
Santriat segera kembali ke ruangan tesnya masing.
"Hayu cepet, keburu ustadz Muza datang duluan kan nggak enak masa guru yang nungguin murid." kata Acha.
"Iya harusnya kan murid yang nungguin guru." kata Cilla.
"Ya makanya jalan nya cepet dikit geh." kata Liani.
Liani dan yang lain mempercepat langkahnya.
"Iya ini geh udah di percepat." kata Cilla mempercepat jalan nya menyusul teman teman nya.
"Aduh udah ada ustadz Muza." kata Acha tidak jadi masuk.
"Yaudah ayo cepet masuk." kata Ririn.
"Udah ayo." kata Ririn mendorong Acha masuk.
Muza yanh sedang membereskan berkas di meja menyadari kerusuhan mereka.
"Eh ada apa?" kata Muza.
"Ng nggak ada apa apa kok Ustadz." kata Acha nyengir kuda dan diangguki teman teman nga.
"Owh gitu yaudah tafadholly masuk aja." kata Muza.
"Assalamu'alaikum ustadz"Ucap Acha dan teman teman memasuki ruangan.
"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." kata Muza menyatukan tangan.
"Afwan ustadz sudah membuat ustadz menunggu." kata Acha menyatukan tangan.
"Laa ba'saa, lagi pula masih ishoma, lima menit lagi baru di mulai." kata Muza.
"Antunna rilex aja, tenang santai lepas pikiran jangan mikir sana sini fokus ke tujuan antunna." kata Muza.
"Na'am ustadz." kata Acha dan teman teman.
"Pada duduk aja, sambil nunggu lancarin hafalan qur'an nya." kata Muza.
"Duduk di kursi ini aja lah ustadz." kata Cilla.
"Tafadhol bebeas mau duduk di kursi yang berhadapan sama ustadz atau kursi yang berbaris itu, senyaman nya aja, tapi pas tes harus duduk di kursi ini." kata Muza.
Mereka pun segera duduk di kursi yang berbaris.
"Dag dig dug yaa..." kata Muza terkekeh.
"Banget ustadz." kata Acha.
"Dag dig dug gara gara berhadapan sama saya apa gara gara test nya..." kata Muza terkekeh.
"Dua duanya sih.." batin Acha.
"Entah lah ustadz mungkin test kali." kata Acha.
Kringg...
Bel berbunyi satu kali, peringatan test akan segera mulai.
Kring... Kring...kring...
Bel peringatan test harus segera di mulai.
"Yuk bismillah, tafadholly duduk diurutan masing masing." kata Muza.
Acha dan teman teman nya segera duduk di kursi yang sesuai dengan nomor urut masing masing.
"Sekarang kita lanjut ke pemantapan hafalan qur'an, sudah siap?" kata Muza.
"In syaa Alloh siap." kata Mereka.
"Toyib dengarkan surah apa, ayat berapa dan juz ke berapa latunan surah ini, 'audzubillahiminasy syaithoon nirrojiim, bismillahir rohmaan nirrohiiim, idz awal fityatu ilal hahfi faqooluu robbanaa aatinaa mil-ladungka rohmataw wahayyi' lanaa min amrinaa rosyadaa."
__ADS_1
"Ustadz." kata Cilla mengangkat tangan."
"Tafadholly." kata Muza.
"Surah Al kahf ayat ke sepuluh juz ke lima belas." kata Shilla.
"Benar, lanjut sambung ayat, 'audzubillahiminasy syaithoon nirrojiim, bismillahir rohmaan nirrohiiim, laahiyatang quluubuhum, wa asarrun-najwallaziina zholamuu hal haazaaa illaa basyarum mislukum, a fa ta`tuunas-sihro wa angtum tubshiruun," ucap Muza.
