"Gak usah makasih, Kak udah sejak SMA ngekos, udah mau tujuh tahun ngerasain gimana bingung milih beli makan atau kuota hehehe..."
"Tapi kan Kak Nul sering dapet rantang dari pacar..."
"Belum lama juga suka dianterin... dulu sih ketemu hari minggu doang dia sibuk kuliah sama kerja bantuin kakaknya, sekarang karyawan kakaknya udah banyak dia juga udah selesai kuliah, dia udah bebas makanya jadi sering ke sini..."
Kedua gadis beda usia itu menikmati makan malam mereka dalam diam.
"Kak Nul udah mau skripsi kan ya?"
Ucap Holly di sela mengunyah makanannya.
"Iya... lagi pusing ini, untung ada pacar yang bantuin nyari materi sama penelitian..."
Pacar... Holly teringat seseorang, dadanya terasa nyerih.
Bagaimana kabarnya ya? Apa nyariin aku seperti kata Hanie?
Holly memandang rantang yang sudah tandas, ternyata dia lapar sekali.
"Mau nambah? Kak udah kenyang sih, tadi baru makan gorengan tau-tau dateng rantang... ini masih ada nasi..."
Nuella meletakkan rantang di depan kaki Holly yang duduk bersila. Holly menggeleng, mengingat nama seseorang seketika perut langsung kenyang.
"Udah... cukup Kak... kenyang... udah pengen bobo tapi kan gak bisa ya bobo dengan perut kenyang..."
"Iya... gak baik buat kesehatan... ikut Kak aja mau ke Indo*maret beli deterjen... biar makanannya dicerna dulu, pulangnya udah bisa bobo..."
"Iya... Holly nyuci rantang dulu..."
Holly kemudian mengumpulkan bekas makan mereka lalu beranjak ke dapur di bagian belakang rumah kost berlantai tiga ini.
__ADS_1
"Biar Kak Nul yang nyuci, kamu cape gitu..."
Nuella mengambil rantang itu dari tangan Holly. Awalnya dia merasa kasihan dengan gadis kecil ini, sejak datang dia beberapa kali memperhatikan gadis manis ini suka mengeringkan airmatanya, jarang senyum dan jarang bicara seperti menyimpan sesuatu. Prihatin juga karena melihat Holly yang mengerjakan banyak hal di kost ini, mengumpulkan sampah, membersihkan duabelas kamar mandi/wc, membersihkan dapur yang digunakan banyak orang tanpa niat turut menjaga kebersihan, setelah itu ikut kerja di tempat laundry milik ibu kost, entah itu mencuci, mengantarkan atau menjemput laundry, belum lagi dengan kuliah semester satu yang cukup padat.
Di antara banyak cewek yang kost di sini Nuella gak suka mengakrabkan diri. Dengan Holly, Nuella seperti nyaman aja untuk ngobrol akhirnya jadi sering melakukan apa sama-sama, kadang Nuella suka mengulurkan tangan membantu Holly membersihkan dapur. Nuella termasuk penghuni lama, udah sekitar dua tahun di sini. Sebenarnya udah lama gak betah tapi dia malas pindah lagi harus mengangkat barang, lagi pula sebentar lagi selesai dan rumah kost ini dekat dengan fakultasnya, jadi dia memilih bertahan di sini.
"Ayo Holly... jangan lupa kunci kamarnya..."
Nuella nongol lagi di depan kamar Holly yang sedikit terbuka.
"Iya..."
Saat sudah berada di luar rumah kost berlantai tiga itu...
"Setiap kali keluar kamar sebaiknya pintu kamu kunci, jangan biarkan terbuka ya... suka ada maling..."
Nuella bicara sambil meraba kantong celananya meyakinkan kunci kamarnya ada di sana.
"Hahh? Masa?"
"Iya... makanya penghuni kost jarang ada yang betah..."
"Emang di kost kayaknya suka gitu ya? Temanku juga kemaren bilang hpnya hilang padahal cuma ditinggal ke wc sebentar..."
"Iya sih, tapi di sini lain... Kak kasih tahu Holly karena ternyata Holly juga kerja sama bu Rikha bukan sekadar ngekost..."
"Maksudnya?"
"Ini informasi buat Holly ya... Kak bukan gibah loh hehe..."
"Hehehe... takut dosa ya Kak..."
"Gak sih... kayaknya gak dosa kalau Kak kasih tahu tentang fakta yang bener biar gak kejadian sama Holly nanti..."
"Apa kalau gitu..."
"Masa?"
"Iya... Kak udah dua tahun di sini, gak percaya sih awalnya tapi karena lihat sendiri ya... klepto kayaknya... kamar paling depan di lantai bawah itu penuh barang... bu Rikha suka bilang itu barang-barang yang ditinggalin anak kost, sewaktu-waktu mereka balik katanya ada di sana, padahal sih setelah aku amatin dia suka simpan di situ barang yang hilang..."
"Astaga... ini beneran?"
"Iya..."
"Padahal yang rugi kan bu Rikha juga, orang akan ngomong tempat kost ini gak aman..."
"Dia pintar... pas orang lupa, tau-tau magic jar hilang, hanger hilang, seprei hilang, sampai piring gelas bisa hilang juga..."
"Ehhh? Barang kayak gitu?"
