MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 57


__ADS_3

Mereka pun naik ke Masjid lantai atas yang khusus buat Akhwat.


"Shilla mau ke sebelah Idah, Kalian juga mau gak?" tawaran Shilla pada Mereka yang tengok kanan kiri depan mencari Putri dan Rasi.


"Nah itu Dia." kata Acha pada Liani, Ririn dan Chilla.


"Haa iya itu Mereka." kata Cilla mengangguk mengisyarat kan Acha.


"Iyaa, afwan kak Shilla, makasih tawarannya, tapi Putri dan Rasi sudah menempatkan sejadah Kami disana hehe." kata Ririn yang menunjuk pakai ibu jari ke arah Puput dan Rasi yang ada di syaf ke dua kemudian menyatukan kedua telapak tangan nya.


......................


"Okee baik lah, laa ba'sa." kata Shilla sambil tersenyum dan menuju ke Idah.


Acha, Liani, Cilla dan Ririn pun segera menuju Putri dan Rasi yang berada di syaf ke dua di pojok kanan.


"Ternyataa disini mukena Kita Cill." kata Ririn yang sambil mengambil mukena dan memakai nya.


"Iyaa bener, hati Cilla udah gak karuan nyariin mukena, takut ketinggalan di rumah, huuhft." kata Cilla yang mengatur nafasnya.


Mereka pun duduk menunggu adzan berkumandang.


"Kan tadi juga Acha mau ngasih tau, eh Kalian berdua malah melotot huhft." kata Acha yg memasang raut pura pura kesal.


"Yaelah Acha.. kan Kita cuma bercanda, lagian malah ketawa ketawa bukan ngasi tau Kita yakan yakan." ucap Ririn menurun naik kan alisnya meledek Acha.


"Nah iyaa bener tu." kata Cilla menyetujui Ririn.

__ADS_1


"Syuttt udah udah mau adzan tuh." kata Rasi.


Adzan pun berkumandang, dan iqomah pun dilantunkan kami pun shalat berjama'ah, terlihat dari atas yg terhalang pagar besi shalat berjama'ah maghrib di imami oleh Ustadz Rayis di masjid bawah, posisi Syaf pertama di masjid atas berada di bagian syaf ketiga di masjid bawah.


......................


Setelah selesai shalat Mereka semua bersalaman ke orang orang yg bisa Mereka jangkau dan hanya menyatukan kedua telapak tangan untuk bersalaman ke orang orang yang tidak bisa Mereka jangkau, kemudian di lanjutkan berdzikir dipandu oleh Ustadz Rayis, selesai shalat jama'ah Mereka pun langsung mengambil al qur'an yang Mereka simpan di lemari khusus al qur'an.


"Kak Shilla? kami ngaji nya ke siapa dan dimana kak?" tanya Acha dan Rasi, Putri, Ririn, Liani, Cilla hanya mengangguk menyetujui pertanyaan Acha.


"Owhh kalo masalah ngaji Kalian boleh ke senior dulu baru kalo udah lancar baru ke Umi, dan ngajinya di masjid bawah." jelas Shilla.


"Disatuin sama Ikhwan dong kak?" tanya Acha.


"Iyaa tu kak." kata Mereka menyutujui kata Acha.


"Iyaa tenang aja kan ada hijab nya, pake tirai tebal antara Akhwat sama Ikhwan." jelas kak Shilla.


"Yaudah Kita ngaji ke kakak aja lah." kata Acha.


Mereka mengangguk menyutujui ucap Acha.


"Ya udah ayoo come on Kita kebawah." ajak Shilla.


......................


Sampainya di bawah

__ADS_1


"Aduhh kok mules yaa, Aku mau ke kamar mandi dulu." keluh Acha.


"Eh kak Shill kamar mandi masjid sebelah mana hehe?" tanya Acha yg sudah jauh berlari dan kembali ke Shilla.


"Owhh dibelakang tangga itu ada lorong tar Kamu belok k.." kata Shilla yg belum selesai ngomong.


"Oke deh kak makasih." kata Acha langsung lari sembari memegang perutnya.


"Kamar mandinya belok kanan ya bukan kiri, kalo kekiri kawasan santriwan." teriak Shilla sambil melihat ke arah Acha yg sedang berlari.


"Lah maen nyelonong aja tu anak, gak tau denger gak tau nggak itu wkwk." ucap Ririn terkekeh.


"Yaudah ayo ngaji siapa yg mau duluan, berdua berdua ya." tawaran Shilla.


"Oke deh Puput sama Rasi duluan." kata Putri.


Kemudian Mereka pun mengaji dan di sisi lain Acha yg berlari menuju kamar mandi.


"Haduhh udah di ujung nih, belok kemana yaa tadi Aku gak denger lagi kak Shilla ngomong apa." gumam Acha sambil berlari kecil.


"Yaa udah kiri kali yaa." kata Acha percaya diri.


"Haaa." ucap Acha kaget karena hampir menabrak seseorang, yang sedang fokus membenarkan kopiah nya, dan tatapan Mereka membulat bertemu satu sama lain.


"Astaghfirullah hati hati Cha jangan lari lari, licin soalnya." kata Muza yang langsung memalingkan tatapan nyaa dan memakai kopiahnya.


"Afwan Kak Muza, Acha buru buru soalnya, Acha duluan." kata Acha yang langsung belok kiri.

__ADS_1


"Tapii ituu.." kata Muzaa yang terpotong karena Acha langsung pergi.


❤benar kata pepatah malu bertanya sesat dijalan❤


__ADS_2