Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)

Musim Akan Selalu Berganti (Cerita Cinta Holly)
Eps. 142. Reunian


__ADS_3

Holly gak berharap teman-temannya datang di acara syukurannya karena rata-rata teman-temannya sudah punya aktivitas/kesibukkan masing-masing. Joy dan Faithly udah jadi karyawan kantor katanya gak bisa ninggalin pekerjaan. Tory juga sama. Dan teman terbaiknya si kak Nuella baru saja melahirkan anak pertama.


Tapi sore ini salah satu karyawan kafe memberitahu ada orang-orang yang mencarinya. Holly baru saja selesai mandi, Ezar sudah mandi sore dan aktif bermain ditemani suster Lena.


"Siapa?"


"Gak kenal bu... tapi katanya teman-teman ibu..."


Si karyawan menjawab dengan penuh hormat.


"Ada berapa orang sih?"


"Delapan orang kayaknya..."


"Ya udah... keluarin minuman dulu ya... tanya deh ke mereka pengen apa... tolong bawa ke ruang dalam aja..."


"Baik bu..."


Holly mengganti celana sama kaos rumah yang lumayan pendek dengan baju yang lebih sopan.


Saat mau turun...


"Mami... itut..." [ikut]


Ezra langsung mengangkat dua tangannya isyarat minta gendong.


"Jalan aja ya... Adek berat sekarang... nanti kita berdua jatuh di tangga..."


"Sini sama suster aja ya..."


"Gak..."


Ezra menggelengkan kepala beberapa kali sambil memeluk kaki Holly, si kecil tetap ingin digendong sang mami.


"Iya... iya, nanti mami gendong ya... tapi sekarang jalan dulu, nanti mami gendong di bawah..."


Holly meraih tangan Ezar lalu mulai berjalan mengikuti langkah kecil Ezar. Suster Lena mengikuti dari belakang, sebelumnya meraih beberapa mainan robot.


"Pelan-pelan sayang..."


Ezar menuruni tangga dengan cepat membuat Holly kelabakan. Untungnya saat membangun ruang atas ini Tenry mempertimbangan keselamatan anaknya sehingga setiap anak tangga dibuat agak lebar dan lebih landai tidak menukik, tangga juga berbahan kayu. Malah di awal-awal Ezar suka sekali bermain di area itu, tapi tentu saja dalam pengawasan suster Lena.



Sesampai di bawah Ezar melupakan tentang keinginan digendong mami dan malah langsung melepaskan diri berjalan dengan kaki lincahnya dengan langkah kecil dan cepat lebih mirip lari-lari kecil. Suster Lena sigap mengejar anak asuhnya.


Panggilan padanya membuat pandangan Holly tertuju di sebuah area di mana ada beberapa meja dengan sofa yang diatur menyatu berbentuk huruf u, ada teman-teman semasa kuliah berkumpul di sana. Holly tersenyum senang, sebuah kejutan buatnya, meskipun mereka datangnya baru sekarang, menu spesial dalam acara tadi siang sudah dihabiskan karyawan, toh makanan dan minuman selalu tersedia di sini.


"Hai semua... gak nyangka kalian datang..."


Faith dan Holly memeluk Holly secara bersamaan, mereka bertiga adalah sahabat sejak masa orientasi di awal datang ke kampus.


"Selamat ya Ly... sekalian anniversary pernikahannya, semoga bahagia terus sama Kokomu..."


Faithly mengucapkan sambil menggoyangkan pelukannya, mereka bertiga ikut tergoyang.


"Ampun Petipeti... mau jatuh kita bertiga nih..."


Holly yang terjepit di antar pelukan dua temannya bersuara kemudian.


"Abisnya kangennnn kamu Ly..."


Faithly terus melakukan pelukan gemas mereka.


"Selamat Ly..."


Joy turut mengucapkan selamat. Teman-teman yang lain hanya senyum-senyum menyaksikan pelukan sahabat melepas kangen di depan mereka. Saat pelukan terlepas giliran Tory, dan yang lainnya yang mengulurkan tangan memberi ucapan.


"Ly... selamat ya...akhirnya selesai juga..."


"Makasih Tory... hehehe aku paling terlambat ya kayaknya... makasih ya semuanya..."


Holly tersenyum meladeni semua yang berjabat tangan memberi selamat.


"Ada beberapa kok yang belum ujian..."


"Ketua kelas paling tahu kayaknya siapa yang udah lulus siapa yang belum..."


Brill menyambung sambil berdiri lalu bukannya menjabat tangan Holly Brill justru memeluk sejenak kemudian gak melepaskan tangan di bahu merangkul Holly.


"Congratulation, Ly..."


Holly tertawa, dalam hati sedikit cemas tiba-tiba suami muncul.


"Makasih Brill..."


"Istri orang bro... lepasin..."