"Iya... "
Percakapan terputus karena mereka udah masuk ke minimart. Holly hanya mengekori Nuella karena belum butuh apa-apa, dia harus pintar mengatur uang, gak ingin selalu minta ke Hanie apalagi dia belum berniat menghubungi Hanie, sengaja membeli nomor ponsel baru dan mengeluarkan nomor yang lama, takut baik Hanie terutama Tenry mengubunginya. Sengaja juga dia gak kasih info apa-apa sama Hanie di mana pastinya dia ngekost, gak bilang juga dia menghubungi bu Rikha yang butuh orang kerja, di sini dia gratis kamarnya dan katanya dapet gaji. Hanie udah keluarin banyak uang di awal kuliah ini, uang kost yang Hanie kasih dia simpan buat keperluan mendesak.
"Nih... buat cuci mulut..."
Sebuah es cream super duper yummy rasa vanilla diangsurkan ke tangan Holly, Nuella langsung makan saat mulai jalan lagi untuk pulang, Holly akhirnya mengikuti menikmati es cream di tangannya.
"Makasih kak..."
"Iya... Ehmm... Kal Nul penasaran sih sebenernya... boleh nanya sesuatu?""
"Nanya apa?"
"Kenapa Holly harus kerja, kak lihat Holly suka kecapean, apalagi kalau karyawan laundrynya banyak gak masuk, kuliah lagi padet kan..."
"Itu... keinget tawaran bu Rikha aja waktu kepikiran ngekost... selain itu aku gak mau terlalu memberatkan kakakku, dia yang biayain kuliahku..."
"Oh gitu tapi fakultas kamu jauh dari sini kan... jalannya muter, kamu Kak lihat jalan kaki..."
__ADS_1
"Iya sih... Holly dikasih motor sebenernya sama kakak aku... tapi belum sempat ambil..."
"Wahh... lebih baik jangan bawa motor ke sini, apalagi kamu statusnya kerja sama bu Rikha..."
"Gak aman ya? Pintu pagar kan suka dikunci kalau malam?"
"Bukan itu, malah dipakai buat antar jemput laundry, ada pernah anak kost bawa motor, nasib motornya kayak gitu... hehehe, bu Rikha manis mulutnya kalau manfaatin milik orang..."
"Gitu ya..."
Holly membuang stik es creamnya di sebuah tempat sampah yang dilewati. Jadi mikir bagaimana ke depannya, dia merasa cape selama ini pulang pergi kuliah jalan kaki, hanya belum berani ke toko ambil motor yang sudah ada sejak sebelum ngekost, belum berani ketemu Tenry.
"Mmmmh satu lagi gak papa aku ngomong ya... gimana ngomongnya ya..."
Lamunan Holly terputus...
"Apa Kak Nul?"
"Eh...gini, udah beberapa yang kayak Holly, kerja sama bu Rikha di sini, tapi bulan pertama doang terima gaji, setelahnya ditunda-tunda sampai akhirnya orangnya berhenti karena gak dibayar-bayar. Kak takut kejadian sama kamu..."
"Ohhh?"
Holly terkejut... banyak hal yang dia dapatkan malam ini, belum pernah bercakap banyak dengan Nuella. Sejauh ini hanya Nuella yang ramah, penghuni kost lain seperti menatap tak bersahabat pada dirinya bahkan suka sinis, mungkin karena melihat pekerjaannya sehari-hari di tempat ini.
"Iya... aku ngomong ini karena aku kasihan sama kamu, gak ada istirahatnya sepulang kuliah..."
Mereka masuk ke pintu pagar kost mereka, maka percakapan terhenti.
"Makasih Kak... udah kasih tahu... Makasih juga udah perhatian sama Holly..."
"Heiii... gak ada makasih-makasih lagi ya setelah ini... kita temenan kan... sodaraan juga boleh hehehe..."
Holly tersenyum senang, kalimat itu sungguh menenangkan, merasa punya seseorang selain Hanie dan Tenry yang peduli padanya. Terlebih dengan keputusan besarnya menjauh dari Hanie dan Tenry, Nuella jadi seperti sosok kakak perempuan untuknya, punya empat kakak perempuan di rumah tapi sosok Nuella sebulan ini melebihi mereka.
"Holly... satu lagi, Kak Nul kepo hehehe..."
Holly menoleh dari kegiatannya membuka kunci pintu kamarnya.
"Apa?"
"Tenry itu pacar kamu ya?"
"Hah? Kak Nul tahu dari mana?"
"Dari postinganmu lah..."
"Di facebo ok? Emang kita temenan?"
"Lah? Kan udah lama kamu confirm? Kak Nul posting foto kita berdua kemaren, emang kamu belum lihat?"
"Ka Nul tag ke aku?"
"Iya... kok kamu nanya, tadi jam berapa kamu buat status baru?"
"Itu Ko Tenry pasti... udah sebulan ini aku gak main fb..."
"Jadi... dia pacarnya Holly ya? Ganteng..."
Holly hanya tersenyum sedih, ingin jawab iya tapi dia memilih udahan, ingin menjawab tidak tapi masih cinta banget. Dan sekarang malah jadi kangen ngebahas Ko Tenry...
.
.
🦋
.
😊
__ADS_1