MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 101


__ADS_3

Langkah demi langkah mereka pun sampai di depan kamar.


"Assalamu'alaikum." kata Acha dan Liani


"Lama amat udah ngapain Aja hampir setengah jam." kata Putri.


"Tadi ada Uma sama Abi nya Acha." kata Laini.


"Ouh ciee di tengok sama ortu." kata Putri.


"Hehe iya." kata Acha nyengir kuda.


"Nengok dari mananya orang ke sini cuma ada keperluan sama abi Fatih, gak bilang lagi kalo mau ke sini, uh yaudah lah tapi segini geh Acha masih di inget lah di bawain tempe makanan kesukaan Acha." batin Acha berdebat.


"Wah bawa apa tuh." kata Cilla yang tertuju ke bingkisan yang Acha bawa.


"Cemilan buat kita." kata Acha, menyerahkan bingkisan pada Mereka.


"Coba buka." kata Cilla dan Putri.


"Yaa Alloh ke makanan aja tatapan kaya singa liat mangsa." kata Ririn.


"Dih apaan sih Rin, kalo mau ngomong." kata Cilla.


"Udah udah kalo mua makan, makan aja jangan bertengakar." kata Acha menjatuhkan badannya ke kasur yang di susun.


"Ini tumben kasur di susun." kata Liani.


"Kan nggak di pake bobo, makanya di susun, nanti malam baru dihamparin lagi." kata Rasi.


"Peraturan baru?" kata Acha.


"Iya tadi ketua kamar di kumpulin, dan tim kebersihan bakan keliling ke tiap kamar, kalo kamarnya berantakan bakal kena sanksi." kata Rasi.


"Sanksi nya apa?" kata Acha yang sedang berbaring.


"Satu kamar bersihin semua halaman Asrama." kata Rasi.


"Ouh itu doang, udah biasa." kata Acha.


"Huh so so an bilang segitu doang, halaman ini luas Cha." kata Cilla menimpuk badan Acha pake bantal.


"Ih Cilla ya ngeselin banget." kata Acha melempar bantal.


Perang bantal pun terjadi antara Acha dan Cilla.


"Rasain nih." kata Acha melempar bantal.


"Ih Acha ya." kata Cilla melempar bantal kembali.


"Aaa nggak kena wle." kata Acha yang menghindar dari serangan Cilla.


"Ihh awas yaa.." kata Cilla yang hendak melempar bantal.

__ADS_1


"Eh udah udah, jadi berantakan tuh." kata Rasi.


Bantal tergeletak di mana mana, membuat suasana kamar menjadi berantakan.


"Tau kalian nih kaya bocil, beresin beresin." kata Liani.


"Iya iya maaf." kata Acha dan Cilla.


Acha dan Cila pun memberes kan kamar kembali menjadi rapih seperti semula.


......................


"Hufth akhirnya." kata Acha berbaring kembali, dan Cilla duduk kembali.


"Kenapa di ada in peraturan gitu, kan walau nggak di adain kita selalu bisa jaga kamar." kata Acha.


"Itu sih kita, kan nggak tau kamar yang lain mah." kata Ririn.


"Iya kita tanpa Acha dan Cilla, tadi aja kalian berdua mah huh ampun deh." kata Putri.


"Yah Puput kok gitu, nyalahin kita." rengek Cilla.


"Tau puput nih, huh." kata Acha.


"Yaa bukan nyalahin emang kenyataan." kata puput terkekeh.


"Huh." kata Cilla yang hendak melempar bantal yang sedang peluknya.


"Eh heh mau ngapain itu, jangan di acak acak lagi." kata Ririn.


Cilla pun langsung menyimpan bantalnya kembali ke pahanya.


"Shohibah lillah kalian nyadar gak sih." kata Rasi yang membaringkan tubuhnya di pinggir Acha.


"Nyadar apa?" kata mereka.


"Waktu begitu cepat yaa, besok udah pengumuman hasil semester lima, 3 semester lagi kita di sini." kata Rasi.


"Iyaa perasaan baru juga kemaren kita saling kenalan." kata Acha


"Umm iyaa jadi sedih." kata Cilla yang sedang memakan cemilan.


"Mulut penuh tuh jangan ngomong takut ada meteor jatoh." kata Acha terkekeh.


"Ih Acha nih." kata Cilla.


"Ya emang benerkan." kata Acha.


"Haha Acha jadi penasaran siapa diantara kita yang nikah duluan." kata Acha terkekeh.


