
"Mohon ijin semuanya, assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh." ucap Ririn.
"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab semua.
"Ririn disini akan menceritakan tentang Ibunda kita yaitu Siti Khadijah.
"Rangkaian panjang dalam bingkai siroh perjalanan hidup Ummul Mukminin, istri Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalaam.
Beliau dilahirkan lima belas tahun sebelum tahun gajah, dalam nasab, dirinya termasuk berada pada kalangan menengah dalam suku Quraisy, dan yang paling tinggi kemuliaannya. Sampai dirinya dikenal dengan kesuciannya dari hal-hal buruk yang dilakukan para wanita pada zaman jahiliyah.
Beliau seorang saudagar wanita yang sukses dengan harta yang melimpah, dan beliau dipersunting oleh Rasulallah Shalallahu’alaihi wasalaam sedangkan saat itu umurnya sudah sampai empat puluh tahun, dan Nabi berusia dua puluh lima.
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalaam tidak pernah memadu dengan wanita lain sampai setelah kematiaannya dikarenakan kedudukan serta keutamaan beliau dihati Nabi, sesungguhnya dia adalah sebaik-baik teman hidup.
Darinya lahir anak-anak beliau, pertama anak laki-laki yang bernama Qosim, dimana dengan sebab itu beliau dipanggil ayahnya. Kemudian lahir Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah serta Abdullah.
Beliau dijuluki dengan wanita yang paling baik akhlaknya lagi suci.
Dari anak-anak yang lahir darinya, semua anak laki-lakinya meninggal ketika masih kecil, adapun anak-anak perempuannya maka seluruhnya menjumpai masa Islam dan semuanya masuk agama Islam dan ikut hijrah, dan mereka semua menjumpai ibunya kecuali Fatimah, sesungguhnya ibunya meninggal beberapa bulan setelah kelahirannya.
Dirinya adalah orang pertama yang beriman dan percaya kepada Rasulallah Shalallahu’alaihi wasalaam sebelum ada seorangpun yang beriman padanya. Beliau yang meneguhkan Nabi supaya tetap teguh, serta membawanya kepada anak pamannya Waraqah.
Dan Allah Shubhanahu wa ta’alla telah menyuruh Nabi-Nya supaya memberi kabar gembira kepadanya, dengan rumah disurga dari emas yang tidak ada kebisingan serta rasa capek didalamnya.
"Maa syaa Allah, maa syaa Allah." ucap semuanya.
"Beliaulah Ibunda kuam mukminin Khadijah binti Khuwailid bin Asad al-Quraisyiyah al-Asadiyah, beliau adalah wanita yang paling mulia pada umat ini. Imam adz-Dzahabi mengatakan tentang beliau: ‘Seorang yang sangat berakal lagi terhormat, teguh beragama, terjaga dari sifat keji lagi mulia, yang termasuk penghuni surga.
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasalaam biasa memujinya dan mengutamakan dirinya dari semua istri-istrinya. Sehingga beliau sangat mengaguminya, sampai kiranya Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan: ‘Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap madu yang lainnya melebihi kecemburuanku pada Khadijah, dikarenakan saking seringnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam menyebut-yebut dirinya’.
Disebutkan dalam sebuah hadits, yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan: ‘Pada suatu ketika Jibril mendatangi Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam sambil mengatakan pada beliau:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ خَدِيجَةُ قَدْ أَتَتْ مَعَهَا إِنَاءٌ فِيهِ إِدَامٌ أَوْ طَعَامٌ أَوْ شَرَابٌ فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي وَبَشِّرْهَا بِبَيْتٍ فِي الْجَنَّةِ مِنْ قَصَبٍ لَا صَخَبَ فِيهِ وَلَا نَصَبَ » [أخرجه البخاري و مسلم]
“Wahai Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam, Ini Khadijah telah datang. Bersamanya sebuah bejana yang berisi lauk, makanan dan minuman. Jika dirinya sampai katakan padanya bahwa Rabbnya dan diriku mengucapkan salam untuknya. Dan kabarkan pula bahwa untuknya rumah disurga dari emas yang nyaman tidak bising dan merasa capai”. (HR. Bukhari dan Muslim).
__ADS_1
Sejak gema dakwah islam pertama kali didentangkan, Khadijah telah menyatakan iman. Dialah wanita pertama yang masuk islam, semua harta kekayaannya dan Khadijah memang termasuk saudagar kaya raya- diserahkan penuh untuk dakwah islam, tanpa berat hati, tulus dan ikhlas.
Khadijah menjadi kawan berbincang dan teman berdiskusi yang menyenangkan untuk Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasalaam."
"Sholallohu 'alaihi wasalaam." ucap semua.
"Sungguh bahagia mendapatkan Istri dambaan dan pujaan hati, menyenangkan saat dipandang, menyejukkan hati kala terbayang, menentramkan jiwa ketika berbicara, gemar beribadah, dermawan juga penuh keibuan. Seperti
Khadijah bintu Khuwailid, ibunda kita." kata Ririn.