" 'Audzubillahiminasy syaithoon nirrojiim, bismillahir rohmaan nirrohiiim, laahiyatang quluubuhum, wa asarrun-najwallaziina zholamuu hal haazaaa illaa basyarum mislukum, a fa ta`tuunas-sihro wa angtum tubshiruun, qoola robbii ya'lamul-qoula fis-samaaa`i wal-ardhi wa huwas-samii'ul-'aliim," ucap Acha melantunkan.
"Bal qooluuu adhghoosu ahlaam, baliftaroohu bal huwa syaa'ir, falya`tinaa bi`aayating kamaaa ursilal-awwaluun," lanjut Liani.
"Maaa aamanat qoblahum ming qoryatin ahlaknaahaa, a fa hum yu`minuun," lanjut Rasi.
"Wa maaa arsalnaa qoblaka illaa rijaalan nuuhiii ilaihim fas`aluuu ahlaz-zikri ing kungtum laa ta'lamuun," lanjut Ririn.
"Wa maa ja'alnaahum jasadal laa ya`kuluunath-tho'aama wa maa kaanuu khoolidiin," lanjut Cilla
"Summa shodaqnaahumul-wa'da fa angjainaahum wa man nasyaaa'u wa ahlaknal-musrifiin," lanjut Putri.
"Laqod angzalnaaa ilaikum kitaabang fiihi zikrukum, a fa laa ta'qiluun," lanjut Acha.
"Toyyib cukup," kata Muza.
"Shodaqollohul 'azhiim..." ucap mereka.
"Sebutkan suroh apa ayat berapa." kata Muza.
"Ijin menjawab." kata Achaengangkat tangan.
"Tafadholly." kata Muza.
"Qur'an suroh Al-Anbiya Ayat 3 sampai 10." jelas Acha.
"Toyyib lanjut, 'Audzubillahiminasy syaithoon nirrojiim, bismillahir rohmaan nirrohiiim, Wa qoolallaziina laa yarjuuna liqooo`anaa lau laaa ungzila 'alainal-malaaa`ikatu au naroo robbanaa, laqodistakbaruu fiii angfusihim wa 'atau 'utuwwang kabiiroo." ucap Muza melantunkan.
" 'Audzubillahiminasy syaithoon nirrojiim, bismillahir rohmaan nirrohiiim, Wa qoolallaziina laa yarjuuna liqooo`anaa lau laaa ungzila 'alainal-malaaa`ikatu au naroo robbanaa, laqodistakbaruu fiii angfusihim wa 'atau 'utuwwang kabiiroo. yauma yarounal-malaaa`ikata laa busyroo yauma`izil lil-mujrimiina wa yaquuluuna hijrom mahjuuroo," ucap Acha melantunkan.
"Wa qodimnaaa ilaa maa 'amiluu min 'amaling fa ja'alnaahu habaaa`am mangsuuroo," lanjut Liani.
"Wa yauma tasyaqqoqus-samaaa`u bil-ghomaami wa nuzzilal-malaaa`ikatu tangziilaa," lanjut Ririn.
"Al-mulku yauma`izinil-haqqu lir-rohmaan, wa kaana yauman 'alal-kaafiriina 'asiiroo," lanjut Cilla.
"Wa yauma ya'adhdhuzh-zhoolimu 'alaa yadaihi yaquulu yaa laitanittakhoztu ma'ar-rosuuli sabiilaa," lanjut Putri.
"Yaa wailataa laitanii lam attakhiz fulaanan kholiilaa," lanjut Acha.
"Laqod adhollanii 'aniz-zikri ba'da iz jaaa`anii, wa kaanasy-syaithoonu lil-ingsaani khozuulaa," lanjut Liani.
"Wa qoolar-rosuulu yaa robbi inna qoumittakhozuu haazal-qur`aana mahjuuroo," lanjut Rasi.
"Wa kazaalika ja'alnaa likulli nabiyyin 'aduwwam minal-mujrimiin, wa kafaa birobbika haadiyaw wa nashiiroo," lanjut Ririn.
