MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 141


__ADS_3

Wanita mana yang tak akan gundah, benih cinta yang baru saja mulai tumbuh dan sekarang harus melepas kekasih tercinta yang akan menyelesaikan pendidikan nya di negara lain.


Acha pun perlahan tertidur dengan kepalanya di atas meja, bertepat jam 10 malam di indonesia, Dret... Dret... Di WA video call masuk, Acha yang menyadari bergegas mengambil handphone.


"Kak Mufid?" gumam Acha.


(Assalamu'alaikum sayang?) ucap Mufid.


"Wa'alaikumussalam." jawab Acha tersenyum.


"Kamu udah nyampe kan." kata Acha.


(Iya udah sayang, Aku rindu kamu, sangat.) kata Mufid tersenyum.


"Belum juga sehari." kata Acha.


Terdengar panggilan kepada mufid.


(Na'am sebentar.)


"Siapa?" kata Acha.


(Teman sekamar dari indonesia.)


"Kaya nya penting banget ya?" kata Acha.


(May be, nggak papa lah, bagi ku nggak ada yang lebih penting di banding istri ku.)


"Hmm, yaudah samlerin dulua aja, siapa tau penting banget." kata Acha.


(Yaudah iya sesuai perintah,) kata Mufid terkekeh.


(Kamu langsung bobo ya, selamat sore semoga mimpi indah.) kata Mufid terkekeh.


"Disini malem, selamat malam kembali, semangat sidang nya." kata Acha terkekeh.


(Iya makasih sayang, jaga diri baik baik ya, jaga kesehatan juga.)


"Kamu juga." kata Acha.


(Siap sesuai perintah, Assalamu'alaikum.)


"Wa'alaikumussalam." jawab Acha.


Video call pun berakhir, Acha tersenyum dan langsung menyimpan handphone nya di atas meja, perlahan Acha memasuki alam Mimpi.


......................


1 Minggu kemudian pernikahan Rizki dan Liani diselenggarakan.


Dret...dret..dret video call dari Mufid masuk.


"Assalamu'alaikum, gimana kabarnya?" kata Acha.


(Wa'alaikumussalam, alhamdulillah baik sayang, kamu gimana?)


"Alhamdulillah aku juga baik." kata Acha.


(Eh mana pengantin nya?)


Acha bergegas menghampiri pengantin yang sedang duduk berbincang di panggung pelaminan.


"Assalamu'alaikum bang Mufid." kata Liani dan Rizki.


(Wa'alaikumussalam, wah pengantin baru nih, selamat ya, Baarakallahu laka wabarakoa 'alaika wajma'a bainakumaa fii khoir.)


"Iya makasih bang." kata Rizki.


(Fid bentar lagi dimulai.) seseorang berbicara pada Mufid.


(Owh Na'am syukron.) kata Mufid.


"Siapa kak?" kata Acha.

__ADS_1


(Temen, pembukaan sidang bentar lagi di mulai.)


"Yaudah semangat selalu." kata Acha.


(Selalu, yaudah assalamu'alaikum.)


"Wa'alaikumussalam." jawab Acha.


Waktu pun berlalu, pernikahan berjalan dengan lancar.


......................


Matahari menapkan dirinya dan pergi kembali untuk memberi kesempatan pada sang rembulan.


3 bulan berlalu, walau mereka berjauhan dengan ada nya benda canggih di jaman ini, mereka setiap saat selalu saling mengabari lewat bantuan aplikasi Watshap dengan video Call.


Hari yang ditunggu tunggu telah tiba, penantian yang sudah lama akan akan segera berakhir, dan Mufid akan kembali ke indonesia untuk bertemu sang istri tercinta.


Acha yang sedang menunggu video call nya diangkat.


"Assalamu'alaikum, gimana sayang?" kata Acha.


(Wa'alaikumussalam, alhamdulillah lancar dengan baik.)


"Sekarang udah lega yah, pas semalem kamu tegabg banget keliatan nya." kata Acha terkekeh.


(Haha siapa sih yang nggak tegang saat di hari kelulusan.) kata Mufid terkekeh.


"Segera pulang, akhiri semua penantian ini, ku menanti kedatangan mu, semoga kalian semua pulang dan datang dengan selamat." kata Acha.


(Aamiin) terdengar ucap teman teman sekamar Mufid.


Acha hanya membulatkan matanya keheranan, dan Mufid hanya terkekeh.


(Aamiin sayang makasih, tunggu aku, aku akan segera pulang setelah semua selesau, aku akan mengakhiri penantian ini dan aku akan segera pulang untuk menemui mu.)


Acha hanya mengangguk tersenyum.


(Yaudah aku mau beresin baju dulu, kan mau meluncur pulang, bertemu sang bidadari.) kata Mufid.


(Iya iya, bidadariku yang tercantik, terbaik sedunia.)


"Hmm, yaudah cepet beres beres semangat, maaf aku nggak bisa bantuin, kejauhan soalnya." kata Acha terkekeh.


