
Aku tercengo dengan penampilan bang Muza hari ini, "Wa'alaikumussalam." ucap Bang Muza yang menyadarkan ku.
"Eh iya Assalamu'alaikum hehe." kata ku.
"Nah gituu, Wa'alaikumussalam." kata Bang Muza.
"Kenapa?" kata Bang Muza.
"Anterin Liani yuk." rengek Ku manja.
Aku sudah sangat akrab dengan Bang Muza, aku saudara sesusuan dengan Bang Muza, waktu usiaku 1 tahun Aku di asuh oleh keluarga Bang Muza karena orangtua ku meninggal saat aku masih kecil, mereka korban kecelakaan.
Langkah demi langkah menuruni tangga kami menuruni tangga untuk menemui Umi, "Iya-iya, emang mau kemana sih?" tanya Bang Muza
"Kerumah Acha, Liani diundang makan malem." kata ku.
Bang Muza hanya tersenyum dan menggeleng.
"Abang kenapa geleng? Gak mau nganterin Liani?" tanyaku melas.
"Iyaa nggak, emang kenapa hah?" canda Bang Muza.
"Dasar abang." kata ku dan langsung berlari kecil ke bawah.
......................
Aku dan Bang Muza mencium tangan Umi, "Liani pamit Umi." kata ku.
Umi hanya tersenyum mengangguk samar, "Assalamu'alaikum." ucap ku dan Bang Muza.
"Hati hati Nak." teriak Umi di dalam.
"Iyaa Umii." teriak ku di luar.
Kami pun segera berangkat.
...****************...
__ADS_1
Pov Acha
Aku sedang sibuk membantu Uma dan Bu Maryam, terdengar suara seseorang yang mengucap salam di luar rumah, "Assalamu'alaikum." ucapnya.
Terlihat Bu Maryam yang hendak melihat siapa yang datang, "Bu biar Acha aja, Bu Mariam disini aja bantuin Uma." kata Ku menghentikan langkah Bu Maryam.
Bu Maryam tersenyum mengangguk, "Iya Non." kata Bu Mariam.
Mendengar Bu Maryam menyebut ku dengan 'Non' membuatku sedikit tidak enak, "Ihh si Ibu ya 'kan udah Acha bilang jangan panggil Non, panggil Acha aja." rengek Ku manja.
Melihat tingkah ku Uma hanya menggeleng dan tersenyum, Bu Maryam tersenyum dan mengangguk samar, "Iya Nak Acha." kata Bu Mariam.
Aku langsung pergi menuju pintu, krek… dan pintu terbuka "Hah!" kaget ku.
...****************...
Pov Fathma
Mengetahui siapa yang mengetuk pintu itu, aku hanya tersenyum mengingat pertengkaran mereka yang seperti anak kecil, "Fathma kenapa senyum-senyum." kata Bu Mariam yang memang sudah sangat akrab dengan ku, dan berbicara seperti ke anak sendiri.
Aku tertawa kecil jika membayangkan pertengkaran tom and jerry yang lucu itu, "Itu Bu yang datang Iki anaknya Bu Hilwa." jelas Ku.
"Bu Mariam kan tau kalo kucing ketemu tikus kaya gimana." kata Ku.
"Haha iya bener." kata Bu Maryam.
Bu Maryam yang sudah memotong sayuran langsung mencucinya, "Eh Acha lulus yaa tahun ini? mau nerusin ke perguruan tinggi mana?" kata Bu Maryam yang sedang mencuci sayuran.
"Entah Bu Maryam saya juga bingung." kata Ku.
"Emang mau nya nak Acha, gak nerusin keperguruan." kata Bu Maryam
"Iyaa Acha tuh mau kerja di perusahaan Abi nya, sedangkan Rafan sama Abinya mau Acha mondok." kataku.
"Saran Saya sih Fath, mending ikutin kata Abi dan Abangnya Acha aja, mondok, biar ngerti tentang Agama." kata Bu Mariam dan Aku hanya mengangguk dan tersenyum.
...****************...
__ADS_1
Pov Acha
Aku pun menuju pintu untuk melihat siapa yang datang, tapi tidak terlihat siapa pun di depan rumah, "Hah? gak ada siapa siapa..." batin Ku.
"Siapa yaa.. Kalo mau iseng jangan beneran dong...sini kalo berani hadapi secara betina, eh jantan." gumam Ku.
"Duarrr." Iki yang tiba tiba muncul.
"Aaaa." Aku yang kaget menutupi wajah Ku dengan telapak tangan.
Aku memberanikan diri mengintip di sela-sela jari tangan mungilku, "Iki...!" kata Ku
"Lu ya! ngagetin gua aja." kesal Ku.
"Cha Uma nya lu ada?" kata Iki mengalihkan perhatian.
Langkah demi langkah kami menuju dapur, "Ada, kenapa emang?" kata ku
"Kan tadi nyokap Lu nge chat gua suruh ke sini bantuin masak." jelas Iki.
"Hah? Uma minta lu bantuin masak?" kataku kaget.
Iki mengangkat dua jari tangan kanannya, "Iya ciusan." kata Iki
"Gak salah denger gua? haha..." kata Ku mengejek.
"Kalo lu budeg pasti salah denger." kata Iki.
"Ih lu ya! demi apa lu?" kata ku yang masih belum percaya.
"Demi cintaku padamu." kata Iki.
"Dih amit-amit." kataku sambil mengetuk-ngetuk tiang pintu.
"Heh gak boleh gitu ah ngomongnya." kata Uma yang tiba tiba datang.
"Tuh tanya aja sama Uma lu." kata Iki, dan Aku melihat ke arah Uma.
__ADS_1
"Iya Cha, Uma yang nyuruh." kata Uma.
"Kamu mah gak tau enaknya pasakan Iki." lanjut Uma.