"Takbir." Acha
"Allohu akbar." ucap semuanya
"Semoga Alloh meridhai Anda, wahai Ibunda. Semoga istri-istri terutama kami dapat meniru Anda, wahai Ibunda, Aamiin.." kata Ririn
"Aamiin yaa Allah, aamiin yaa robbi, aamiin yaa Allah, yaa robbal'alamiin." ucap semuanya.
"Tahun kesedihan dalam sejarah anak manusia hanya ada sekali saja, sebuah tahun yang disebut dengan tahun kesedihan.
Selang enam bulan setelah berakhirnya pemboikotan itu wafatlah Abu Thalib, kemudian menyusul seorang mujahidah yang sabar -semoga Allah meridhai beliau- tiga tahun sebelum hijrah.
Di dalam melalui saat-saat sakarat ditemani suami tercinta, Rasulullah sholallohu 'alaihi wasalaam, dalam keadaan kesakitan yang amat itu, siti khadijah mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan Jibril juga teruja.
Katanya,
”Wahai rasul utusan Allah, tiada lagi harta dan hal lainnya yang bersamaku untuk Aku sumbangkan demi dakwah, andai selepas kematianku, tulang-tulangku mampu ditukar dengan dinar dan dirham, maka gunakanlah tulang-tulangku demi kepentingan dakwah yang panjang ini."
"Shollu 'alaih, maa syaa Allah, maa syaa Allah." tangis semua.
Ririn tetap melanjutkan ceritanya walau ririn sudah tak kuat menahan tangis nya.
"Astaghfirulloh.." Ririn yang mengatur nafas.
"Rasulullah SAW berasa sayu mendengar semua itu, Jibril naik bertemu Allah, Jibril bertanyakan Allah, adakah Allah mendengar kata-kata Sayidatina Khadijah itu? Allah menjawab pertanyaan Jibril bukan hanya kata-katanya sahaja yang Allah dengari malah bisikannya juga, Allah meminta Jibril menyampaikan salam buat Saidatina Khadijah.
__ADS_1
Jibril turun dan memberitahu Rasulullah sholaloohu 'alaihi wasalaam akan hal itu. Rasulullah sholaloohu 'alaihi wasalaam menyampaikan salam tersebut kepada isteri tercinta."
"Ustaz turut menceritakan bahawa dalam sesetengah riwayat tangan Sayidatina Khadijah seakan bersilang saat menyambut salam itu dan Sayidatina Khadijah melafazkan bacaan yang begitu masyhur yang sering kita lafazkan selepas solat:
Allaahumma antas salaam - waminkas salaam,
Wa ilaika ya 'uudus salaam,
Fahayyina rabbanaa bis salaam,
Wa adkhilnal jannataka daaras salaam,
Tabaarokta robbanaa wa ta 'aalaita yaa dzal jalaali wal ikraam.
Ya Allah, Engkaulah kesejahteraan, dariMulah asal kesejahteraan dan kepadaMu pula kembali kesejahteraan, maka hidupkanlah aku dengan kesejahteraan dan masukkanlah aku kedalam surga kampung kesejahteraan. Maha Mulia Engkau Ya Allah yang memiliki kemegahan dan kemuliaan.
Dan pergilah Sayudatina Khadijah menghadap Allah subhana wata'alaa, kekasih yang dirindui."
"Terlalu hebat wanita ini, Dialah insan pertama yang mengimani Rasulullah sholallohu 'alaihi wasalaam, tidak cukup dengan harta, tulang-tulangnya juga ingin digunakan untuk membantu perjuangan Rasulullah.
Begitulah Nafsul Muthmainnah telah pergi menghadap Robbnya setelah sampai pada waktu yang telah ditetapkan, setelah beliau berhasil menjadi teladan terbaik dan paling tulus dalam berdakwah di jalan Allah dan berjihad dijalan-Nya.
Dalam hubungannya, beliau menjadi seorang istri yang bijaksana, maka beliau mampu meletakkan urusan sesuai dengan tempatnya dan mencurahkan segala kemamapuan untuk mendatangkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Karena itulah beliau berhak mendapat salam dari Robb-nya dan mendapat kabar gembira dengan rumah di surga yang terbuat dari emas, tidak ada kesusahan didalamnya dan tidak ada pula keributan didalamnya.
Karena itu pula Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik wanita adalah Maryam binti Imran, sebaik-baik wanita adalah Khadijah binti Khuwailid”.
Seorang istri yang setia dan tulus, mukminah mujahidah di jalan diinnya (agamanya) dengan seluruh apa yang dimilikinya dari perbendaharaan dunia.
Semoga Allah memberikan balasan yang paling baik karena jasa-jasanya terhadap Islam dan kaum muslimin, aamiin."
"Aamiin yaa Allah." ucap semuanya.
"Oke kita lanjut ya." kata Ririn.
hapyy reading maafkan author kalo banyak kesalahan
__ADS_1