Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 22. Punya Pacar


__ADS_3

Hari kelima dirawat, Holly semakin baik, jumlah trombositnya pun sudah mendekati normal. Selang infus sudah dicabut dan tinggal menunggu dokter untuk menentukan kapan bisa pulang. Holly sedang sendiri di ruangan, sejak pertama gak ada tambahan pasien di ruangan ini. Hanie sedang ke toko, dia merasa gak enak meninggalkan pekerjaan terlalu lama, selain itu keadaan Holly tidak mengkhawatirkan lagi.


Mama hanya datang sekali, itu pun gak lama dan setengah waktu di sini hanya marah-marah, begitulah mama, masih syukur mau datang melihat. Kalau papa dan saudara yang lain jangan berharap mereka berkunjung. Keluarga mereka adalah keluarga besar, tapi dia seperti tidak memiliki keluarga aja.


Tenry muncul setiap malam, kesibukan di Marina menjadi alasan, tapi sebenarnya Holly merasa lebih baik Tenry gak ada. Di hari pertama saat Tenry gak bergeser dari samping, Holly merasa gak nyaman, mengetahui dan mendapatkan begitu banyak perhatian justru seperti memunculkan perasaan tertuduh dalam hati. Sengaja dia selalu menutup mata meskipun gak tidur, mengikuti semua yang Tenry katakan tanpa bicara, bahkan dia gak mau melihat wajah si Koko.


Holly duduk di atas brangkar dan menekan-nekan setiap ujung jemarinya bekas pengambilan darah, gak ada jari yang gak kena tusukan, dan ada sakit yang masih tertinggal, demikian juga tangan bekas infus, masih sedikit ngilu.


"Ling..."


Si Koko Tenry masuk dengan wajah tersenyum. Holly gak bisa menghindari dengan berpura-pura tertidur seperti sebelumnya. Holly segera menunduk melihat jari-jarinya sendiri menutup rasa gak enak yang kembali muncul. Tenry mengambil posisi duduk di depan Holly, satu kaki dilipat dan satunya menjuntai di lantai.


"Gimana, udah gak sakit kan kepalanya?"


Tangan semakin bebas menyentuh wajah mungil Holly lalu naik mengusap kepala sejenak.


"Heii... lihat Koko dong..."


Tangan besarnya mengangkat lembut dagu Holly.


"Nah, gitu... Nih... Koko beli hp buat Lingling..."


Tenry mengambil sebuah ponsel warna putih dari dalam tas kertas warna hitam yang dia bawa. Sementara Holly membulatkan matanya.


"Holly punya hp sendiri, gak usah..."


Holly mengerling sejenak pada benda putih itu, beneran ponsel baru, lebih besar pula... ponsel miliknya hanya setengah ukuran dari itu.


"Hpnya Lingling udah Koko lihat kemarin, udah tua hpnya, kondisinya juga udah gak layak pakai..."


"Koko tahu dari mana hp Holly?"


"Koko nyari sendiri di lemari, abis setiap ditanyain bilangnya ada tapi gak pernah aktif..."


"Koko masuk kamarku?"


"Iya... sorry ya, Koko sekarang udah gak bisa sering-sering mampir di toko, makanya Koko pengen Lingling aktifin hpnya supaya Koko bisa telpon Lingling kapan aja..."


"Kenapa?"


"Kan kita pacaran sekarang, Koko suka kangen..."

__ADS_1


"Pa... pacaran? Kapan kita jadi...an?"


Suara Holly melemah dia menunduk...


Jadi beneran ya... waktu itu Koko nembak aku?


Tenry meletakkan ponsel baru itu di brankar lalu mengangkat lagi wajah Holly dengan tangan kanannya. Tenry tersenyum, dia tahu bahwa harus memastikan status mereka lagi, dengan Glo dulu saat dia mulai pdkt Glo langsung menyambut dan sepertinya dia gak sempat nembak Glo, tau-tau udah pacaran aja.


"Ling... Koko sayang Lingling. Koko mau kita pacaran, Lingling terima Koko ya?"


Suara lembut Tenry bersama seulas senyum menjadi sesuatu yang indah untuk Holly siang ini di atas brankar rumah sakit ini. Tapi...


"Kita gak boleh pacaran... Koko jangan ngasih apa-apa juga buat Holly... gak boleh..."


Suara Holly tercekat, dia merasa sedih lagi, tuduhan hati kecilnya dia merampas pacar orang itu datang lagi.


