
"Sini..."
Tenry yang duduk di tepi tempat tidur meraih dua tangan Holly. Dengan posisi seperti ini tinggi istri gak berbeda jauh dan giliran suami yang mendongak menatap wajah sang istri. Holly merapat hingga tubuh saling menempel dan tangan Tenry sekarang melingkari penuh pinggang Holly.
"Kenapa lama di kamar mandi..."
"Hehe... sebenarnya Lingling... emm Lingling malu tuh mau buka ba*ju te*lanjang depan Koko..."
Holly menutup mukanya dengan dua tangan kecilnya, tapi segera terlepas lagi karena Tenry menggigit-gigit pelan bagian luar tangan kecil itu.
"Ehh?? Ngapain mau buka ba*ju?"
Tenry senyum mengetahui arah pikiran Holly ke mana. Tenry mulai menyadari satu sifat Holly, sekarang gak akan menyimpan sesuatu tentang dirinya, dan masih aja ada kalimat yang bukan milik wanita dewasa yang siap menyambut malam berharga mereka.
"Kan kita mau.... itu..."
Suara pelan sambil menatap malu lalu membuang arah pandang.
"Hehe... baby, saat mulai gak harus seperti itu... ini kita sedang mulai..."
Suami menggigit sesuatu di area depan yang dekat dengan mulutnya.
"Ko... sakit..."
"Beneran sakit?"
Suami menatap dengan tatapan yang sekarang semakin meredup karena otaknya mulai terstimulasi oleh apa yang ditangkap indra pelihatnya. Tangan yang sudah bergerak lebih dulu melepaskan sesuatu yang harus dia lepaskan, hingga indra yang lain turut memperbesar kekuatan hasra*tnya.
Suami meneruskan berpindah ke bagian yang lain di sebelahnya. Baju tipis pilihan Cici Bey yang dikenakan Holly serta sesuatu yang sudah terlepas dari sana membuat dia merasakan sebuah sensasi akibat perbuatan suami.
"Kokooo..."
Tangan istri kemudian melingkar di leher suami. Suara lembut istri seperti sebuah tambahan semangat untuk meneruskan penjelajahan yang semakin memikat.
"Koo..."
"Hmmm..."
Suami memulai investigasi mendalam, beruntung buat suami beberapa misteri sudah terkuak, banyak data di lapangan yang sudah tersingkap... (*ingatkan untuk ngucapin terima kasih buat Cici yang memilihkan baju tidur yang harus digunakan si adik ipar... Hehehe) sehingga memori mulai mengarsipkan setiap temuan, dua indra bekerjasama cukup apik memilah-milah setiap fakta dan mulai merangkainya dalam wujud tindak nyata, tentunya yang paling menentukan adalah sang saksi kunci yang sangat kooperatif.
"Kooo..."
Di tengah pencaharian apa yang mendatangkan nikmat sang penyidik semakin hanyut dengan celetukan saksi yang sudah ada di bawah penguasaannya sepenuhnya, sama-sama sudah mulai terpenjara dengan sebuah keindahan yang lahir dari setiap sentuhan, tak pernah ada rasa yang senikmat ini sebelumnya...
"Emmm... Kokoo..."
Suara pelan kini terdengar syahdu dalam nada-nada manja yang berbeda malam ini.
"Mmm... sayang...
Sahut-menyahut dengan warna suara yang sungguh menggetarkan keduanya, ada aura yang berbeda yang mulai membungkus suasana kamar pengantin ini... desakan jiwa yang menuntut... pemuasan sebuah rasa yang telah lama dinanti... senandung kalbu tentang hasrat yang merindu... sapuan lembut di raga yang menggetarkan palung hati... kepolosan raga bertemu kemurnian cinta... berpadu dan menyatu erat dalam keintiman pertama milik suami-istri, dalam meterai yang mengikat sebuah keabsahan penyatuan nikmat hakiki. Dan... seolah malaikat di bumi mengepakkan sayap indahnya merayakan puncak kelana dua insan dalam gelombang nikmat tak terkatakan...
"Baby... you are mine..."
"Kokoooo..."
Hanya mereka berdua yang mendengar, hanya mereka berdua yang tahu, hanya mereka berdua yang menikmati apa yang tidak dapat dijabarkan oleh kata-kata terindah tentang rasa milik berdua malam ini.
__ADS_1
.
💟
.
"Baby... bangun dong..."
Ciuman di puncak hidung dan di bagian yang bisa dijejaki oleh pemilik hati bersamaan dengan tangan yang mengusap sayang kepala istri.
"Ud... udah pagi ya?"
Holly meluruskan badannya sambil mengeluarkan suara lenguhan seraknya.
"Iya... mandi yuk, Koko lapar... udah pengen sarapan..."
"Kita mau mandi bareng?"
"Ehh?? Koko udah mandi..."
"Oh?"
Holly duduk di tempat tidur dan melihat tampilan Tenry yang udah segar, baru menggunakan celana pendek warna khaki dan masih bertelanjang dada. Tenry yang saat membangunkannya duduk di tepi tempat tidur sekarang melangkah ke dekat kamar mandi terlihat sedang mengambil sesuatu dari koper mereka. Tak berapa lama sudah mendekati Holly lagi sambil menggunakan kaos oblong warna putih bertulisan hitam di dada.
