MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 34


__ADS_3

"Kecemburuan hanya ada dalam keobsesian, dalam cinta tidak ada kecemburuan, dalam cinta hanya ada kepercayaan dan keyakinan, kalo cemburu tandanya itu Kamu gak percaya/gak yakin berarti Kamu curiga sama orang yang kamu cintai. Sedangkan dalam hubungan cinta sejati harus ada kepercayaan satu sama lain, dan dalam cinta tidak harus memiliki, dalam cinta jika dia (seseorang yang kita cintai) bahagia dengan orang lain biarkan dia bersama orang itu, jika kita merasa bahagia melihatnya bahagia itulah cinta yang terutama dalam cinta itu rasa ikhlas karena dalam cinta adalah pengorbanan bukan memaksakan." jelas Ku.


"Acha belum paham." katanya.


"yaudah suatu saat Kamu bakal paham." kata Ku yang menghentikan mobil.


......................


"Makasih yaa Kak, mau mampir dulu?" katanya yang sudah keluar.


"Lain kali Cha udah maghrib, duluan ya." kata Ku yang mendengar adzan berkumandang.


"Hati hati Kak." katanya.


Aku pun langsung menjalankan mobil.


...****************...


Pov acha


Setelah mengatakan semua itu ke kak Muza entah kenapa hatiku seperti terbebas dari beban.


Disepanjang jalan Aku banyak mengajukan pertanyaan ke kak Muza, dan akhirnya sampai didepan rumah Ku.


"Makasih yaa Kak, mau mampir dulu?" kata Ku yang sudah keluar.


"Lain kali Cha udah maghrib, duluan ya." kata Kak Muza karena terdengar adzan berkumandang.


"Hati hati Kak." kata Ku dan Kak Muza pun langsung menjalankan mobil.

__ADS_1


......................


Aku pun langsung masuk.


"Assalamu'alaikum." kata Ku masuk dengan tersenyum senyum.


"Maa syaa Allah ada apa ini putri Abi keliatan bahagia banget?" kata Abi yang sudah rapih hendak ke masjid dengan pakaian muslim.


Uma ikut tersenyum.


"Iyaa tadi di anterin sama siapa Dek? Abang liat di jendela kamar tadi." kata bang Rafan memakai tawb putih yang turun menuju kami.


"Sama bang Muza." jawab Ku santai.


"Wihh ada apa ini, seorang Acha mau di anterin sama pria yang tak akrab dengan nya." ledek bang Rafan.


"Sejak kapan?" ledek bang Rafan.


"Sejak 30 menit yang lalu." kata Ku polos.


Uma dan Abi hanya tertawa kecil melihat perdebatan manisku dan Bang Rafan, Abi pun langsung pergi kemasjid.


"Seriusan temenan doang?" ledek Bang Rafan.


"Umaa." rengek Ku manja.


"Udah lah Fan, cepet ke Masjid sana." kata Uma.


"Iya tuh tar ketinggalan jama'ah lagi wle." ledek Ku.

__ADS_1


"Huhu ada yang baru jadian kaya nya nih." ledek Bang Rafan menuju pintu.


"Umaa." rengek Ku manja.


"Rafan.." kata Uma hendak menjewernya.


"Iyaa nggak nggak, ampun Umaa." katanya yang langsung lari.


......................


"Huh Acha nih bisanya ngadu aja." teriak bang Rafan.


"Huh dasar ngeselin emang." kesal Ku menuju kamar.


"Jangan marah marah Nak, udah cepet sholat maghrib." teriak Uma dibawah.


"Iyaa Umaa." kata Ku.


......................


Setelah selesai shalat Aku ngaji sebentar dan setelah itu Aku membaringkan tubuhku ke kasur dengan keadan masih memakai mukena.


"Kira kira maksud dari kak Muza itu apa yaa, Gw belum ngerti sumpah." gumam Ku sambil memikirkan kata demi kata dari Kak Muza.


"Astaghfirullah Gw baru nyadar, sungguh bang Muza memberi pelajaran yang berharga buat Gw, jadi kalo Gw cinta sama someone Gw gak boleh cemburu, curiga dan gw harus percaya kalo sama cinta nya, yaa ampun selama ini Gw ternyata obsesi, dan ya kata Bang Muza kalo cinta itu tak harus memiliki, jadi kalo emang someone itu cinta ke yang lain dan someone itu bisa bahagia sama people yang dia cintai, Gw harus ikhlas yang penting dia bahagia, tapi.. Emang bakal bisa yaa? Ahhh udah lah coba belajar dulu kaya gitu." perdebatan dalam diri Ku.


'Cinta mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan cinta membawa perubahan-perubahan bagi siang dan malam.'


❤Jalaluddin Rumi❤

__ADS_1


__ADS_2