MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 28


__ADS_3

"Assalamu'alaikum?" kata Ku yang awalnya menekan tombol bel.


"Wa'alaikumussalam warohmatullah." suara di dalam terdengar.


"Aduhh semoga aja gak salah." gumam Ku.


Terlihat pria muda yang membukakan pintu, sungguh anggun wajahnya membuat hati teduh saat dipandang.


"Kaya nya salah deh, emang sih dia sangat mirip ke Silfa dan ke Iham juga." batin Ku.


"Wa'alaikumussalam, selamat siang Pak ada yang bisa Saya bantu?" katanya ramah.


"Nak apa benar ini rumah kediaman pak Iham?" kata Ku ramah.


"Siapa Nak?" kata seseorang yang menghampiri Kami.


"Qayyis? Yaa Allah sudah bertahun tahun Kita gak ketemu." kata nya dan memeluk Ku.


"Syukur lah nggak salah alamat lagi." batin Ku.


"Iyaa sobat, Saya baru tau alamat Kamu, udah lama nyari nyari." kata Ku memeluk balik.


"Ini Alki?" kata ku melepas pelukan.


"Iyaa Pak." kata Alki sambil mencium tangan Ku.


"Pantas saja serasa gak asing." batin Ku.


"Yaa Allah udah besar, dulu pas terakhir ketemu usia Kamu masih 12 tahunan." kata Ku mengelus kepala Alki


"Iyaa Kita kan gak ketemunya udah 8 tahunan, masuk masuk." kata Iham.


......................


Kami pun masuk dan terlihat wanita seusia istriku menghampiri Kami, yah dia Silfa sahabat lama istriku.

__ADS_1


"Yaa Allah Ustadz Qayyis, gimana kabarnya?" kata Silfa dengan menyatukan kedua tangannya.


"Alhamdulillah baik Silfa." kata Ku.


"Eh duduk duduk." kata Iham mempersilahkan.


......................


"Fathu gak ikut Ustadz?" kata Silfa yang mebawa air.


"Nggak Fa, awalnya beliau mau ikut Saya larang takutnya alamat yang ini belum pasti, soalnya udah berapa kali salah alamat hehe." kata Ku.


"Umi? Abi, pak Qayis, Alki mau ke atas dulu." kata Alki, Kami hanya tersenyum dan mengangguk.


"Sungguh Alki sudah menjadi orang yang bijak dan dewasa." batin Ku.


"Owh iyaa maksud kedatangan Saya kesini, karena saya dengar denger Kalian bakal pindah rumah lagi?" kata Ku.


"Iyaa, lagi pula untuk kenyamanan anak anak juga kan." kata Iham.


"Alhamdulillah udah, Saya pindah ke komplek A No.105." kata Iham.


"Kebetulan rumah Saya komplek A dan nomor 100." kata Ku.


"Wah kebetulan deket." kata Silfa.


"Iyaa Sil, kalo udah tinggal disana sering sering silaturahmi kerumah yaa." kata Ku.


......................


Beberapa jam kemudian selesai lah dari perbincangan.


"Ya sudah Saya pamit." kata Ku.


"Loh kok, tardulu makan dulu Ustadz Qayyis." kata Silfa.

__ADS_1


"Iyaa makasih gak usah Sil, kapan kapan tar bertamu lagi bareng Fathu." kata Ku.


......................


Silfa dan Iham pun mengantarkan ku sampai luar rumah.


"Fii amanillah kawan." kata Iham, Aku hanya tersenyum dan mengangguk.


"Assalamu'alaikum." kataku, dan Aku pun memberi klakson pada Mereka.


"Wa'alaikumussalam." kata Mereka.


...****************...


"Astaghfirullah Saya lupa minta nomornya Iham lagi." kata Ku yang sudah sampai di depan rumah.


......................


"Assalamu'alaikum." kata Ku.


"Wa'alaikumussalam warohmatullah." kata Fathma dan anak anak Ku.


"Abii.." kata Acha bahagia dan langsung memeluk Ku.


"Wahh putri Abi, bahagia banget ada apa nih?" kata Ku mencubit hidungnya.


"Acha lulus dong Bi dengan nilai terbaik." kata putri Ku semangat.


"Iyaa doang siapa lagi kan adek nya Bang Rafan ya gak Bi?" kata bang Rafan.


"Putrinya Abi lah." kata Ku.


"Syuttt udah udah, yang bener kebanggaan Kita." kata Fathma yang membawa air untuk Ku.


Kami pun duduk di ruang tamu dan berbincang.

__ADS_1


__ADS_2