
Holly menunggu dengan dada berdebar di ruang makan, tangannya mulai basah dengan keringat dingin. Menunggu diam tanpa teman jadi begitu menggelisahkan. Hanie sedang disuruh Ci Cun ke apotik karena ada luka di kaki Beyvie, dia keluar rumah tanpa sandal dan entah dia berjalan di mana karena ada beberapa lukas gores di kaki.
Holly sudah berpindah tempat duduk beberapa kali, ingin rasanya pergi aja tapi kakinya terutama hatinya enggan, sungkan, takut untuk melakukan itu. Ci Cun meminta untuk bicara, karena bisa memperkirakan alasan Ci Cun bicara padanya membuat hatinya tidak tenang, kulit serasa ditusuk-tusuk jarum di beberapa bagian.
Ponselnya mengeluarkan bunyi deringan sebuah lagu yang dipilih Tenry khusus untuk panggilan dari nomornya... Hatinya menjadi sakit, dia gak siap untuk pembicaraan apapun dengan Tenry sekarang, matanya memanas menahan gejolak dalam hati. Panggilan kelima akhirnya Holly memutuskan menjawab, dia takut Tenry malah ke kostnya sementara dia tahu Tenry cape baru pulang lewat chat yang masuk sesaat lalu. Berusaha menormalkan suaranya, Holly menjawab panggilan sambil turun ke lantai bawah, takut percakapan mereka didengar Ci Cun yang sedang mengurus Beyvie di kamar depan...
.
📱
"Koko..."
"Iya sayang... kenapa lama baru diangkat? Udah makan?"
"Udah... Koko sendiri?"
"Koko mau mandi dulu baru makan..."
"Koko cape ya?"
"Iya... tapi Cici udah ketemu..."
"Syukurlah... Koko mandi gih... kemudian istirahat... udah ya?"
"Ehhhhh nih anak, masih kangen... jangan tutup dulu..."
__ADS_1
Holly berusaha mengontrol dirinya supaya tangisannya tidak meledak, suara Tenry membangkitkan perasaan sedih. Jika boleh dia ingin berada di pelukan sayang Tenry sekarang, dia butuh Kokonya. Holly berjalan masuk ke dalam toko ke belakang sebuah lemari display tempat dia suka duduk waktu itu.
"Video call ya..."
"Ehh ehh gak usah Ko... lagi mati lampu..."
"Loh... Koko baru ngisi pulsa..."
Si Koko berpikir Holly ada di kamar kostnya, Holly juga takut berterus terang karena takut si Koko ke sini, ya semua serba menakutkan sekarang untuk seorang Holly.
"Itu... gak tahu, semua mati..."
Holly menjawab dengan suara yang sedikit bergetar.
"Ya udah mungkin ada perbaikan... entar sebelum tidur Koko telpon lagi..."
"Tumben dadah dadah... hehehe."
.
Holly gak merespon lagi tapi langsung menutup panggilan. Dia berdiri dari kursi plastik pendek, menarik napas berkali-kali dan melepaskan, mencoba menegarkan hati sambil menyapu sudut mata yang mengembun. Di atas, dia melihat Hanie masuk kamar depan.
Waktu yang begitu panjang, sudah lewat jam makan malam dan Holly jadi tidak merasa lapar sama sekali karena menunggu dengan debaran tegangan tinggi. Lebih tegang lagi saat Ko Siong dan beberapa orang keluarga mereka, termasuk pak dokter Reiner yang pernah Holly lihat waktu hutnya Ivy muncul di toko. Hatinya semakin ciut.
Akhirnya, Beyvie dibawa pulang ke rumah. Dengan tak kentara Ci Cun mengatur Beyvie naik di mobil Ko Siong didampingi Reiner dan Psikiater teman Reiner yang menangani Beyvie, Hanie diminta mengantarkan mobil milik Beyvie, sedangkan Welly sopir Ko Siong diminta membawa mobil milik Reiner, kemudian Ci Cun mengajak Holly bicara berdua setelah Hanie menjauh dengan mobil warna kuning.
__ADS_1
"Decky, kamu antarkan motor Holly ke kostnya, saya yang bawa mobil, kamu langsung pulang pakai mobil online... kalau orang rumah tanya bilang aja saya mampir membeli keperluan Beyvie..."
"Iya Ci Cun... alamat kostnya..."
Dengan sebuah tatapan dari Ci Cun Holly mengerti harus menjelaskan alamatnya pada salah satu pembantu keluarga ini. Holly membagi alamat kostnya dengan sebuah aplikasi.
"Pak... titip sama penghuni kost bernama Nuella aja kunci motornya..."
Holly berkata dengan suara bergetar yang gak bisa dia tahan lagi sekarang, pulang bersama Ci Cun bukan sesuatu yang dia pikirkan sejak tadi, perasaannya seperti hendak diadili dan dinyatakan bersalah membuat tubuhnya lemas. Holly masuk mobil dengan tangan dan kaki sepenuhnya dingin.
"Kita makan dulu ya..."
Ci Cun berkata setelah lama terdiam berdua. Suara lembut itu tidak mampu menenangkan Holly, bahkan sejak tadi berkali-kali dia menghapus sudut matanya yang gak mau kompromi lagi, keran airmata mulai gak berfungsi gak menjalankan sesuai perintah otaknya untuk berhenti.
Mereka turun di sebuah rumah makan di kota tua, Holly mengenali tempat ini karena di dekat lokasi ini dia sering sekali datang mencari bahan jahitan sang mama dulu. Holly mengikuti Ci Cun naik ke lantai dua setelah Ci Cun memesan makanan dan bercakap sejenak dengan pemilik rumah makan dengan bahasa negara T yang Holly gak paham.
Mereka berdua duduk berhadapan tanpa suara hingga makanan tersaji, gak lama menunggu mungkin karena Ci Cun kenal dengan pemilik jadi pesanan mereka diprioritaskan. Holly hampir-hampir menolak untuk makan, terlalu sulit tenggorokannya menerima suapan demi suapan tapi dia mengusahakan menghabiskan seperempat bagian nasi capcay miliknya. Ci Cun rupanya sama aja hanya makan sedikit lebih banyak dari Holly
Dan...
.
🦋
.
__ADS_1
Ada yang tahu Ci Cun mau ngomong apa?
.