Tory mewakili keinginan hati Holly yang tak terutarakan, ya dia istri orang, tapi sempat bingung sesaat menerima tindakan Brill. Jadi ingat masa kuliah setelah kejadian Brill nembak dia Brill jadi menjauh tapi terkadang sikap spontan Brill saat menyapanya jika bertemu suka seperti ini. Holly memandang pacar Brill sejenak, terlihat gak keberatan, beda sama Kokonya pastinya. Holly segera membuat jarak dan Brill tertawa lalu melepaskan Holly dan kembali ke tempat duduknya.


"Ada pacar di samping loh... perasaan dulu sok cool... dingin gitu sama orang, sekarang berubah..."

__ADS_1


Joy menembak Brill dengan kicauannya yang memang kadang suka tajam menyerang Brill saat masa-masa kuliah dulu.


"Ngucapin selamat berbahagia buat Holly aja... masa gak boleh... gak papa kan Ly?"


Holly hanya tersenyum dan mengangkat jarinya yang membentuk isyarat ok walau dia sebenarnya risih.


"Sama Holly aja dia kayak gitu sih..."


Faithly tak sadar ngomong itu, setelahnya jadi menyesalkan karena membuat suasana jadi canggung, ada pacar Brill di antara mereka, jika dengan Holly aja gak masalah. Brill nampak menggaruk belakang kepalanya, yang lain pura-pura gak mendengar dan sibuk dengan ponsel masing-masing.


"Pindah ke ruang dalam aja yuk... di dalam ada ACnya..."


Holly mencoba mengurai suasana yang beku sejenak juga sedikit gelisahnya sejak tadi ditambah perasaan gak enak terhadap sikap Brill barusan, Holly mengajak teman-temannya pindah sambil menghembuskan napas lega karena suami belum datang dan gak melihat tindakan Brill, suami yang sensi hanya jika nama Brill tak sengaja disebutkan Holly. Hanya dia harus menyiapkan hati jika suami bertanya kenapa pakai ngundang Brill...


"Sini aja Ly... udah sore juga, gak terlalu panas..."


Faithly menjawab dan disetujui teman-teman yang lain. Brill dan Tory yang membawa pasangan, selebihnya teman seangkatan mereka, ada sembilan orang yang datang ternyata.


"Oke deh... udah pesen minum kan... selera masing-masing?"


"Udah..."


Joy dan Faith menjawab berbarengan.


"Tapi sorry banget loh... makanan acara syukuran tadi siang udah dihabiskan karyawan... makan menu di sini aja ya... kalian boleh pesen apa aja deh..."


"Udah kok... semua udah pesen tadi, aku udah kelaparan pulang kantor, eh yang lain ikutan mesen... tapi gratis kan Ly..."


"Ya ampun Petipeti... pakai nanya segala... tapi kalau kamu mau bayar punyamu sendiri boleh aja, baru gajian kan..."


Joy menonjok lengan sahabatnya yang cengengesan.


"Kita baru pertama ke sini... suasananya hommey banget, Ly..."


Brill bicara santai sekarang, tangannya sudah nangkring di bahu sang pacar.


"Kalian semua udah berapa kali aku undang loh ke sini... semua pada sibuk..."


"Tuh ada panggung buat live music... sana nyanyi Brill..."


Tory bersuara sambil menunjuk area panggung kecil.


"Ihh... makan dulu... nanti aja nyanyinya..."


Holly mengangkat tangannya saat melihat Brill udah berdiri dari tempatnya.


"Haha... aku ikut apa kata nyonya owner deh..."


"Mami..."


Ezar yang mengelilingi ruangan kafe itu melewati Holly. Kebetulan kafe lagi sepi pengunjung, hanya beberapa meja yang terisi, jadi Ezar bebas menjelajah, kafe ini seperti telah menjadi daerah kekuasaannya, semua karyawan akan bantu mengawasi bahkan pengunjung yang langganan nongkrong di sini ada yang gak tahan untuk menyapa batita lucu dan ganteng itu.


Ezar meminta digendong sang mami, Holly mengangkat anaknya...


"Hi sayang... ini Onty... kenalan ya..."


Faith berdiri dan ingin memegang tangan Ezar, anak kecil itu menghindar dan merapatkan kepalanya ke leher sang mami, melirik Faith sekilas lalu pandangannya beredar menatap orang-orang yang masih asing buatnya.


"Mirip banget sama Kokomu deh, Ly... gak ada gen kamu..."


Faith mulai menunjukkan muka lucu menggoda si batita, tapi Ezar bergeming belum mau bersikap ramah. Semua memperhatikan anak Holly.


"Lucu anakmu, Ly..."


Brill melambai ke arah Ezar yang menatapnya.


"Udah... kalian juga buat nanti yang sama lucunya... gak lama lagi merit kan..."


Tory menimpali sementara Holly tersenyum menanggapi berita bahagia temannya yang pernah memintanya menjadi pacar untuk sehari.


"Mau tos sama teman-teman mami? Ya?"


Ezar malu-malu sekarang, tangan Faith meminta tos disambutnya, akhirnya semua orang dewasa di sekeliling dua meja itu mendapat giliran tos dari si kecil menggemaskan itu.


