
Kini senja telah hadir kembali, Ririn yang duduk merenung di taman, dan sahabat sahabatnya hanya memantau di balik jendela kamar.
"Bang Ustadz jahat, kenapa beliau nggak peka peka, mesra mesraan di umum pake acara tatap tatapan lagi." kata Ririn sembari menangis.
"Hufth udah lah Rin, jangan nangisin hal kaya gitu." kata Ririn menguatkan dirinya sendiri.
"Tapi kenapa Liani tetep mendekati bang Ustadz?" kata Ririn sembari melempar batu ke danau.
"Apa emang Liani sama bang Ustadz ada hubungan? Ah masa iya sih, gimana kalo emang bener Bang Ustadz suka sama Liani dan Liani juga nyimpen rasa tapi gara gara Ririn, Liani nyembunyiin rasanya?" pertanyaan pertanyaan yang Ririn ajukan pada dirinya sendiri.
"Nggak tauu Ririn pusing." rengek Ririn.
Setelah tenang Ririn pun bergegas kembali ke kamar dan langsung pergi ke masjid.
......................
Sembari menunggu Adzan Maghrib tiba, Ririn memilih untuk berdiam diri di masjid.
Ririn yang fokus akan dzikiran dzikiran yang dilantunkan oleh bibirnya.
'astghfirulloh hal'adzim, wa atuubuu ilaiih, subhannalloh wal hamdulillah waa ilaa ha illalloh huwallohu akbar.'
......................
Sesampainya di depan Masjid.
"Rin.." kata Shilla.
"Iya Kak." kata Ririn menghampiri dan mencium tangan Shilla begitupun Shilla mencium tangan Ririn bersamaan.
Shilla memang anak Kiyai pondok dan Shilla diajarkan untuk saling menghormati orang tua, terutama menghormati orang yang ilmunya sudah mantap, tak memandang berapa usianya.
"Kakak mau minta tolong, boleh gak?" kata Shilla.
"Boleh dong Kak." kata Ririn.
"Ambilin bros nya Safa di dalam masjid bawah, di atas lemari al qur'an, Kakak mau masuk kaki kakaknya kotor." kata Shilla menunjukan kakinya.
"Yaa Allah Kak, Kakak abis dari mana, sampe sekotor ini." kata Ririn terkekeh.
"Kamu mah." kata Shilla mencemberutkan manja bibirnya .
"Iyaa maaf maaf, tapi kaka udah ngapain itu." kata Ririn masih terkekeh.
"Kakak udah main tanah di campur air sama Safa, kalo Kita maen sama anak anak Kita nya juga harus bersikap kaya anak anak kan." kata Shilla tertawa.
"Iyaa Kak, yaudah Ririn ambil dulu ya." kata Ririn.
"Iyaa, syukron." kata Shilla.
Ririn pun bergegas masuk masjid.
......................
"Inikan punya dek Safa, pasti lagi nyariin sekarang." gumam Faziel.
Faziel yang akan keluar Masjid berpapasan dengan Ririn.
Deg! Pandangan Mereka bertemu
Ririn hanya diam tanpa kata, Ririn pun melangkah ke sebelah kanan begitu pun Faziel yang membuat Mereka berpapasan kembali.
"Afwan, Ana.." kata mereka barengan dan tertunduk.
"Anti duluan saja." kata Faziel.
"Bang Ustadz duluan, eh maksudnya Ustadz." kata Ririn.
"Tidak pa pa Anti dulu saja, dan untuk sebutan nama Saya senyamannya Anti saja." kata Faziel.
"Na'am, Ana kemari ingin mengambil bros dek Safa yang tertinggal di sini." kata Ririn tertunduk.
"Owh yang ini..." kata Faziel menunjukan sebuah bros.
"Iyaa itu punya Safa, yey akhirnya ketemu." kata Safa berlari menghampiri Mereka berdua.
"Makasih Ustadz Faziel, makasih Kak Ririn, semoga jadi pasangan sampai jannah." kata Safa.
Mendengar itu Ririn na Faziel saling melihat satu sama lain.
"Ya sudah Safa pamit, makasih ya." kata Safa mencium pipi Ririn dan menyadarkan tatapan mereka.
__ADS_1
Safa pun langsung pergi dengan gembira.
......................
Ririn pun langsung menaiki tangga menuju lantai atas.
"Sesungguhnya cemburu dan kemarahan yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan, apalagi untuk hati dan iman Kita." kata Faziel yang membuat langkah Ririn terhenti.
"Ana tidak cemburu atau pun marah." kata Ririn dan langsung melanjutkan langkahnya.
......................
"Tapi semua itu terlihat di wajah kamu Rin." gumam Faziel.
Faziel hanya tersenyum dan menggeleng.
Faziel pun masuk kembali ke masjid untuk melantunkan sholawat, karena permintaan ustadz Fatih, sebelum adzan usahakan ber sholawat di speaker.
'laqod jaa-akum rosulumin angfusikum 'aziizun 'alaihi maa 'anittum hariishun 'alaikum bilmu'miniina ro-ufurrohiim , innalloha wa malaaikatahuu yusholluuna 'alannabiyy, yaaa-ayyuhaladziina aamanuu sholluu 'alaihi wasallimuu tasliimaa, Allohumma sholli wassalim wabarik 'alaih, lam yah talim qothuthohamuth laqon abadan, wamaa tatsaa aaba'ash lanfi madza zaamaani, minhu dawaa bufalam tahrob wamaa waqo'at, dzubabatun aabadan fii jismihil hasani, bikholfihii ka-amaamin ru'yatun tsabatat, walaa yuroo ats rubauli minhu fii 'alani, wa qolbuhu lam yanam wal 'ainu qod na'asat, walaa yuroo zhillahu fisyamsi dzu fathoni, katfa huqod 'alata qouman idzaa jalasuu, 'ingdal wilaa datishif yadzaa bimukhtatani, hadzil khoshoo 'ishofah fazh-ha takun aaminah, ming syarri narin wasuroqin wamim mihani..Allohummasholli wassallim wabarik 'alaih.'