"Astaghfirulloh Acha, kok sampe mikir ke situ, wah apa jangan jangan Acha yang mau nikah duluan nih." kata Rasi.


"Haha do'a in aja." kata Acha.

__ADS_1


"Emang udah ada calon nya?" kata Cilla.


"Ada lah." kata Acha.


"Siapa namanya? Anak siapa? Dimana rumahnya? Ka.." kata Cilla terpotong.


"Syuttt..." Acha yang meletakan jari telunjuk dibibir nya.


"Cukup untuk bertanya! karena jawaban nya Acha... nggak tau." kata Acha terkekeh.


"Aih aneh Acha mah." kata Putri.


"Atuh iya kan Calon nya masih di rahasia in sama Alloh, Alloh kan menciptakan makhluknya berpasang pasangan, jadi siapa pun beliau, semoga beliau yang terbaik yang bisa menuntun Acha ke Jannah-Nya." kata Acha.


"Aamiin." ucap semua.


"Nah bener Cha, emang Jodoh kita udah Allah tentukan, kenapa harus memikirkan siapa jodoh kita siapa namanya dan lain nya, karena semua itu sudah tertulis dalam suratan takdir, Alloh sudah menentukan si fulan dengan si fulanah akan bersatu ya pasti akan bersatu." kata Rasi.


"Maa syaa Alloh ustadzah Rasi." kata Acha.


"Aamiin yaa Alloh." kata Rasi mengusap wajahnya.


"Berarti yang diluar sana yang sering bergandengan berduaan sebelum ada ikatan pernikahan..." kata Cilla.


"Yaa jagain jodoh orang." kata Acha, Liani, Ririn, dan Rasi terkekeh.


"Maksudnya? Cilla belum ngerti." kata Cilla diangguki Ririn.


"Umm kalian nih, walaupun kalian satu tahun lebih muda dari kami, masa nggak ngerti." kata Acha gemes.


"Sekolahnya terlalu muda sih." kata Liani terkekeh.


"Ih Liani yah." kata Cilla dan Putri


"Eh udah udah, jadi gini kan belum tentu orang yang bersama kita itu jodoh kita, ya kalo jodoh alhamdulillah kan jagain jodoh kita, dan kalo nggak jodoh berarti jagain jodoh orang dong, nggak adil kan jodoh sendiri nggak dijagain sedangkan jodoh orang di jagain, apa nanti yang akan kitakan saat sudah menikah pada suami kita." kata Rasi.


"Nah iyaa, sayyidatul Fathimah Romantisnya mengatakan 'maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya', kemudian Ali bertanya mengapa ia tak mau menikah dengannya, dan apakah Fathimah menyesal menikah dengan Ali, Fathimah menjawab sambil tersenyum 'Pemuda itu adalah dirimu', maa syaa Alloh kan, masa iya nanti kita setelah nikah mau bilang pada suami kita 'aku pernah mencintai seseorang dan aku pernah bersamanya 3 tahun, dan dia adalah mantanku' masa mau bilang gitu." kata Acha terkekeh


"Yaa nggak bakal lah Cha, aneh kamu mah, siapa yang berani ngomong tentang seorang pria lain kepada suaminya." kata Liani terkekeh.


"Iyaa iya, Acha hanya bercanda kok." kata Acha terkekeh.


"Tapi bercandanya masuk akal juga sih, apa yang harus kita katakan pada suami kita apa lagi kalo sampe mereka bertanya, gak kebayang kalo Ririn udah nikah, nanti suami Ririn nanya tentang seseorang yang pernah singgah di hati Ririn, masa Ririn jawab bang Ustadz, gimana kalo suami Ririn tersinggung." kata Ririn.


"Yaa Alloh Rin kalo di tanya ya jawab jujur atuh, dengan tambahan kata 'itu dulu dan sekarang cinta ini hanya untuk orang yang mencintaiku, yaitu seseorang yang ada dihadapanku' eaa simpel kan." kata Acha.


"Uh ahli cinta emang beda." kata Rasi.


"Haha nggak kok, Acha bukan ahli surga juga tak mampu menahan siksa neraka..." kata Acha melantunkan syairan.


"Eh maksudnya Acha tuh bukan ahli cinta." kata Acha terkekeh.


"Acha Acha." kata semua terkekeh.

__ADS_1


jangan lupa like komen dan vote,


happy reading, maaf kalo banyak salahan


__ADS_2