
Kesibukan mulai menyita waktu Tenry setelah bisnis mulai berjalan normal. Sempat tidak bersama dalam waktu yang cukup lama mengubah kebiasaan Tenry yang tadinya selalu sarapan bersama Holly, dia melupakan itu sekarang. Dan yang membuat gadis belia itu jadi baper sekarang dalam seminggu Koko paling-paling dua atau tiga kali datang ke toko.
Holly termenung di meja makan pagi-pagi, sesekali menatap ponselnya, tak ada dering indah menyapa paginya sekarang.
Kenapa Koko berubah...
Pertanyaan itu terus bermain dalam pikirannya.
Udah gak sayang?
Kesimpulan yang mempermainkan hatinya. Sejak selesai ujian semester seminggu yang lalu waktu luang menjadi lebih terasa. Sesekali dia turun ke toko membantu sekedarnya karena ada banyak karyawan toko sekarang.
Karena tak ada bunyi telpon yang dia tunggu, akhirnya dia meraih benda persegi itu lalu mencoba melakukan panggilan, tiga kali deringan memanggil tak ada jawaban.
Sebuah chat pendek dia kirimkan...
Koko...
Menatap beberapa saat layar ponsel hanya bercentang dua dan tak berganti warna.
Apa karena omongan aku waktu itu soal nikah? Koko menghindari itu? Kok aku jadi malu ya... kayak dari aku aja niat itu, kan Koko yang mulai...
Rambahan pikirannya semakin jauh, semakin banyak yang muncul di otaknya, semakin galau aja perasaannya. Lelah bermonolog hanya membuatnya semakin baper, akhirnya dia memutuskan sesuatu.
.
📱
"Joy..."
"Ly... gimana... masih gak mau ikut kita? Tiga hari aja kok..."
"Aku... aku ikut deh..."
"Gitu dong... udah lama loh kita gak jalan bareng... si Petipeti pasti senang kamu jadi ikut..."
"Petipeti? Siapa?"
"Faithly lah... ya udah, besok kita jemput kamu..."
"Siapa aja yang ikut Joy?"
"Bertujuh kita... empat cewek tiga cowok..."
"Hahh? Ada cowok juga?"
"Iya... kenapa, takut gak dibolehin pacarmu?"
__ADS_1
"Ehh... gak, aku belum ijin malah..."
"Diih... ijin sama pacar, sama orang tua kali..."
Holly meringis, dalam hati jadi sedih hubungan dengan mama papa gak sedekat teman-temannya. Minta ijin? Yang ada diteriakin suruh pulang ke rumah, dia belum pernah pulang lagi sejak sebulan yang lalu. Dia suka iri melihat atau bertemu dengan ibu dan anak yang terlihat sangat deket dan baik hubungannya, suka pengen dipeluk juga tapi mamanya gak punya sesuatu yang seperti itu untuk anak-anaknya.
"Siap-siap ya... pagi-pagi loh berangkatnya..."
"Iya...eh tapi aku sekarang di toko..."
"Omg Ly... kamu pindah terus..."
"Ya... gitu deh, udah tau kan alamatnya..."
"Iya..."
.
"Han... aku ijin ke kota G yaa, ada temen aku ngajak liburan ke pulau Cinta..."
Hanie keluar dari kamar dan langsung duduk di depan Holly untuk menikmati sarapan paginya, bubur polos dan telur rebus serta irisan cabe hijau pakai kecap asin, buatan Holly.
"Itu jauh Ling... delapan jam dari sini..."
"Ya gak papa... besok pagi aku berangkat, tiga hari di sana..."
"Udah kasih tahu Tenry?
Sebuah jawaban pelan berbalut kesedihan, lalu setengah mengguman melanjutkan...
"Kayaknya aku ngilang lagi baru dicariin deh..."
"Jadi niatnya ke sana mau menghilang lagi? Jangan kebiasaan pergi-pergi setiap ada masalah, bersikap sedikit dewasa Ling... jangan apa-apa lari... gak baik... jangan naif dan menyusahkan orang lain..."
Hanie yang mendengar langsung memberi nasihat, adiknya kebiasaan bertingkah merajuk dengan cara seperti itu, dia gak akan mengijinkan hal itu terjadi lagi.
"Gak ada niat seperti itu, kok... aku telpon berkali-kali gak dijawab... udah jarang juga ke sini kan... gimana aku mau ngomong..."
Holly mengeluh dan hampir menangis, kekecewaan merambat di hatinya gak bisa seperti dulu dengan si Koko, kapan aja bisa bertemu, kapan aja si Koko yang menelpon. Hanie melihat air muka Holly yang berubah...
"Ling... akhir tahun seperti ini memang kesibukan Tenry meningkat, bisnisnya bahan pokok, biasanya permintaan meningkat menjelang hari raya dan tahun baru... belajar mengerti dong... jangan menuntut dia harus selalu peduli harus selalu ada..."
"Dulu juga sibuk kan... tapi telpon setiap hari berapa kali..."
"Dulu masih ada Ci Cun, sekarang dia sendiri yang ngawasin semua, ada banyak loh kerjaannya... jangan egois..."
Apa benar seperti kata Hanie, Kokonya lagi super sibuk dengan semua kerjaannya? Entahlah, dia gak pernah tahu seperti apa pekerjaan pacarnya, gak punya bayangan sedikitpun.
__ADS_1
"Aku ijin ke kamu aja dulu, nanti aku telpon kalau Koko gak ke sini sampai besok..."
Hanie gak menanggapi, udah tahu watak Tenry yang gak suka otoritasnya diganggu. Sejak awal pacaran sama Holly, dia udah hafal bahwa Tenry menunjukkan bahwa urusan Holly adalah urusannya.
"Han..."
"Tanya Tenry, jangan ke aku..."
"Apaan sih, harusnya aku ijin sama keluarga aku kan bukan ke pacar aku..."
Holly mengutip setengah ucapan Joy tadi.
"Tenry beda, Ling..."
"Beda apanya, dia masih pacar statusnya, kamu kakak... mana yang lebih tinggi kedudukannya..."
"Ling... masalahnya besok kamu ulang tahun, entar dia cariin kamu terus gak ada gimana... dia pasti marah tahu aku yang ngasih ijin kamu ke sana... lagian jauh kan... kamu belum pernah naik mobil sejauh itu..."
"Aku udah pernah ke kampungnya Kak Null, dua jam-an dari sini..."
"Kamu suka ngebantah sekarang..."
Holly terdiam, telak di hati ucapan Hanie ingat Tenry pernah ngomong hal yang sama. Tapi dia sedang mempertahankan keinginannya, masa gak boleh.
Hanie sendiri tersenyum simpul, dia sebenarnya senang karena Holly sudah punya nyali memperjuangkan keinginan sendiri, dulu mana pernah.
"Kamu pengen banget pergi ya?"
Muka suram adiknya membuat Hanie jatuh kasihan.
"Ya... pengen ikut temen-temenku juga, tapi sebenernya lagi sebel sama Koko, waktu aku gak ada katanya tiap hari suka kangen, giliran sekarang..."
"Ya udah...ngilang aja lagi sana..."
"Hahh?? Aneh, tadi marahin aku..."
Hanie tergelak, ingat gimana melownya seorang Tenry saat Holly menghilang dulu.
.
Guys... dari pada gak update, segini aja ya hehehe, lagi liburan malas mikir yg berat2 hehehe.
.
🦋
.
__ADS_1
Selamat menikmati libur panjang...
.