......................
Adzan pun berkumandang, seluruh santri bergegas menuju Masjid.
Shalat jama'ah pun dilaksanakan dan di Imami oleh ustadz Rayis.
Dzikir setelah shalat pun di bacakan, setelah itu semua santri mengaji dan di lanjutkan shalat isya berjama'ah.
Santriat pun kembali ke kamar masing masing, karena ngaji kitab di liburkan.
Terlihat bulan yang tertutup awan muncul untuk menyapa kembali.
...****************...
Pov Ririn
Malam ini Aku hanya menatap langit dibalik jendela, mengingat kebodohan atau apalah itu Aku pun tak mengerti, dulu saat Aku sampaikan perasaan Ku secara terang terangan.
Flash back on
"Ririn..Cilla, kalian mau kemana?" kata Faziel.
"Kita mau ke ruangan qiro'at kak." kata Ku.
Terasa ada dorongan di hati Ku entah dorongan apa ini, Aku memejamkan mata dan menarik nafas dalam dalam kemudian membuangnya perlahan.
"Kak Faziel ana uhibuka.." kata Ku.
Deg! Hati Ku jadi tak karuan, langkah Faziel pun terhenti dan Faziel hanya menengok ke belakang dan melanjutakan langkah nya.
Flash back off
Lamunan Ku tersadarkan oleh Acha
"Rin sudah malam cepet tidur, kalo belum shalat witir shalat dulu supaya Kamu tenang." kata Acha.
......................
Aku pun bergegas pergi berwudhu, dan melaksanakan shalat.
"Yaa Allah sungguh memang kepahitan yang sangat nyata yaitu berharap pada seorang manusia, berikan hati Ku kelapangan untuk menerima setiap taqdir Mu yaa Allah, apalagi taqdir Mu yang tidak sesuai keinginan Ku, beri hati Ku kekuatan yaa Allah."
Aku pun bergegas tidur dan tak lupa mengamalkan dzikiran sebelum tidur.
Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup. Dan yang paling pahit ialah berharap pada manusia.
❤Ali bin Abi Thalib❤
...****************...
Pov Author
Keesokan harinya bertepat pada hari minggu hari libur kuliah dan sedikitnya kegiatan pondok.
"Rin.. Mau kemana?" kata Acha.
"Keluar.." kata Ririn datar.
"Ririn kenapa sih, masih marah sama Kita..." kata Putri.
"Ririn nggak kenapa napa, lagian Siapa yang marah." kata Ririn.
__ADS_1
"Tapii..." kata Putri.
"Ririn bilang nggak kenapa napa dan Ririn nggak marah." kata Ririn pergi keluar.
......................
"Udah.. Kasih waktu buat Ririn tenangin diri." kata Rasi.
"Ini udah tiga hari loh.." rengek Puput.
"Udah udah, Kita do'a aja." kata Rasi.
"Ehh ngomong ngomong Liani sama Cilla kemana?" kata Acha.
......................
Saat Ririn menuju taman, di depan masjid terlihat laki laki dan perempuan sedang asik berbincang.
"Liani? Ustadz Faziel..ngapain berduaan?" gerutu Ririn yang mematung.
Tak terasa butiran kristal bening keluar di matanya.
"Yaa nggak bisaa gitu dong..." kata Faziel tertawa.
"Ihh bisa lah..." kata Liani tertawa.
Dan tawanya terhentikan saat melihat Ririn yang sedang memerhatikan.
"Ri..." kata Liani.
Ririn bergegas pergi sembari menghapus air matanya.
......................
"Yahh.. Yah.. salah paham lagi ini.." kata Cilla.
"Iyaa nanti Dia kiranya Liani berduaan sama Ustadz.. Padahal ada Cilla." kata Liani.
"Udah.. Kalian kembali ke asrama saja.." kata Faziel.
"Tapi Ririn gimana Ustadz..?" kata Liani.
"Udah biar Saya yang urus" kata Faziel.
"Makasih Ustadz.." kata Liani.
Liani dan Cilla pun bergegas ke Asrama.
......................
Saat dikamar, Putri yang sedang menikmati keindahan ciptaan sang maha kholiq yaitu Allah subhanawata'ala.
"Eh ustadz Faziel... Ririn..." kata Putri yang sedang melihat pemandangan di balik jendela.
"Mana?" kata Acha bergegas terbangun.
......................
"Assalamu'alaikum..." kata Cilla dan Liani.
"Wa'alaikumussalam warohmatullah." kata Acha, Puput dan Rasi.
"Shohibah Kalian tau nggak.." kata Cilla.
"Tauu..." kata Acha, Putri, dan Rasi.
"Apa cobaa..?" kata Liani.
"Itu kan..?" kata Acha menunjuk ke luar jendela.
Mereka semua berkumpul di balik jendela.
"Penasaran sumpah..pengen tau apa yang di omongin." kata Cilla mengigit ujung kerudungnya, yang emang kalo lagi kepo pasti gereget sendiri.
Dibersihkan
Tubuh dibersihkan dengan air. Jiwa dibersihkan dengan air mata. Akal dibersihkan dengan pengetahuan. Dan jiwa dibersihkan dengan cinta.
❤Ali bin Abi Thalib❤
happy reading
__ADS_1
maafkan Author, jika banyak kesalahan karena Author masih dalam pembelajaran