MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 41


__ADS_3

"Umiii cepet." teriak Abi di luar.


"Iyaa Bi sebentar." teriak Ku di dalam.


"Yaudah Umi duluan yaa, assalamu'alaikum." kata Ku.


"Wa'alaikumussalam hati hati." kata Liani dan Naila yang mencium tangan Ku.


...****************...


Pov fathma


Aku dan Rafan yang sedang duduk disofa.


"Semangat nak, semoga di beri kelancaran pas sidang, Aamiin." kataku mengelus rambut Rafan.


"Iyaa aamiin." kata Rafan yang fokus ke laptopnya.


"Umaa hari ini Acha mau ke toko buku, kemaren pas baca ada buku yang belum selesai Acha baca." kata Acha yang langkah demi langkah nya menuruni tangga.


"Emang Kamu gak malu sama om Toni, ke toko buku cuma mau baca doang." ledek Rafan.


"Ihh apaan sih bang Rafan, orang om Toninya juga gak papa, kenapa abang yang sibuk wle." kata Acha.


"Tapi kata Abang Kamu itu ada bener nya." kata Ku.


"Nah." kata Rafan dengan bangga di bela oleh Ku.


"Umaa belain bang Rafan?" rengek Acha, dan Aku hanya mengangkat alis.


"Kan di dalam tokonya ada perpustakaan kecil, dan itu boleh Kita baca, gratis tis tis." lanjut Acha.


"Yaudah iya, hati hati." kata Ku.


"Assalamu'alaikum." pamit Acha mencium tangan Ku dan Rafan.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam." kata Ku dan Rafan.


"Eh Kamu sama siapa kesananya nak, sama Liani?" teriak Ku pada Acha yang sudah di luar.


"Sendiri Umaa, Liani lagi sibuk, yaudah Acha pergi ya." teriak Acha diluar.


"Iyaa sayang." teriak Ku.


"Uma, Abi dimana?" kata Rafan.


"Abi ke kantor nanti katanya jam 10 an pulang." kata Ku.


"Tumben, tapi ini udah jam 10.00 Uma." kata Rafan.


"Nggak tau Uma juga, mungkin Abi ada keperluan lain makanya pulang dulu, mungkin bentar lagi nyampe." kata Ku.


Ting nong bunyi bel.


"Nah mungkin itu." kataku berjalan ke arah pintu.


"Rafan ke atas ya Uma, mau latihan buat sidang skripsi." kata Rafan yang langkah demi langkah nya menuju kamar.


......................


Krek..


Aku pun membuka pintu.


"Silfa? ustadz Iham?" kata ku kaget plus bahagia melihat kedatangan sahabat yang sudah lama tak berjumpa.


"Assalamu'alaikum." ucap Silfa dan Ustadz Iham.


"Wa'alaikumussalam." kata Ku yang menyatukan kedua tangan kepada ustadz Iham.


"Fathmaa, udah lama gak berjumpa." kata Silfa memeluk ku bahagia, dan tak terasa airmata kebahagiaan terjatuh dari mata Kami.

__ADS_1


"Iyaa Aku juga, ayoo masuk masuk." kata Ku sambil mengusap air mata kebahagiaan.


Aku pun mengambil air dan cemilan.


"Qayyis nya mana Fath." kata Iham.


......................


"Assalamu'alaikum." kata suami Ku yang tiba tiba datang.


"Nah itu beliau." kata Ku menghampiri suami ku mencium tangannya dan mengambil tas kerja nya.


"Ustadz Iham?" kata suami Ku dan mereka pun berpelukan.


"Ente jadi pindah ke sini rumah nomor berapa, sedenger Ane rumah no 105 di isi sama keluarga sahabat nya Acha." kata suami Ku.


"Iya bener tuh, jadi gimana Ustadz?" kata Ku.


"Nggak Ane tetep pindah ke rumah itu." kata Iham.


"Maksudnya gimana ya?" kata Suamiku heran.


"Liani putri Kami." kata Iham.


"Tapi setau Ane, Ente tuh anak perempuan nya masih 10 tahun an." kata suami Ku.


"Iyaa itu Naila, kalo Liani putri dari adik perempuan Ane, walau beliau ponakan Ane tapi udah dianggap kaya anak sendiri." kata Iham.


"Owh iya..Ane kesini mau ngundang ke acara selametan rumah, nanti malem abis isya." kata Iham.


Melihat mereka yang asik mengobrol.


"Ehem asik bener, kalo gitu Kami pamit yaa mau merindu." kata ku.


"Iya iya." kata Mereka tertawa.

__ADS_1


'Pertemuan yang selalu didambakan yaitu bertemu dengan sang sahabat, dan rasanya ingin segera menceritakan semua kejadian yang pernah di alami saat tidak bersama dengannya.'


❤26.dey❤


__ADS_2