"Wa qoolallaziina kafaruu lau laa nuzzila 'alaihil-qur`aanu jumlataw waahidah, kazaalika linusabbita bihii fu`aadaka wa rottalnaahu tartiilaa," lanjut Cilla.
"Wa laa ya`tuunaka bimasalin illaa ji`naaka bil-haqqi wa ahsana tafsiiroo," lanjut Putri.
"Allaziina yuhsyaruuna 'alaa wujuuhihim ilaa jahannama ulaaa`ika syarrum makaanaw wa adhollu sabiilaa," lanjut Acha.
"Toyyib cukup," kata Muza.
"Shodaqollohul 'azhiim." ucap mereka.
"Mumtaz, sekarang sebutkan suroh apa dan ayat berapa?" kata Muza.
"Ijin menjawab ustadz." kata Rasi mengangkat tangan.
"Tafadholly." kata Muza.
"Qur'an suroh Al-Furqan Ayat 21 sampai 34." kata Rasi.
"Maa syaa Allo, antunna mumtaz, persiapan ishoma dulu sebentar lagi ashar," kata Muza.
__ADS_1
"Na'am ustadz syukron." ucap mereka.
"Qiro'at berarti abis ashar ya ustadz?" kata Acha.
"Na'am." kata Muza.
Mereka pun segera keluar ruangan.
"Astaghfirulloh handphone Acha di bawah meja tadi." kata Acha.
"Yaudah ambil gih, kita tunggu di sini." kata Liani.
"Tunggu bentar ya." kata Acha.
Acha segera menuju ke ruangan.
Muza yang sedang memandang selembar kertas dengan tersenyum.
tok... tok... tok...
"Assalamu'alaikum?" ucap Acha.
Sontak Muza langsung menyembunyikan selembar kertas itu.
"Wa'alaikumussalam, kenapa Cha?" kata Muza.
"Handphone Acha ketinggalan, boleh masuk?" kata Acha.
"Tafadholly masuk aja Cha." kata Muza.
"Na'am ustadz Syukron." kata Acha masuk dan langsung masuk.
Muza segera membereskan berkas berkas yang ada di mejanya lalu segera pergi.
"Nah ini dia." gumam Acha memngambil benda pipih miliknya.
"Tadi ustadz Muza baca apa ya?" batin Acha.
Serangga yang bernama kecoa muncul di hadapan Acha entah dari mana datang nya.
"Aaa kecoaaa..." teriak Acha berlari.
Brughkkk...
Acha terjatuh menabrak Muza dari belakang, kertas kertas yang Muza bawa pun berjatuhan dan berceceran.
"Astaghfirulloh..." keluh Muza segera membereskan berkas berkas yang berceceran.
"Afwan ustadz..." kata Acha yang segera membatu Muza membereskan kertas.
"Na'am laa ba'sa." kata Muza.
Terlihat satu kertas di hadapan Acha yang belum terambil.
"Astaghfirulloh surat itu, bahaya kalo Acha sampe tau." batin Muza.
"Itu kan... hah? masa iya ustadz Muza..." bati ln Acha.
Muza segera mengambil selembar kertas itu dan segera pergi.
"Afwan ustadz tunggu." kata Acha.
Langkah Muza pun terhentikan tanpa berbalik.
"Apakah ustadz orang itu?" kata Acha.
Muza hanya melirik ke arah Acha dan kemudian langsung berjalan kembali.
"Bukan kayanya, emang sih kertas nya mirip sama surat balasan yang Acha buat, tapi mungkin itu surat lain." gumam Acha.
"Kalo emang pengangum itu ustadz Muza gak papa lah," kata Acha gembira.
"Eh lalu si penggemar rahasia itu... siapa?" gumam Acha yang tadi nya gembira menjadi kebingungan.
__ADS_1
"Entah lah, pusing." kata Acha.
Langkah demi langkah Acha menghampiri teman teman nya.