"Kenapa gak bangunin Lingling..."
"Lah... barusan Koko bangunin... udah sadar kan sekarang? Atau masih kebawa mimpin nih?"
Kaki setengah Tenry naik terlipat di tempat tidur besar itu lalu menarik dua tangan istri.
"Ayo dong... jangan malas, mandi sana... Koko gak suka sarapan di kamar, kita mau sarapan di bawah..."
"Kenapa harus bareng?"
"Ya kan di novel pasangan penganten suka mandi bareng..."
"Eh nih anak... ini dunia nyata sayang... hahh... nanti Koko ajak mandi bareng besok-besok..."
Belum ada gerakan...
"Ayo..."
Holly akhirnya bergerak malas hanya sampai ke tepi tempat tidur. setelah itu duduk diam dengan muka sebal. Pagi pertama tak seperti yang dia harapkan bahwa suami memperlakukannya dengan romantis seperti yang ada dalam imajinasinya, terlebih kejadian semalam langsung terbayang-bayang.
"Baby... "
Tenry menarik tubuh kecil itu berdiri. dan akhirnya Tenry mengangkat tubuh istri dari belakang karena gak mau berjalan.
"Cepat mandinya ya sayang... Koko beneran lapar..."
Tenry menurunkan tubuh Holly di depan kamar mandi.
"Iya..."
Holly menutup pintu kamar mandi, lalu memulai aktivitas membersihkan diri.
Selesai mandi, mereka sarapan di bawah sesuai keinginan Tenry. Hati Holly kembali cerah ceria karena Tenry memperlakukannya dengan begitu sayang, melayani sarapan paginya dengan begitu lembut.
__ADS_1
"Senyum terus..."
Tenry menjepit hidup Holly saat melihat senyum istri selesai disuapi sarapan pagi.
"Hehe Lingling hepi... tapi tadi kesel sama Koko tau gak..."
"Kesel? kapan? Soal apa sayang?"
Tenry menghabiskan air putih di gelas lalu mulai meneruskan melahap bubur putih miliknya."
"Itu... Lingling ditinggal mandi sendiri..."
"Itu? Sayang... hahaha.... Lingling lucu deh... iya nanti ya kita mandi bareng... Novel genre apa sih yang Lingling baca? Ya udah... gak apa-apa juga kalau Lingling mau seperti di novel, lucu kali ya dan... hahaha..."
Tenry tidak meneruskan tawanya, otaknya dengan cepat memikirkan sesuatu, lalu dia mengerling nakal pada sang istri.
"Di novel kalau suami istri mandi bareng... ada acara lain gak selain mandi?"
"Ii... iya ada sih... mereka gituan juga di kamar mandi..."
"Astaga... apa aja yang Lingling jadikan bahan referensi buat itu?"
Penasaran plus rasa gemas kelakukan Holly untuk hal seperti itu.
"Hehe... gara-gara mau nikah, Lingling jadi baca yang ada malam pertamanya, gitu sih..."
"Sayang... kayaknya otak ini udah duluan gak perawan deh sebelum Koko perawanin..."
Tenry mengacak rambut istrinya dengan gemas, tak menduga Holly sampai sejauh itu mempersiapkan diri untuk malam pertama mereka. Holly tersipu manja di samping suami.
"Koko jadi penasaran... apalagi yang Lingling tahu soal hubungan suami istri?"
"Hehe... Lingling tahu soal gaya..."
Tenry terbatuk karena sebagian bubur tertelan dan ada yang masuk ke rongga hidungnya.
Luar biasa istrinya ini... benar-benar full amunisi dan udah siap tempur rupanya. Dia aja gak kepikiran soal gaya, yang penting cetak gol dulu kan... itu aja perlu perjuangan. Memang durasi mereka gak seperti cerita dahsyat soal itu, gak yang berjam-jam juga atau berapa kali dalam semalam. Terlalu mengada-ngada buat nya saat bertemu penganten baru yang ditanyakan kuatnya berapa kali... faktanya sekali aja udah. Tapi jujur semalam yang hanya sekali tapi sangat memuaskan untuk edisi perdana kategori basic. Dan akibat omongan istri dia memikirkan itu, nampaknya istrinya aja mulai ketagihan. Terlebih mendengar keingintahuan sang istri ngalahin dirinya saat puber dulu...
Tenry dengan cepat menyelesaikan sarapan paginya.
"Baby... ayo balik kamar..."
"Sini aja dulu Ko... enak lihat orang berenang, jadi pengen berenang tapi gak bawa baju renang..."
"Nanti kita berdua berenang di bathup, Koko jadi pengen mengulang yang tadi malam... dan sesuai request, kita coba di kamar mandi..."
Tenry tertawa... kebalik istrinya yang udah travelling jauh... dia malah bangun pagi gak memikirkan itu, langsung kepikiran mau cepat mandi dan mengisi perut yang udah lapar.
.
💟
.
Edisi terbatas, edisi cinta, makanya nunggu tengah malem... hehehe...
Yg berharap lebih jelas dari ini... maafkan, aku gak bisa seterang milik orang lain soal itu...
__ADS_1
.