"Kenapa gak boleh?"


"Koko udah punya Glo, Holly gak mau kita pacaran..."


"Ling... Koko sama Glo udah gak ada apa-apa sekarang, udah gak pacaran lagi, kemaren kan Koko udah kasih tau mau selesaiin hubungan Koko dan Glo, sekarang udah selesai..."


"Holly gak mau kalian putus karena Holly... gak boleh..."


"Ling... denger Koko ya..."


Tangan Tenry menggenggam tangan Holly, ibu jari mengusap lembut tangan kecil juga kurus itu. Satu tangan lagi mengeringkan airmata di pipi Holly. Melihat airmata itu membuat Tenry bertambah sayang, jadi tahu bahwa gadis kecil ini perasaannya juga begitu peka dan rapuh, selalu merasa tak layak menerima apapun, termasuk uluran kasih sayang darinya.


"Lingling bukan penyebab Koko putus dari Glo. Sebelum Koko ketemu Lingling di sini, Koko udah niat putus dari Glo... Koko dan Glo pacaran lama memang tapi saat Koko kuliah kami jarang ketemu. Saat bertemu Glo lagi, Koko merasa Glo bukan Glo yang dulu, cara hidup udah beda banget. Jadi Koko memilih putus..."


"Tapi kasihan... Glo pasti sakit hati..."


Tenry tertawa pelan, gadis kecilnya masih polos dan selalu mementingkan orang lain.


"Iya... Koko juga merasa kasihan... tapi Koko harus memilih putus meskipun gak enak dan tahu Glo pasti sakit hati. Koko juga udah memilih, sekarang Lingling jadi pacar Koko... udah diterima kan?"


"Masa Koko baru putus udah jadian lagi sama orang lain..."


Tenry memandang gemas, dia sebenarnya tahu Holly suka juga padanya tapi takut untuk menunjukkan.


"Jadiannya sama Lingling tuh... bukan orang lain..."

__ADS_1


Holly menunduk malu juga resah, di hati masih ada ganjelan si Koko udah memastikan aja mereka udah jadian.


"Ling... jangan pikirin Glo ya? Cepat atau lambat Koko pasti putus sama Glo, dan kebetulan aja udah ada Lingling saat itu kejadian. Jadi Koko putus dari Glo gak ada kaitannya sama Lingling, oke?"


Holly diam masih menunduk tapi mulai memahami apa yang tengah terjadi. Jadi... dia sama sekali gak merebut Ko Tenry dari Glo.


"Tumben gak banyak pertanyaan..."


Holly melirik, kepala masih menunduk. Tenry tertawa melihat sikap Holly, Tenry mengambil lagi ponsel putih yang dia beli kemarin.


"Ini udah Koko charge penuh, udah ada kartu, udah diisi pulsa data... nomor Koko sama Hanie udah Koko simpan. Kalau koko telpon diangkat ya? Terus... kalau kangen Koko telpon aja..."


Wajah pucat itu memerah... Kangen? Iya sih... sebenarnya dia kangen si Koko tapi dia menyimpan itu di dasar hatinya. Dan sekarang udah gak ada yang melarang untuk saling kangen... dadanya terasa berdebar sekarang...


"Sini... senyum..."


Si Koko meraih pundak sebelah kiri Holly lalu mendekap Holly dan tangan kanannya mengambil foto selfie, lalu menjadikan itu wallpaper ponsel baru itu.


"Koko... Holly jelek..."


"Hahaha... cantik kok, imut, ngangenin... makanya Koko sayang..."


Tenry menjawab, melirik sejenak dalam senyum sambil tetap melakukan sesuatu di ponsel Holly. Dia juga mengambil beberapa foto dirinya.


"Kalau kangen ada foto Koko juga... Koko sekarang sibuk Ling, berapa hari lagi toko di Marina buka, jadi Koko gak bisa sering datang ke toko kalian. Jadi... hp ini penting sekarang buat kita..."


Tangan Holly berkeringat dingin, lelaki yang duduk di hadapannya mengaku sayang padanya dan bilang mereka pacaran sekarang, hati seperti mau meluap dengan sebuah rasa. Dia hanya bisa memandang wajah Koko dengan jengah, dan perlahan dia meresapi rasa yang bergejolak, dia bahagia... dia punya pacar...


.


.


🦋


.


Hi...


Happy reading 🙏


.

__ADS_1


.


__ADS_2