(Yaudah bantuin lewat online aja, lipet baju online.) kata Mufid tertawa renyah.


"Aku sudah merindukan canda tawa ini secara langsung, dimana kita bisa tertawa bersama di satu atap." batin Acha.


(Sayang kenapa?)


"Hah? Nggak papa kok, yaudah kamu semangat aja, ingat ada istri yang menunggu mu di sini, segeralah pulang." kata Acha.


(Sesuai perintah, yaudah selamat bobo yah, semoga mimpi indah, jangan lupa mimpi in Aku.) kata Muza terkekeh.


"Hmm iya." kata Acha.


(Udah bobo gih.)


Acha mengangguk tersenyum.


(Assalamu'alaikum.)


"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." jawab Acha.


Video Call pun di matikan, Acha pun segera tertidur.


Mentari pun muncul, bertepat jam 11 pagi.


Acha yang sedang tidur sunah qoilullah, Acha bermimpi Mufid menemuinya dan mencium tangannya kemudian melepas genggaman tangannya dan pergi masuk ke suatu pintu.


"Kak Mufid." teriak Acha terbangun.


"Innalillahi, astaghfirulloh ada apa ini? semoga kaka Mufid baik baik aja." gumam Acha gelisah.

__ADS_1


Dret...dret.. video call dari Mufid masuk menyadarkan kegelisahan Acha.


"Kak Mufid? alhamdulillah." kata Acha tenang.


(Assalamu'alaikum sayang.)


"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." kata Acha.


(Liat aku lagi dimana.)


"Dimana?" kata Acha.


(Lagi di bendara aku pulang hari ini bareng temen temen sekamar.) kata Mufid.


(Iya kakak do'ain kami selamat sampai tujuan.) kata salah satu teman Mufid.


(Aamiin.) ucap semua.


"Iyaa aamiin, banyak banyakin do'a." kata Acha.


"Penerbangan jam berapa sayang?" kata Acha.


(Jam 7 pagi dan sekarang jam 6 pagi.)


"Di sini jam sebelas kok." kata Acha terkekeh.


(Iya iya, tunggu aku, aku bakal pulang.)


"Selalu dinanti kepulangannya." kata Acha.


"Yaudah selamat jalan, semoga menyenangkan, dan ya kalo udah sampe bandara sukarno hubungi oke." kata Acha.


(Laksanakan sesuai perintah, aku akan pulang, assalamu'alaikum.) kata Mufid.


"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." jawab Acha.


Video call berakhir.


"Semoga Alloh melindungi kalian, semoga selamat sampai tujuan, semoga kak Mufid selalu dalam naungan Alloh." batin Acha.


Beberapa jam kemudian, Qcha dan keluarganya sudah bersiap akan pergi ke bandara sukarno.


"Nak buatin ayah teh, teh kamu matap banget." kata Qayyis.


"Siap bi laksanakan." kata Acha bergegas pergi ke dapur.


Acha pun segera meracik teh susu khas nya, Acha pun segera membawa teh itu ke ruang televisi.


Qayyis menyalakan televisi, dan terdapat berita kabar buruk tentang ganguan penerbangan.


'Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh selamat siang pemirsa, berjumpa lagi dengan saya Anna di kabar islami, telah terjadi kecelakaan pada pesawat XVII asal cairo penerbangan pukul 07.00 pagi, menewaskan semua penumpang, termasuk mahasantri al Azhar kelulusan terbaik asal Indonesia bernama, Sayyid Abdurohman, Abdul Affan, dan Mufid Sholehuddin, semoga mereka husnul khotimah dan meninggal dengan keadaan sahid, aamiin...'


"Mufid... innalillahi wainna ilaihi roji'un." rintih Qayyis dan Fathma.


"Acha bagaimana Bi?" tangis Fatmha.


Prai... suara gelas yang di pegang Acha tejatuh, Acha langsung tersungkur menangis dan kemudian pingsan, Fathma dan Qayyis bergegas berlari, Qayyis segera mengangkat Acha dan membaringkan di sofa.


"Nak bangun." tangis Fathma.


"Kak Mufid, kak Mufid mana?" kata Acha terbangun langsung menangis.


"Kenapa semua ini terjadi, baru saja benih benih cinta tumbuh dihatiku untuknya." tangis Acha.


"Istighfar nak istighfar." kata Qayyis.


"Astaghfirullohal 'azhiim..." rintih Acha menyadari kata kata nya yang tak pantas di ucap kan.


Acha terus menerus menangis di pelukan Fathma dan Qayyis.


Wajar saja Acha juga seorang manusia, dan seorang wanita kesabaran dan kekuatan nya tak sebesar Jamilah bin Abdulloh istri dari Hanzhalah bin amir.


"Kuatkan putriku yaa Alloh, sesunghuhnya kekuatan itu milik mu, beri putriku kesabaran dan keikhlasan." batin Qayyis.

__ADS_1


Mengetahui berita yang sudah tersebar di televisi semua orang berdatangan untuk berta'ziah kerumah Acha.


__ADS_2