MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 58


__ADS_3

"Astaghfirullah." kata Acha yang langsung putar balik karena banyak Ikhwan yg sedang berwudhu di tempat wudhu.


"Untung baru sampe tempat wudhu nya blm sampe toilet, kalo masuk bahaya mau ditaro dimana muka." kata Acha.


Acha pun langsung pergi dengan menutupi pinggir wajahnya oleh telapak tangan agar wajahnya tidak terlihat.


"Haha makanya tanya tanya dulu Ukh." kata orang yg berdiri di samping Muza.


Acha hanya menatap sinis dan takpeduli apa katanya kemudian langsung menuju toilet wanita.


......................


Faziel terkekeh dan Muza menggeleng melihat tingkah Acha.


Ahmad Faziel wakil pengurus santriwan berhidung mancung, asik suka bercanda dengan semua santri. Bisa silat dan Ceria seperti Muza, bedanya Muza kalo ke cewe agak dingin.


Muza pun langsung pergi


......................


"Eh tunggu Ki, Alki." teriak Faziel sambil lari kecil mengejar Muza yang sudah jauh di depannya.


......................


"Maen tinggal tinggal aja..cepet amat si jalan nyaa." oceh Faziel.


"Yehh lagian Ente sih fokus ketawa." kata Muza sambil merangkul pundak Faziel dan berjalan bersampingan.


"Astaghfirullah." kata Muza sambil menepuk jidatnya dan berhenti dari langkah nya.


"Ada ape." kata Faziel sambil mengeluarkan jurus silatnya.


"Yehh biasa aja apa, nggak ada bahaya woi." kata Muza sambil menatap heran ke Faziel.


Faziel yang mendengar itu langsung berhenti dalam mempraktek kan jurus silat nya.


"Terus ada apa, aya naon, what happen." kata Faziel yang mencampur bahasa.

__ADS_1


"Jam tangan Ane ketinggalan di tempat tadi Zil." ucap Muza kebingungan.


"Yehhh atuh gak usah bingung juga, padahal mah tinggal balik lagi terus ambil jam tangan Kamu, Yaudah yo Ane anter." kata Faziel.


......................


Acha pun terlihat tenang setelah membuang hajat.


"Huhhh lega banget." kata Acha keluar dari kamar mandi dan menuju tempat wudhu.


......................


"Kok sepi banget, gak ada yang ambil wudhu lagi gitu selain Gw." kata Acha sedikit takut dan tengok sana sini mencari orang.


Tokek tokek...


"Haaa." teriak Acha dan berlari kencang tanpa mempedulikan apapun.


......................


Brughh dilorong Acha terjatuh karena kaki kanan terandung kaki kirinya.


"Makanya teh kalo jalan pelan pelan jangan sampe kakinya tersandung ke kaki satu lagi." ucap Faziel terkekeh.


......................


Acha pun langsung pergi terburu buru.


"Pelan pelan teh, takutnya kesandung lagi." teriak Faziel, dan Acha terus berjalan.


"Udah udah." kata Muza terkekeh.


"Nah itu jam Ane." kata Muza menuju tempat wudhu.


"Hayuu ah kasian santri santri yang mau ngaji nunggu." kata Muza merangkul pundak Faziel.


"Owhh iya iya sampe lupa." kata Faziel.

__ADS_1


......................


Acha sampai ke Masjid bawah dan duduk di samping teman teman nya yang sudah selesai ngaji, muka nya masih merah karna malu.


"Ehemm Acha kok mukanya merah, kenapa tuu?" selidik Ririn yang usil.


"Ehh emang iyaa tah, nggak ja, biasa aja." kata Acha menghindari pertanyaan Ririn dan mencemberut kan bibirnya dengan manja.


"Mmmm gituu, Acha ke kamar mandi lama amat ada apa." kata Cilla dengan menaik turunkan alisnya dan Acha hanya mengangkat alisnya heran.


"Eh emang selama itu kah Acha?" kata Acha sambil menaik turunkan alisnya, membalas Cilla.


"Nggak juga sih, udah sini Acha tinggal Kamu lagi yg belum ngaji semua udah pada selesai." kata Shilla.


"Beneran kak tinggal Acha lagi?" kata Acha melas.


"Terus mereka ngapain?" kata Acha melihat ke arah teman teman sekamarnya.


"Yeehhhh Acha pake nanya lagi." kata Puput sedikit kesal dan mereka semua memasang muka pura pura marah.


"Eh jan gitu dong sama Acha, Acha kan cabat Aku." kata Liani memeluk Acha.


"Yaudah yo ah Kita ke kamar biarin suruh pulang kekamar sendirian wlee." canda Ririn.


"Gak bisa sendirian selagi ada Lili." kata Liani membela Acha.


"Yaa Allah Li, the best dah, tapi gak papa tar Acha bareng kak Shilla aja, Lili istirahat aja wk." kata Acha membela diri.


"Yaa kan kak?" kata Acha sambil menganggukan kepala mengisyaratkan Shilla agar menyetujui.


Shilla hanyaa mengangguk dan tersenyum.


"Yaudah wlee." kata Ririn.


"Ihhh kalian mah gak bisa di ajak becanda huuh." kata Acha dengan melas.


"Iya iya Kita tungguin nih udah cepet ngaji." kata Rasi tersenyum geram.

__ADS_1


"Iyaa sudah sudah, akan lebih baik Kita disini saja sampai adzan isya, kan shalat berjama'ah dan dilanjut ngaji kitab, Acha silahkan membaca alfatihah dulu." kata Shilla.


Acha pun membaca Al Fatihah dan memulai mengaji.


__ADS_2