Keriangan dan kegembiraan meluap dari meja itu selama beberapa jam, menikmati reunian kecil dalam kehangatan, percakapan tentang kegiatan masing-masing serta rencana dan target, juga bernostalgia tentang gimana mereka dulu. Beberapa menu berganti diantarkan sesuai permintaan teman-teman Holly. Ezar bolak-balik ke tempat itu dan mulai menanggapi dengan celitehan lucu saat ada yang mengajaknya bicara.


"Ibu mana?"


Tenry bertanya pada salah satu karyawan saat turun dari atas, di atas dia tidak menemukan istri dan anaknya. Dia menyempatkan mengontrol salah satu pekerjaannya tadi dan masuk kafe dari pintu samping.


"Di depan sana, pak..."


Si karyawan menunjuk sebuah area di kafe itu, area yang sering dipakai pelanggan untuk meeting informal karena bagian itu didesain seperti itu.


"Siapa mereka?"


"Teman kuliah ibu katanya..."


Tenry memincingkan mata mencoba mengenali sambil berjalan mendekat.


"Ly... ada Kokomu..."

__ADS_1


Joy menyenggol lengan Holly yang asyik berbicara dengan Faithly. Holly menoleh dan langsung bangkit dan mendatangi suami lalu segera memeluk lengan suami. Keduanya terhenti sesaat dengan posisi intim mereka.


"Ada temen Lingling Ko..."


"Iya... iya... udah dikasih makanan dan minuman?"


"Udah Ko... Koko sapa mereka dulu ya?"


"Iya..."


Holly menarik lengan suami berjalan mendekati teman-temannya. Tenry menatap semua teman Holly satu-satu...


"Halo..."


Tenry menyapa singkat, menarik perhatian semua yang ada di situ.


"Bro... pa kabar..."


Brill yang lebih dahulu bangkit berdiri dan mereka berdua melakukan tos persis seperti dengan Ezar tadi, diikuti teman-teman lain.


"Udah pada makan semua..."


"Udah bro... udah kekenyangan malah..."


"Lanjut aja ya... aku ke atas dulu..."


Tenry berdiri lagi di samping istri lalu memeluk posesif tubuh mungil itu. Ada Brill di sini, hatinya tersentil dan matanya mengawasi sikap Brill walau tak kentara.


"Kita kayaknya mau pamit aja... udah berapa jam di sini... sengaja nunggu bertemu kamu aja..."


Brill menjawab santai, lalu mengulurkan tangannya pada pacarnya, membantu dia berdiri.


"Maaf aku pergi sebentar tadi... gak sempat ngobrol dengan kalian..."


Tenry berbasa-basi.


"Santai bro... kapan-kapan kita mampir lagi..."


Hanya Brill yang menjawab karena memang hanya dia yang beberapa kali berinteraksi dengan Tenry.


"Ly... kapan-kapan kalau libur kita ke sini lagi ya..."


Faithly pamitan sambil meraih tangan Holly.


"Iya... semua ya jangan segan-segan mampir di sini, aku banyakan di sini pas sore kayak gini..."


"Okay ibu boss... siyaap..."


Faithly menjawab dengan senyum buat Holly juga Tenry.


"Kita ketemu di nikahannya Brill ya... Ko Tenry, nanti datang ya..."


Faithly berkata lagi. Tenry sedikit menganggukkan kepala, ada sedikit rasa lega yang menyusup, entah kenapa Brill selalu menjadi sesuatu yang mengganggu dalam hatinya.


"Oh... mau nikah ya, bro?"


"Iya... jangan gak hadir loh... undangan menyusul..."


"Oh... pasti..."


Acara pamitan selesai, mereka juga pamitan pada si kecil Ezar yang dengan lincah melambaikan tangan.


"Mau langsung pulang sekarang, Ko?"


Holly sambil jalan memeluk pinggang Tenry, sedikit gak peduli dengan pengunjung yang telah ramai sejak tadi. Nalurinya sebagai istri bisa membaca gelagat suami, meskipun bersikap ramah dan tersenyum tapi ada garis wajah yang menunjukkan kegusaran, pasti karena Brill.


"Kooo?"


"Hmmm..."


"Pulang sekarang?"


"Hmmm..."


Kali ini dengan nada yang agak ketus.


"Ihh... Koko ahh... jawabnya kayak gitu..."


Holly melepaskan pelukan, suami bersikap ketus padanya dan dia merajuk... klop sudah di hari anniversary mereka...


.


🦋


.


Hi...


Terima kasih untuk semua dukungan untuk karya ini... aku memutuskan bertahan sedikit lebih panjang menuliskan kisah mereka... semoga masih tetap diminati...


Kalian menunggu aku up, aku juga menunggu respon baiknya lewat like komen hadiah vote.... hehehe.... salam bahagia... karena aku ingin bahagia 😁💙

__ADS_1


.


__ADS_2