
"Dih iyaa bener ruhnya, liat gak napak." ledek Bang Muza sambil menunjuk ke arah kaki ku.
"Ihh Abangg!" rengek kesal Ku.
"Eh udah udah tadi sama Naila sekarang sama Abangnya, cepet duduk dikursi masing masing." kata Abi menenangkan.
......................
"Gitu dong Li pake nya gamis, jangan celana mulu Kamu kan cewe, bukan nya abang larang Kamu, tapi kan kalo pake gamis nanti Kamu sendiri merasakan kenyamanan.." kata Bang Muza yang sedang duduk berhadapan dengan Ku.
"Iyaa Bang iyaa, kan hijrah itu butuh proses." kataku.
"Udah udah, cepet makan." kata Abi.
Kami pun makan dan setelah selesai makan.
"Ki Kamu kapan kepondok?" tanya Abi.
"Besok Bi, emang kenapa?" kata Bang Muza.
"Biar tar Kamu bareng Lili aja." kata Abi.
Aku hanya mengerutkan kedua alis Ku, dan menelan ludah.
"Yaa Allah secepat ini Aku akan dikurung, pengen teriak." batin Ku.
"Owhh, emang Lili udah siap pergi besok?" kata Bang Muza.
"Liani sih, bisa bisa aja Bang hehe." kata Ku walau hati tak mau.
__ADS_1
"Duh emang tuh yaa Bang Muza, pake nge introgasi segala, di depan Abi lagi, padahal mah kalo udah tau Gw belum siap mondok, diem aja gak usah nanya lagi arghh." batin Ku sambil menatap kesal ke Bang Muza.
"Tapi Bi tadi Alki ketemu sama Shilla, katanya kalo besok pak Kiayi sekeluarga mau berkunjung ke keluarga jauh nya, kemungkinan santri putri disana juga belum pada ke pondok." kata Bang Muza.
"Alhamdulillah yaa Allah." batin Ku dengan mengangkat kedua tangan dan mengusapkan ke wajah.
Aku menyadari Bang Muza yang duduk didepanku dan Naila yang duduk disampingku meniru gerakanku, dan aku membulatkan mataku dan langsung tertunduk malu. Sedangkan Abi dan Umi menatap anak anak nya dengan heran.
"Seneng yaa Li." ledek Bang Muza dan Aku hanya nyengir kuda sedangkan Abi hanya tersenyum menggeleng.
"Terus Alki ngapain besok mau kepondok?" kata Umi.
"Iyaa kata Shilla kemungkinan santri putra nya besok ada yang ke pondok, makanya Alki selaku ketua pengurus pondok, di amanahin sama pak Kiayi besok kepondok." kata Bang Muza.
Ting nong suara bel rumah berbunyi menandakan ada yang berkunjung.
"Assalamu'alaikum?" kata seseorang pria separuh baya di depan pintu.
"Yuk Nay kita keatas." kata Ku, dan Naila hanya mengangguk menyetujui dan Kami pun langsung ke kamar Ku.
...****************...
Pov muza
Setelah sampai dirumah Kami berbincang bincang dan Liani pergi ke kamarnya, Aku menyadari bahwa Aku dan Liani blm shalat dzuhur.
"Abi udah shalat dzuhur?" kata Nay tersenyum.
"Udah dong sayang." kata Abi menggendong Nay duduk ke kursi.
__ADS_1
"Kalo Nay gimana?" kata Abi mencubit hidung Nay.
"Udah dong berjama'ah sama Umi." kata Nay melirik ke Umi yang sedang menuangkan air dan Umi tersenyum.
"Pinter anak Abi." kata Abi mengangkat jempol.
"Iyaa dong, Nay gituloh." kata Umi mememberi segelas air untuk Abi dan Nay hanya menyengir kuda.
"Astaghfirullah belum shalat dzuhur ternyata." batin ku sambil menepuk jidat.
"Kenapa Ki?" kata Abi.
"Alki lupa blm shalat dzuhur." kata ku.
"Udah cepet shalat dulu sana." kata Umi abis itu turun kita makan
......................
Aku pun langsung menaiki tangga menuju kamar ku saat di depan pintu kamar Liani, Aku menyadari bahwa Liani juga belum shalat.
"Li cepet shalat dzuhur Kamu belum shalat itu." teriak ku di luar kamarnya.
"Iyaa Bang." teriak Liani di dalam.
......................
Setelah selesai shalat dan mengganti pakaian , Aku yang memakai tawb berwarna coklat tak lupa dengan memakai kopiah yang berlogo pondok Almalik.
......................
__ADS_1
Langkah demi langkah Aku menuruni tangga dan menyadari penampilan beda dari Lili.
"Wihhh Siapa nih? Ihh Lili yaa, Lili bukan sih." ledek Ku yang langkah demi langkah menuruni tangga.